Indramayu, Sergaptarget.com
Siapa sangka, dari sebuah bengkel sederhana milik Wartono yang terletak di Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, lahir gitar-gitar berkualitas yang mampu menembus pasar internasional dan digunakan oleh musisi ternama Tanah Air.
Wartono (51), belajar membuat gitar secara otodidak yang mengawali perjalanan kariernya sebagai soundman grup musik lokal. Berkat ketekunan dan semangat belajar yang tinggi, ia mulai menekuni dari perbaikan gitar yang rusak sebelum akhirnya mampu merancang dan membuat gitar custom hingga berhasil seperti sekarang ini.
Usaha yang dirintis secara mandiri itu kini membuahkan hasil. Gitar-gitar buatannya telah dipesan pelanggan dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan pernah diekspor ke sejumlah negara seperti Malaysia, Taiwan, dan Polandia.
Prestasi Wartono semakin membanggakan karena alat musik hasil karyanya juga pernah digunakan oleh grup band ternama, di antaranya The Changcuters dan Soneta Grup.
“Alhamdulillah, berarti gitar buatan saya diakui,” ujar Wartono dengan penuh syukur.
Kisah Wartono menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya dan meraih prestasi. Dari sebuah bengkel sederhana di pelosok desa, ia mampu menghasilkan produk berkualitas yang mengharumkan nama Indramayu hingga ke mancanegara.
Semangat, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar menjadi kunci keberhasilannya menembus pasar nasional hingga internasional semoga kedepan Wartono dibanjiri oleh pesanan baik dari dalam maupun. Luar negeri.
(Nana. S)

