Berita Terkini

Lucky Hakim Tegaskan Pentingnya Percepatan Pembangunan Infrastruktur Demi Kesejahteraan Warga

Indramayu, Sergaptarget.com Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mempercepat pembangunan infrastruktur guna meningkatkan konektivitas antarw...

Postingan Populer

Minggu, 20 Oktober 2024

Babinsa Sudiroprajan Dampingi Posyandu Lansia di Wilayah Biinaan

Surakarta – Babinsa Sudiroprajan Koramil 04/Jebres Kodim 0735 Surakarta Sertu Watono melaksanakan pendampingan Posyandu Lansia di  Ruang Publik Sabdo Utomo Rt 03 Rw 01 Sudiroprajan Kota Surakarta Minggu (20/10/2024) Pukul 09.00 Wib

Pada kegiatan Posyandu Lansia di Ruang Publik Sabdo Utomo Sudiroprajan diikuti sekitar 30 orang Lansia. Di kegiatan Posyandu tersebut meliputi pengukuran Berat Badan, pengukuran Tinggi Badan, pengecekan Tensi Darah, pengecekan gula, pengecekan kolesterol dan penyuluhan kesehatan bagi para lansia.

Di sela sela kegiatan, Babinsa Sertu Watono menuturkan bahwa kegiatan Posyandu Lansia ini merupakan salah satu wujud kepedulian terhadap warga khususnya bagi warga Lansia sehingga akan memudahkan para lansia memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat dan mudah. "Dengan adanya Posyandu Lansia, para lansia dapat memperoleh pelayanan kesehatan dengan maksimal," Ucap Sertu Watono

Dalam kegiatan Posyandu Lansia, Hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Sudiroprajan  Bpk Agustinus Deny Khristiawan,S.Kom.,M..
Bidan Kelurahan Sudiroprajan Ibu Sonia, Babinsa dan  para lansia Warga Sudiroprajan. 

Sementara itu Bapak Lurah Sudiroprajan mengatakan "Terimakasih kepada Pak Babinsa  yang telah mendampingi dan memberikan motivasi warga senantiasa dapat menjaga kesehatan serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala," pungkasnya.

Penulis: Arda 72

Melalui Kerja Bakti Bati Bakti TNI koramil 02/Banjaraari  Tanamkan Semangat Gotong-royong

Surakarta - Bati Bakti TNI koramil 02/Banjarsari kodim 0736/Ska Sema M.Nasirin Bersama Saberling ,Linmas Dan Warga Melaksankan Kerja Bakti Bersih -bersih lingkungan di Kp.Minapadi Rt 04 Rw 09 Kel.Nusukan Kec.Banjarsari Surakarta, Minggu (20/10/2024).

Kegiatan Kerja Bakti Rutin dilaksankan Guna Menjaga Lingkungan Agar tetap Bersih Serta Mencegah Timbulnya Bibit penyakit di lingkungan Masyarakat .dengan Menyisir lahan Kosong serta Rumput liar dan Sampah yang tiadak Pada Tempatnya yang Rawan sebagai Sarang Ular,

Kegiatan Kerja Bakti Selain untuk Menjaga Kebersihan Lingkungsn Juga Sebagai Motivasi Kepada Warga untuk peduli Terhadap Lingkungan  serta Menumbuhkan Semangat kebersamaan di masyarakat dalam Rangka Menciptakan Lingkungan Yang Bersih Nyaman dan Terbebas Dari penyakit.

Penulis : Arda ,72

Wakapolres Majalengka Pimpin Apel Pagi Jam Pimpinan


Majalengka,– Wakil Kepala Polres Majalengka, Kompol Asep Agustoni, S.E., M.M., memimpin apel pagi jam pimpinan yang berlangsung di lapangan apel Polres Majalengka. Apel ini dihadiri oleh seluruh pejabat utama, anggota, dan ASN Polres Majalengka.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolres menyampaikan pesan dari pimpinan, yaitu ucapan terima kasih kepada seluruh anggota yang telah menjalankan tugasnya dengan baik. Ia menekankan pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif, terutama dalam pengamanan pelantikan presiden dan wakil presiden tahun 2024.Senin (21/10/2024)

Lebih lanjut, Kapolres Majalengka, AKBP Indra Novianto, S.I.K., M.H., M.Si., CPHR, juga menyampaikan arahan kepada seluruh anggota untuk Antisipasi diwilayah tentang keberadaan genk motor dan tawuran pelajar utk segera diantispasi dan sosialisasikan ke sekolah sekolah secara konsisten untuk pencegahan dan menjaga kamtibmas.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan disiplin dan solidaritas seluruh anggota Polres Majalengka dalam menjalankan tugas demi tercapainya keamanan dan kesejahteraan masyarakat.

((Bang keling)) 

Sosialisasi Operasi Zebra Candi 2024 di SMA Negeri 1 Mojotengah Wonosobo



Wonosobo, Senin pagi, 21 Oktober 2024, suasana upacara di SMA Negeri 1 Mojotengah berlangsung berbeda dari biasanya. Pembina upacara kali ini diisi oleh jajaran Satlantas Polres Wonosobo, yang memanfaatkan momen tersebut untuk mensosialisasikan Operasi Zebra Candi 2024. Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dan berlangsung hingga selesai di lapangan sekolah.



Dalam upacara tersebut, KBO Satlantas Polres Wonosobo Ipda Hariyanto, S.H. bersama Kanit Kamsel dan anggota Kamsel memberikan pengarahan langsung kepada para siswa. Mereka menyampaikan pentingnya kesadaran berlalu lintas sejak usia dini dan mengajak para pelajar untuk menjadi pelopor keselamatan di jalan raya.

"Kami berharap siswa-siswi SMA Negeri 1 Mojotengah dapat berperan aktif sebagai pelopor keselamatan dalam berlalu lintas, baik di lingkungan sekolah maupun di luar. Hal ini selaras dengan tujuan Operasi Zebra Candi 2024," ujar KBO Satlantas Polres Wonosobo dalam amanatnya.

Para siswa juga dibekali informasi tentang aturan dan etika berkendara yang aman, termasuk pentingnya penggunaan helm SNI, patuh terhadap rambu lalu lintas, serta larangan menggunakan ponsel saat berkendara.

Operasi Zebra Candi 2024 sendiri merupakan program tahunan yang digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas, terutama di kalangan generasi muda. Dengan adanya sosialisasi langsung di sekolah, diharapkan pesan keselamatan ini dapat tersampaikan dengan lebih efektif dan berdampak positif pada perilaku berlalu lintas siswa di masa mendatang.

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari siswa dan guru, yang berharap agar sosialisasi seperti ini bisa rutin dilakukan untuk memperkuat budaya tertib berlalu lintas di kalangan pelajar Wonosobo.

(Yudhi)

Polri Sosialisasikan Keselamatan Berlalu Lintas di CFD Semarang, Mengajak Masyarakat Utamakan Disiplin Berlalulintas





Polda Jateng - Kota Semarang | Dalam rangkaian Operasi Zebra Candi 2024, di gelar sosialisasi keselamatan berlalu lintas di area Car Free Day (CFD) Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, pada Minggu (20/10/2024) pagi. Kegiatan ini mengedepankan empati terhadap keselamatan masyarakat, dengan harapan setiap pengendara dan pejalan kaki dapat menjadikan keselamatan di jalan sebagai prioritas utama.



Petugas di lapangan dengan ramah memberikan imbauan kepada masyarakat untuk selalu tertib berlalu lintas, mematuhi rambu-rambu, serta mengutamakan keselamatan diri dan orang lain. Melalui pendekatan yang humanis dan penuh perhatian, petugas berupaya menyentuh hati masyarakat agar lebih peduli terhadap keamanan saat berkendara. Sosialisasi ini disambut antusias oleh warga yang sedang berolahraga dan menikmati suasana Car Free Day.



Dalam keterangannya di Mapolda, Senin (21/10/2024), Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menyampaikan bahwa kesadaran dalam berlalu lintas merupakan kunci untuk menekan angka kecelakaan dan pelanggaran di jalan raya.

"Kami sangat peduli terhadap keselamatan setiap individu di jalan, Mengutamakan keselamatan dalam berkendara bukan hanya melindungi diri kita sendiri, tetapi juga orang-orang tercinta di sekitar kita. Kami mengimbau agar masyarakat selalu disiplin dalam berlalu lintas. Jadikan keselamatan sebagai prioritas utama, karena satu tindakan kecil dapat menyelamatkan nyawa banyak orang," ungkap Kombes Pol Artanto.

Lebih lanjut, Kombes Pol Artanto menambahkan, "Polri hadir untuk memastikan bahwa masyarakat dapat beraktivitas di jalan dengan aman dan nyaman. Kami berharap dengan sosialisasi seperti ini, kita bisa bersama-sama menciptakan budaya berlalu lintas yang lebih tertib dan peduli keselamatan."

Selama sosialisasi, petugas juga membagikan brosur keselamatan berlalu lintas serta melakukan penyuluhan langsung kepada pengguna jalan. Edukasi ini penting untuk membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan di jalan raya.

Polda Jawa Tengah berkomitmen penuh untuk terus mengedukasi dan melindungi masyarakat, menciptakan lingkungan berlalu lintas yang aman dan nyaman. Sosialisasi semacam ini diharapkan bisa menjadi langkah preventif dalam menurunkan angka kecelakaan serta pelanggaran lalu lintas di wilayah Jawa Tengah.

(Yudhi)

Polresta Cirebon Gelar Apel Siaga dan Penyekatan Jalur Pengamanan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI


Polresta Cirebon menggelar Apel siaga dan penyekatan jalur dalam rangka Pengamanan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih 2024-2029 di Wilayah Hukum Polresta Cirebon. Apel siaga tersebut berlangsung di lapangan apel Mapolresta Cirebon.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, S.I.K, S.H, M.H, mengatakan, apel siaga yang diikuti 620 personel Polresta Cirebon beserta Polsek jajaran tersebut menindaklanjuti pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih periode 2024 2029 di gedung DPR MPR pada hari ini, Minggu (20/10/2024).

"Kita sebagai polri yang bertugas di kewilayahan memiliki kewajiban untuk menyukseskan itu. Jadi apel dan penyekatan jalur ini sebagai bentuk kesiapan dalam kapasitas giat imbangan dalam pengamanan pelantikan presiden dan wakil presiden yang dilaksanakan di Jakarta," katanya.

Ia mengatakan, pelantikan presiden dan wakil presiden RI jangan anggap sebagai hal seremonial biasa karena merupakan simbol kelangsungan demokrasi dan kedaulatan bangsa Indonesia. Sehingga harus pastikan kegiatan yang berlangsung di Jakarta itu betul-betul aman.

Pihaknya mengakui, jajarannya harus bisa melaksanakan pengamanan yang sifatnya kegiatan imbangan dalam mendeteksi sedini mungkin hal-hal atau ancaman ancaman kecil yang mungkin akan mengganggu proses itu baik sebelum pelantikan pada saat pelantikan dan pasca pelantikan





"Seperti kita ketahui bersama bahwa kita adalah salah satu jalur atau akses menuju ke ibu kota. Sehingga kita harus betul betul bisa mengamankan bisa mendeteksi. Jika memang disinyalir ada gangguan gangguan yang mengarah ke ibu kota. Sehingga kita semua siaga sampai dengan pelantikan selesai," ujarnya.((Dewi))

Sukiman Bupati Rohul Hadiri Pelantikan Presiden Ke 8, Sukiman Ajak Masyarakat Dukung Dan Berharap Yang Terbaik Bagi Indonesia



Jakarta - Bupati Rokan Hulu H.Sukiman Hadiri Pelantikan Presiden ke 8 Republik Indonesia Prabowo Subianto Dan Wakil Presiden Gibran Raka Buming Raka di Komplek Parlemen, Jakarta, Minggu (20/10/2024).

Dalam pelantikan Presiden ke 8 Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Raka Buming Raka ini, Bupati Rokan Hulu H.Sukiman turut hadir bersama anggota DPRD Fraksi Gerindra Rokan Hulu M.Ilham, Neni Wahyuni, Purwadi, H.Porkot Lubis, Jhonkenedi, dan Faizul Amd. Kehadiran mereka juga menunjukkan dukungan terhadap pemimpin negara yang baru dilantik.

Bupati Rokan Hulu H.Sukiman pun memberikan harapannya atas pelantikan Presiden ke 8 Republik Indonesia. Salah satu harapan utama adalah diharapkan adanya program yang inovatif dan berpihak kepada rakyat kecil yang dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat. Dalam hal ini, Bupati Rokan Hulu H.Sukiman berharap adanya program pemberdayaan ekonomi masyarakat terutama di daerah-daerah terpencil. Selain itu, diharapkan juga adanya program yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia sehingga bisa mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing di tingkat internasional.



Lebih lanjut, Bupati Rokan Hulu H.Sukiman berharap Presiden ke 8 Republik Indonesia dan Wakil Presiden Gibran Raka Buming Raka dapat mengatasi masalah-masalah yang ada dalam pemerintahan, seperti korupsi, birokrasi yang lambat, infrastruktur yang belum merata, dan masih banyak lagi. Pemimpin negara yang bersih, transparan, dan terbuka diharapkan dapat menjawab semua kekurangan tersebut.

Sebagai warga negara Indonesia, kita membutuhkan pemimpin yang dapat memimpin dengan bijaksana dan memberikan solusi bagi permasalahan yang ada. Pelantikan Presiden ke 8 Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Raka Buming Raka menjadi awal yang baik untuk mencapai tujuan ini. 

"Oleh karena itu, mari kita dukung dan berharap yang terbaik bagi Indonesia" ujar Bupati Sukiman.

 ( Hobbi Pargaulan ).

Sabtu, 19 Oktober 2024


Saumlaki/20/10/2024.
Suatu hari tepat tanggal 19/06/2024. Sekitar pukul jam 11:30 WIT pengendara beroda dua ini yang berinisial (KA) melintasi jalan poros Di kabupaten kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku saya karena cepat-cepat ingin antar barang dan karena kebanyakan tidak sengaja BPKB motor saya jatuh dan sampai saat ini belum saya temukan maka dari itu saya datang ke media ini untuk melaporkan berita kehilangan BPKB Mobil saya tersebut.



dan saya  memberikan keterangan ini untuk di beritakan sesuai kronologis terjadinya kehilangan dokumen mobil saya ini dan mohon partisipasi dan kerja samanya.

Apabila di temukan tolong dia konfirmasikan ke nomor WhatsApp ini (081248844926) untuk  segera menghubungi nomor WhatsApp yang sudah tersedia ini biar segera menghubungi pihak sumber tersebut supaya segera melanjutkan konfirmasi dengan yang punya barang kehilangan tersebut.

Demikian pemberitaan ini di buat harapan saya semoga bagi yang menemukan barang tersebut bsegera menghubungi pihak media ini apabila barangnya di temukan.
(Tutup)

Melkianus Natar 
L.I.79

Jumat, 18 Oktober 2024

Resmi, AKP Arif Kristiawan Jabat Kasat Reskrim Polres Wonosobo



Polres Wonosobo menggelar upacara serah terima jabatan sebagai tindak lanjut adanya rotasi jabatan Kasat Reskrim. Upacara serah terima jabatan dipimpin langsung oleh Kapolres Wonosobo, AKBP Donny Lumbantoruan, S.H., S.I.K., M.I.K., dilaksanakan pada Jumat (18/10/2024) di ruang rapat Endra Dharmalaksana Polres Wonosobo.
Dalam sambutannya, Kapolres menjelaskan bahwa jabatan Kasat Reskrim semula diduduki AKP Kuseni kini resmi dijabat oleh AKP Arif Kristiawan yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Lasem Polres Rembang.



Dalam amanatnya, Kapolres mengucapkan terimakasih atas dedikasi dan kinerja AKP Kuseni yang kini dimutasikan sebagai Kanit 4 Subdit 2 Ditreskrimsus Polda Jateng.
"Atas nama pribadi dan dinas saya mengucapkan terimakasih atas kinerja dan dedikasi yang telah tercurah untuk Polres Wonosobo selama kurang lebih 20 bulan AKP Kuseni berdinas di sini," ungkap Kapolres.
Pihaknya menambahkan mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang biasa terjadi untuk penyegaran di tubuh Kepolisian. Kapolres juga berharap dengan adanya pergantian pejabat baru kinerja dan kerja sama yang sudah terlaksana dengan baik bisa ditingkatkan kuantitas maupun kualitasnya.



"Kemudian kepada AKP Arif saya ucapkan selamat bergabung di keluarga besar Polres Wonosobo, semoga kinerja dan prestasi yang telah diraih pejabat sebelumnya bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan," lanjut AKBP Donny.
Lebih lanjut Kapolres juga berpesan kepada AKP Kuseni untuk terus menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan Polres Wonosobo.
"Kami berharap silaturahmi dan rasa kekeluargaan yang selama ini ada dapat terus dijalin dengan baik," pungkas Kapolres.

(Yudhi)

Rp1 Triliun Uang Panen Sawit Desa Senama Nenek Tak Transparan



Pekanbaru-Diperkirakan Rp 1 Triliun uang panen sawit masyarakat Desa Senama Nenek dinilai dikelola tidak transparan oleh Koperasi KNES. Sementara Pemerintah Kabupaten Kampar, Pemrpov Riau dan Penegak Hukum pun diduga tutup mata.
 
Hal ini dikatakan Suroto, SH Ketua Tim TAPAK Riau yang menjadi kuasa hukum masyarakat, kepada wartawan, Jumat 18 Oktober 2024. Dikatakannya, hal ini bermula pada Desember 2019 Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang RI membagikan 2.800 Ha lahan perkebunan. 2.100 Ha di antaranya merupakan kebun kelapa sawit produktif. 

Pemberian 2.800 Ha kebun kepada masyarakat Desa Senama Nenek tersebut disertai dengan sertifikat hak milik masing – masingnya dimana perkepala keluarga mendapatkan 1 kapling dengan luas 1.8 Ha. Kebun sawit yang dibagikan kepada masyarakat tersebut adalah lahan yang sebelumnya dikelola oleh PTPN V sebagai solusi penyelesaian konflik yang sudah bertahun – tahun terjadi antara masyarakat ulayat Senama Nenek dengan PTPN V. 

"Entah bagaimana caranya, kemudian 2.100 Ha kebun sawit masyarakat Desa Senama Nenek tersebut dikelola dan dipanen oleh Koperasi Nenek Eno Senama Nenek ( KNES ) dengan bekerjasama dengan PTPN V padahal masyarakat pemilik kebun sama sekali tidak pernah memberikan persetujuan atau kuasa kepada KNES atau PTPN V untuk mengelola kebun sawitnya dan masyarakat pemilik kebun juga merasa tidak pernah mendaftar menjadi anggota Koperasi Nenek Eno Senama Nenek," ujarnya.


Selama dikelola oleh KNES yang bekerjasama dengan PTPN V, lanjutnya, pengelolaan keuangan hasil panen kebun tersebut sangat tidak transparan, uang hasil panen kebun 2.100 Ha milik masyarakat Desa Senama Nenek jika dihitung sejak tahun 2020 sampai dengan sekarang jumlahnya sangat besar, 
"Bayangkan saja, kebun sawit seluas 2.100 Ha jika hasil penanya tiap bulan perhektar 3 Ton maka total hasil panenya berbulan sekitar 6.300 ton atau 6.300.000 kilo, jika harga rata – rata Rp. 2800,- perkilo maka jumlah uang hasil panen perbulanya Rp17.640.000.000,-. Jika dihitung dari awal 2020 sampai dengan sekarang ( sudah 60 bulan ) maka uang hasil panen yang dikelola oleh KNES bekerjasama dengan PTPN V angkanya sangat fantastis mencapai Rp1.058.400.000.000," ujarnya.

Sangat disayangkan uang panen kebun sawit yang sangat besar tersebut tidak dapat mensejahterakan masyarakat Senama Nenek sebagai pemiliknya, malah Ketua Koperasi Nenek Eno Senama Nenek ( KNES ) H. Alwi menyebutkan pada tahun 2021 KNES berhutang jumlahnya sampai Rp. 68.555.000.000, yang pembayaran hutangnya dibebankan kepada hasil panen kebun masyarakat, padahal masyarakat tidak pernah tahu untuk apa kegunaan uang hutang tersebut dan masyarakat tidak pernah diberikan rincian hutang oleh Ketua KNES H. Alwi meskipun sudah berkali – kali diminta oleh masyarakat.

"Karena KNES tidak transparan dalam mengelola uang hasil panen kebun masyarakat, kemudian masyarakat pemilik kebun melalui Ninik Mamaknya Datuk Bandaharo melaporkan perihal tersebut kepada Pemerintah Kab. Kampar, Dinas Koperasi Kab. Kampar, Polres Kampar, Pemerintah Provinsi Riau dan Polda Riau akan tetapi semua instansi tersebut seakan tutup mata dan tidak mau ambil pusing dengan persoalan yang dihadapi masyarakat Desa Senama Nenek dengan KNES, padahal para pemilik kebun tersebut adalah masyarakat yang harusnya dilindungi dan diayomi, jangan cuma musim kampanye Pilkada saja calon Kepala Daerah itu datang dan meminta dukungan akan tetapi pada saat masyarakat Desa Senama Nenek ada masalah Bupati dan Gubernur terpilih acuh dan tidak perduli, ungkap Suroto.

Pada akhir tahun 2023 kemarin karena desakan ekonomi, masyarakat Senama Nenek pemilik kebun mencoba melakukan pemanenan mandiri kebun sawitnya, hal tersebut dilakukan karena bagi hasil uang panen sawit yang diberikan Koperasi Nenek Eno Senama Nenek ( KNES ) kepada Pemilik kebun jumlahnya terlalu kecil rata – rata hanya Rp.900.000,- perbulan perkapling ( 1,8 Ha ), bahkan pada bulan September 2023 masyarakat pemilik kebun cuma menerima bagi hasil panen sejumlah Rp. 350.000,- perbulan perkapling ( 1,8 Ha ) jumlah ini sangat tidak masuk akal, perhitungan masyarakat pemilik kebun seharusnya mereka bisa mendapatkan pembagian hasil penen tersebut sejumlah Rp. 4.000.000,- s/d Rp.4.500.000,- perbulan perkapling ( seluas 1,8 Ha ). "Mau makan apa kami Klien kami dengan pembagian hasil panen yang cuma Rp. 900.000,- perbulan itu, ungkap Suroto, SH.

Panen mandiri yang dilakukan masyarakat tersebut tidak berjalan mulus dan tidak dapat dilanjutkan karena puluham pihak pengamanan yang diturunkan KNES membuat masyarakat pemilik kebun takut, selain itu akses jalan keluar masuk mobil pengangkut buah saat itu juga ditutup menggunakan portal oleh pengamana KNES dan pabrik kelapa sawit dan ram yang ada disekitar kebun masyarakat juga tidak mau menerima buah dari masyarakat karena telah disomasi oleh KNES.

"Sangat keterlaluan sikap Pemerintah Kab. Kampar, Pemrov Riau dan aparat penegak hukum yang sama sekali tidak perduli dengan persoalan yang selama bertahun – tahun dihadapi masyarakat Desa Senama Nenek tersebut, Pemerintah dan aparat penegak hukum membiarkan masyarakat Desa Senama Nenek pemilik 2800 Ha menanggung beban hutang sampai Rp. 68.555.000.000, yang mereka sama sekali tidak tahu untuk apa kegunaan uang hutang tersebut dan tidak pernah diperlihatkan bukti hutangnya, heran juga saya kok seperti gak ada yang mau berurusan dengan KNES, padahal persoalan itu sudah berkali – kali kami sampaikan kepada Pemerintah dan aparat penegak hukum melalui surat," ungkap Suroto, SH.

Masyarakat pemilik kebun juga menyayangkan sikap PTPN V sekarang bernama PTPN IV Sub Holding PalmCo yang tetap saja bekerjasama dengan KNES padahal PTPN V mengetahui KNES tidak transparan mengelola uang hasil panen kebun masyarakat dan PTPN V juga mengetahui uang bagi hasil panen yang diberikan KNES kepada masyarakat pemilik kebun angkanya sangat kecil dan tidak masuk akal, seharusnya sebagai perpanjangan tangan Pemerintah PTPN V ikut mengupayakan bagaimana agar 2800 Ha kebun sawit yang diberikan Pemerintah pusat tersebut benar – benar bisa mensejahterakan masyarakat Desa Senama nenek, tidak hanya berfikir bagaimana PTPN V mendapat keuntungan.

Bulan Desember 2024 nanti kontrak kerjasama antara KNES dengan PTPN V akan berakhir, masyarakat Desa Senama Nenek pemilik 2800 Ha kebun sawit menolak secara tegas jika PTPN V memperpanjang kerjasamanya dengan KNES dalam mengelola kebun 2800 Ha dikarenakan dari awal masyarakat sebagai pemilik kebun tidak pernah menyetujui dan tidak pernah memberikan kuasa kepada KNES untuk bekerjasama kepada PTPN V, jika PTPN V memperpanjang kerjasamanya dengan KNES maka masyarakat Desa Senama Nenek akan menggelar aksi unjuk rasa besar – besaran, akan menduduki dan menginap di kantor PTPN V dan menyurati Presiden R.I, Menteri BUMN dan pejabat terkait lainya, masyarakat Desa Senama Nenek pemilik kebun juga akan melaporkan PTPN V ke Mabes Polri atau Polda Riau atas dugaan melakukan tindak pidana penadahan sebagaimana pasal 480 KUHP," ungkapnya.

***Hobbi Pargaulan***