Indramayu, Sergaprarget.com Pekan lalu publik di Indramayu digegerkan adanya Pansus DPRD Kabupaten Indramayu yang menyoroti penggunaan anggaran Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Darma Ayu(Perumdam TDA) Indramayu.
Pansus menyoroti adanya pemborosan anggaran karena menggunakan bahan kimia baru. Hal itu membuat beberapa media mencoba menginvestigasi ke cabang-cabang Perumdam TDA tentang kebenaran apa yang disampaikan Pansus
pada Senin(20/4/2026) media mendatangi Perumdam TDA cabang pelayanan Jatibarang di jalan Letnan Joni desa Jatibarang Baru dan diterima langsung oleh kepala cabang pelayanan,Sutoni SH, didampingi Supervisor Produksi,Ade Setiawan.
Ketika ditanya tentang penggunaan kimia baru dan anggarannya,baik Sutoni maupun Ade Setiawan menjawab Perumdam TDA cabang Jatibarang tidak menggunakan bahan kimia baru.
,kami masih menggunakan bahan kimia yang lama,terang Ade.
Bahkan awak media pun diajak ke lokasi produksi air bersih untuk melihat hal yang sebenarnya.
Setelah di Jatibarang di lanjut ke lokasi Instalasi Pengolahan Air(IPA)300 Lobener, awak dan ditemui langsung kepala IPA 300,Adi Indrayadi.
Adi membeberkan bahwa penggunaan kimia baru hanya ada di dua IPA, yaitu IPA Sliyeg dan IPA Salamdarma.
“Kimia baru jenis PAC sudah diujicobakan di IPA Sliyeg dan hasilnya bagus, sedangkan di IPA Salamdarma sedang diujicobakan dan hasilnya juga bagus mampu bekerja pada NTU yang tinggi,” jelasnya.
Lanjut Adi mengatakan bahwa penggunaan kimia baru tersebut sudah melalui uji laboratorium yang ketat dan hasilnya cukup baik.
Dari investigasi tentang penggunaan kimia baru yang dilakukan Perumdam TDA, khususnya di IPA Sliyeg tersebut adalah hal yang wajar karena perusahaan memerlukan biaya yang standar.
(Nana. S)

