Wonosobo

Berita Terkini

Suasana Penuh Haru dan Kehangatan Mewarnai Pelepasan Purna Bhakti Kepala Diskominfo Indramayu

Indramayu, Sergaptarget.com  Suasana penuh haru dan kekeluargaan menyelimuti Aula Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) ...

Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label Wonosobo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wonosobo. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 November 2026

SATLANTAS POLRES WONOSOBO JEMPUT BOLA, LAYANI PENERBITAN 26 SIM BAGI MASYARAKAT DIENG



WONOSOBO – Satlantas Polres Wonosobo menghadirkan pelayanan penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) langsung kepada masyarakat melalui Program Pelayanan SIM Bersama Masyarakat dalam rangka mendukung Operasi Patuh Candi 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Rest Area Dieng, Kabupaten Wonosobo, Selasa (3/11/2026).

Program pelayanan jemput bola ini menyasar masyarakat kawasan Dieng serta anggota komunitas jeep. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan kemudahan dalam mengurus SIM dengan tetap mengikuti seluruh tahapan dan persyaratan yang berlaku.

Dalam pelaksanaannya, petugas memberikan sosialisasi terkait program pelayanan SIM sekaligus edukasi tentang pentingnya tertib berlalu lintas. Pemohon juga menjalani pemeriksaan kesehatan dan psikologi, registrasi dan verifikasi data, identifikasi, ujian teori menggunakan aplikasi e-AVIS, hingga ujian praktik.

Dari kegiatan tersebut, Satlantas Polres Wonosobo berhasil menerbitkan sebanyak 26 SIM baru, terdiri atas 22 SIM A dan 4 SIM C.

Selain memberikan kemudahan pelayanan administrasi, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar memiliki SIM sesuai ketentuan serta memahami pentingnya keselamatan dalam berkendara.

Satlantas Polres Wonosobo berharap melalui program pelayanan langsung kepada masyarakat ini, kesadaran tertib berlalu lintas semakin meningkat, khususnya di kawasan wisata Dieng yang memiliki aktivitas lalu lintas cukup tinggi.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Satlantas Polres Wonosobo berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang mudah dijangkau, profesional, dan humanis sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat.

Arifin/Tim KJN

Selasa, 27 Oktober 2026

AKP Jaenudin Jabat Kasat Resnarkoba Polres Wonosobo, Kapolres Tekankan Profesionalisme dan Integritas



 Wonosobo Polda Jateng menggelar serah terima jabatan (sertijab) Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Resnarkoba) pada Selasa (27/10/2026), bertempat di Aula Endra Dharma Laksana Polres Wonosobo. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja, S.I.K., M.H.

Dalam sertijab tersebut, AKP Teguh Sukosso, S.H. menyerahkan jabatan Kasat Resnarkoba kepada AKP Jaenudin, S.H. yang sebelumnya bertugas sebagai Panit Unit 3 Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Jawa Tengah.

AKP Teguh Sukosso selanjutnya mengemban jabatan baru sebagai Kanit 3 Siturjawali Subditgasum Dit Samapta Polda Jawa Tengah. Pergantian jabatan ini merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka pembinaan karier dan peningkatan kinerja personel.

Dalam arahannya, Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada AKP Teguh Sukosso atas dedikasi serta pengabdiannya selama bertugas sebagai Kasat Resnarkoba Polres Wonosobo. Kapolres juga menyampaikan ucapan selamat atas amanah jabatan baru yang diemban.

“Terima kasih kepada AKP Teguh Sukosso atas dedikasi dan pengabdiannya selama bertugas di Polres Wonosobo. Saya mengucapkan selamat atas jabatan baru sebagai Kanit 3 Siturjawali Subditgasum Dit Samapta Polda Jawa Tengah. Semoga senantiasa diberikan kelancaran dan kesuksesan dalam menjalankan tugas serta terus memberikan pengabdian terbaik kepada institusi Polri dan masyarakat,” ujar Kapolres.

Kepada pejabat baru, AKBP Ricky Pripurna Atmaja juga menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas kepada AKP Jaenudin. Ia berharap pejabat baru segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja, melanjutkan program yang telah berjalan, serta meningkatkan kinerja Satresnarkoba dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di wilayah Kabupaten Wonosobo.

“Pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier di lingkungan Polri. Saya berharap pejabat baru dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme, serta memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam upaya pemberantasan narkoba,” tambahnya.

AKP Jaenudin, S.H. merupakan perwira Polri yang memiliki pengalaman penugasan di sejumlah fungsi kepolisian. Lahir di Kabupaten Kediri pada 17 Juni 1971, ia merupakan lulusan pendidikan Brigadir Brimob tahun 1993 dan menempuh pendidikan Sekolah Calon Perwira (Secapa) pada 2014.
Sebelum menjabat Kasat Resnarkoba Polres Wonosobo, AKP Jaenudin bertugas sebagai Panit Unit 3 Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Jawa Tengah. Ia juga pernah mengemban sejumlah jabatan, di antaranya Kapolsek Prambanan Polres Klaten dan Kasat Resnarkoba Polres Kudus. Selain itu, ia memiliki pengalaman di bidang reserse dan pembinaan masyarakat saat bertugas di Polres Sragen.

Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal dalam memperkuat pelaksanaan tugas Satresnarkoba Polres Wonosobo, baik dalam penegakan hukum maupun upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui edukasi dan kerja sama lintas sektor.

Melalui pergantian kepemimpinan ini, Polres Wonosobo berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja pemberantasan narkoba, memperkuat koordinasi dengan instansi terkait, serta mengajak masyarakat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Arifin/Tim KJN

Minggu, 25 Oktober 2026

Cek Kesiapan Personel, Polres Wonosobo Gelar Apel Operasi Patuh Candi 2026



WONOSOBO – Polres Wonosobo menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Candi 2026 pada Senin (26/10/2026). Kegiatan dipimpin Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja, S.I.K., M.H., dengan melibatkan personel terkait untuk memastikan kesiapan pelaksanaan operasi, baik dari sisi personel maupun sarana dan prasarana pendukung.

Operasi Patuh Candi 2026 dilaksanakan selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, di seluruh wilayah hukum Polda Jawa Tengah. Operasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran, kepatuhan, dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, sekaligus mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

Dalam amanat Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Roy Hardi Siahaan, S.I.K., S.H., M.H., yang disampaikan Kapolres Wonosobo, ditekankan bahwa perkembangan transportasi di era digital dan modernisasi menuntut peningkatan inovasi serta kinerja Polri, khususnya fungsi lalu lintas, untuk mengantisipasi berbagai dampak yang ditimbulkan.

“Perlu adanya inovasi dan peningkatan kinerja Polri, khususnya fungsi lalu lintas, sehingga mampu mengantisipasi segala dampak yang timbul dari modernisasi transportasi,” demikian amanat Kapolda Jawa Tengah.

Berdasarkan data Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah yang disampaikan dalam amanat tersebut, angka kecelakaan lalu lintas selama Januari hingga September 2026 mengalami kenaikan sebesar 28 persen atau mencapai 6.935 kejadian dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Menyikapi kondisi tersebut, Kapolda Jawa Tengah menekankan pentingnya penindakan terhadap pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

“Diperlukan adanya penindakan yang tegas dan terukur terhadap pelanggar yang berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan guna menekan angka kecelakaan serta memberikan efek jera kepada para pelanggar,” demikian kutipan amanat Kapolda Jawa Tengah.

Operasi Patuh Candi 2026 diharapkan dapat meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, menurunkan angka kecelakaan dan pelanggaran, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keselamatan di jalan raya.

Polres Wonosobo mengimbau masyarakat untuk senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas, melengkapi persyaratan berkendara, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan mengutamakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Melalui operasi ini, Polres Wonosobo bersama instansi terkait berupaya mewujudkan Kamseltibcarlantas yang aman, selamat, tertib, dan lancar di wilayah Kabupaten Wonosobo.

Arifin/ Tim KJN

Senin, 19 Oktober 2026

Polres Wonosobo Gelar Operasi Aman Desa 2026, Siapkan Pengamanan Pilkades di 166 Desa

WONOSOBO – Polres Wonosobo menggelar apel gelar pasukan Operasi Aman Desa 2026 untuk memastikan kesiapan pengamanan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang dijadwalkan berlangsung pada 25 November 2026 di 166 desa di Kabupaten Wonosobo.

Wakil Bupati Wonosobo, Amir Husein, bertindak sebagai pemimpin upacara. Apel tersebut melibatkan unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, Satpol PP, Linmas, serta instansi terkait sebagai bentuk sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama tahapan Pilkades.

Dalam amanatnya, Wakil Bupati menekankan pentingnya kesiapan personel, deteksi dini terhadap potensi kerawanan, serta koordinasi lintas sektor. Seluruh petugas juga diminta menjaga netralitas dan menjalankan tugas secara profesional agar Pilkades berlangsung aman, tertib, lancar, dan demokratis.

Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja menegaskan bahwa kesiapan pengamanan perlu diimbangi dengan koordinasi yang kuat dan langkah antisipasi sejak dini.
“Pengamanan Pilkades bukan hanya untuk mencegah gangguan kamtibmas, tetapi juga memastikan masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan aman dan nyaman. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan serta menghormati perbedaan pilihan,” ujar Ricky.

Melalui Operasi Aman Desa 2026, sinergi TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu menjaga kondusivitas wilayah selama seluruh tahapan Pilkades, sekaligus mencegah provokasi dan konflik akibat perbedaan pilihan.
Selain kesiapan personel, pengamanan juga diarahkan pada pemetaan wilayah yang berpotensi rawan, pemantauan perkembangan situasi, serta pencegahan dini terhadap potensi konflik. Seluruh unsur pengamanan diminta bertindak cepat, tepat, dan proporsional dengan tetap mengedepankan pendekatan persuasif serta berpedoman pada ketentuan yang berlaku.

Arifin/Tim KJN

DPR RI Komisi IX Vita Ervina Kunjungi Pembangunan Sarana Air Bersih dan Kelompok Wanita di Dusun Mragen, Desa Beran

KEPIL, WONOSOBO – Anggota DPR RI Komisi IX, Vita Ervina,,S,E,.M,B,A., melakukan kunjungan ke Dusun Mragen, Desa Beran, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo, untuk meninjau pembangunan sarana dan prasarana air bersih serta kegiatan Kelompok Kerja Wanita (Pokja Wanita) setempat. ( 19/10/2026 )

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat, khususnya terkait kebutuhan sarana air bersih dan kegiatan pemberdayaan perempuan di tingkat dusun.

Di dampingi DPRD Kabupaten Wonosobo Fatoni Yunianto Dan perangkat desa setempat,Vita Ervina mengecek langsung pembangunan sarana air bersih di dusun Mranggen.

Pembangunan sarana dan prasarana air bersih diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh akses air bersih yang lebih mudah dan memadai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketersediaan air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar yang berpengaruh terhadap kesehatan, kebersihan lingkungan, dan kualitas hidup masyarakat.

Selain meninjau pembangunan fasilitas air bersih, kunjungan juga menyasar Kelompok Kerja Wanita di Dusun Mragen. Keberadaan kelompok tersebut diharapkan dapat menjadi wadah bagi kaum perempuan untuk mengembangkan kegiatan produktif, meningkatkan keterampilan, serta memperkuat peran perempuan dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Kunjungan ini juga menjadi kesempatan untuk melihat perkembangan kegiatan di lapangan sekaligus mengetahui kebutuhan dan aspirasi masyarakat agar dapat menjadi bahan perhatian dalam upaya pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Masyarakat berharap pembangunan sarana air bersih dapat diselesaikan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat secara berkelanjutan. Dukungan terhadap kegiatan kelompok perempuan juga diharapkan terus diperkuat agar mampu memberikan kontribusi positif bagi keluarga dan lingkungan sekitar.

Arifin

Minggu, 18 Oktober 2026

Satlantas Polres Wonosobo Tertibkan Kendaraan Jeep Angkut Wisata di Kawasan Wisata Wonosobo



Wonosobo.
Maraknya angkutan wisata di Jalan Raya dengan penggunaan Kendaraan jenis Jeep yang terjadi di Wonosobo. ( 18/10/2026 )

Satlantas Polres Wonosobo melalui unit penegakan hukum dan Pengaturan penjagaan Dan pengawalan Turjagwali 
 melakukan kegiatan pemeriksaan dan penindakan terkait kendaraan bermotor jenis jeep yang ada di wonosobo.

Dari kegiatan tersebut petugas satlantas polres Wonosobo

 menemukan beberapa pelanggaran baik para pengemudinya maupun kendaraan
 yang di pergunakan.
dari kegiatan tersebut beberapa kendaraan di kenakan tindakan pelanggaran meliputi

Terlihat jelas Adanya perubahan bentuk kendaraan dengan pasal 288 ( 1 ) jo 71
Dan saat diperiksa kendaraan tidak bisa menunjukan stnk ini merupakan pelanggaran pasal 288 ( 1 ) jo 106 
Kendaraan juga melakukan pelanggaran TNKB yang merupakan pelanggaran kasat mata Pelanggaran.
dari kegiatan tersebut satlantas polres menemukan beerapa pelanggaran diantaranya 
1. pasal 281 (SIM) 
2. pasal 280 (TNKB mati) 
3. pasal 288 jo 70 (STNK Mati)
 Dari kegiatan ini Harapannya para pengelola maupun Pelaku wisata terutama angkutan jeep wisata untuk lebih mentaati peraturan lalulintas di jalan raya.

' Kami. akan terus melakukan razia kendaraan wisata yang menggunakan jeep ini dengan tujuan untuk para pengelola dan pengemudi ini untuk taat berlalu lintas di jalan raya.karena ini membawa para wisata yang berkunjung di Wonosobo " ungkap Ipda Imam Santoso.
"Serta para pelanggar tersebut apabila melanggar langsung kami tindak sesuai pelanggaran yang dilakukan. " tambahnya

Wonosobo kini memang marak jeep angkutan Wisata yang berlalu lalang.
harapannya bisa tertib sesua peraturan berlalu lintas.

Arifin/Tim KJN

Sabtu, 17 Oktober 2026

Rotasi Pejabat Polres Wonosobo, Kapolres Minta Kinerja Satuan Ditingkatkan



WONOSOBO – Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja, S.I.K., M.H., memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) Kasatreskrim, Kasatintelkam, dan Kapolsek Kertek, serta pelantikan Kasiwas Polres Wonosobo, Sabtu pagi (17/10/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Mapolres Wonosobo sebagai bagian dari pembinaan karier personel dan regenerasi kepemimpinan di lingkungan Polri.

Dalam amanatnya, AKBP Ricky menyampaikan bahwa serah terima dan pelantikan jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Kegiatan tersebut juga menindaklanjuti surat telegram Kapolda Jawa Tengah tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan perwira di lingkungan Polda Jawa Tengah.

Kapolres menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada pejabat lama Kasatreskrim Polres Wonosobo AKP Arif Kristiawan, S.H., M.H., dan Kasatintelkam AKP M. Nurhasan, S.H., atas dedikasi serta kontribusi selama bertugas. AKP Arif Kristiawan selanjutnya mengemban jabatan sebagai Kasatresnarkoba Polres Rembang, sedangkan AKP M. Nurhasan menjabat sebagai Kasatintelkam Polres Purworejo.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres juga mengucapkan selamat kepada pejabat baru, yakni AKP Rachmat Wibowo Budi Pratama, S.Tr.K., S.I.K., sebagai Kasatreskrim Polres Wonosobo; AKP Agung Hartanto, S.H., sebagai Kasatintelkam; AKP Samsudin, S.H., sebagai Kasiwas; serta IPTU Nesia Leony Prameswari Hartono, S.Tr.K., S.I.K., M.Sc., sebagai Kapolsek Kertek.

Kepada para pejabat baru, AKBP Ricky berpesan agar segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja, melanjutkan program positif yang telah dijalankan pejabat sebelumnya, serta menghadirkan terobosan kreatif dan inovatif untuk meningkatkan kinerja satuan. Ia juga menekankan pentingnya keteladanan pimpinan dalam membangun suasana kerja yang kondusif dan berlandaskan kebersamaan.
Menutup amanatnya, Kapolres mengingatkan seluruh personel agar memahami dan melaksanakan program prioritas Kapolri, menghindari segala bentuk pelanggaran, serta mengikuti perkembangan situasi keamanan di tingkat lokal maupun nasional. Ia juga meminta setiap anggota menjalankan tugas dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara melalui institusi Polri.

Arifin/ Tim KJN

Sabtu, 10 Oktober 2026

CEGAH BALAP LIAR DAN KEJAHATAN JALANAN, POLRES WONOSOBO GELAR PATROLI SKALA BESAR



Polres Wonosobo Polda Jateng menggelar Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) melalui patroli skala besar pada Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif menyusul informasi masyarakat mengenai sejumlah lokasi yang diduga kerap digunakan untuk aksi balap liar.

Patroli tersebut difokuskan pada upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), mencegah aksi balap liar, serta mengantisipasi tindak kejahatan jalanan, seperti pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Petugas juga melakukan patroli hunting untuk menertibkan kendaraan yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi atau knalpot brong.

Untuk mengoptimalkan pengawasan di sejumlah titik rawan, patroli dibagi menjadi empat zona pengamanan wilayah. Masing-masing zona dipimpin langsung oleh Pejabat Utama (PJU) Polres Wonosobo guna memastikan kegiatan berjalan efektif dan menjangkau lokasi-lokasi yang menjadi perhatian masyarakat.

Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja, S.I.K., M.H., menginstruksikan agar pelaksanaan patroli dilakukan secara terukur dengan memperhatikan kondisi lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan lainnya.

“Patroli di setiap zona dilaksanakan secara bergantian agar tidak menimbulkan kemacetan. Kehadiran personel di berbagai titik diharapkan dapat mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan sekaligus mencegah aksi balap liar yang membahayakan keselamatan pengendara maupun masyarakat,” tegasnya.

Dalam pelaksanaan patroli, petugas melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pengendara sepeda motor. Dari pemeriksaan tersebut, petugas mendapati pengendara yang membawa minuman keras serta sejumlah kendaraan yang menggunakan knalpot brong. Petugas selanjutnya melakukan penanganan sesuai dengan kondisi di lapangan dan ketentuan yang berlaku.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif Polres Wonosobo untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, meningkatkan ketertiban berlalu lintas, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya pada malam hari.

Polres Wonosobo mengimbau masyarakat agar turut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dan tidak terlibat dalam aktivitas yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Para orang tua juga diharapkan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama pada malam hari, guna mencegah keterlibatan dalam balap liar maupun penyalahgunaan minuman keras.
Masyarakat yang mengetahui atau menemukan potensi gangguan keamanan dapat segera melaporkannya melalui Call Center Polri 110 yang dapat diakses secara gratis. Partisipasi masyarakat diharapkan dapat membantu kepolisian mewujudkan situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Wonosobo yang aman, tertib, dan kondusif.

Arifin/Tim KJN

Jumat, 09 Oktober 2026

CEGAH PENYALAHGUNAAN NARKOBA, POLRES WONOSOBO TES URINE PULUHAN PENGEMUDI ANGKUTAN UMUM DI TERMINAL MENDOLO



Polres Wonosobo Polda Jateng bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Wonosobo menggelar pemeriksaan tes urine terhadap puluhan pengemudi angkutan umum di Terminal Mendolo, Kabupaten Wonosobo, Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah penyalahgunaan narkoba sekaligus mendukung keselamatan berlalu lintas.

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut dilaksanakan oleh Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Wonosobo bersinergi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Wonosobo. Selain pemeriksaan urine, kegiatan juga diisi dengan pembinaan oleh Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Wonosobo.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh sampel urine yang diperiksa menunjukkan hasil negatif dari kandungan narkoba. Hasil tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini untuk mencegah potensi penyalahgunaan narkoba di kalangan pengemudi angkutan umum.

Kasat Resnarkoba Polres Wonosobo, AKP Teguh Sukosso, S.H., mengatakan pemeriksaan urine merupakan langkah preventif untuk mendukung terciptanya transportasi umum yang aman serta meningkatkan kesadaran pengemudi terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba.

“Pengemudi angkutan umum memiliki tanggung jawab besar karena keselamatan banyak penumpang berada dalam perjalanan yang mereka layani. Melalui pemeriksaan ini, kami berupaya melakukan pencegahan dini sekaligus mengingatkan pentingnya menjauhi narkoba demi keselamatan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.

Selain pemeriksaan urine, personel Sat Binmas Polres Wonosobo memberikan pembinaan kepada para pengemudi agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas, menjaga kondisi fisik sebelum berkendara, serta mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan.

Para pengemudi juga diingatkan untuk memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, mematuhi rambu dan batas kecepatan, serta tidak memaksakan diri berkendara ketika kondisi tubuh tidak memungkinkan.

Sinergi antara Polres Wonosobo dan Dinas Perhubungan Kabupaten Wonosobo ini diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan pengemudi sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna transportasi umum.

Polres Wonosobo mengimbau seluruh pengemudi angkutan umum untuk terus mengedepankan keselamatan, menaati aturan berlalu lintas, dan menjauhi narkoba. Upaya pencegahan akan terus didorong melalui kegiatan edukasi, pembinaan, dan langkah preventif guna mewujudkan keamanan serta keselamatan berlalu lintas di wilayah Kabupaten Wonosobo.

Arifin/Tim KJN

Rabu, 07 Oktober 2026

PROPAM POLRES WONOSOBO GELAR GAKTIBPLIN, PASTIKAN KEDISIPLINAN DAN INTEGRITAS PERSONEL



Polres Wonosobo Polda Jateng melalui Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) melaksanakan Penegakan, Ketertiban, dan Disiplin (Gaktibplin) terhadap personel pada Rabu, 7 Oktober 2026. Kegiatan tersebut digelar usai pelaksanaan apel pagi sebagai bagian dari pembinaan dan pengawasan internal terhadap anggota.

Gaktibplin dilakukan untuk memastikan setiap personel tetap menjaga kedisiplinan, mematuhi ketentuan yang berlaku, serta siap melaksanakan tugas secara profesional. Pemeriksaan juga menjadi langkah preventif untuk mencegah terjadinya pelanggaran disiplin maupun penyalahgunaan barang terlarang.

Dalam kegiatan tersebut, Propam melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah aspek, mulai dari sikap tampang dan kerapian personel, kelengkapan surat-surat nyata diri, hingga pemeriksaan urine.
Kasi Propam Polres Wonosobo Ipda Rahmad Sujaka, S.H., mengatakan Gaktibplin merupakan kegiatan rutin yang menjadi bagian dari upaya pembinaan sekaligus pengawasan terhadap seluruh personel.

“Gaktibplin ini kita laksanakan secara rutin sebagai langkah pencegahan sekaligus pengingat kepada seluruh personel agar senantiasa menjaga disiplin, integritas, dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas,” kata Ipda Rahmad.

Ia menambahkan, pemeriksaan tersebut tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga sebagai upaya memastikan setiap anggota memahami dan menjalankan ketentuan kedinasan dengan baik.

“Harapannya, seluruh personel semakin disiplin, tertib, dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas. Karena sebelum memberikan pelayanan kepada masyarakat, anggota juga harus mampu memberikan contoh yang baik dari sisi sikap, disiplin, maupun integritas,” ujarnya.

Melalui kegiatan Gaktibplin yang dilaksanakan secara berkala, Propam Polres Wonosobo berkomitmen menjaga kualitas personel sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Polres Wonosobo juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan atau membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi layanan Call Center Polri 110 yang tersedia secara gratis selama 24 jam.

Arifin

Jumat, 02 Oktober 2026

Tim Media Karya Jurnalis Nusantara Lakukan klarifikasi Penanganan Kasus Penyimpangan Bansos PKH



Wonosobo,.
Terkait banyaknya warga Wonosobo yang menanyakan terkait penanganan kasus Bansos PKH yang terjadi di Wilayah Kalikajar Wonosobo beberapa waktu lalu.hingga saat ini belum adanya penetapan tersangka.
Tim KJN melakukan klarifikasi pada hari Jumat 2 Oktober 2026 langsung menemui Jampidsus serta Jampintel Kejaksaan Negeri Wonosobo dan di temui langsung Kajari Wonosobo Priya Agung Jatmiko SH.MH dan Jampintel. DR Agung Dhedi Dwi Handes.( 02/10/2026 )

Dalam klarifikasi tersebut Tim KJN mempertanyakan proses hukum yang telah di tangani terkait Bansos PKH di Kecamatan Kalikajar.
Dari klarifikasi tersebut Jampintel menjelaskan terkait kasus Bansos PKH "Penyimpangan Dugaan Penyaluran Bansos PKH di kecamatan Kalikajar dari Tahun 2018 hingga 2025 ini ada total saksi 49 orang KPM di desa Karangduwur baik penerima Manfaat,Perangkat Desa serta dari Kemensos dan tidak menutup kemungkinan masih ada saksi lain yang kita panggil." Tegas nya.

Dalam hal kasus Bansos PKH ini masyarakat Wonosobo sangat mendukung proses ini bisa segera dapat terungkap baik aktor di lapangan maupun pihak yng terlibat karena hingga kini masyarakat mempertanyakan belum adanya tersangka dalam kasus Penyimpangan Dugaan Penyaluran ke Penerima manfaat di desa.

Dalam klarifikasi ini Ketua KJN di dampingi Tim dan Kabid mengharapkan penanganan terus terbuka dan transparan melalui media .
Dalam kasus ini Jampintel mempertegas bersama Kajari juga menegaskan terkait kasus Bansos PKH ini Kejaksaan Negeri Wonosobo akan terus melakukan pengembangan dalam penyidikan serta alat bukti yang melibatkan Inspektorat serta Kemensos dalam hal penyaluran Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk. Lebih mengerucut baik dalam penentuan para tersangka yang akan di tetapkan.dan hingga saat ini masih terus menggali para saksi-saksi yang terus dilakukan.

Dalam penanganan saat ini sebanyak 1546 Barang bukti telah diamankan oleh Kejaksaan Negeri Wonosobo di antaranya :
794 buah buku Rekening BNI Pandai milik KPM.
Uang Tunai senilai Rp.26.967.000.00.-
340 Kartu Keluarga Sekahtera ( KKS )
5 buah BPKB
3 buah STNK
4 buah Electronik Data Cature atau EDC
1 unit mesin penghitung uang.
1 kotak Perhiasan dan logam mulia 25.1402 gram
1 buah Logam mulia Fine Gold 999.9 Merk Antam seberat 5 gram.
4 buah Handphone milik Saksi.

"Dalam kasus dugaan penyimpangan penyaluran Bansos PKH di Kecamatan Kalikajar ini berdasarkan perhitungan sementara atas audit investigasi yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Wonosobo bersama Auditor diketahui adanya indikasi kerugian Keuangan Negara dengan nilai lebih dari 1 Milyar Rupiah.

Dalam hal tindak lanjut penanganan perkara tersebut masih di perlukan pemeriksaan terhadap KPM di desa Karangduwur Kecamatan Kalikajar dan terus dilakukan Pendalaman lebih lanjut guna memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai fakta dan pihak-pihak yang terkait.sehingha diperlukan waktu sekitar 10-20 Saksi Tambahan untuk dilakukan pemeriksaan". Tegas Jampintel Kepada Tim KJN

Arifin/Tim KJN

Senin, 28 September 2026

30 Bakal Calon Kepala Desa Ikuti Seleksi Tambahan Pilkades Wonosobo, Polres Perkuat Pengamanan

WONOSOBO — Sebanyak 30 bakal calon kepala desa mengikuti ujian tertulis seleksi tambahan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Wonosobo Tahun 2026. Ujian berlangsung di Gedung Korpri Kabupaten Wonosobo, Senin (28/9/2026).

Ke-30 peserta tersebut berasal dari empat desa yang memiliki jumlah pendaftar lebih dari lima orang, yakni Desa Ngadikerso Kecamatan Sapuran, Desa Sukorejo Kecamatan Mojotengah, Desa Menjer Kecamatan Garung, dan Desa Tambi Kecamatan Kejajar.

Ujian tertulis berlangsung selama 120 menit dengan 100 soal pilihan ganda. Materi yang diujikan meliputi Pancasila, UUD 1945, Bahasa Indonesia, pengetahuan umum, pemerintahan daerah, dan pemerintahan desa.

Polres Wonosobo menerjunkan 49 personel untuk melakukan pengamanan langsung di lokasi ujian. Pengamanan tersebut dipimpin Wakapolres Wonosobo Kompol Nana Edi Sugito, S.H., bersama sejumlah pejabat utama Polres Wonosobo.

Sementara itu, personel Polres Wonosobo lainnya bersama masing-masing Kapolsek melaksanakan pengamanan dan patroli di wilayah hukum masing-masing. Pengamanan dilakukan mengingat pada waktu yang sama juga berlangsung tahapan penetapan nomor urut calon kepala desa di sejumlah wilayah.

Plt. Kasi Humas Polres Wonosobo Ipda Muhammad Wahyu Suprayono, S.H., mengatakan pengamanan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan seluruh rangkaian tahapan Pilkades berjalan aman, tertib, dan kondusif.

"Pengamanan tidak hanya dilakukan di lokasi ujian tertulis, tetapi juga di masing-masing wilayah melalui pengamanan dan patroli yang dilaksanakan jajaran Polsek. Hal ini untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas karena pada saat bersamaan juga berlangsung tahapan penetapan nomor urut calon kepala desa," ujar Ipda Muhammad Wahyu Suprayono.

Ia menambahkan, Polres Wonosobo berkomitmen mendukung seluruh tahapan Pilkades Serentak Tahun 2026 dengan mengedepankan langkah preventif serta memastikan kegiatan masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan tertib.

"Kami mengimbau seluruh pihak yang terlibat dalam tahapan Pilkades, baik panitia, bakal calon, pendukung maupun masyarakat, untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif dan menghormati setiap tahapan yang telah ditetapkan," katanya.
Setelah ujian tertulis selesai, panitia melaksanakan proses koreksi dan rekapitulasi hasil seleksi tambahan. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, lima peserta dari masing-masing desa dengan hasil seleksi sesuai peringkat yang ditetapkan berhak mengikuti tahapan Pilkades selanjutnya.

Selama pelaksanaan ujian tertulis, proses koreksi, serta pengamanan tahapan Pilkades lainnya di wilayah Kabupaten Wonosobo, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.

Arifin

Rabu, 23 September 2026

Polres Wonosobo Matangkan Pengamanan Pilkades Serentak melalui Rakor Lintas Sektoral



WONOSOBO — Polres Wonosobo mematangkan kesiapan pengamanan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026 melalui Rapat Koordinasi Lintas Sektoral bersama Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan unsur terkait, Rabu (23/9/2026).

Rakor yang digelar di Aula Endra Dharmalaksana Polres Wonosobo tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh tahapan Pilkades di 166 desa dapat berlangsung aman, tertib, lancar dan kondusif.

Sebelum menggelar Rakor Lintas Sektoral, Polres Wonosobo telah melakukan komunikasi dengan berbagai unsur di tingkat desa, termasuk melalui sarasehan bersama Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Wonosobo pada Jumat (18/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Polres Wonosobo menghimpun informasi, perkembangan dan masukan dari perangkat desa mengenai dinamika di masing-masing wilayah, khususnya menjelang pelaksanaan Pilkades. Informasi tersebut kemudian menjadi salah satu bahan dalam pemetaan dan penentuan langkah antisipasi bersama.

Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja, S.I.K., M.H. mengatakan, kesiapan pengamanan perlu dibangun sejak awal dengan melibatkan seluruh unsur yang memahami kondisi wilayah masing-masing.

“Kami ingin membangun awareness dan kesiapsiagaan dalam rangka pelaksanaan Pilkades di 166 desa. Setiap tahapan harus kita antisipasi sejak awal agar apabila terdapat potensi permasalahan dapat segera dikoordinasikan dan ditangani secara tepat,” ujar Ricky.

Menurut Kapolres, pemerintah desa dan perangkat desa memiliki posisi penting karena berinteraksi langsung dengan masyarakat. Karena itu, komunikasi dari tingkat desa menjadi bagian penting dalam mendukung langkah pencegahan dan menjaga kondusivitas wilayah.

Dalam Rakor Lintas Sektoral tersebut, Polres Wonosobo bersama pemerintah daerah, TNI, Kejaksaan, Satpol PP, para camat, kapolsek dan danramil membahas kesiapan menghadapi berbagai tahapan Pilkades.

Kapolres meminta jajaran kapolsek terus berkoordinasi dengan camat dan danramil di masing-masing wilayah. Koordinasi tersebut diperlukan agar setiap perkembangan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.

Selain itu, pola pengamanan akan disusun secara komprehensif, mulai dari tahapan masa tenang, pendistribusian logistik, pemungutan suara hingga proses penghitungan suara.

“Pengamanan tidak hanya dilakukan pada saat pemungutan suara. Seluruh rangkaian tahapan harus dipersiapkan secara komprehensif agar pelaksanaan Pilkades dapat berjalan aman, tertib, lancar dan kondusif,” jelasnya.

Bupati Wonosobo H. Afif Nurhidayat, S.Ag. dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam mengawal pelaksanaan Pilkades serentak.

Menurut Afif, antusiasme masyarakat terhadap Pilkades sudah terlihat sejak tahapan pendaftaran bakal calon. Karena itu, komunikasi dan koordinasi antarunsur perlu terus diperkuat agar setiap tahapan dapat berlangsung sesuai ketentuan.

“Pilkades yang akan dilaksanakan secara serentak di Kabupaten Wonosobo merupakan proses penting bagi masyarakat desa. Karena itu, seluruh pihak harus bersama-sama menjaga agar setiap tahapan berjalan dengan baik, aman, tertib dan kondusif,” ujar Afif.

Ia berharap seluruh peserta dan pendukung dapat menjaga sikap serta menghormati setiap tahapan yang telah ditetapkan. Perbedaan pilihan, menurutnya, merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus tetap disikapi secara dewasa.

“Yang kita harapkan seluruh rangkaian Pilkades di Kabupaten Wonosobo dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar dan kondusif, serta menghasilkan kepala desa yang memiliki integritas, mampu menjadi teladan bagi masyarakat dan dapat membawa kemajuan bagi desanya,” kata Afif.

Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga suasana selama seluruh tahapan Pilkades.

“Kesuksesan pelaksanaan Pilkades bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak. Kita semua memiliki peran untuk menjaga proses ini agar berjalan dengan baik dan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam rakor, tahapan Pilkades saat ini masih berjalan, termasuk proses pencalonan dan seleksi bakal calon di sejumlah desa. Sejumlah desa juga masih menjalani tahapan sesuai ketentuan karena jumlah pendaftar belum memenuhi atau melebihi ketentuan.
Polres Wonosobo menempatkan berbagai dinamika tersebut sebagai bahan pemetaan dan pencegahan. Setiap perkembangan akan terus dikomunikasikan bersama pemerintah daerah dan unsur terkait untuk menentukan langkah yang diperlukan.

Kapolres menegaskan, apabila dalam proses Pilkades ditemukan persoalan atau dugaan pelanggaran, seluruh pihak diminta menyelesaikannya melalui mekanisme yang telah ditentukan.

“Kalau ada pelanggaran, dokumentasikan dan buat berita acara. Kita kedepankan pendekatan persuasif dan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Ricky.

Polres Wonosobo juga menyiapkan dukungan kekuatan personel sesuai kebutuhan pengamanan. Apabila diperlukan, dukungan personel dari satuan kewilayahan lain akan dikoordinasikan untuk memperkuat pengamanan di lapangan.

Kapolres mengajak seluruh peserta Pilkades, pendukung, perangkat desa, panitia, serta masyarakat untuk menjaga suasana tetap sejuk selama seluruh tahapan berlangsung.

“Perbedaan pilihan merupakan bagian dari dinamika dalam pemilihan. Namun perbedaan tersebut tidak boleh berkembang menjadi perselisihan yang mengganggu hubungan antarmasyarakat. Kita ingin Pilkades berjalan sebagai proses demokrasi di tingkat desa yang aman, tertib dan tetap menjaga persaudaraan,” pungkas Ricky.

Polres Wonosobo mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi dari sumber resmi, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan selama seluruh rangkaian Pilkades serentak 2026.

Melalui komunikasi dengan perangkat desa, pemetaan perkembangan di lapangan dan koordinasi lintas sektoral, Polres Wonosobo bersama Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan seluruh unsur terkait terus mematangkan langkah pengamanan agar seluruh tahapan Pilkades dapat berlangsung aman, tertib dan kondusif.

Arifin/Tim KJN

Senin, 21 September 2026

Polsek Leksono Ungkap Pencurian Sapi,Mobil Pelaku Terguling Saat Dikejar Warga



WONOSOBO — Unit Reskrim Polsek Leksono bersama Unit Resmob Satreskrim Polres Wonosobo mengungkap kasus dugaan pencurian dengan pemberatan yang terjadi di sebuah kandang sapi milik warga di Desa Jonggolsari, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo.

Dalam perkara tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial S, 58 tahun, warga Kecamatan Leksono. S ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan dan gelar perkara.

Kasat Reskrim Polres Wonosobo AKP Arif Kristiawan, S.H., M.H. mengatakan, perkara tersebut terjadi pada Minggu, 13 September 2026 sekitar pukul 01.30 WIB. Pelaku diduga menyasar kandang sapi milik warga pada dini hari.

"Modus yang dilakukan tersangka adalah dengan merusak gembok pintu kandang, kemudian mengeluarkan sapi dari dalam kandang dan menuntunnya menuju kendaraan yang telah disiapkan," kata AKP Arif.

Menurutnya, aksi tersebut diketahui setelah sejumlah warga melihat sebuah mobil berwarna hitam yang mencurigakan berada di sekitar kandang sapi.

Warga Melihat Sapi Sudah Berada di Dekat Mobil

Saat itu, dua orang saksi yang sedang dalam perjalanan pulang melihat informasi dari saksi lainnya mengenai keberadaan mobil mencurigakan di dekat kandang sapi.

Keduanya kemudian menuju lokasi untuk memastikan informasi tersebut. Setibanya di sekitar kandang, mereka melihat sapi milik korban sudah berada di dekat mobil yang dicurigai.
Tidak lama kemudian, mobil tersebut bergerak meninggalkan lokasi dengan kecepatan tinggi menuju arah Dusun Manggisan, Desa Jonggolsari.

Situasi kemudian berubah menjadi pengejaran. Salah seorang saksi berupaya mengikuti kendaraan tersebut sambil berteriak meminta perhatian warga.

Dalam perjalanan, salah seorang saksi lain juga menyampaikan bahwa kendaraan tersebut hampir menabraknya ketika melaju dari arah berlawanan.

Pengejaran terus dilakukan hingga akhirnya kendaraan yang diduga digunakan pelaku mengalami kecelakaan.

"Dalam pengejaran tersebut, kendaraan yang diduga digunakan pelaku akhirnya terguling setelah menabrak tumpukan batu di pinggir jalan," ujar AKP Arif.

Setelah kendaraan terguling, dua orang yang berada di dalam mobil terlihat keluar dan kemudian melarikan diri menuju area kebun salak di sekitar lokasi.

Karena kondisi malam dan medan yang gelap, para saksi tidak melanjutkan pengejaran. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada Polsek Leksono untuk dilakukan penyelidikan.

Polisi Amankan Kendaraan dan Barang Bukti

Petugas yang datang ke lokasi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan kendaraan yang diduga digunakan dalam aksi pencurian.

Selain satu unit mobil Suzuki Futura warna hitam, polisi juga mengamankan sejumlah barang yang ditemukan berkaitan dengan perkara, termasuk telepon seluler, tas, kartu identitas, perlengkapan kendaraan, serta satu ekor sapi jantan milik korban.

Penyidik selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap korban dan para saksi, mengecek lokasi kejadian, serta mengembangkan informasi mengenai pihak yang diduga terlibat.

Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan, polisi kemudian mengidentifikasi seorang pria berinisial S yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Setelah dilakukan serangkaian tindakan penyidikan dan gelar perkara, S ditetapkan sebagai tersangka. Polisi kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan penahanan terhadap tersangka.

"Pengungkapan ini merupakan hasil kerja sama antara Unit Reskrim Polsek Leksono dan Unit Resmob Satreskrim Polres Wonosobo. Kami masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa untuk memastikan peran masing-masing pihak yang berkaitan dengan perkara ini," jelas AKP Arif.

Penyidikan Masih Berjalan

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 477 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Penyidik masih melengkapi berkas perkara dan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Wonosobo sebelum proses hukum dilanjutkan ke tahap berikutnya.

AKP Arif mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan hewan ternak, khususnya pada malam hingga dini hari. Pemilik ternak juga diminta memastikan kandang memiliki pengamanan yang memadai dan segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan.

"Apabila masyarakat melihat kendaraan atau aktivitas yang mencurigakan di sekitar kandang maupun lingkungan permukiman, segera informasikan kepada kepolisian. Informasi awal dari masyarakat sangat membantu dalam upaya mencegah dan mengungkap tindak pidana," pungkasnya.

Arifin/Tim KJN

Badan Kemakmuran Masjid Baitul Amin Kampung Wonobungkah Gelar Rapat Kerja 2026/2027

WONOSOBO, Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Baitul Amin Kampung Wonobungkah, Kelurahan Jlamprang, Kecamatan Wonosobo Kabupaten Wonosobo melaksanakan rapat kerja program 2026/2027. Minggu, (20/9/2026).

Poin-poin penting dalam
Raker secara umum berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan, ibadah, dan pemberdayaan umat.

Rapat kerja yang dihadiri oleh seluruh pengurus BKM Baitul Amin, menyimpulkan beberapa program kerja baik jangka pendek maupun jangka panjang. 

Berikut adalah ringkasan poin utama yang dibahas dan disepakati dalam rapat kerja pengurus masjid :

Poin Utama Rapat Kerja BKM Baitul Amin adalah :
1. Peningkatan Kualitas Ibadah : Penataan jadwal imam, muadzin, dan penceramah atau khotib secara tertib serta berkesinambungan.
2. Pengelolaan Sarana dan Prasarana : Perawatan kebersihan masjid, perbaikan fasilitas fisik, serta optimalisasi kenyamanan ruang ibadah
3. Program Keagamaan dan Sosial: Perencanaan kegiatan hari besar Islam, pengajian rutin, pendidikan Al-Qur'an (TPA/TPQ), santunan bagi kaum duafa atau fakir miskin dan yatim piatu yang sudah lama berjalan, Jumat berkah, Aksi donor darah, dan pengobatan gratis
4. Transparansi Keuangan : Pengelolaan dana infak, sedekah, dan wakaf secara transparan, akuntabel, serta profesional.
5. Pemberdayaan Umat dan Teknologi: Pemanfaatan teknologi informasi untuk dakwah digital, administrasi, serta pengembangan ekonomi umat di sekitar masjid.
Saliman selaku Ketua PHBI Kampung Wonobungkah mengatakan, 
" Perlu digiatkan dan lebih ditingkatkan remaja masjid untuk membangun generasi muslim yang cerdas dan berakhlak, serta peduli dengan kegiatan keagamaan."

Sementara Fajar Sodiq selaku Penasihat BKM menekankan kepada pengurus Takmir Baitul Amin, pentingnya konsistensi dan kemauan untuk menjadi tauladan sebelum memberikan anjuran kepada masyarakat.

" Mainset dan dedikasi pengurus seyogyanya bisa dijadikan tolak ukur kepedulian masyarakat terhadap kemakmuran masjid, oleh sebab itu kami menghimbau dalam kegiatan- kegiatan keagamaan yang telah diprogramkan nantinya para pengurus juga bisa hadir meramaikan dan memakmurkan masjid. Sehingga himbauan kita bisa diikuti oleh masyarakat wonobungkah." Tegasnya.


Aris Purwaningrum selaku Wakil Ketua Takmir menyampaikan, " Kita akan melaksanakan program sesuai kemampuan, kita laksanakan terlebih dahulu kegiatan sesuai kemampuan, potensi dengan fasilitas maupun aset yang ada. Untuk menjalankan program, kita gelar yang jangka pendek terlebih dahulu, untuk program yang membutuhkan konsentrasi tinggi kita rapatkan kembali bersama Takmir." pungkas Aris.

Arifin

Jumat, 18 September 2026

Bersama Perangkat Desa,Kapolres Wonosobo Ajak Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Pilkades

WONOSOBO — Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada November 2026, Polres Wonosobo memperkuat komunikasi dengan perangkat desa. Perangkat desa dinilai memiliki peran penting dalam membantu menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat karena berinteraksi langsung dengan warga di wilayahnya.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja, S.I.K., M.H. dalam sarasehan bersama Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Wonosobo di Lavanya Coffee & Eatery Wonosobo, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 14.30 hingga 16.45 WIB tersebut dihadiri Wakapolres Wonosobo Kompol Nana Edi Sugito, S.H., Kabag SDM Kompol Nuryawan Eko Ramdani, S.Pd., M.Tr.AP., Kasat Intelkam AKP H. M. Nurhasan, S.H., M.H., Ketua PPDI Kabupaten Wonosobo Eko Purwanto, Wakil Ketua PPDI Kumpul Priyo Sunarko, serta para koordinator kecamatan PPDI se-Kabupaten Wonosobo.

Ketua PPDI Kabupaten Wonosobo Eko Purwanto mengatakan pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi antara perangkat desa dan kepolisian.

Menurut dia, komunikasi yang baik diperlukan agar berbagai perkembangan di masyarakat dapat disampaikan secara cepat dan menjadi bahan koordinasi bersama, khususnya menjelang tahapan Pilkades.

"Kami berharap hubungan dan komunikasi dengan Polres Wonosobo semakin intens dan harmonis, sehingga perangkat desa mendapatkan arahan dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat," ujar Eko.

Ia mengatakan PPDI berkomitmen mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif. Para koordinator kecamatan juga diminta menyampaikan perkembangan situasi di wilayah masing-masing secara objektif, terbuka, dan sesuai kondisi di lapangan.

Perangkat Desa Jadi Mitra Kepolisian

Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja mengatakan pemerintah desa merupakan salah satu mitra strategis kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah.

Menurutnya, dinamika di desa tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan ketertiban, tetapi juga menyangkut aspek sosial, ekonomi, budaya, serta kehidupan masyarakat secara luas.

"Fungsi desa itu sangat luas. Karena itu, Polri harus senantiasa bermitra dengan pemerintah desa," kata Ricky.

Dalam menghadapi Pilkades, ia meminta seluruh pihak mengedepankan komunikasi dan langkah pencegahan. Setiap perkembangan yang berpotensi mengganggu tahapan Pilkades diharapkan dapat segera dikoordinasikan sehingga dapat ditangani secara tepat.

Kapolres juga mengingatkan bahwa pengamanan Pilkades membutuhkan keterlibatan seluruh unsur. Dengan jumlah personel kepolisian yang terbatas dibandingkan luas wilayah dan jumlah masyarakat yang harus dilayani, sinergi dengan perangkat desa, BPD, pemerintah kecamatan, dan unsur terkait menjadi penting.

"Kami titip anggota kami yang bertugas di lapangan kepada para perangkat desa. Mari kita bersama-sama menjaga agar seluruh tahapan Pilkades berjalan aman dan kondusif," ujarnya.

Pemetaan Dilakukan untuk Pencegahan

Dalam sarasehan tersebut, para koordinator kecamatan menyampaikan perkembangan situasi di wilayah masing-masing. Secara umum, kondisi di sejumlah wilayah dilaporkan berjalan kondusif.

Selain itu, terdapat beberapa dinamika lokal yang menjadi perhatian bersama, antara lain berkaitan dengan persaingan antarpeserta dan pendukung, persoalan administrasi, perkembangan pendaftaran calon, serta potensi gesekan sosial yang perlu diantisipasi.

Polres Wonosobo menempatkan informasi tersebut sebagai bahan pemetaan dan langkah pencegahan, bukan sebagai kesimpulan bahwa telah terjadi gangguan keamanan.

Kapolres menegaskan bahwa setiap persoalan dalam tahapan Pilkades harus ditangani berdasarkan aturan yang berlaku. Apabila ditemukan dugaan pelanggaran, penanganannya dilakukan melalui mekanisme yang telah ditentukan dengan tetap mengedepankan langkah persuasif dan dokumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Kalau ada pelanggaran, dokumentasikan dan buat berita acara. Kita kedepankan pendekatan persuasif dan sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Ricky.

Ia juga mengingatkan seluruh pihak untuk mengikuti aturan resmi Pilkades yang mengatur hak, kewajiban, larangan, serta mekanisme penanganan apabila terjadi pelanggaran.

Persiapan Tahapan 28 September

Salah satu perhatian dalam pertemuan tersebut adalah tahapan Pilkades pada 28 September 2026. Pada tanggal tersebut akan berlangsung tahapan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk proses seleksi bagi desa yang jumlah pendaftarnya memerlukan mekanisme penyaringan.

Kapolres meminta seluruh pihak tidak mengambil langkah berdasarkan informasi yang belum memiliki dasar resmi. Koordinasi dengan panitia Pilkades, pemerintah daerah, dan instansi terkait diperlukan agar setiap tahapan berjalan sesuai ketentuan.

Kasat Intelkam Polres Wonosobo AKP H. M. Nurhasan mengatakan perangkat desa memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran seluruh tahapan Pilkades, mulai dari proses persiapan, penetapan calon, pelaksanaan pemilihan hingga pelantikan.

"Yang terpenting adalah bagaimana seluruh pihak dapat bekerja sama sehingga tahapan Pilkades berjalan aman, lancar, dan sesuai aturan," kata Nurhasan.

Ia juga meminta para koordinator kecamatan menyampaikan perkembangan situasi secara berjenjang. Informasi tersebut akan menjadi bagian dari koordinasi dalam menentukan langkah pengamanan yang diperlukan.

Polres Wonosobo juga menyiapkan pola pengamanan sesuai karakteristik wilayah dan tahapan Pilkades. Apabila diperlukan, dukungan personel dari satuan kewilayahan lain akan dikoordinasikan untuk memperkuat pengamanan.

Jaga Pilkades Tetap Sejuk

Kapolres mengajak seluruh pihak, termasuk perangkat desa, panitia Pilkades, peserta, pendukung, dan masyarakat, menjaga suasana tetap sejuk selama seluruh tahapan berlangsung.

Menurut dia, perbedaan pilihan merupakan bagian dari dinamika dalam pemilihan. Namun perbedaan tersebut tidak boleh berkembang menjadi perselisihan yang mengganggu hubungan antarmasyarakat.

"Kita ingin Pilkades berjalan sebagai proses demokrasi di tingkat desa yang aman, tertib, dan tetap menjaga persaudaraan," ujar Ricky.

PPDI Kabupaten Wonosobo juga menyampaikan rencana menggelar PPDI Cup sebagai kegiatan olahraga dan silaturahmi yang melibatkan perangkat desa, kepala desa, serta unsur aparatur lainnya.

Kapolres menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan kepolisian siap mendukung sepanjang seluruh persyaratan dan aspek keamanan terpenuhi.

Pertemuan kemudian ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi dan menjaga kondusivitas Kabupaten Wonosobo menjelang, selama, hingga seluruh rangkaian Pilkades selesai.

Polres Wonosobo mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi serta tetap mengutamakan persatuan dan keamanan lingkungan masing-masing.

Arifin/Tim KJN

Kamis, 17 September 2026

Perkumpulan Operator Wisata Dieng Serahkan Bansos Aksi Peduli Bencana Kebakaran Desa Tieng

WONOSOBO, Bantuan sosial senilai Rp. 6.250.000,- dari organisasi Perkumpulan Operator Wisata Dieng (POWD) diterima langsung oleh Kepala Desa Tieng Farhan, S.E., untuk disalurkan kepada masyarakat korban bencana kebakaran di Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Jumat (18/9/2026).

Dalam insiden kebakaran 12 September lalu, tercatat 17 keluarga dengan total 54 jiwa terdampak. Sebanyak 12 keluarga (42 jiwa) terpaksa mengungsi, sebagian besar menempati rumah kerabat atau saudara terdekat. Sementara itu, 5 keluarga (12 jiwa) memilih bertahan karena rumah mereka hanya mengalami rusak ringan, termasuk di antaranya 1 keluarga yang masih memiliki hunian layak di lokasi lain.


Seorang korban mengalami luka bakar cukup serius, diperkirakan mencapai 54% pada tubuhnya. Korban langsung dilarikan ke RSUD Kabupaten Wonosobo untuk mendapatkan perawatan intensif.


Kades Farhan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada anggota POWD atas kepedulian terhadap masyarakatnya yang mengalami musibah kebakaran.


" Saya atas nama masyarakat Desa Tieng menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan kawan-kawan POWD kepada rakyat kami yang terdampak musibah kebakaran. Nanti akan segera kami salurkan kepada para korban. Bantuan ini sangat bermakna untuk sedikit meringankan beban mereka. Dan saya sangat mengapresiasi atas kepedulian rekan-rekan POWD." Ungkap Farhan.


Sementara Ratno Ketua POWD kepada awak media menyampaikan, 
" Hari ini kami menyerahkan Bansos kepada masyarakat Tieng Kejajar Wonosobo yang terdampak musibah kebakaran pada 12 September lalu. Bantuan yang kami kumpulkan dari para anggota POWD ini tidak seberapa, namun walau nilainya tidak besar, harapan kami bisa sedikit membantu beban para korban." Jelas Ratno.

" Perkumpulan Operator Wisata Dieng yang kami singkat POWD sudah berdiri kurang lebih 2 tahun, dan salah satu program organisasi adalah aksi sosial kepada masyarakat, oleh karena itu kami spontanitas ketikan mendengar adanya musibah kebakaran yang melanda beberapa rumah penduduk di Desa Tieng, kami langsung membuka open donasi kepada anggota kami. Rp. 6.250.000,- tersebut kami kumpulkan dalam waktu 1 Minggu dan telah kami salurkan langsung lewat Bapak Kepala Desa Tieng hari ini untuk para korban. " Imbuh Ratno.


(Arifin)

Selasa, 15 September 2026

Giat Kemanusiaan, Oemah Alam Wonosobo Buka Pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan Bukan Penerima Upah


Wonosobo — Sebagai bentuk kepedulian terhadap perlindungan dan kesejahteraan masyarakat, Oemah Alam Wonosobo menggelar giat kemanusiaan dengan membuka pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU). ( 15/09/2026 )

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat, khususnya pekerja mandiri dan sektor informal, agar dapat memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Hadir dalam kegiatan ini ketua BPJS ketenagakerjaan kabupaten Wonosobo,setiap peserta bisa mendaftar 2 kegiatan kerja sekaligus,dan berharap setiap organisasi bisa bermitra bersama,ungkapnya.
Perwakilan korcam dari DPR RI juga ikut mendampingi kegiatan di ini yang berlangsung hingga sore hari.
Melalui program pendaftaran ini, masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan mendapatkan kesempatan untuk memperoleh informasi sekaligus melakukan proses pendaftaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Oemah Alam Wonosobo berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi pekerja, terutama dalam menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun risiko sosial lainnya.

Giat kemanusiaan ini juga menjadi wujud kepedulian Oemah Alam Wonosobo dalam mendorong masyarakat agar semakin sadar akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.

Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan semakin banyak pekerja bukan penerima upah di Wonosobo yang mendapatkan akses terhadap perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

Arifin /Tim KJN

DPUPR Wonosobo Respons Viral Jalan Rusak Lancar: Usulan IJD Masih Menunggu Persetujuan Pusat



WONOSOBO — Viral terkait kondisi jalan rusak di wilayah Desa Lancar, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo, mendapat tanggapan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Wonosobo.

Kepala Dinas PUPR Nurudin Ardiyanto.ST,
MT. Wonosobo menyampaikan bahwa pihaknya memahami keluhan dan keresahan masyarakat terkait kondisi ruas jalan Wadaslintang–Lancar, yang selama ini menjadi salah satu akses penting bagi aktivitas warga, mulai dari mobilitas sehari-hari, kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan masyarakat.

Menurut DPUPR, ruas jalan Wadaslintang–Lancar telah dilakukan perencanaan dan diusulkan untuk mendapatkan peningkatan melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD) kepada Pemerintah Pusat.
Namun demikian, realisasi peningkatan jalan tersebut masih bergantung pada persetujuan serta alokasi anggaran dari Pemerintah Pusat.

Di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah, DPUPR menyatakan anggaran yang tersedia saat ini diarahkan untuk pemeliharaan rutin dan berkala serta penanganan titik-titik kerusakan yang dinilai menjadi prioritas.

DPUPR juga mengapresiasi langkah masyarakat Desa Lancar yang selama ini turut melakukan perbaikan jalan secara swadaya dan gotong royong.

Menurut DPUPR, partisipasi masyarakat tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap akses bersama. Namun, gotong royong masyarakat tidak berarti menghilangkan tanggung jawab pemerintah dalam penyediaan dan peningkatan infrastruktur jalan.

JALAN 958 KM, 35 PERSEN DISEBUT BELUM MANTAP
DPUPR memberikan gambaran bahwa panjang jalan kabupaten di Wonosobo mencapai sekitar 958 kilometer, dengan sekitar 35 persen masih dalam kondisi belum mantap.

Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan pemerintah daerah dalam menentukan skala prioritas penanganan jalan, mengingat kebutuhan perbaikan yang cukup besar harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.

DPUPR menyebut selama periode lima tahun terakhir, salah satu fokus pemerintah daerah adalah penanganan akses menuju kawasan pariwisata Dieng. Perbaikan akses tersebut dinilai telah memberikan dampak terhadap kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Namun, masyarakat di wilayah lain juga memiliki kebutuhan infrastruktur yang sama pentingnya, termasuk jalan yang menjadi akses utama menuju permukiman, pertanian, perdagangan, sekolah, serta fasilitas kesehatan.

MASYARAKAT MENUNGGU REALISASI, BUKAN SEKADAR USULAN
Atas penjelasan tersebut, masyarakat tentu dapat memahami bahwa pemerintah memiliki keterbatasan anggaran dan harus menentukan skala prioritas.

Namun, di sisi lain, masyarakat Desa Lancar juga berharap agar usulan peningkatan ruas Wadaslintang–Lancar tidak berhenti sebatas usulan administratif.

Kerusakan jalan yang telah lama dikeluhkan masyarakat menyangkut keselamatan pengguna jalan dan kelancaran aktivitas warga.

Karena itu, masyarakat berharap adanya kejelasan mengenai tindak lanjut usulan IJD, prioritas penanganan titik-titik kerusakan, serta langkah konkret sementara sebelum peningkatan jalan secara menyeluruh dapat direalisasikan.

Masyarakat juga berharap adanya keterbukaan mengenai perkembangan usulan tersebut sehingga warga dapat mengetahui sejauh mana proses pengajuan peningkatan jalan Wadaslintang–Lancar telah berjalan.

APRESIASI GOTONG ROYONG, TETAPI TANGGUNG JAWAB PEMERINTAH TETAP BERJALAN
Semangat gotong royong masyarakat Desa Lancar patut diapresiasi. Warga yang secara swadaya ikut menjaga dan memperbaiki akses jalan menunjukkan bahwa persoalan infrastruktur merupakan kepentingan bersama.

Namun demikian, gotong royong masyarakat seharusnya menjadi bentuk partisipasi warga, bukan menjadi alasan untuk mengesampingkan kebutuhan pembangunan infrastruktur yang menjadi tanggung jawab pemerintah.

Masyarakat membutuhkan jalan yang aman, layak, dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

Untuk itu, tanggapan DPUPR mengenai telah diusulkannya peningkatan jalan Wadaslintang–Lancar melalui Inpres Jalan Daerah diharapkan dapat menjadi awal dari penyelesaian persoalan, bukan akhir dari perhatian terhadap keluhan warga.

Kini masyarakat menunggu bagaimana tindak lanjut dan realisasi dari usulan tersebut.

Sebab bagi masyarakat Desa Lancar, jalan bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi merupakan urat nadi kehidupan, perekonomian, pendidikan, dan akses pelayanan masyarakat.

Arifin/Tim KJN

Sabtu, 12 September 2026

Polres Wonosobo Salurkan Bantuan dan Trauma Healing untuk Korban Kebakaran di Tieng



WONOSOBO – Polres Wonosobo menyalurkan bantuan sosial kepada warga terdampak kebakaran di Dusun Krajan, Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Sabtu, 12 September 2026. Selain memberikan paket sembako, Polwan Polres Wonosobo juga memberikan trauma healing kepada korban, terutama warga yang mengalami tekanan psikologis akibat musibah tersebut.

Wakapolres Wonosobo Kompol Nana Edi Sugito, S.H., memimpin penyerahan bantuan di lokasi kejadian. Bantuan diterima Kepala Desa Tieng, Farhan, untuk kemudian disalurkan kepada warga yang terdampak.

Kompol Nana mengatakan kehadiran polisi tidak berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Polres Wonosobo berupaya membantu memenuhi kebutuhan warga sekaligus memberikan dukungan psikologis bagi korban yang terdampak musibah.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Polres Wonosobo kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban warga,” ujar Nana.

Di lokasi yang sama, sejumlah Polwan Polres Wonosobo berinteraksi dengan warga dan memberikan pendampingan trauma healing kepada korban. Kegiatan dilakukan melalui komunikasi dan pendekatan yang humanis untuk membantu korban, khususnya anak-anak dan warga yang mengalami rasa takut atau cemas setelah kebakaran.

Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Wonosobo untuk memastikan warga tidak menghadapi dampak kebakaran seorang diri. Polisi memberikan ruang kepada korban untuk bercerita, berkomunikasi, dan membangun kembali rasa aman setelah mengalami peristiwa yang mengganggu secara emosional.

Kepala Desa Tieng Farhan mengapresiasi bantuan dan pendampingan yang diberikan Polres Wonosobo. Menurut dia, bantuan sembako maupun dukungan psikologis sangat dibutuhkan warga yang terdampak.

“Kami mewakili warga Desa Tieng mengapresiasi kepolisian dan instansi lain atas respons cepat dalam membantu pemadaman. Kami juga mengucapkan terima kasih atas bantuan sembako dan perhatian kepada warga kami,” kata Farhan.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 16 bangunan terdampak. Satu warga mengalami luka bakar dan mendapat perawatan di rumah sakit.

Kepolisian menyebut kebakaran diduga bermula dari korsleting listrik di lantai dua rumah milik salah seorang warga. Angin yang cukup kencang membuat api cepat merambat ke bangunan di sekitarnya.

Petugas Polsek Kejajar bersama Koramil, pemadam kebakaran, BPBD dan warga melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan sekitar tiga jam kemudian.

Polres Wonosobo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Warga diminta memeriksa instalasi listrik secara berkala, menghindari penggunaan sambungan listrik yang tidak sesuai standar, serta memastikan peralatan elektronik dan kompor dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah.

Arifin/ Tim KJN