Berita Terkini

LSM Penjara Rohul Terima Kuasa Koperasi Aman Makmur, Siap Perjuangkan Lahan Masyarakat Huta Pardomuan

 PALUTA – Penerima kuasa dari Koperasi Produsen Tani Aman Makmur melalui Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Kinerja A...

Postingan Populer

Senin, 09 Maret 2026

LSM Penjara Rohul Terima Kuasa Koperasi Aman Makmur, Siap Perjuangkan Lahan Masyarakat Huta Pardomuan


 PALUTA – Penerima kuasa dari Koperasi Produsen Tani Aman Makmur melalui Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Kinerja Aparatur Negara ( DPC LSM Penjara ) Rokan Hulu melayangkan surat pemberitahuan terkait pelaksanaan kegiatan pertanian di lahan Masyarakat adat Huta Pardomuan, Dusun Pardomuan, Desa Ujung Batu Julu, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Rabu (4/3/2026).

Surat tersebut ditujukan kepada Pemerintah Desa Ujung Batu Julu dengan Nomor LSM-PENJARA.RH/III/2026 tertanggal 4 Maret 2026. Pemberitahuan itu dilengkapi dengan Akta Surat Kuasa Nomor 01 tanggal 2 Maret 2026 yang dibuat oleh Herniati, SH, Notaris dan PPAT di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Dalam isi surat dijelaskan bahwa Koperasi Produsen Tani Aman Makmur merupakan koperasi yang telah memiliki legalitas resmi serta terdaftar dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum RI.

 Koperasi tersebut berdiri berdasarkan Akta Pendirian Nomor 02 tanggal 3 Mei 2025 yang dibuat di hadapan Nadi Ridwan Akbae, SH, SE, M.Kn, Notaris di Garut.

Koperasi ini bergerak di sektor pertanian dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat, sekaligus menjadi wadah bagi para petani untuk mengembangkan kegiatan usaha di bidang pertanian.

Dalam pemberitahuan tersebut juga disampaikan bahwa koperasi akan melaksanakan kegiatan pertanian berupa pembersihan lahan dan penanaman bibit di lahan milik masyarakat adat Huta Pardomuan yang berada di Dusun Pardomuan, Desa Ujung Batu Julu, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatera Utara.

Adapun surat tersebut turut ditembuskan kepada sejumlah pihak, antara lain Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI di Jakarta, Menteri Pertanian RI, Gubernur Sumatra Utara , Bupati Padang Lawas Utara, serta Camat Ujung Batu.
Ketua DPC LSM Penjara Rokan Hulu, Bistok Sihombing, mengatakan pihaknya telah menerima kuasa dari Koperasi Produsen Tani Aman Makmur untuk mengurus kepentingan masyarakat terkait pengelolaan lahan tersebut.

"LSM Penjara Rokan Hulu sudah menerima kuasa dari Koperasi Produsen Aman Makmur Dusun Pardomuan tempo lalu. Jadi sepenuhnya urusan kepentingan masyarakat Huta Pardomuan terkait lahan tersebut dikuasakan kepada LSM Penjara Rohul," ujar Bistok, Senin (9/3/2026).

Ia juga berharap pihak manajemen PT Sumatera Riang Lestari (SRL) tidak mempersulit aktivitas masyarakat dalam mengelola lahan mereka.

"Harapan kita pihak manajemen PT SRL tidak mempersulit kegiatan masyarakat. Seyogianya perusahaan juga harus mendukung masyarakat sekitar serta program pemerintah pusat di sektor pertanian," tegasnya.

Di tempat yang sama Hobbi Pargaulan Sekretaris DPC LSM Penjara Rohul membenar kan surat kuasa tersebut "Benar Koperasi Tani Aman Makmur Melalui Tongku Basiruddin Harahap Memberikan Surat Kuasa Kepada Bistok Sihombing Sebagai Ketua LSM Penjara ,"Ujar Hobbi Pargaulan.

Hal senada juga disampaikan Tongku Basiruddin Harahap pihaknya akan tetap memperjuangkan lahan yang telah dikuasai Masyarakat huta Pardomuan pada tahun 2021 lalu.

"Kami akan berjuang untuk mendapatkan hak kami sebagai Warga Huta Pardomuan, apalagi saat ini informasinya Izin kelola PT.SRL diduga  telah dicabut Pemerintah Pusat, jadi kami akan berjuang sampai akhir demi mendapatkan hak kami,"ujar Tongku Basiruddin Harahap.
***Hobbi dan Friska***

Jembatan Gantung Kriyan Telah Diresmikan oleh Pangdam III/Siliwangi Menjadi Jembatan Perintis Garuda III.






Kota Cirebon, (Senin, 9/3/2026), – Panglima Kodam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, S.E. meresmikan jembatan gantung yang berada di wilayah Kriyan Barat RW.17 Kel. Pegambiran, Kota Cirebon. Dalam peresmian tersebut, jembatan yang sebelumnya dikenal sebagai Jembatan Gantung Kriyan kini resmi berganti nama menjadi Jembatan Perintis Garuda III. Kegiatan peresmian berlangsung khidmat dan dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah.

Jembatan Kriyan merupakan jembatan penghubung dua wilayah kecamatan yaitu Pegajahan Selatan RW.05, Kel. Jagasatru Kec. Pekalipan dan Kriyan Barat RW.17 Kel. Pegambiran, Kec. Lemahwungkuk, Kota Cirebon.

Dalam kegiatan tersebut, Pangdam III/Siliwangi didampingi oleh Dandim 0614/Kota Cirebon, Letkol Drajat Santoso, S.Kom serta dihadiri oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, S.A.P., M.Si bersama jajaran Forkopimda Kota Cirebon. Turut hadir pula, Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Erwan Setiawan, S.E., Wakapolda Jawa Barat, Brigjen Pol Adi Vivid Agustian, S.I.K., M.Hum., Danrem 063/Sgj, Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, S.I.P., M.I.P., M.Han, serta sejumlah pejabat TNI, Polri, dan unsur pemerintahan daerah.

Turut mendampingi Pangdam III/Siliwangi yaitu Ketua Persit KCK Daerah III/Siliwangi bersama pengurusnya, serta Ketua Persit KCK Cabang XXV Kodim 0614/Kota Cirebon, Ny. Nina Drajat beserta pengurusnya.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti serta pemotongan pita sebagai simbol bahwa jembatan tersebut telah resmi digunakan oleh masyarakat. Dengan diresmikannya jembatan tersebut, kini Jembatan Perintis Garuda III dapat kembali dimanfaatkan oleh warga untuk menunjang aktivitas sehari-hari, terutama sebagai sarana penghubung antar wilayah yang selama ini menjadi akses penting bagi masyarakat sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam III/Siliwangi menyampaikan bahwa pembangunan dan peresmian jembatan ini merupakan wujud kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan aksesibilitas dan memperlancar mobilitas warga.

Pangdam III/Slw berharap, keberadaan jembatan Garuda Merah Putih dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam mempercepat mobilitas dan mendukung kegiatan ekonomi warga.

"Mudah-mudahan jembatan yang diresmikan ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan bisa mempercepat jarak tempuh dalam aktivitas ekonomi sehari-hari," pungkasnya.

Usai meresmikan jembatan gantung, Pangdam III/Slw didampingi oleh Wakil Gubernur Jawa Barat berkesempatan memberikan bingkisan tali asih kepada warga masyarakat sekitar dan dilanjutkan mengikuti video conferent bersama Kasad dalam rangka lounching peresmian 200 jembatan gantung di wilayah indonesia.

Usai melaksanakan kegiatan tersebut, Dandim 0614/Kota Cirebon menyampaikan bahwa keberadaan Jembatan Perintis Garuda III diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, baik dalam menunjang kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun aktivitas sosial lainnya.

Dengan telah diresmikannya jembatan tersebut, masyarakat di sekitar wilayah Kriyan kini dapat kembali menggunakan jembatan sebagai jalur penghubung yang aman dan nyaman dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Pemerintah daerah bersama unsur TNI dan Polri juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang. (pendim0614)*((Babil))

Wakapolda Jabar dan Kapolres Cirebon Kota Hadiri Peresmian Jembatan Merah Putih di Sungai Kriyan

Cirebon Kota - Peresmian Jembatan Merah Putih yang membentang di atas Sungai Kriyan di wilayah RT 03 RW 06 Kelurahan Jagasatru Kecamatan Pekalipan Kota Cirebon dihadiri langsung oleh Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, S.I.K., M.Hum., M.S.M. bersama Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si. dalam rangkaian kunjungan kerja yang berlangsung mulai pukul 13.30 WIB hingga pukul 17.25 WIB (09/03/2026). Kehadiran pimpinan TNI dan Polri tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Jembatan Merah Putih yang melintasi Sungai Kriyan tersebut menjadi penghubung antara wilayah Kelurahan Pegajahan Kecamatan Pekalipan dengan kawasan Kriyan Barat Kelurahan Pegambiran Kecamatan Lemahwungkuk. Infrastruktur berupa jembatan gantung ini kini dimanfaatkan masyarakat sebagai jalur penghubung penting untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

Kapolsek Cirebon Selatan Timur AKP H. Juntar Hutasoit, S.H., M.H. menjelaskan bahwa keberadaan Jembatan Merah Putih memberikan kemudahan akses bagi masyarakat di dua wilayah tersebut karena sebelumnya warga harus menempuh perjalanan lebih jauh untuk melintasi Sungai Kriyan, sementara kini masyarakat memiliki jalur yang lebih dekat untuk beraktivitas.

Peresmian jembatan tersebut dipimpin oleh Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E. yang hadir bersama Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, S.I.K., M.Hum., M.S.M. serta Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si. Kehadiran para pimpinan tersebut menunjukkan sinergi antara TNI, Polri dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan fasilitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain itu, kegiatan juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., Danrem 063/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, S.I.P., M.I.P., M.Han, Wali Kota Cirebon Effendi Edo, S.AP., M.Si., Kepala Kejaksaan Negeri Kota Cirebon Alamsyah, S.H., M.H., serta Ketua DPRD Kota Cirebon Andri Sulistio, S.E. yang turut menyaksikan peresmian jembatan tersebut.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, S.I.K., M.Hum., M.S.M. bersama Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si. juga melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi Jembatan Merah Putih setelah proses peresmian dilaksanakan guna melihat secara langsung fungsi jembatan yang kini dimanfaatkan masyarakat sebagai jalur penghubung antarwilayah.

Jembatan gantung yang melintasi Sungai Kriyan tersebut memiliki peranan penting bagi masyarakat sekitar, terutama bagi warga yang setiap hari melintasi kawasan tersebut untuk bekerja maupun menjalankan aktivitas ekonomi di wilayah sekitar.

Selain dimanfaatkan oleh masyarakat yang bekerja di berbagai sektor, jembatan tersebut juga menjadi jalur yang digunakan para pelajar yang berangkat menuju sekolah di wilayah sekitar Sungai Kriyan sehingga mobilitas mereka menjadi lebih mudah dibandingkan sebelumnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga fasilitas umum yang telah dibangun untuk kepentingan masyarakat luas termasuk Jembatan Merah Putih yang kini menjadi akses penting bagi warga serta mengajak masyarakat untuk terus menjaga lingkungan sekitar dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan hal-hal yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan bersama.

((Red.))

PD Dino Mandiri Hadirkan Jaket Kulit Berkualitas di Wonosobo dengan Harga Terjangkau


WONOSOBO – Usaha penjualan produk kulit PD Dino Mandiri terus menghadirkan berbagai produk jaket kulit berkualitas bagi masyarakat Wonosobo dan sekitarnya. Toko ini menyediakan berbagai pilihan jaket yang terbuat dari kulit sapi dan kulit kambing asli, yang dikenal memiliki kualitas baik, kuat, serta nyaman digunakan dalam berbagai aktivitas.

Pemilik usaha menyampaikan bahwa produk yang disediakan tidak hanya mengutamakan tampilan yang menarik, tetapi juga ketahanan bahan sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Jaket kulit yang tersedia di PD Dino Mandiri memiliki berbagai model dan ukuran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

Selain menjual jaket kulit baru, PD Dino Mandiri juga memberikan layanan tukar tambah jaket bagi pelanggan. Melalui layanan ini, masyarakat yang memiliki jaket kulit lama tetap bisa menukarkannya dengan jaket model terbaru dengan proses yang mudah dan harga yang tetap terjangkau.

Tidak hanya berfokus pada penjualan, PD Dino Mandiri juga melayani perawatan dan reparasi produk kulit, seperti semir jaket, perbaikan kerusakan, serta perawatan lainnya agar jaket tetap terlihat bersih, mengkilap, dan awet digunakan. Layanan ini cukup diminati oleh masyarakat yang ingin merawat jaket kulit kesayangannya agar tetap dalam kondisi baik.

Selain jaket, PD Dino Mandiri juga menyediakan berbagai produk berbahan kulit lainnya, seperti dompet kulit, sabuk, tas, serta beberapa aksesoris kulit lain yang memiliki kualitas bahan yang baik dan desain yang menarik.

Dengan harga yang relatif terjangkau, jaket kulit di PD Dino Mandiri dibanderol mulai dari Rp500.000-an, sehingga dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin memiliki jaket kulit asli dengan harga yang bersahabat.

PD Dino Mandiri beralamat di Singkir, sebelah Lampu Merah Putih (Setopan) Sapen, Kabupaten Wonosobo. Lokasinya yang strategis memudahkan masyarakat untuk datang langsung melihat berbagai produk kulit yang tersedia.

Melalui produk dan layanan yang diberikan, PD Dino Mandiri berharap dapat terus memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk kulit berkualitas serta memberikan pelayanan terbaik bagi setiap pelanggan yang datang.

Menerima pesanan grosir dan eceran
Wa di nomor +62 812-2798-1965

(Yudhi)

Minggu, 08 Maret 2026

Berantas Buta Aksara, Lapas Pasir Pangarayan Laksanakan Kegiatan Belajar bagi Warga Binaan


Pasir Pengaraian – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan melaksanakan kegiatan belajar bagi warga binaan dalam rangka pemberantasan buta aksara. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan yang bertujuan meningkatkan kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung bagi warga binaan yang belum memiliki atau lancar dalam keterampilan tersebut.

Program belajar ini dilaksanakan di lingkungan Lapas dengan melibatkan warga binaan sebagai peserta didik. Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut turut dibantu oleh peserta Magang Nasional yang sedang menjalankan program magang nasional di Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan. Para peserta magang berperan aktif mendampingi proses pembelajaran, mulai dari pengenalan huruf, membaca sederhana, hingga latihan menulis bagi warga binaan.

Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba melalui Kepala Seksi Binadik dan Giatja, Sunu Istiqomah Danu, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dalam meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan, khususnya dalam bidang pendidikan.

"Melalui kegiatan ini kami berupaya memberikan kesempatan kepada warga binaan yang belum bisa membaca dan menulis untuk memperoleh kemampuan dasar tersebut. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi bekal bagi mereka untuk meningkatkan kualitas diri serta mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat," ujar Sunu.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program pemberantasan buta aksara ini juga menjadi tahapan awal persiapan warga binaan mengikuti program pendidikan kesetaraan seperti Paket A, Paket B, dan Paket C yang juga tengah berjalan di Lapas Pasir Pangarayan.

"Kemampuan membaca, menulis, dan berhitung merupakan dasar penting sebelum warga binaan dapat mengikuti program pendidikan kesetaraan. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi langkah awal yang sangat penting dalam mendukung proses pembinaan pendidikan di dalam Lapas," tambahnya.

Kegiatan pemberantasan buta aksara ini juga sejalan dengan dukungan terhadap 15 Program Aksi yang dicanangkan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan pendidikan kesetaraan bagi narapidana dan anak binaan melalui peningkatan kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan berharap warga binaan dapat memperoleh bekal kemampuan dasar yang bermanfaat, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk terus belajar dan mengembangkan diri selama menjalani masa pembinaan.

Demi Terciptanya Keamanan Wilayah Piket Koramil 02/Banjarsari Pergencar Patroli Malam di Wilayah Kecamatan Banjarsari

Surakarta - Piket Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta  Serka Junaidi melaksanakan kegiatan Patroli malam di wilayah kecamatan Banjarsari, Minggu (09/03/2026).

Ditegaskan Serka Junaidi kegiatan Patroli malam ini rutin dilaksanakan guna mencegah tindakan - tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Tujuan Patroli tersebut untuk mengecek keadaan wilayah  dan menjaga keamanan di wilayah Kecamatan Banjarsari."ujarnya.

"Adapun tempat -tempat yg di patroli adalah ,obyek vital,tempat -tempat yg menjadi pusat keramaian masyarakat   yg ada di wilayah kecamatan Banjarsari."imbuhnya.

"Kegiatan patroli disamping  menjaga keamanan di wilayah, juga sebagai sarana sambang warga."tutupnya.

Penulis : Arda 72

DARURAT SAMPAH. DIMANA LETAK PERSOALANYA ???





Batang 9 Maret 2026 Sergaptarget.com 

Persoalan Sampah Dikabupaten Batang Masih Terus Menjadi Masalah , Sampah Berserakan dimana - mana dan bahkan menutup Sebagian badan jalan. Dalam Pengamatan insan Media Persoalan Sampah Yang   Terjadi ini diakibatkan Oleh Beberapa Faktor Diantaranya Adalah 
1.Faktor Lokasi TPS( Tempat Pembuangan Sampah ) itu Sendiri.
2.Fasilitas Yang Tidak Memadai dan
3.Kesadaran Masyarakat Yang Rendah Terkait dengan Kebersihan dan Kerapian.

Terkait dengan Persoalan Sampah Sebagaimana dimaksud Jurnalis Sergaptarget Mencoba Menghubungi Kepala DLH lewat WA/ Hp Tapi Yang Bersangkutan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Masih Dinas Luar .Seorang Warga Yang Kebetulan lewat dimana Sampah Berserakan Sampe Ketengah Jalan Sangat Menyayangkan Dinas Terkait dan Budaya Masyarakat Yang Tidak Disiplin dalam Membuang Sampah.

Sementara itu Salah Satu Aktifis Lingkungan   Yang Tidak Mau disebutkan Namanya Berharap Pemda Batang / Bupati Secepatnya Melakukan Evaluasi Kinerja  Kepada Dinas Terkait Perihal Problem Sampah ini." Sangat Mendesak dan Harus Segera Dilakukan Evaluasi Kinerja Kepada Dinas Terkait Yang Menangani Masalah Sampah" Demikian Ungkapnya Ketika Disambangi Jurnalis Sergaptarget.com dirumahnya.

Sudah Menjadi Rahasia umum Bahwasanya Masalah sampah DiBatang ini kian Hari kian Bertambah Parah,.... Kesadaran Masyarakat Yang Rendah akan Kebersihan,Fasilitas Dari Pemerintah Yang Tidak Memadai Serta Jam buang Sampah Yang Tidak Teratur Semakin Menambah Komplek Permasalahan Sampah ini. 

 Dari Investigasi Yang Dilakukan Jurnalis Terkait Dengan Masalah Sampah ini Untuk Lokasi TPS( Tempat Pembuangan Sementara Perlu dicarikan 1.Tempat Yang Lokasinya Tidak Ditempat Dekat Pemukiman dan Sarana Fasilitas Publik Penting .2.Perlunya Disediakan Sarana Seperti Bak Truk Sampah Untuk Pembuangan Di TPS Yang Ada Sehingga Sampah Tidak Berserakan Kemana- mana dan .3.  Pembuangan Sampah dari Masyarakat ke TPS Pada jam Tertentu  (Pagi) Sehingga Antara jam 11 - 12  S/d Malam Tidak lagi Ada Sampah di TPS Karena Semua Sampah Sudah Diangkut Oleh Petugas .

 (Jurnalis Muhammad Subhan SH)

Kisah Inspiratif Anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang L Kodim Surakarta Dalam Mengembangkan Keterampilan Merajut

Surakarta - Ny.Weny Arnita Sandy, seorang anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang L Kodim 0735/Surakarta, telah membuktikan bahwa dengan kesabaran, dedikasi, dan niat yang kuat, seseorang dapat mengembangkan keterampilan dan mencapai kesuksesan.

Ny.Weny Arnita Sandy adalah istri dari Sertu Mujono Anggota Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta bergabung dengan Persit di tahun 2006 dan sejak itu, ia telah mengembangkan ketrampilan merajut yang luar biasa yang bernama *ORENAYOU*

Ditegaskan Ny. Weny awalnya dirinya menggeluti merajut sebagai cara untuk adaptasi dengan perubahan hidupnya. Setelah resign dari pekerjaannya di sebuah perusahaan retail untuk mengikuti suami yang dinas di kota lain, ia mencari cara untuk mengisi waktu dan menemukan keterampilan merajut yang telah ia kenal sejak SMP.

"Awal tinggal di asrama saya mencoba berbagai macam ketrampilan mulai dari menyulam, kristik, menjahit bahkan memasak. Yang tujuan awalnya untuk mengisi waktu, Sampai akhirnya mulai mengingat lagi keterampilan merajut yang sudah saya kenal sejak dr masa sekolah di SMP." tuturnya.

"Pada awalnya, Saya merajut benda-benda yang digunakan sebagai aksesoris anak-anak, mulai dari bross, pita, bando, maupun jepit rambut, lambat laun kemampuan merajut bertambah seiring perkembangan tehnologi, yang diawal hanya belajar dari buku kemudian bergeser ke media online seperti Youtube, Pinterest, Instagram, dll."ujarnya.

"Karya saya juga semakin berkembang dan bervariasi, terbukti dengan beberapa prestasi yang berhasil kami dapatkan, antara lain juara Lomba Cipta Payung Rajut dalam Festival Payung tahun 2017 dan 2018, dan saya juga pernah menjuarai kompetisi yang digelar oleh Dharma Pertiwi di tahun 2021 dalam acara Lomba Karya Wastra." jelasnya.

Lebih lanjut ditambahkannya dirinya menjual produk-produknya melalui pameran-pameran, bazar dan juga lewat online dengan jangkauan lokal dan nasional. Bahkan dirinya pernah mengirim produk ke Belanda, New Zealand dan Jepang berupa karya _home decor_ untuk suasana Natal.

"Karya terakhir saya adalah payung rajut yang khusus di desain untuk ibu KASAD, yang beliau gunakan pada saat Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-80 bersama karya-karya UMKM ibu-ibu Persit lainnya." ucapnya bangga.

"Tidak berhenti sampai disini saya akan terus mengembangkan kreasi-kreasi terbaru sesuai selera pasar yang juga terus berkembang, karena hanya dari benang, hakpen dan niat, akan tercipta karya-karya tak terbatas." imbuhnya.

"Harapan saya keterampilan merajut *ORENAYOU* bisa terus menyebar karena merajut banyak sekali manfaatnya. Selain untuk melatih kesabaran, konsentrasi dan daya ingat, merajut juga sangat membantu perekonomian rumah tangga." pungkas Ny.Weny Arnita Sandy.

Pendim Surakarta

Lahirnya Batik Buana Sekar Kedaton, Buah Karya Persit Kartika Chandra Kirana Cabang L Kodim Surakarta

Surakarta - Dialah Cita Putri Karisma Sari seorang Anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang L Kodim 0735.Surakarta, Istri dari Peltu I Dewa Made Kasamabi Putra yang berdinas di Koramil 05/Pasar Kliwon Kodim 0735/Surakarta, pendiri Batik Buana Sekar Kedaton, membagikan kisah inspiratif tentang bagaimana kecintaan terhadap batik dan alam menjadi sebuah bisnis yang sukses. Berawal dari hobi, Cita Putri terus mengembangkan passionnya hingga akhirnya melahirkan Batik Buana Sekar Kedaton pada tahun 2011.

Ditegaskan Cita Putri Karisma Sari bahwasanya perjalanan panjangnya bermula pada tahun 2011, ketika dirinya masih berprofesi sebagai karyawan swasta. Di tengah rutinitas pekerjaan yang padat dan tanggung jawab harian yang menyita waktu serta tenaga, terselip sebuah kecintaan yang tumbuh perlahan namun pasti, yakni kecintaan terhadap seni batik dan pesona keindahan alam Indonesia.

"Pada awalnya, ketertarikan itu hadir secara sederhana, hanya sebatas kegemaran terhadap kain bermotif tradisional yang sarat makna dan filosofi. Kami merasa setiap helai batik memiliki cerita, memiliki jiwa, dan menyimpan warisan budaya yang begitu berharga. Rasa suka tersebut kemudian berkembang menjadi ketertarikan yang semakin mendalam. Setiap waktu luang setelah bekerja kami manfaatkan untuk belajar secara otodidak, mengamati proses pembuatan batik, memahami teknik cap dan tulis, serta mencoba merancang motif sendiri dengan penuh rasa ingin tahu."tuturnya.

"Perjalanan belajar itu tidak selalu mudah. Ada banyak percobaan yang gagal, warna yang tidak sesuai harapan, serta motif yang harus diperbaiki berulang kali. Namun dari setiap proses tersebut, kami menemukan pelajaran berharga tentang kesabaran, ketelitian, dan konsistensi. Dari yang semula hanya sekadar hobi untuk mengisi waktu senggang, perlahan tumbuh keyakinan dalam hati bahwa membatik bukan hanya kesenangan, melainkan panggilan jiwa yang ingin kami tekuni secara lebih serius dan profesional."terangnya.

Lebih lanjut Cita Putri Karisma Sari menambahkan inspirasi terbesar dalam setiap karya kami berasal dari alam. Keindahan alam yang kami temui dalam perjalanan mendaki gunung, menyusuri perbukitan hijau, menikmati semilir angin di antara pepohonan, hingga menyaksikan matahari terbit dari balik cakrawala selalu menghadirkan ide-ide segar. Bentuk dedaunan yang unik, bunga liar yang tumbuh anggun, tekstur batang pohon, hingga siluet pegunungan yang megah menjadi sumber gagasan yang kemudian kami tuangkan dalam motif batik. Dari situlah muncul keinginan kuat untuk menciptakan cetakan cap dengan motif alam yang memiliki ciri khas tersendiri, berbeda namun tetap berakar pada nilai tradisi.

"Dengan keberanian dan tekad yang mantap, kami mulai merintis usaha ini secara perlahan. Tahap demi tahap kami jalani dengan penuh kesungguhan, mulai dari merancang desain, membuat cap, memilih bahan kain berkualitas, hingga mengawasi proses produksi dengan teliti. Semua kami lakukan dengan cinta terhadap karya dan rasa hormat terhadap warisan budaya bangsa."imbuhnya.

"Akhirnya, Batik Buana Sekar Kedaton lahir sebagai wujud nyata dari perjalanan, perjuangan, dan doa yang panjang. Bagi kami, batik bukan sekadar kain yang dikenakan, melainkan simbol ketekunan, ekspresi rasa syukur atas keindahan alam, serta upaya melestarikan budaya Indonesia. Harapan kami, setiap karya yang dihasilkan mampu membawa nilai estetika, makna mendalam, dan kebanggaan bagi siapa pun yang mengenakannya." pungkas Cita Putri Karisma Sari dengan bangga. 

Pendim Surakarta

Di bulan Ramadan KJB bagikan Sembako untuk Lansia Di Kecamatan Balongan







Indramayu, Sergaptarget. Com Komunitas Jurnalis Balongan (KJB) Kabupaten Indramayu menggelar kegiatan sosial dengan membagikan santunan sembako kepada warga lanjut usia (lansia) di lima desa di wilayah Kecamatan Balongan, Minggu (8/3/2026).

Kegiatan berbagi di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah ini menyasar para lansia yang membutuhkan di Desa Sudimampir Lor, Sudimampir, Tegalsembadra, Tegalurung, dan Balongan.

Dalam kegiatan tersebut, puluhan paket sembako dibagikan langsung kepada para penerima manfaat.

Setiap paket berisi beras 2,5 kilogram, minyak goreng kemasan 1 liter, serta delapan bungkus mi instan.

Pengurus KJB turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh warga lansia yang membutuhkan.

Ketua KJB, Nurpad mengatakan, kegiatan berbagi pada Ramadan tahun ini memiliki konsep yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya, selain sebagai bentuk kepedulian sosial, bantuan sembako ini diharapkan dapat sedikit meringankan kebutuhan para lansia di tengah momentum Ramadan.

"Di Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026 ini program berbagi KJB ada yang berbeda. Tahun ini kami menyalurkan bantuan berupa sembako kepada warga lansia agar dapat sedikit membantu memenuhi kebutuhan mereka selama bulan Ramadan," kata Nurpad.

Ia menambahkan, kegiatan sosial tersebut juga menjadi bagian dari komitmen para jurnalis yang tergabung dalam KJB untuk terus hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.

Sementara itu, Bendahara KJB, Rohman menjelaskan seluruh anggaran kegiatan berbagi tersebut berasal dari hasil urunan para pengurus serta dukungan dari para donatur dan mitra KJB.

"Anggaran kegiatan ini berasal dari hasil urunan pengurus KJB serta dukungan dari para donatur dan mitra yang peduli terhadap kegiatan sosial ini," ujar Rohman.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah mendukung kegiatan KJB Berbagi ini sehingga dapat terlaksana dengan baik," ucapnya.

Salah satu penerima bantuan, Warno (68), mengaku bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh KJB.

"Terima kasih kepada KJB yang sudah peduli kepada kami para lansia. Bantuan ini sangat membantu kebutuhan kami di bulan Ramadan," ujar Warno.

Tidak hanya sampai di situ, KJB juga telah menyiapkan agenda sosial lainnya selama Ramadan.

Rencananya, pada Senin (9/3/2026) sore, Komunitas Jurnalis Balongan akan kembali menggelar kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat di wilayah sekitar Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu.

(Nana. S)