Sergap Target

Berita Terkini

Masyarakat Desa Kebulen Rayakan Pesta Adat Unjungan Buyut Sulaya

Indramayu, Sergaptarget.com  Masyarakat desa Kebulen kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu rayakan pesta adat unjungan Buyut ...

Postingan Populer

Jumat, 09 Oktober 2026

Masyarakat Desa Kebulen Rayakan Pesta Adat Unjungan Buyut Sulaya




Indramayu, Sergaptarget.com  Masyarakat desa Kebulen kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu rayakan pesta adat unjungan Buyut Sulaya jum'at 9/10/2026.

Pesta adat dimeriahkan dengan pawai Ogo - Ogo, Sound System, Singa depok serta berbagai macam kesenian ditampilkan dari tiap Rt yang ada di desa Kebulen.

Acara Pesta adat berlangsung selama tiga hari terhitung dari hari kamis malam jumat pagelaran sandiwara,Siang jumat  arak arakan atau pawai dilanjut malamnya organ tunggal ditiap tiap blok atau Rt dan terahir hari sabtu malam minggu doa bersama di kibuyut Sulaya dimana ibu ibu membawa nasi tumpeng beserta lauk pauknya untuk dimakan bersama setelah doa dilanjut siang sampai malam pagelaran wayang kulit.

Acara dihadiri oleh wakil bupati Indramayu H.Syaefudin,Kuwu se kecamatan jatibarang,Camat Jatibarang,Babinsa,Babin kamtibmas serta sejumlah undangan.

H. Tarkani kuwu Kebulen menjelaskan ini adalah acara adat yang sudah turun temurun dari dulu hingga sekarang.Saya sendiri sebagai kuwu yang menjabat selama tiga periode sekarang setiap tahun melaksanakan acara seperti ini ujarnya karena memang ini sudah turun temurun.

(Nana. S)

CEGAH PENYALAHGUNAAN NARKOBA, POLRES WONOSOBO TES URINE PULUHAN PENGEMUDI ANGKUTAN UMUM DI TERMINAL MENDOLO



Polres Wonosobo Polda Jateng bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Wonosobo menggelar pemeriksaan tes urine terhadap puluhan pengemudi angkutan umum di Terminal Mendolo, Kabupaten Wonosobo, Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah penyalahgunaan narkoba sekaligus mendukung keselamatan berlalu lintas.

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut dilaksanakan oleh Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Wonosobo bersinergi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Wonosobo. Selain pemeriksaan urine, kegiatan juga diisi dengan pembinaan oleh Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Wonosobo.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh sampel urine yang diperiksa menunjukkan hasil negatif dari kandungan narkoba. Hasil tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini untuk mencegah potensi penyalahgunaan narkoba di kalangan pengemudi angkutan umum.

Kasat Resnarkoba Polres Wonosobo, AKP Teguh Sukosso, S.H., mengatakan pemeriksaan urine merupakan langkah preventif untuk mendukung terciptanya transportasi umum yang aman serta meningkatkan kesadaran pengemudi terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba.

“Pengemudi angkutan umum memiliki tanggung jawab besar karena keselamatan banyak penumpang berada dalam perjalanan yang mereka layani. Melalui pemeriksaan ini, kami berupaya melakukan pencegahan dini sekaligus mengingatkan pentingnya menjauhi narkoba demi keselamatan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.

Selain pemeriksaan urine, personel Sat Binmas Polres Wonosobo memberikan pembinaan kepada para pengemudi agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas, menjaga kondisi fisik sebelum berkendara, serta mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan.

Para pengemudi juga diingatkan untuk memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, mematuhi rambu dan batas kecepatan, serta tidak memaksakan diri berkendara ketika kondisi tubuh tidak memungkinkan.

Sinergi antara Polres Wonosobo dan Dinas Perhubungan Kabupaten Wonosobo ini diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan pengemudi sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna transportasi umum.

Polres Wonosobo mengimbau seluruh pengemudi angkutan umum untuk terus mengedepankan keselamatan, menaati aturan berlalu lintas, dan menjauhi narkoba. Upaya pencegahan akan terus didorong melalui kegiatan edukasi, pembinaan, dan langkah preventif guna mewujudkan keamanan serta keselamatan berlalu lintas di wilayah Kabupaten Wonosobo.

Arifin/Tim KJN

Cegah DBD, Babinsa Banjarsari Gandeng Kader Posyandu & Puskesmas Gencarkan Gerakan Cek Jentik Nyamuk

Surakarta - Wujud kepedulian terhadap kesehatan lingkungan, Babinsa Kelurahan Banjarsari Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta Sertu Mujono melaksanakan pendampingan kegiatan Juru Pemantau Jentik bersama kader Posyandu dan Puskesmas bertempat di wilayah Sendang Mulyo RW 08 Kelurahan Banjarsari, Jum'at (09/10/2026).

Kegiatan ini menyasar rumah-rumah warga serta genangan air di sekitar lingkungan RW 08 sebagai langkah preventif dalam mencegah berkembangnya nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD).

Dengan penuh semangat dan kepedulian, Babinsa bersama para kader melakukan pemeriksaan secara door to door ke tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang jentik nyamuk, seperti bak mandi, tempat penampungan air, ember, pot bunga, serta barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan.

Sinergi antara aparat kewilayahan dan kader kesehatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi dalam menjaga kesehatan masyarakat dari ancaman penyakit berbasis lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, Sertu Mujono menegaskan bahwa kegiatan Jumantik merupakan langkah sederhana namun memiliki dampak besar dalam mencegah penyebaran DBD.

"Kami mengajak seluruh warga masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Memastikan tidak ada genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya sarang nyamuk. Lakukan 3M Plus secara rutin," tegas Sertu Mujono.

Dengan adanya kegiatan Jumantik ini, diharapkan lingkungan Kelurahan Banjarsari tetap bersih, sehat, dan terbebas dari ancaman penyakit DBD, serta meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Perkuat Pembinaan Kepribadian, Warga Binaan Perempuan Lapas Pasir Pangarayan Biasakan Salat Dhuha




Pasir Pengarayan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan terus mendukung pembinaan kepribadian bagi warga binaan perempuan melalui pembiasaan ibadah. Salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan salat sunah Duha sebagai bagian dari upaya membangun kebiasaan positif selama menjalani masa pembinaan.



Pelaksanaan salat Duha menjadi salah satu bentuk pembiasaan ibadah yang diharapkan dapat membantu warga binaan meningkatkan kedisiplinan dalam beribadah serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.


Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba, melalui Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik dan Giatja), Andi Rahman, menyampaikan bahwa pembiasaan ibadah menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam pembinaan kepribadian warga binaan.

“Melalui pembiasaan salat Duha, kami berharap warga binaan dapat semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, membangun kebiasaan beribadah, serta menjadikan kegiatan positif sebagai bagian dari keseharian selama menjalani masa pembinaan,” ujar Andi.

Pembiasaan salat sunah Duha ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi warga binaan perempuan untuk meningkatkan pengamalan nilai-nilai keagamaan sekaligus mendukung proses pembinaan kepribadian di lingkungan Lapas.

Melalui kegiatan pembinaan yang berkelanjutan, Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan berupaya mendukung terbentuknya pribadi warga binaan yang lebih baik sebagai bekal dalam menjalani kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana.

***Hobbi Pargaulan*""

Belajar dari Bappelitbangda Tangsel, Peserta PKP Dalami Kepemimpinan Berbasis Kinerja dan Inovasi SISTARI




TANGERANG SELATAN — Peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan 2 Kelompok Genap Tahun 2026 melaksanakan Studi Lapangan (STULA) Kajian Pelayanan Publik di Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Tangerang Selatan, pada 7–9 Oktober 2026. Kegiatan tersebut didampingi oleh Widyaiswara Pendamping, Drs. Agust Nadeak, M.Si., dan menjadi bagian dari proses pembelajaran peserta untuk melihat secara langsung penerapan kepemimpinan, tata kelola organisasi, inovasi, pengelolaan sumber daya, pemanfaatan teknologi informasi, serta pelayanan publik dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.



Bappelitbangda Kota Tangerang Selatan dipilih sebagai lokasi studi karena memiliki posisi strategis dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Dalam pelaksanaan tugasnya, Bappelitbangda tidak hanya berkaitan dengan penyusunan dokumen perencanaan, tetapi juga mengintegrasikan data, informasi, aspirasi masyarakat, kebijakan pemerintah, penelitian, inovasi, serta koordinasi lintas perangkat daerah.

Kepemimpinan Berbasis Kinerja



Salah satu praktik yang menjadi perhatian peserta adalah penerapan kepemimpinan berbasis kinerja yang terukur. Perjanjian Kinerja Tahun 2026 Bappelitbangda memuat 4 sasaran dengan 8 indikator kinerja. Target tersebut kemudian diturunkan melalui pohon kinerja dan cascading



Pimpinan juga menunjukkan komitmen terhadap evaluasi dengan menindaklanjuti seluruh 7 rekomendasi Inspektorat pada LHE AKIP Tahun 2024. Tindak lanjut tersebut antara lain dilakukan melalui penyusunan SOP monitoring dan evaluasi, pengukuran kinerja individu, serta pemanfaatan aplikasi e-SAKIP untuk pengumpulan, pengukuran, dan evaluasi data kinerja.

Komitmen tersebut tercermin pada capaian SAKIP dengan predikat A dan nilai 87,15 pada tahun 2024.

Bagi peserta PKP, praktik tersebut memberikan pembelajaran bahwa kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian target, tetapi juga kemampuan membangun sistem pengukuran, melakukan evaluasi, menerima rekomendasi, serta memastikan hasil evaluasi ditindaklanjuti sebagai bagian dari perbaikan organisasi.

SISTARI sebagai Bagian dari Ekosistem Inovasi

Selain kepemimpinan berbasis kinerja, peserta juga mendalami pengembangan ekosistem riset dan inovasi daerah melalui SISTARI (Sistem Informasi Riset dan Inovasi Daerah).

SISTARI merupakan basis data digital yang menghimpun riset, inovasi, produk hukum, dan panduan. Pengembangannya menjadi bagian dari ekosistem inovasi yang melibatkan KREASI-IN, Teknologi Tepat Guna (TTG), Pemeringkatan Inovasi Perangkat Daerah (PIPD), Innovative Government Award (IGA), dan I2 Expo.

Peserta melihat bahwa instrumen-instrumen tersebut membentuk sebuah siklus, mulai dari pendataan melalui SISTARI, penciptaan inovasi, penilaian, diseminasi, penerapan dan replikasi, hingga pemutakhiran data kembali ke SISTARI.

Pola tersebut memberikan pembelajaran bahwa inovasi tidak cukup berhenti pada kegiatan atau perlombaan, tetapi perlu didokumentasikan, dinilai, disebarluaskan, diterapkan, dan diperbarui secara berkelanjutan.

Pelayanan Publik Berbasis Standar dan Partisipasi

Dari sisi pelayanan publik, Bappelitbangda telah menetapkan Standar Pelayanan melalui Keputusan Kepala Bappelitbangda Nomor 100.3.3/Kep-037/Bappelitbangda/I/2024 tanggal 8 Januari 2024.

Standar tersebut mencakup empat jenis layanan, yaitu Jaring Asmara Perencanaan Pembangunan, Penyelarasan Dokumen Perencanaan Daerah, Fasilitasi Rekomendasi Riset bagi WNA, serta Fasilitasi Pengembangan Inovasi di Daerah.

Salah satu praktik yang mendapat perhatian peserta adalah Jaring Asmara atau Penjaringan Aspirasi Masyarakat. Selain melalui Musrenbang tatap muka, masyarakat dapat menyampaikan usulan secara daring melalui SIPD RI.

Pada tahun 2026, target usulan yang terverifikasi di tingkat kecamatan mencapai 1.000 usulan, meningkat dibandingkan 400 usulan pada tahun 2024. Bappelitbangda juga mengembangkan Musrenbang tematik pada sejumlah isu, antara lain inklusi, stunting, kemiskinan, ekonomi kreatif, kepemudaan, dan pembiayaan non-APBD.

Kolaborasi sebagai Kekuatan Organisasi

Studi lapangan juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Dalam pengembangan inovasi, Bappelitbangda melibatkan perangkat daerah, akademisi, masyarakat, inovator, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.

Praktik tersebut menjadi pembelajaran bagi peserta bahwa keterbatasan sumber daya dapat dihadapi melalui penguatan jejaring, pembagian peran, dan kerja kolaboratif.

Pembelajaran yang Diperoleh Peserta

Berdasarkan hasil pengamatan, diskusi, wawancara, dokumentasi, dan analisis kelompok, peserta merumuskan beberapa pembelajaran utama dari praktik Bappelitbangda.

Pertama, target kinerja harus terukur dan diterjemahkan ke dalam sistem kerja organisasi.

Kedua, evaluasi harus ditempatkan sebagai dasar perbaikan, bukan sebagai ancaman bagi organisasi.

Ketiga, inovasi membutuhkan pemeliharaan dan keberlanjutan. Membuat sebuah aplikasi atau inovasi merupakan satu tahap, sementara memastikan inovasi terus digunakan, datanya diperbarui, dan manfaatnya dapat dirasakan merupakan tantangan berikutnya.

Keempat, kolaborasi lebih kuat daripada bekerja sendiri, khususnya ketika organisasi menghadapi keterbatasan sumber daya dan kompleksitas permasalahan pembangunan.

Rekomendasi Kelompok

Sebagai bagian dari hasil analisis, PKP Angkatan 2 Kelompok Genap memberikan satu rekomendasi berupa pembuatan alat ukur pencapaian kinerja aplikasi SISTARI dalam memberikan dampak perubahan pelayanan publik, misalnya melalui Survei Kepuasan Penggunaan Layanan berbasis digital.

Rekomendasi tersebut diarahkan agar pemanfaatan SISTARI tidak hanya dilihat dari keberadaan atau penggunaan sistem, tetapi juga dapat dikaitkan dengan dampaknya terhadap pelayanan publik.

STULA sebagai Pembelajaran bagi Organisasi

Melalui STULA ini, peserta memperoleh pembelajaran bahwa keberhasilan organisasi pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh regulasi, anggaran, maupun teknologi. Kepemimpinan yang mampu menggerakkan perubahan, target yang terukur, evaluasi yang terbuka, kolaborasi, serta inovasi yang dikelola secara berkelanjutan menjadi unsur penting dalam peningkatan kinerja dan pelayanan publik.


Hasil studi menunjukkan bahwa Bappelitbangda Kota Tangerang Selatan memiliki praktik yang dapat menjadi pembelajaran, khususnya dalam menghubungkan kepemimpinan, kinerja, perencanaan, riset, inovasi, dan pelayanan publik.

Pada saat yang sama, studi lapangan juga menunjukkan bahwa organisasi yang berkinerja baik tetap memiliki ruang untuk melakukan perbaikan, antara lain terkait keterbatasan jabatan fungsional, integrasi data, dan keselarasan dokumen.

Bagi peserta PKP, pengalaman tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan selama studi lapangan. Praktik-praktik yang diperoleh menjadi bahan refleksi untuk diadaptasi sesuai kebutuhan dan karakteristik organisasi masing-masing, termasuk dalam mendukung pelaksanaan proyek perubahan atau aksi perubahan di unit kerja peserta.

***Hobbi Pargaulan***

Kamis, 08 Oktober 2026

Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan Kolaborasi Dengan HSSE Tes Kekuatan Fisik Fire Fighter



Indramayu, Sergaptarget com PT Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan melalui kolaborasi bagian Emergency and Insurance dan bagian Health dari fungsi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) menggelar Agility Test Fireman sebagai upaya melatih dan meningkatkan kekuatan fisik para personel fire fighter atau pemadam kebakaran Kilang Balongan.

Kegiatan yang digelar selama dua hari, 3-4 Oktober 2026 ini, digelar di Lapangan GOR Komplek Perumahan Pertamina Bumi Patra Indramayu, Jawa Barat.

Manager HSSE Kilang Balongan, Moch. Arifin, mengatakan Agility Test Fireman / Fire Brigade di unit Kilang Pertamina Balongan ini bertujuan untuk menguji kesiapsiagaan, kebugaran fisik, serta profesionalisme tim pemadam kebakaran (fire fighter) dalam menghadapi kondisi darurat.

Pola latihannya, ungkap Arifin, dirancang menyerupai kondisi penanganan insiden sungguhan agar para fireman Kilang Balongan memahami tindakan penyelamatan korban insiden hingga tindakan pemadaman kebakaran menggunakan alat-alat pemadam yang disediakan perusahaan.

“Fireman adalah garda terdepan apabila terjadi kondisi darurat, sehingga sudah sepatutnya memiliki fisik yang kuat, namun tindakan yang dilakukan juga harus tepat, makanya harus terlatih dengan baik,” terang Arifin.

Rangkaian test yang dilakukan para fire fighter Kilang Pertamina Balongan pada Agility test ini diawali dengan Stair Climb (naik dan turun tangga), membawa Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di ketinggian, Rescue Drag (evakuasi korban), Hose Drag (menarik selang pemadam), kemudian diakhiri melakukan aksi pemadaman. Sementara, durasi yang ditentukan untuk setiap peserta pada tes ini adalah maksimal 6 menit.

Secara terpisah, Pjs. Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga, Andromedo Cahyo Purnomo, menyampaikan bahwa Agility tes ini menunjukkan komitmen Pertamina, khususnya di Kilang Balongan dalam menjaga dan mendukung kelancaran operasional Kilang.

Melalui Tes ini, kata Andromedo, keselamatan setiap pekerja harus menjadi prioritas utama, sehingga dibutuhkan Fire Fighter yang tangguh. Terlebih kilang minyak merupakan Objek Vital Nasional (Obvitnas) dengan risiko tinggi, sehingga keandalan tim pemadam kebakaran menjadi kunci utama agar operasional perusahaan tetap berjalan secara aman dan andal tanpa gangguan.

Pelaksanaan Agility Test Fireman di Kilang Balongan ini berjalan lancar. Meskipun pola latihan yang diberikan cukup berat dan menguras tenaga, namun pasca latihan selesai seluruh personil fire fighter Kilang Balongan kondisi kesehatannya terpantau stabil dan tidak ada personil yang mengalami cidera.

 (Nana. S)

Perkuat Program Pemulihan, Polsek Kepenuhan Libatkan Puskesmas Periksa 16 Binaan Narkoba




ROKAN HULU – Polsek Kepenuhan terus mengedepankan pendekatan humanis dalam pembinaan dan pemulihan masyarakat yang pernah menggunakan atau menyalahgunakan narkoba.



Kapolsek Kepenuhan IPTU Jonnes, S.H., bersama Puskesmas Kepenuhan melaksanakan pemeriksaan kesehatan terhadap 16 peserta binaan pada Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 09.00 WIB di Aula Bhayangkari Mako Polsek Kepenuhan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Puskesmas Kepenuhan H. Faisal, S.K.M., M.M., serta para Kanit Polsek Kepenuhan. Pemeriksaan juga menyasar personel Polsek Kepenuhan.

Pemeriksaan kesehatan meliputi tekanan darah, triple eliminasi, screening kesehatan jiwa, pemeriksaan sputum, gula darah, profil lipid LDL dan HDL, serta asam urat.

Kapolsek Kepenuhan IPTU Jonnes mengatakan, pemeriksaan kesehatan merupakan bagian dari pembinaan menyeluruh untuk mendukung proses pemulihan para peserta binaan.

“Pemeriksaan kesehatan ini merupakan bentuk perhatian dan pendampingan. Kita ingin memastikan para peserta binaan mendapatkan pembinaan secara menyeluruh, termasuk dari aspek kesehatan,” ujar IPTU Jonnes.

Selain pemeriksaan medis, peserta binaan juga diberikan edukasi mengenai pola hidup sehat serta pentingnya menjauhi kembali penyalahgunaan narkoba. Pemeriksaan kesehatan tersebut akan dilakukan secara berkala melalui kerja sama Polsek Kepenuhan dan Puskesmas Kepenuhan.

Program pembinaan Kapolsek Kepenuhan mengedepankan pendekatan humanis, keagamaan, kekeluargaan, kesehatan dan pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, keluarga serta tenaga kesehatan.

Melalui program tersebut, Polsek Kepenuhan berupaya membantu para peserta binaan agar dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat, mandiri, produktif serta kembali berperan positif di tengah masyarakat.

***Hobbi Pargaulan***
 *(Humas Polres Rohul)*

Sinergitas Lapas Pasir Pangarayan dan APH, Akhiri Pelarian Tahanan




PASIR PANGARAYAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan bersama Aparat Penegak Hukum (APH) berhasil mengamankan kembali warga binaan berinisial RI yang melarikan diri dari Lapas Pasir Pangarayan pada Senin (5/10/2026) sekitar pukul 16.15 WIB dengan cara memanjat atap kamar hunian, kemudian melompat ke tembok pagar Lapas Pasir Pangarayan lalu melompat keluar Pagar.



Setelah kejadian tersebut, jajaran Lapas Pasir Pangarayan bergerak cepat melakukan pengejaran, pencarian dan berkoordinasi dengan Polres Rokan Hulu, Kejaksaan Negeri Rokan Hulu serta Koramil 02 Rambah. Upaya pengejaran dan pencarian serta pendekatan secara persuasif terus dilakukan untuk memastikan RI dapat kembali dengan aman.



Pada Kamis (8/10/2026), Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan Efendi Parlindungan Purba bersama Kapolsek Rambah Samo Ipda Sarlose Mesra dan Kanit Reskrim Polsek Rambah Samo melakukan komunikasi dan negosiasi dengan istri RI.

Dalam proses tersebut, istri RI bersedia membantu membujuk suaminya untuk menyerahkan diri. RI akhirnya bersedia kembali dan menyerahkan diri dengan syarat mendapatkan jaminan keselamatan dari pihak Lapas Pasir Pangarayan dan Kepolisian serta dibantu dalam proses hukum yang sedang dijalaninya.

RI diketahui nekat melarikan diri karena menghadapi vonis hukuman selama 8 tahun yang saat ini masih dalam proses banding, ditambah adanya persoalan keluarga yang menjadi beban bagi yang bersangkutan.

Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba, mengapresiasi sinergi seluruh pihak dalam proses pencarian hingga berhasil membawa RI kembali secara aman.

“Kami mengedepankan pendekatan persuasif dan memastikan keselamatan yang bersangkutan. Alhamdulillah, melalui komunikasi dan negosiasi bersama keluarga serta sinergi dengan pihak Kepolisian, RI bersedia menyerahkan diri secara aman dan tertib,” ujar Efendi.

Efendi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih secara khusus kepada Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra, Kapolsek Rambah Samo Ipda Sarlose Mesra, Danramil 02 Rambah Kapten Inf. Soni Letson Sinulingga, serta Kajari Rokan Hulu Fredy F. Simanjuntak, atas dukungan, koordinasi dan bantuan dalam proses pencarian serta penanganan RI.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra, Kapolsek Rambah Samo Ipda Sarlose Mesra, Danramil 02 Rambah Kapten Inf. Soni Letson Sinulingga, serta Kajari Rokan Hulu Fredy F. Simanjuntak yang telah memberikan dukungan dan membantu proses penanganan hingga RI bersedia menyerahkan diri. Sinergi dan komunikasi yang baik antarinstansi menjadi kunci keberhasilan dalam situasi ini,” ungkap Efendi.

Menurutnya, pendekatan humanis tetap dilakukan dengan berpedoman pada ketentuan hukum dan prosedur pengamanan yang berlaku.

“Kami memahami bahwa setiap warga binaan memiliki persoalan masing-masing. Namun, apa pun kondisinya, mereka tetap harus menjalani proses hukum. Kami memastikan proses penanganan dilakukan secara aman, terukur dan sesuai ketentuan,” tegasnya.

Setelah menyerahkan diri, RI selanjutnya menjalani proses penanganan sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku. Lapas Pasir Pangarayan juga akan melakukan evaluasi dan memperkuat sistem pengamanan serta deteksi dini guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

***Hobbi Pargaulan***

Tahanan Kabur dari Lapas Pasir Pengaraian Berhasil Diamankan Polsek Rambah Samo




ROKAN HULU – Satu orang tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pengaraian yang sebelumnya melarikan diri berhasil diamankan oleh jajaran Polsek Rambah Samo, Kamis (8/10/2026) malam.

Tahanan tersebut diketahui bernama Ramos Ishaidi alias Ramos (32). Ia sebelumnya melarikan diri dari Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian pada Senin (5/10/2026) sekitar pukul 16.30 WIB dengan cara memanjat atap ruang tahanan dan melompat ke pagar pembatas Lapas yang berbatasan dengan permukiman warga.



Sejak menerima perintah Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra, S.I.K., S.H., M.Si., Kapolsek Rambah Samo IPDA Sarlose Mesra, S.H. bersama personel langsung melakukan upaya pencarian dan pendekatan persuasif kepada keluarga Ramos.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Pada Kamis sekitar pukul 20.00 WIB, istri Ramos, Rosnidar, menghubungi Kanit Reskrim Polsek Rambah Samo AIPTU Jhon Meyzel, S.H., M.H. dan menyampaikan bahwa pihak keluarga telah berkomunikasi dengan Ramos serta mengetahui keberadaannya.



Ramos kemudian bersedia menyerahkan diri kepada pihak kepolisian. Kapolsek Rambah Samo bersama personel langsung menuju lokasi yang telah disepakati dengan pihak keluarga.

Sekitar pukul 21.15 WIB, Ramos berhasil diamankan bersama istri dan keluarganya. Selanjutnya, yang bersangkutan dibawa ke Polsek Rambah Samo sebelum diserahkan kembali ke Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian.

Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian, Efendi Parlindungan Purba, A.Md.I.P., S.H., M.H, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolres Rokan Hulu beserta jajaran, khususnya Kapolsek Rambah Samo dan personel, atas kerja sama serta dukungan dalam proses pencarian hingga berhasil mengamankan kembali tahanan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres Rokan Hulu beserta jajaran, khususnya Kapolsek Rambah Samo, atas kerja sama dan sinergi yang telah dilakukan sehingga tahanan yang melarikan diri dapat berhasil diamankan dan dikembalikan ke Lapas. Kami sangat mengapresiasi dukungan dan kerja sama yang telah diberikan,” ujar Efendi.

Saat ini Ramos telah kembali diamankan di Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian. Selama proses pengamanan berlangsung, situasi berjalan aman dan kondusif.

***Hobbi Pargaulan***
 *(Humas Polres Rohul)*

50 Warga Kalianyar Bahkan lebih Membludak Tergabung Aliansi ARAK Menggugat Gelar Aksi, Tuntut Transparansi APBDes 2024-2025


CIREBON, http://Sergaptarget.com - Aliansi Rakyat Kalianyar (ARAK) Menggugat menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk protes dan kepedulian terhadap tata kelola pemerintahan desa.
Aksi tersebut dilaksanakan pada hari Kamis, 8 Oktober 2026, dengan jumlah massa sekitar 50 orang bahkan membludak lebih banyak. Sejumlah spanduk dibentangkan berisi tuntutan masyarakat.

Ketua Aliansi ARAK Menggugat, Sutris Wantono, http://S.Sos, mengatakan aksi ini merupakan upaya masyarakat kecil untuk mengingatkan pemerintah desa agar melakukan evaluasi diri.

"Kami sebagai rakyat kecil yang tidak punya daya dan kekuatan, maka dari itu kami berusaha melakukan aksi demonstrasi ini sebagai upaya untuk mengingatkan agar mengevaluasi diri," ujar Sutris Wantono di sela-sela aksi.

Adapun tuntutan utama massa aksi adalah meminta pertanggungjawaban terkait pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2024 dan 2025, serta realisasi program-program yang bersumber dari APBDes.

Masyarakat menilai selama ini pengelolaan APBDes dinilai dan diduga  kurang transparan dan tidak melibatkan partisipasi masyarakat secara luas.

Massa meminta Pemerintah Desa Kalianyar membuka secara rinci penggunaan anggaran, mulai dari pembangunan fisik, pemberdayaan, hingga operasional desa.

Hingga berita ini ditayangkan, Pemerintah Desa Kalianyar belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan massa ARAK Menggugat.


aliansi masyarakat Kalianyar membuka juga memberikan mosi kita tidak percaya kepada BPD karena selama ini BPD tidak mempunyai salinan data APBDes sehingga fungsi dari pengawasannya di mana tentunya ngga jelas, karena diduga tidak dikasi sama kuwunya ada apakah ini ujar masyarakat pemerhati yang tidak mau di sebutkan namanya. 

Aksi berjalan dengan tertib dan damai dengan pengawalan aparat.((BABIL))