Acara Adat Sedekah Bumi Desa Rawa Dalem Sebagai Ungkapan Rasa Syukur Warga Kepada Allah

Berita Terkini

Polisi Peduli Pengangguran, Polres Indramayu Buka Jalan Bagi Warga Korban PHK Kembali Bekerja

Indramayu, Sergaptarget.com  Kehilangan pekerjaan bukan berarti kehilangan masa depan. Semangat untuk kembali bangkit dan memper...

Postingan Populer

Senin, 26 Oktober 2026

Acara Adat Sedekah Bumi Desa Rawa Dalem Sebagai Ungkapan Rasa Syukur Warga Kepada Allah




Indramayu, Sergaptarget.com 
Pemerintah Desa Rawa Dalem, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, gelar acara adat Sedekah Bumi yang dihiasi  dengan  ratusan tumpeng di halaman kantor desa, Senin (26/10/2026).

 Ini  sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat, rezeki, serta kekayaan alam yang telah diberikan kepada masyarakat.

Acara ini  mencerminkan  gotong royong dan kebersamaan yang masih terjaga di tengah  masyarakat Desa Rawa Dalem. Dengan acara seperti ini masyarakat    menghargai hasil bumi sekaligus menjaga hubungan harmonis dengan sesama.

Kuwu Desa Rawa Dalem, Mukmin kepada awak media mengatakan  Sedekah Bumi bukan sekadar tradisi yang  turun-temurun, tapi memiliki makna penting  memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat.

Acara Sedekah Bumi merupakan   kesempatan bagi seluruh elemen masyarakat untuk berkumpul, menjalin silaturahmi, serta memperkuat semangat kebersaman.

Bukan hanya menjaga adat dan tradisi tapi  juga  mempererat tali silaturahmi antarwarga dan pemerintah desa terang Mukmin.

Mukmin juga
 mengajak seluruh masyarakat  menjaga kerukunan serta kebersamaan dan  berpartisipasi aktif  memajukan desa.
Mari kita  guyub rukun membangun Desa Rawa Dalem,” tuturnya.

Camat Balongan, Ade Sukma Wibowo, yang diwakili  Sekmat Balongan, Dasuki, menyampaikan  tradisi Sedekah Bumi adalah bagian dari kearifan lokal yang perlu  dilestarikan.

 Dari kegiatan ini tumbuh rasa syukur kepada Allah, atas hasil bumi yang melimpah,” kata Dasuki.

Selain ber pesan pelestarian budaya, Dasuki juga berpesan   pada masyarakat agar menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas lingkungan, terutama di tengah kondisi cuaca yang panas dimusim kemarau ini.

 Agar tidak membakar sampah sembarangan karena berpotensi menimbulkan kebakaran jika api ditinggalkan tanpa pengawasan.
Cuaca yang ekstrem di musim kemarau bisa membuat lingkungan lebih mudah terbakar. 

(Nana. S)