Indramayu. Sergaptarget.com Identitas sesosok mayat laki-laki yang ditemukan dalam kondisi membusuk di toilet bekas bangunan SMP Plus Endang Darma Ayu di Jalan Olahraga, Kelurahan Karanganyar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, masih menjadi misteri.
Polres Indramayu saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap penemuan mayat yang menggemparkan warga setempat tersebut.
“Identitas sementara masih kita selidiki. Saat ini jenazah korban masih di RSUD Indramayu,” ujar Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno saat dikonfirmasi di Mapolres Indramayu, Minggu (16/8/2026).
Tarno menjelaskan, mayat pria yang diperkirakan berusia 35 tahun itu pertama kali ditemukan pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 13.20 WIB.
Penemuan bermula saat pengurus sebuah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), yang berencana memanfaatkan gedung tersebut melakukan kegiatan bersih-bersih di sana.
Tarno turut mengkonfirmasi bahwa lokasi penemuan mayat ini berada di bangunan bekas sekolah SMP. Adapun lokasi tepat penemuan mayat berada di dalam areal toilet.
Gedung ini pun sebenarnya sedang dalam tahap renovasi oleh pihak LPK. Hanya saja, pekerjaannya sempat terhenti dalam satu bulan terakhir.
Aroma Tak Sedap Saat Kerja Bakti
Kemudian, pada Sabtu siang, pengurus LPK mengajak para siswanya melakukan kerja bakti membersihkan area bangunan.
Di sela-sela kegiatan bersih-bersih itu, para siswa mencium aroma tidak sedap yang sangat menyengat.
“Saat mencari sumber bau, para siswa LPK itu berhenti di ruangan kamar mandi,” ungkap Tarno.
Tarno menyebut, di area tersebut terdapat empat bilik kamar mandi, di mana salah satunya tertutup rapat.
Karena penasaran dan menduga sumber bau berasal dari dalam bilik tersebut, para siswa mendobrak paksa pintu yang terkunci dengan cara ditendang.
“Ketika pintu terbuka, dari dalam keluar salah satu kaki manusia dan terlihat di dalam kamar mandi sesosok mayat telentang di lantai,” paparnya.
Posisi kepala korban diketahui berada di pojok dinding menghadap pintu, sementara kedua kakinya berada di belakang pintu.
Menerima laporan tersebut, pihak kepolisian langsung mendatangi TKP dan memasang garis polisi untuk kepentingan penyidikan.
(Nana. S)