Indramayu - Lakpesdam PCNU Indramayu dorong remaja memahami kesehatan reproduksi dan etika relasi. Langkah ini disampaikan Ketua Lakpesdam PCNU Indramayu, Ali Ma’nawi, atau yang akrab dipanggil Almak acara ini digelar oleh Persatuan Mahasiswa DKI Jakarta Jumat, 7 Agustus 2026 di Kecamatan Cantigi.
“Remaja harus memiliki keberanian untuk mengenali dirinya sendiri serta memahami tubuhnya. Edukasi ini penting agar mereka memiliki nilai dan etika," Terangnya.
Saat ini Lakpesdam PCNU Indramayu mendampingi empat desa binaan Program Inklusi di wilayah Kecamatan Cantigi dan Kecamatan Sindang.
Lembaga ini membentuk Forum Anak dan Pendidik Sebaya sebagai pelopor. Lakpesdam juga mendampingi korban kekerasan serta kasus kehamilan remaja.
“Berani bersuara dan jangan takut. Meminta bantuan bukan berarti menunjukkan kelemahan," katanya memberi motivasi.
Almak juga mengajak remaja mengisi masa muda dengan kegiatan produktif. Pengembangan keterampilan menjadi bekal penting untuk masa depan mereka.
Sub Koordinator DP2KB-P3A Indramayu, Eddy Kusmayadi, turut menyoroti batasan tubuh. Remaja perlu memahami persetujuan serta ancaman kekerasan di dunia digital.
“Anak dan remaja perlu memahami bahwa tubuh mereka berharga. Mengatakan ‘tidak’ bukan kesalahan, melainkan bentuk keberanian melindungi diri," ujarnya.
Eddy turut mengingatkan dampak buruk pernikahan anak bagi kesehatan reproduksi. Kehamilan usia dini berisiko terhadap keselamatan ibu dan memicu stunting.
“Ketika pernikahan terjadi karena kehamilan tidak direncanakan, kita lihat kesiapan. Edukasi dan perlindungan sejak awal menjadi sangat penting," katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu, Titing Mulyani, menekankan ruang aman informasi pubertas remaja. Titing menghimbau remaja tidak mencari informasi mengenai pubertas secara sembarangan.
“Bertanyalah kepada orang yang tepat, seperti tenaga kesehatan.
Pubertas adalah proses alami, tidak perlu dianggap memalukan,"
Ketua Tim Kerja Kesga Dinkes Indramayu menjelaskan fase peralihan remaja. Perubahan hormonal, fisik, psikologis, dan sosial terjadi secara bersamaan.
“Pertumbuhan lebih mudah kita lihat secara fisik. Sementara perkembangan berkaitan dengan perubahan kualitatif menuju kedewasaan," ujar Titing diahir sambutanya.
(Nana. S)