Paluta - Koperasi Produsen Tani Aman Makmur (KPTAM) menggelar pertemuan penting dan Rapat Evaluasi anggota di Dusun Huta Pardomuan, Desa Ujung Batu Julu, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu, Senin (19/10/2026) sekira pukul 16.00 WIB.
Rapat yang mengusung tema "Dari Kita, Oleh Kita, Untuk Kita" ini sekaligus menjadi ajang penegasan komitmen KPTAM dalam mendukung program Ketahanan Pangan (Ketapang) yang dicanangkan Pemerintah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua KPTAM Tongku Basaruddin Harahap, Bendahara KPTAM Hombar Maju Sihombing, Sekretaris KPTAM Wagirin, serta Ketua DPC LSM Penjara Rohul Bistok Sihombing yang juga sebagai Pengawas Koperasi KPTAM, Sekretaris DPC LSM Penjara Rohul Hobbi Pargaulan, Bendahara DPC LSM Penjara Rohul M. Arifin, dan seluruh anggota KPTAM.
Acara diawali dengan penyerahan secara simbolis bibit jagung unggul jenis MAXXI kepada para anggota koperasi. Usai rapat, Ketua Koperasi dan Pengawas Koperasi bersama anggota langsung menuju area ladang dan melakukan penanaman jagung secara serentak dengan bergotong-royong. Pemberian bibit ini diharapkan menjadi awal peningkatan produktivitas lahan pertanian warga Dusun Huta Pardomuan.
Ketua KPTAM yang juga Ketua Adat Huta Pardomuan sejak 13 Januari 2021, Tongku Basirudin Harahap, dalam arahannya menekankan pentingnya menjaga aset bersama.
"Fasilitas infrastruktur yang kita miliki adalah aset bersama. Pemeliharaan jalan dan jembatan bukan tanggung jawab satu pihak saja, melainkan tugas kita semua. Jika akses terjaga, hasil tani kita akan sampai dengan baik dan biaya angkut lebih efisien," tegasnya.
Terkait legalitas program, Tongku Basirudin menegaskan seluruh langkah KPTAM telah memiliki dasar hukum yang jelas.
"Langkah yang kita ambil bukan sekadar ucapan. Segala ketentuan dan kuasa telah diaktakan secara resmi dan tercatat melalui PPATK dengan kuasa langsung dari KPTAM yang dibuat di Deli Serdang kepada Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Kinerja Aparatur Negara (LSM Penjara) yang diketuai Bistok Sihombing. Semua jelas, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.
Ia menambahkan, penerima kuasa KPTAM akan memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.
Dalam kesempatan itu juga ditegaskan bahwa pelaksanaan program Ketapang sejalan dengan kebijakan dan arahan Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Melalui forum tersebut, KPTAM meminta dukungan nyata dari Pemerintah melalui berbagai kementerian terkait, antara lain:
1. Penyediaan benih unggul dan pupuk bersubsidi yang tepat sasaran.
2. Pembinaan dan pendampingan teknis budidaya pertanian.
3. Kemudahan akses permodalan bagi koperasi dan kelompok tani.
4. Pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan usaha tani.
5. Jaminan pasar hasil panen melalui program ketahanan pangan nasional.
KPTAM diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah yang berkomitmen memastikan kebijakan tersebut dirasakan langsung manfaatnya oleh anggota dan masyarakat di wilayah Dusun Huta Pardomuan dan sekitarnya.
Dalam rapat tersebut telah disepakati target penanaman serentak tahap pertama pada akhir Oktober 2026. Seluruh anggota KPTAM bertekad segera turun ke lahan pertanian di tanah adat Dusun Huta Pardomuan untuk melakukan penanaman jagung dan padi secara serentak.
"Semangat 'Dari Kita, Untuk Kita' bermakna keberhasilan pertanian kita diraih oleh kerja keras kita sendiri, dengan dukungan kebijakan pemerintah, untuk kesejahteraan keluarga dan kemajuan bangsa. Semoga tanah kita subur, usaha kita diberkahi, dan hasil panen berlimpah," tutupnya.
Mengenai komoditas, ditegaskan penanaman tidak hanya jagung dan padi, namun petani bebas menanam apa saja yang termasuk dalam kategori bibit Ketahanan Pangan (Ketapang). Pihak Ketua dan Pengawas Koperasi juga menegaskan siap menjadi solusi apabila anggota terkendala bibit.
***Hobbi Pargaulan***












