Indramayu, Sergaptarget.com Perampokan disertai penculikan dan pembunuhan keji seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Komariah (45) di Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, akhirnya menemui fakta baru yang mengejutkan.
Jajaran Satreskrim Polres Indramayu bersama Polsek Krangkeng bergerak cepat dan berhasil meringkus dua orang terduga pelaku utama dalam kurun waktu kurang dari 24 jam , Selasa (3/11/2026).
Setelah diidentifikasi. Kedua pelaku sadis tersebut ternyata merupakan tetangga dekat korban yang bermukim di lingkungan RT setempat.
Suami Korban Syok: Pelaku Tinggal Berdampingan Rumah
Suami korban, Dudung Badrun, mengonfirmasi kabar penangkapan dua terduga pelaku perampokan dan penyanderaan terhadap istrinya. Ia tak mampu menyembunyikan rasa syok dan duka mendalam saat mengetahui sosok di balik kejahatan tersebut adalah orang-orang yang saban hari ia temui.
“Polisi sudah menangkap dua orang terduga pelaku. Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi kesigapan Polres Indramayu. Namun kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari pihak kepolisian,” ujar Dudung saat ditemui di kediamannya di Desa Kalianyar.
Dengan nada suara bergetar, Dudung menceritakan betapa dekatnya jarak rumah para pelaku dengan kediaman keluarganya.
“Ternyata dua pelakunya tetangga sendiri. Rumah yang satu hanya berjarak tiga rumah dari rumah saya, lalu yang seorang lagi posisi rumahnya persis di depan rumah mertua saya. Sangat dekat dan kami kenal baik,” tuturnya memendam kekecewaan mendalam.
Mobil dan Korban Ditemukan Sejauh 70 Km di Cikawung Terisi
Dalam aksi nekatnya, para pelaku tidak hanya menguras harta benda korban berupa uang tunai dan perhiasan emas, tetapi juga melarikan mobil minibus berwarna putih milik korban sekaligus menyandera Komariah di dalamnya.
Setelah dilakukan pengejaran intensif, armada minibus beserta korban akhirnya berhasil ditemukan oleh petugas di kawasan permukiman Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. Lokasi penemuan ini berjarak hampir 70 kilometer dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal di Kecamatan Krangkeng.
Hingga Selasa sore, pihak keluarga masih terus mendampingi serta menunggu keterangan medis resmi kepolisian terkait kondisi kesehatan korban pasca-penyelamatan dari tangan para penyandera.
Keluarga Desak Jerat Pasal Pembunuhan Berencana dan Ancam Hukuman Mati
Mengingat aksi yang dilancarkan tergolong sangat terencana, sadis, dan mengkhianati hubungan ketetanggaan, pihak keluarga meminta penyidik Satreskrim Polres Indramayu untuk menjatuhkan sangkaan pasal terberat kepada para tersangka.
“Apabila kondisi istri saya berujung fatal atau dinyatakan meninggal dunia, kami memohon penyidik Polres Indramayu menjerat pelaku dengan pasal pembunuhan berencana (Pasal 340 KUHP), bukan sekadar perampokan biasa,” tegas Dudung.
Ia menambahkan, meski menyadari hukum pidana bukan ajang balas dendam, kejahatan berdarah cold-blooded yang dilakukan tetangga sendiri ini layak diganjar sanksi tertinggi.
“Karena perbuatannya sangat sadis dan terencana, pihak keluarga memohon agar para pelaku dihukum maksimal, yakni hukuman mati,” pungkasnya mendesak keadilan.
(BABIL)


.jpeg)



