PLUMBON, http://Sergaptarget.com - Tahapan Pemilihan Kuwu Pergantian Antar Waktu (PAW) Desa Lurah, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon menuai protes.
Calon Kuwu PAW, Suyanto, melayangkan protes keras kepada Ketua Panitia Pemilihan Kuwu PAW terkait perubahan jumlah Hak Pilih.
Menurut Suyanto, dalam musyawarah sebelumnya sudah disepakati dan diputuskan jumlah Hak Pilih sebanyak 47 orang. Namun secara tiba-tiba jumlah tersebut berubah menjadi 55 orang, dengan tambahan 8 Hak Pilih tanpa melalui musyawarah ulang.
"Kenapa sudah diputuskan 47 Hak Pilih, kok ada tambahan 8 jadinya 55 tanpa musyawarah? Padahal sudah dimusyawarahkan 47 kok ada perubahan tanpa musyawarah. Saya minta penjelasan kepada panitia," ujar Suyanto di hadapan forum.
Suyanto menegaskan, dirinya hanya menduga dan berasumsi yang tidak baik, dan meminta hal itu dijawab secara terbuka oleh panitia agar tidak menimbulkan kecurigaan. "Kami hanya ingin keterbukaan dan keadilan, dan jujur makanya kami minta penjelasan. Ini hanya keinginan saya," tegasnya.
Protes tersebut disampaikan dalam forum yang dihadiri Camat Plumbon, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cirebon, BPD, Polsek Plumbon, Danramil, dan masyarakat Desa Lurah.
Sementara itu, tokoh masyarakat Darto, bersama Suyanto meminta kepada panitia Pemilihan Kuwu PAW untuk mengundur tahapan pemilihan hingga persoalan jumlah Hak Pilih tersebut jelas dan transparan.
Diketahui, ada 3 Calon Kuwu PAW Desa Lurah, yakni Suyanto, Asmaul Husna, dan H. Mastura. Dalam forum tersebut, H. Mastura tidak hadir.
Masyarakat berharap DPMD dan Camat Plumbon turun tangan agar proses PAW berjalan jujur, adil, dan sesuai aturan, sehingga tidak menimbulkan konflik di masyarakat. ((Sudodo))








