Sergap Target

Berita Terkini

Terendus Aroma Solar Subsidi di Permukiman Air Itam, Siapa di Balik Aktivitas Big Bos Black?

PANGKALPINANG – Dugaan praktik penimbunan dan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di kawasan permukim...

Postingan Populer

Senin, 02 November 2026

Terendus Aroma Solar Subsidi di Permukiman Air Itam, Siapa di Balik Aktivitas Big Bos Black?


PANGKALPINANG – Dugaan praktik penimbunan dan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di kawasan permukiman padat penduduk, Kelurahan Air Itam, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, mulai menjadi sorotan.
Aktivitas yang dilaporkan warga di wilayah RT 004/RW 002 tersebut memunculkan tanda tanya serius. Pasalnya, BBM solar yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat dan sektor yang berhak menerima subsidi pemerintah, diduga justru dikumpulkan dalam sejumlah jerigen untuk kemudian didistribusikan kembali kepada pihak lain demi memperoleh keuntungan pribadi.

Berdasarkan hasil pemantauan tim investigasi awak media selama beberapa hari di lokasi, terlihat dua unit mobil dump truck yang diduga digunakan dalam aktivitas pengumpulan solar subsidi. Salah satu kendaraan tersebut diketahui menggunakan nomor polisi BN 89XX VP.

Modus yang terpantau, solar diduga diambil dari salah satu SPBU terdekat menggunakan kendaraan dump truck. Selanjutnya, BBM yang berada di dalam tangki kendaraan disedot dan dipindahkan ke sejumlah jerigen.

Dari hasil pengamatan di lapangan, satu tangki kendaraan dump truck diperkirakan memuat sekitar 60 hingga 80 liter solar. Proses pemindahan tersebut diduga dilakukan secara berulang untuk mengumpulkan BBM dalam jumlah tertentu.

Indikasi aktivitas tersebut semakin menguat dengan ditemukannya aroma solar yang menyengat serta bekas tumpahan minyak berwarna hitam di sekitar lokasi.
Jerigen Disembunyikan di Semak-semak, Nama Big Bos Black Disebut. 

Hal lain yang menjadi perhatian tim investigasi adalah cara penyimpanan BBM yang telah dipindahkan ke dalam jerigen. Sejumlah jerigen diduga disembunyikan di kawasan semak-semak belukar, tepat di samping rumah kontrakan empat pintu berwarna hijau.
Lokasi tersebut diketahui berada persis di depan sebuah rumah yang disebut-sebut berkaitan dengan sosok berjulukan Big Bos Black.

Berdasarkan informasi dari sumber lapangan yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan demi alasan keamanan, aktivitas pengumpulan solar tersebut diduga telah berlangsung cukup lama.

Sumber tersebut juga menyebutkan bahwa solar yang terkumpul diduga didistribusikan kepada sejumlah penambang timah di wilayah Sampur, Kabupaten Bangka Tengah, serta kawasan Tanjung Bunga, Kota Pangkalpinang.
Jika informasi tersebut benar, praktik ini patut mendapat perhatian serius aparat penegak hukum. Sebab, BBM subsidi yang semestinya disalurkan sesuai peruntukannya diduga beralih menjadi komoditas perdagangan untuk meraup keuntungan lebih besar.

Solar Subsidi Diduga Dijual Rp300 Ribu hingga Rp350 Ribu per Jerigen. 

Berdasarkan keterangan sumber di lapangan, satu jerigen berkapasitas 20 liter solar diduga dijual dengan harga berkisar Rp300 ribu hingga Rp350 ribu kepada para penambang timah.
Harga tersebut menunjukkan adanya dugaan rantai distribusi BBM subsidi di luar mekanisme penyaluran yang semestinya.

Apabila dugaan ini terbukti, praktik tersebut bukan sekadar persoalan perdagangan BBM, melainkan juga menyangkut hak masyarakat yang membutuhkan BBM bersubsidi serta pengawasan distribusi energi oleh negara.
Di tengah upaya pemerintah memperketat penyaluran BBM subsidi agar tepat sasaran, dugaan aktivitas seperti ini tentu tidak boleh dibiarkan tanpa pemeriksaan.

Krimsus Polda Babel Diminta Turun Tangan
Atas temuan dan informasi tersebut, tim investigasi awak media meminta Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Bangka Belitung segera turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan.

Aparat penegak hukum diharapkan menelusuri asal-usul solar, mekanisme pengambilannya dari SPBU, dugaan penimbunan, hingga pihak-pihak yang diduga terlibat dalam rantai distribusi tersebut.

Penegakan hukum diperlukan guna memastikan apakah terdapat pelanggaran terhadap ketentuan penyaluran BBM bersubsidi sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM.
Publik tentu berharap pengawasan tidak hanya berhenti pada pemeriksaan di lapangan, tetapi juga mampu mengungkap kemungkinan adanya jaringan distribusi BBM subsidi yang tidak sesuai ketentuan.

Hak Jawab dan Klarifikasi Tetap Dibuka
Demi menjaga prinsip keberimbangan pemberitaan dan menjunjung tinggi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, tim investigasi awak media membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak yang disebut dengan julukan Big Bos Black maupun pihak-pihak terkait untuk memberikan klarifikasi, tanggapan, dan hak jawab atas informasi yang disampaikan dalam pemberitaan ini.

(HR/TIM) 

Polresta Cirebon Ungkap 15 Kasus Kriminal, 19 Tersangka DiamankanCIREBON – Polresta Cirebon mengungkap 15 perkara tindak pidana dengan mengamankan 19 tersangka. Pengungkapan tersebut mencakup kasus pencurian dengan kekerasan, kepemilikan senjata tajam tanpa hak, kejahatan seksual terhadap anak, pencurian dengan pemberatan, hingga penggelapan dalam jabatan.Hasil pengungkapan disampaikan langsung Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., dalam konferensi pers di Aula Pesat Gatra Mapolresta Cirebon, Senin (2/11/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasat Reskrim Kompol Irdan Muchammad Nur Alireja, S.I.K., M.I.K., Kasat Intelkam Kompol Erwinsyah Putra Rambe, Kasi Propam Iptu Hari Wardoyo, dan Kasi Humas Ipda Toga Marolop.Dari total perkara yang diungkap, terdapat tiga kasus pencurian dengan kekerasan dengan lima tersangka. Salah satunya aksi pembegalan di Jalan Toang, Desa Kudumulya, Kecamatan Babakan, ketika korban diancam menggunakan celurit hingga sepeda motornya dirampas. Kasus lainnya terjadi di wilayah Gebang, dengan modus pelaku berpura-pura menggunakan jasa korban sebelum melakukan perampasan, serta pencurian sepeda motor di wilayah Sumber dengan modus berpura-pura menanyakan alamat.Polisi juga mengungkap dua kasus membawa atau menguasai senjata tajam tanpa hak dengan dua tersangka. Keduanya diamankan Tim Raimas Macan Kumbang 852 saat pemeriksaan di Jalan Bakung-Jamblang, Desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang. Petugas menemukan celurit dan golok yang dibawa masing-masing tersangka.Perhatian khusus juga diberikan terhadap empat perkara persetubuhan atau perbuatan cabul terhadap anak dengan empat tersangka. Kasus tersebut terjadi di wilayah Palimanan, Lemahabang, Plered, dan Pangenan. Modus yang digunakan antara lain bujuk rayu, pemberian iming-iming, pendekatan melalui aplikasi, hingga ancaman terhadap korban.Sementara itu, lima kasus pencurian dengan pemberatan berhasil diungkap dengan tujuh tersangka. Perkara tersebut meliputi pencurian tas berisi tiga telepon genggam di ruang rawat inap RS Sumber Waras Ciwaringin, pencurian kabel di tambak Desa Pengarengan yang menimbulkan kerugian sekitar Rp21 juta, serta pencurian kabel di area PLTU II Kanci.Kasus lainnya berupa pencurian uang Rp850 juta dari dalam mobil korban di wilayah Kaliwedi, serta percobaan pencurian dengan mencongkel jendela rumah di Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, yang diketahui keluarga korban hingga salah satu pelaku berhasil diamankan warga.Selain itu, Satreskrim mengungkap satu kasus penggelapan dalam jabatan dengan satu tersangka di wilayah Desa Kepompongan, Kecamatan Talun. Tersangka diduga menggelapkan 560 tabung LPG ukuran 3 kilogram yang seharusnya dikirim untuk diisi ulang ke SPPBE, tetapi justru dibawa pulang dan dijual. Kerugian dalam perkara tersebut dilaporkan mencapai Rp108.081.921.Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama menegaskan, pengungkapan berbagai perkara tersebut merupakan wujud komitmen Polresta Cirebon dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui penegakan hukum yang profesional.Menurutnya, upaya menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif harus dilakukan melalui langkah pencegahan, patroli, serta penindakan terhadap setiap tindak pidana yang meresahkan masyarakat.Kapolresta juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan apabila mengetahui atau mengalami tindak kejahatan melalui layanan kepolisian 110.Melalui pengungkapan ini, Polresta Cirebon berkomitmen terus meningkatkan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, sekaligus memastikan setiap gangguan keamanan ditangani secara tegas dan profesional demi terwujudnya wilayah Kabupaten Cirebon yang aman dan kondusif.

Polresta Cirebon Musnahkan Ribuan Botol Miras dan 4.841 Knalpot Brong, Kapolresta: Wujud Nyata Jaga Kondusivitas Wilayah

Polresta Cirebon Musnahkan Ribuan Botol Miras dan 4.841 Knalpot Brong, Kapolresta: Wujud Nyata Jaga Kondusivitas Wilayah


CIREBON – Polresta Cirebon memusnahkan ribuan botol minuman keras (miras) dan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis hasil Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) serta Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) periode Juli hingga Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kenyamanan masyarakat di wilayah Kabupaten Cirebon.

Pemusnahan barang bukti dilaksanakan di Mapolresta Cirebon, Jalan Raden Dewi Sartika Nomor 1, Sumber, Senin (2/11/2026), dipimpin langsung Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., serta dihadiri unsur Forkopimda, instansi terkait, para pejabat utama Polresta Cirebon, Kapolsek jajaran, dan awak media.

Adapun barang bukti yang dimusnahkan meliputi 4.365 botol minuman keras pabrikan berbagai merek, 13.745 botol minuman keras tradisional jenis ciu, 1.045 liter minuman keras tradisional jenis tuak, serta 4.841 buah knalpot yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis atau knalpot brong.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama mengatakan, barang bukti tersebut merupakan hasil kegiatan penindakan yang dilaksanakan secara konsisten selama empat bulan terakhir sebagai upaya mencegah berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Menurutnya, peredaran minuman keras menjadi salah satu perhatian kepolisian karena berpotensi memicu gangguan kamtibmas, seperti keributan, perkelahian, hingga tindak kriminalitas. Sementara itu, penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis juga kerap menimbulkan kebisingan dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.

"Kami melaksanakan kegiatan razia selama kurang lebih tiga bulan dan berhasil mengamankan minuman keras pabrikan maupun minuman keras tradisional. Selain itu, kami juga melakukan penindakan terhadap penggunaan knalpot brong yang mengganggu kenyamanan pengguna kendaraan lainnya di jalan raya," ujar Kombes Pol. Imara Utama.

Ia menegaskan, langkah penindakan tersebut bukan semata-mata untuk menegakkan aturan, tetapi juga merupakan bagian dari tanggung jawab Polri dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Kapolresta juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah dengan tidak mengonsumsi maupun mengedarkan minuman keras serta menggunakan kendaraan sesuai ketentuan dan spesifikasi teknis yang berlaku.

"Upaya menjaga keamanan dan ketertiban tidak bisa hanya dilakukan oleh kepolisian. Dibutuhkan dukungan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat agar Kabupaten Cirebon senantiasa aman, nyaman, dan kondusif. Semoga apa yang kita lakukan ini membawa kebaikan, mendapat ridho, serta pahala dari Allah SWT," ungkapnya.

Kegiatan pemusnahan tersebut turut menjadi wujud sinergitas Polresta Cirebon bersama pemerintah daerah, TNI, kejaksaan, pengadilan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.

Melalui kegiatan KRYD dan Operasi Pekat yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Polresta Cirebon berkomitmen untuk terus hadir memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus menekan berbagai potensi penyakit masyarakat demi terwujudnya Kabupaten Cirebon yang aman dan tertib.

Kapolresta Cirebon Ajak Pelajar SMPN 2 Sumber Jauhi Tawuran dan Bullying Melalui Program PolidikCIREBON – Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., mengajak para pelajar untuk fokus meraih prestasi, menghormati guru dan orang tua, serta menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja. Pesan tersebut disampaikan saat memimpin kegiatan Polisi Peduli Pendidikan (Polidik) di SMPN 2 Sumber, Kabupaten Cirebon, Senin (2/11/2026).Kegiatan yang dirangkaikan dengan upacara bendera tersebut diikuti sekitar 500 siswa-siswi, para guru, serta jajaran pejabat utama Polresta Cirebon. Kapolresta hadir didampingi Kabag Ren Kompol Acep Anda, S.H., M.H., bersama sejumlah pejabat utama dan Kapolsek Sumber AKP Afandi, S.H., M.H.Dalam arahannya, Kombes Pol. Imara Utama menegaskan bahwa masa sekolah merupakan kesempatan penting bagi generasi muda untuk membangun karakter, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan masa depan.Ia mengingatkan para pelajar agar tidak terlibat dalam perilaku negatif seperti tawuran, geng motor, perundungan (bullying), maupun bentuk kenakalan remaja lainnya yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan."Adik-adik semua harus memiliki cita-cita dan semangat untuk meraih kesuksesan. Ikuti pembelajaran dengan baik, hormati guru dan orang tua, serta jangan sampai terlibat tawuran, geng motor maupun bullying. Jadilah generasi muda yang berprestasi dan membanggakan orang tua serta guru," pesan Kombes Pol. Imara Utama.Kapolresta juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa SMPN 2 Sumber yang selama ini mampu menjaga perilaku positif dan tidak terlibat dalam berbagai permasalahan kenakalan remaja.Menurutnya, keberhasilan menjaga lingkungan sekolah yang aman dan kondusif tidak terlepas dari peran para guru dalam mendidik, membimbing, serta membentuk karakter peserta didik."Saya bangga kepada siswa-siswi SMPN 2 Sumber yang mampu menjaga diri dari berbagai bentuk kenakalan remaja. Terima kasih kepada bapak dan ibu guru yang telah mendidik anak-anak dengan baik. Teruslah jaga kebersamaan, kekompakan, dan saling menghargai," ungkapnya.Melalui program Polidik, Kapolresta Cirebon ingin memastikan kehadiran Polri tidak hanya dirasakan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam dunia pendidikan, khususnya membangun kesadaran hukum dan karakter generasi muda.Program ini sekaligus menjadi langkah preventif Polresta Cirebon untuk mengantisipasi keterlibatan pelajar dalam tawuran, geng motor, penyalahgunaan narkoba, bullying, serta berbagai perilaku menyimpang lainnya.Kapolresta berharap sinergi antara kepolisian, pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat terus diperkuat agar tercipta lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang generasi penerus bangsa.Dengan pendekatan edukatif dan humanis tersebut, Polresta Cirebon berkomitmen untuk terus hadir mendampingi generasi muda, sekaligus mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polresta Cirebon.

Tak Hanya Atur Lalu Lintas, Kapolresta Cirebon Sapa dan Beri Cokelat kepada Pengendara

Tak Hanya Atur Lalu Lintas, Kapolresta Cirebon Sapa dan Beri Cokelat kepada Pengendara


CIREBON – Ada cara humanis yang dilakukan Polresta Cirebon dalam mengedukasi masyarakat agar semakin tertib berlalu lintas. Di sela-sela kegiatan pengaturan lalu lintas pagi, Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., turun langsung menyapa para pengguna jalan sekaligus membagikan cokelat kepada pengendara di Perempatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Senin (2/11/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2026 sekaligus bentuk nyata kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

Didampingi Kabag Ops Kompol Sutarja, S.H., M.H., Kasat Lantas AKP Yudha Satyo Rahardjo, S.T.K., S.I.K., M.H., serta jajaran personel, Kapolresta Cirebon tidak hanya memastikan pengaturan lalu lintas berjalan optimal, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui pendekatan yang ramah dan bersahabat.

Pembagian cokelat kepada para pengendara menjadi salah satu bentuk apresiasi sekaligus sarana membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat. Melalui cara sederhana tersebut, pesan keselamatan berlalu lintas diharapkan dapat diterima dengan lebih hangat dan mudah diingat.

Kapolresta Cirebon menegaskan bahwa kehadiran personel di jalan raya bukan semata-mata untuk mengatur arus kendaraan, tetapi juga memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman, nyaman, dan lancar.

Pengaturan lalu lintas pagi dan sore dilaksanakan secara rutin setiap Senin hingga Jumat, mulai pukul 06.30 WIB hingga 17.30 WIB. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak dan masif oleh Polresta Cirebon bersama seluruh Polsek jajaran dengan melibatkan 979 personel yang ditempatkan di 166 titik strategis.

Titik pengaturan meliputi persimpangan jalan, traffic light, kawasan sekolah, perkantoran, pasar tradisional, kawasan industri, putaran balik kendaraan, serta sejumlah lokasi lain yang membutuhkan kehadiran petugas berdasarkan situasi arus lalu lintas.

Melalui pengerahan ratusan personel tersebut, Kapolresta Cirebon memastikan pelayanan kepolisian di jalan raya dapat menjangkau berbagai aktivitas masyarakat, terutama pada jam-jam sibuk saat masyarakat berangkat bekerja, bersekolah, maupun menjalankan kegiatan ekonomi.

Selain melakukan pengaturan, personel juga memberikan edukasi kepada pengguna jalan agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan helm berstandar SNI, melengkapi surat dan perlengkapan kendaraan, serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan.

Kapolresta Cirebon mengajak seluruh masyarakat menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan bersama, bukan sekadar kewajiban untuk menghindari sanksi pelanggaran.

Melalui kegiatan ini, Polresta Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang responsif, humanis, dan dekat dengan masyarakat. Operasi Patuh Lodaya 2026 pun tidak hanya menjadi momentum penegakan disiplin berlalu lintas, tetapi juga upaya membangun kesadaran kolektif demi terwujudnya budaya tertib berlalu lintas di Kabupaten Cirebon.

Perkuat Kekompakan dan Kerja Sama Tim, Kalapas Pasir Pangarayan Pimpin Apel Pagi




PASIR PANGARAYAN – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba, memimpin apel pagi pegawai pada Senin (2/11/2026). Kegiatan berlangsung di lingkungan Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan dan diikuti oleh pejabat struktural eselon IV dan V, staf kantor, serta peserta Magang Nasional Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).



Dalam amanatnya, Kalapas Efendi P Purba mengingatkan seluruh jajaran agar senantiasa menjaga kekompakan dan meningkatkan kerja sama dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan tugas organisasi tidak terlepas dari soliditas serta sinergi seluruh pegawai.

Ia menegaskan bahwa kerja sama tim merupakan hal penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, meningkatkan kinerja, serta mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan.

“Saya mengingatkan kepada seluruh jajaran agar selalu menjaga kekompakan dan saling bekerja sama. Jangan bekerja sendiri-sendiri, karena keberhasilan dalam melaksanakan tugas merupakan hasil dari kerja sama tim yang solid. Dengan kebersamaan, setiap tantangan dan pekerjaan akan lebih mudah kita selesaikan,” ujar Efendi P Purba.

Lebih lanjut, Kalapas berharap pesan tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh pegawai, termasuk peserta Magang Nasional Kemenaker, untuk terus membangun komunikasi yang baik, saling mendukung, dan memiliki rasa tanggung jawab dalam setiap pekerjaan.

Melalui apel pagi ini, diharapkan seluruh jajaran Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan semakin memperkuat kedisiplinan, kebersamaan, dan semangat kerja dalam memberikan pelayanan serta melaksanakan tugas pemasyarakatan secara optimal.

***Hobbi Pargaulan***

Polsek Kepenuhan Ungkap Peredaran Sabu 6,14 Gram, Tiga Orang Diamankan




ROKAN HULU  – Jajaran Polsek Kepenuhan, Polres Rokan Hulu, mengungkap dugaan tindak pidana peredaran narkotika jenis sabu seberat 6,14 gram di Desa Kepenuhan Raya, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.



Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan tiga orang, masing-masing berinisial YS (53), SP (45), dan TSW (57). Ketiganya diamankan di sebuah rumah milik warga di Desa Kepenuhan Raya, Sabtu (31/10/2026) sekitar pukul 12.20 WIB.



Pengungkapan ini bermula dari informasi masyarakat terkait dugaan maraknya peredaran narkotika di wilayah tersebut. Menindaklanjuti informasi itu, Kapolsek Kepenuhan IPTU Jonnes, S.H., memerintahkan Kanit Reskrim IPDA Heri Irnanda N., S.M., bersama personel untuk melakukan penyelidikan.

Setelah melakukan penyelidikan, petugas kemudian melakukan penggerebekan di rumah tersebut dan mengamankan ketiga orang yang berada di lokasi.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket plastik klip bening berisi diduga narkotika jenis sabu dengan berat kotor 6,14 gram.

Selain itu, polisi turut menyita dua unit timbangan digital, tiga pak plastik klip bening, satu sendok yang terbuat dari pipet plastik, sejumlah kotak rokok, empat unit telepon genggam, satu unit sepeda motor Honda Revo, satu buku berwarna merah, serta dua lembar tisu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ketiga orang tersebut diduga terlibat dalam aktivitas peredaran narkotika. Sementara itu, hasil tes urine terhadap ketiganya menunjukkan negatif metamfetamina dan negatif amfetamina.

Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Kepenuhan IPTU Jonnes, S.H., menyampaikan bahwa pengungkapan tersebut merupakan tindak lanjut atas informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran narkotika.

Ia menegaskan, kepolisian akan terus melakukan upaya pemberantasan peredaran narkotika serta mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.

Selanjutnya, ketiga orang yang diamankan beserta barang bukti dibawa ke Polsek Kepenuhan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. 

***Hobbi Pargaulan***
*(Humas Polres Rohul)*

Proyek Jembatan Di Perbatasan Desa Kedokan Bunder dan Wetan 6 Bulan Belum Kelar Warga Audensi Dengan PT Eka Pratama JayaIndramayu, Sergaptarget.com Akibat Pembangunan Proyek Jembatan Propinsi diKali Kapur antara perbatasan Desa Kedokan Bunder Wetan dan Desa Kedokan Agung, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.Menuai sorotan warga dan pengguna jalan.Proyek pembangunan jembatan Jalan Propinsi yang disebut- sebut bersumber dari anggaran Pemerintah Propinsi Jawa Barat itu dipertanyakan, Sudah berjalan selama enam bulan, akan tetapi belum juga rampung, Amdal dan Papan Proyek Pun jadi sorotan publik.Puluhan Warga blok Truali, Desa Kedokan Bunder Wetan, kecamatan Kedokan Bunder merasa dirugikan akibat peralihan akses lalulintas kendaraan yang melewati pemukiman mereka diblok Truali.Mereka warga Truali mengeluhkan lambannya progres pembangunan, selain menghambat aktivitas pengguna jalan kondisi jembatan darurat yang digunakan selama pekerjaan berlangsung juga dikhawatirkan membahayakan keselamatan pengendara, begitupun atas peralihan akses ke blok Truali jelas dianggap sangat menganggu lingkungan seperti jalanan rusak, dan keselamatan warga serta anak-anak pun terancam.Keputusan warga blok Truali akhirnya menggunakan hak audensi ditunjukkan kepada pihak kontraktor PT. Eka Pratama Jaya sebagai jalannya aspirasi.pada kesempatan tersebut hadir dari perwakilan kontraktor Dhani, sebagai teknisi kontruksi PT. Eka Pratama Jaya, Soleh, Bhabinsa Koramil Karangampel, Dicky Kanit Intel Polsek Kedokan Bunder, Aswanto Lurah desa Kedokan Bunder Wetan dan puluhan warga blok Truali.Dalam audensi tersebut sempat terjadi ketegangan dari warga, yang menuntut secepatnya untuk dilakukan perbaikan jalan Hotmix ( pengaspalan).Aspirasi warga pun berlangsung tegang takala Dhani perwakilan PT. Eka Pratama Jaya belum bisa memutuskan tuntutan warga, tiga kali pertemuan tidak ada realisasi,sehingga beberapa warga sempat terpancing emosi, namun bisa diredam oleh aparat setempat.Dari pantauan dilokasi audensi wartawan berhasil meliput kekesalan warga yang merasa kecewa, dan sempat membanting kursi, serta menggebrak gebrak meja, beruntung acara audensi tersebut kembali tenang setelah pihak aparat berhasil mendinginkan suasana.Dalam tuntutan nya warga blok Truali dengan mengatasnamakan Forum Komunikasi Pemuda Truali ( FKJI) meminta kepada pihak pemenang tender dalam hal ini PT. Eka Pratama Jaya, segera merealisasikan pembangunan jalan diblok Truali dengan panjang 1000 M.bilamana tuntutan tidak direalisasikan maka mereka akan melakukan penutupan pekerjaan proyek jembatan tersebut, sampai tuntutan nya dikabulkan oleh PT. Eka Pratama Jaya.Kami atas nama warga Blok Truali menuntut perbaikan jalan Hotmik dengan panjang 1000 meter.Kalau tuntutan kami tidak direalisasi maka kami akan menutup project jembatan tersebut, terkait Amdal dan papan informasi proyek tidak luput kami pertanyakan karena dalam SOP Proyek, Amdal seharusnya menjadi prioritas dalam suatu proyek, begitupun papan informasi pekerjaan,itu harus di paparkan dilokasi proyek, karena masyarakat berhak tahu siapa pemenang tendernyanya, Anggaran nya berapa, berasal dari mana project nya,waktu hari kalender pekerjaannya, karena itu kewajiban kita sebagai masyarakat punya hak penuh untuk melakukan sosial kontrol karena Transparansi itu harus, apalagi proyek ini dibangun dari uang pajak rakyat,” ujar warga yg tidak mau namanya di publikasikan.Sebelum nya Audensi berlangsung alot, namun akhirnya Surat berita acara dan tuntutan warga disetujui dan ditandatangani oleh saudara Dhani utusan PT. Eka Pratama Jaya.Bunyi Berita AcaraRENCANA PEMULIHAN PERBAIKAN JALAN BLOK TRUALINo. 141.3/Ds.2025/012/X/2026Pada hari ini sabtu, tanggal 31/10/2026 bertempat di balai dusun blok Truali telah dilaksanakan hasil musyawarah lanjutan dan disepakati oleh PT. Eka Pratama jaya terkait rencana pemulihan dan perbaikan jalan diblok Truali.Demikian berita acara rencana pemulihan dan perbaikan jalan diblok Truali dibuat.Dengan disetujui dan ditandatangani oleh Dhani selaku utusan pihak PT. Eka Pratama Jaya dan Lurah Aswanto dari perwakilan Desa Kedokan Bunder Wetan.Menaruh harapan besar dari Forum Komunikasi Pemuda Truali ( FKPI) semoga pihak Kontraktor bisa memahami keluhan warga yang terdampak akibat project jembatan tersebut.(Nana. S)

Bupati Lucky Hakim Melantik dan Mengambil Sumpah 37 Pejabat Dilingkungan Pemda Indramayu

Bupati Lucky Hakim Melantik dan Mengambil Sumpah 37 Pejabat Dilingkungan Pemda Indramayu




Indramayu, Sergaptarget.com Di Pelantikan dan pengambilan sumpah  mutasi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menegaskan  telah sesuai prosedur.

Penyegaran birokrasi yang dilakukan Bupati Indramayu, Lucky Hakim, dengan melantik dan mengambil sumpah jabatan terhadap 37 pejabat ASN di Ruang Ki Tinggil, Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu, Jumat (30/10/2026).

Dari 37 pejabat tersebut, enam di antaranya menduduki posisi camat yang menjadi perhatian publik.  keenam camat yang dilantik adalah:

1.Sidik Tri Hartono, AP., M.Si., sebagai Camat Gabuswetan

2. Iing Kuswara, S.STP., M.Si., sebagai Camat Kroya

3. Sukanto, S.Pd., M.M., sebagai Camat Anjatan

4. Nanang Fauzi Ridho, SP., M.AP., sebagai Camat Gantar

5. Omat, ST., MT., sebagai Camat Karangampel

6. Hj. Warcitem, S.Tr.Keb., M.M., sebagai Camat Widasari Kepala BKPSDM Kabupaten Indramayu,

Kepala Dinas BKPSDM Indramayu. Muhammad Zaenal Muttaqin, menyampaikan bahwa proses pengisian jabatan tersebut sudah melalui mekanisme yang proporsional dan sesuai aturan.

"Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan  merupakan bagian dari penataan birokrasi demi mewujudkan pemerintahan yang dinamis dan profesional untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," tegas Zaenal.

Adapun  isu yang beredar di masyarakat terkait  dugaan praktik titipan maupun transaksi dalam pelantikan, Zaenal membantah dengan tegas.

Zaenal menjelaskan, nama-nama calon pejabat berasal dari usulan masing-masing perangkat daerah atau bidang, kemudian diproses dan dikaji melalui tahapan di BKPSDM sebelum diajukan kepada Bupati untuk ditetapkan.

"BKPSDM sudah menjalankan  prosedur dan proporsional. Jika ada hal-hal tidak sesuai  silahkan laporkan,  akan kami periksa dan di tindaklanjuti sesuai peraturan yang berlaku," ujarnya.

Zaenal juga menyatakan kesiapannya untuk membuktikan integritas proses tersebut. "Kalau memang ada indikasi kepada saya pribadi, saya siap BERMUBAHALAH dengan pejabat yang dilantik atau dengan yang memberikan sumber atau yang memberitakan," pungkasnya.

(Nana. S)

Tingkatkan Disiplin dan Etos Kerja, Babinsa Manahan Gembleng Linmas Jadi Garda Terdepan Pelayanan Warga


Uploaded ImageSurakarta – Guna meningkatkan kedisiplinan dan semangat kerja, Babinsa Kelurahan Manahan Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta Serma Saring dan Sertu Supriyadi memberikan arahan kepada anggota Linmas Kelurahan Manahan di Halaman Gedung Graha Kusuma, Jl. Manyar I No. 2, Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Senin (02/11/2026)

Linmas merupakan ujung tombak petugas dari Kelurahan yang setiap harinya bersentuhan langsung dengan warga masyarakat. Setiap saat harus siap jika ada tugas, sehingga Linmas harus mempunyai kedisiplinan tinggi dalam melaksanakan tugasnya, apalagi saat ini sudah memasuki pergantian musim dari kemarau ke musim hujan yang rawan bencana.

Menyikapi tugas pokok Linmas yang tidak mudah, Babinsa Manahan memberikan arahan yang bertujuan untuk membentuk kedisiplinan dan motivasi kerja dalam melaksanakan tugas, serta memupuk rasa kebersamaan, persaudaraan, dan keamanan.

"Linmas harus bisa memberi contoh bagi masyarakat lainnya dalam penanaman disiplin dan semangat dalam melaksanakan tugas," ungkap Serma Saring.

Lebih lanjut Serma Saring menegaskan, kedisiplinan adalah modal pokok keberhasilan dalam melaksanakan tugas ataupun kegiatan, baik itu kegiatan pribadi maupun kegiatan dalam pekerjaan.

"Tanpa kedisiplinan, pekerjaan yang dilakukan hasilnya tidak akan bisa maksimal," pungkasnya.

Penulis : Arda 72