Petani Di Indramayu Rela Begadang Demi Sawahnya Agar Selalu Ter Airi Dan Bisa Dipanen
Indramayu, Sergaptarget com Petani di Kabupaten Indramayu saat ini dihadapkan pada tantangan yang berat akibat kemarau panjang yang memaksa mereka begadang hingga pagi bahkan kadang sampai 2 hari gak tidur demi memastikan sawahnya terairi.
Ha ituh terlihat hampir di setiap desa di Indramayu. Dimana Saat seharusnya tidur petani justru bergantian mengawasi saluran irigasi agar air tidak berhenti sebelum mencapai petak sawah mereka masing masing.
Seperti yang dialami Slamet salah satu petani, dari desa Kongsi Jaya kecamatan Widadari mengaku terpaksa harus begadang selama 2 hal ini dilakukann demi agar sawahnya terairi ini dilakukan semenjak memasuki musim kemarau karena debet air dikali menurun. Slamet menjelaskan jika lengah sedikit saja, sawah yang berada di bagian tengah maupun ujung saluran bisa tidak kebagian air karena dibelokan kesawah yang ada di depan dari pada tidak terpaneni tegasnya rabu
(22/7/2026).
Hal serupa bukan hanya dialami sayah tapi juga petani lainnya. Semua nembutuhkan air dari awal musim tanam yang membuat terpaksa begadang agar memperoleh air , meski jadwal pembagian air telah diberlakukan.
Seperti halnya yang dialami Mian juga petani dari desa tetangga bahkan harus mengandalkan mesin pompa untuk menyedot air menuju sawahnya Namun, tidak cukup sampai disituh Setelah ia masih harus mengawal alirannya yang iya sedot agar tidak dialihkan ke lahan lain yang juga membutuhkan pasokan air.
Panasnya cuaca musim kemarau saat ini membuat air di sawah cepat menguap.
Petani berharap ada bantuan dari pemerintah untuk membantu mengatasi persoalan air bukan hanya melalui pengaturan jadwal giliran air, tetapi juga dapat menjaga ketersediaan air selama musim kemarau.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu Sugeng Heryanto mengatakan, MT 2 memang memiliki tantangan lebih besar dibanding MT 1 Karena itu, pemerintah daerah bersinergi bersama TNI, Polri, dan instansi terkait untuk terus melakukan distribusi air agar pembagiannya berjalan lebih tertib.
Seperti bantuan pompanisasi dari Kementerian Pertanian dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan air petani di sejumlah wilayah.
Meski kekeringan mulai dirasakan di beberapa daerah, Sugeng memastikan kondisi tanaman padi sejauh ini masih dapat dipertahankan belum memasuki kategori puso. Pemerintah pun tetap optimistis target produksi padi Kabupaten Indramayu sebesar 1,6 juta ton pada 2026 masih dapat diwujudkan melalui kerja sama seluruh pihak.
(Nana. S)

