PT Pertamina Patra Niaga RU VI Terus Perkuat Komitmen Menjaga Keandalan Operasional Produk Energi Nasional

Berita Terkini

Polsek Bonai Darussalam Gelar Kurve, Percantik Lingkungan Mapolsek Untuk Lingkungan Asri Dan Tingkatkan Kinerja, Tumbuhkan Semangat Kebersamaan

Bonai Darussalam -  Semangat kebersihan dan kerapian lingkungan kerja terus digaungkan di jajaran Polsek Bonai Darussalam Polres Rokan Hulu ...

Postingan Populer

Sabtu, 05 September 2026

PT Pertamina Patra Niaga RU VI Terus Perkuat Komitmen Menjaga Keandalan Operasional Produk Energi Nasional


Indramayu, Sergaptarget.com  PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balongan terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keandalan operasional, keandalan pasokan, serta akurasi kualitas dan kuantitas produk energi nasional.

Komitmen ini diwujudkan melalui penerimaan pelaksanaan kegiatan Management Walkthrough (MWT) yang dilakukan oleh jajaran manajemen Integrated Quality & Quantity Assurance (IQQA) PT Pertamina (Persero) ke PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Refinery Unit (RU) Balongan, Indramayu, pada Kamis (3/9/2026).

Kegiatan  berpusat di Gedung Amanah Komplek RU Balongan dipimpin langsung oleh Vice President Integrated Quality & Quantity Assurance (VP IQQA) PT Pertamina (Persero), Deby Irawan Sanjaya, beserta jajaran manajemen.
 Kedatangan tim MWT Pertamina ini diterima langsung oleh Executive General Manager RU Balongan, Yulianto Triwibowo yang didampingi perwakilan Tim Manajemen RU Balongan.

Kunjungan  berfokus pada pengawasan, evaluasi kualitas dan kuantitas, serta penanganan tantangan teknis pasokan minyak mentah (crude oil).

Executive General Manager RU Balongan, Yulianto Triwibowo, menyampaikan kunjungan MWT IQQA Holding merupakan hal yang penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keandalan kilang serta merespon dinamika pasokan bahan baku dan kebutuhan energi nasional secara responsif dan fleksibel.

“Ditengah tantangan pasokan pemenuhan bahan baku RU Balongan terus menjaga fleksibilitas dan keandalan operasional demi pemenuhan BBM nasional”, ujar Yulianto.

Yulianto juga menyoroti tantangan operasional kilang saat ini, khususnya dalam upaya memenuhi tingginya pemenuhan kebutuhan Solar nasional di tengah dinamika suplai bahan baku.

“RU Balongan saat ini menjadi salah satu benteng utama (bumper) dalam merespons perubahan pola suplai energi nasional. Untuk itu kami terus berupaya maksimal menjaga fleksibilitas dan keandalan pengolahan agar ketersediaan BBM, khususnya Solar, tetap  aman di masyarakat,” ujar Yulianto.

Dalam arahannya, VP Integrated Quality & Quantity Assurance (IQQA) PT Pertamina (Persero), Deby Irawan Sanjaya, menjelaskan  kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Direktur Logistik & Infrastruktur PT Pertamina (Persero), Jaffee Arizon Suardin, untuk memastikan kelancaran lifting dan pengolahan minyak mentah secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.​

Deby mengapresiasi Kilang Balongan yang terus konsisten dan andal dalam pelaksanaan operasionalnya serta memenuhi kebutuhan pasokan energi masyarakat Indonesia.

“Produksi dari sumur Akasia Prima saat ini mengalami peningkatkan tajam dari perkiraan awal. Ini adalah berkah besar bagi Pertamina, namun harus dikelola dengan kewaspadaan tinggi,” papar Deby.

Guna mengatasi tantangan tersebut tanpa mengganggu operasional kilang maupun keselamatan kerja dan lingkungan, Tim IQQA bersama fungsi terkait telah menyiapkan langkah-langkah strategis.

Selain aspek operasional kilang, Deby menekankan pentingnya perlindungan aspek Health, Safety, and Environment (HSE) serta paparan terhadap pekerja. Langkah mitigasi kesehatan lingkungan dan pemantauan kondisi fisik pekerja di area operasional telah dilakukan secara berkala bekerja sama dengan tim HSSE.

“Kesehatan pekerja dan perlindungan lingkungan merupakan hal utama. HSSE bukan hanya soal keselamatan kerja, tetapi juga pemeliharaan lingkungan yang berdampak pada reputasi dan keberlanjutan perusahaan. Kami Pastikan  penanganan ini dilakukan secara cermat agar operasional Kilang Balongan tetap aman, andal, dan sesuai standar ketat,” tegas Deby.

Rangkaian kegiatan MWT dilanjutkan dengan pemaparan profil operasi kilang serta Site Visit langsung ke sejumlah area kritis kilang.

Kunjungan diahiri dengan Focus Group Discussion (FGD) guna merumuskan Rencana Tindak Lanjut (RTL) bersama demi menjaga keandalan pasokan energi nasional secara berkelanjutan.

(Nana. S)