Berita Terkini

Sambil Patroli, Babinsa Pucangsawit Lakukan Komsos Dengan Warga Binaan

Surakarta - Kegiatan Patroli wilayah rutin dilakukan Babinsa Pucangsawit Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Serda Tarto. Guna menge...

Postingan Populer

Minggu, 09 Februari 2025

Warga Wanasaba Kidul Sangat Kecewa, Ketua BPD Menghindari Undangan Audiensi 



Cirebon, SERGAP TARGET - Wanasaba Kidul Kecamatan Talun,  Rasa penasaran warga desa terhadap jajaran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk bertanya lebih dalam terkait persoalan desa yang merebak dan bermunculan, khususnya bertanya kepada Ketua yang berlatar PNS, dalam melaksanakan tugasnya sebagai  Penyelenggara Pemerintahan Desa, bersama kepemimpinan oknum Kuwu Wanasaba Kidul berinisial Um., yang belum lama didemo Warga-nya.

Warga berpendapat..bahwa harusnya tidak terjadi incident sosial, penyegelan rumah Kepala Desa oleh warga, tidak terjadi pelaksanaan pekerjaan menggunakan anggaran Dana Desa tahun 2024 yang batas waktu pekerjaannya sudah ditetapkan hingga paling lambat akhir tahun itu juga, 2024, Akan tetapi  pekerjaan dilakukan di tahun 2025.
Warga menduga ada yang tida beres terjadi di lingkaran BPD itu sendiri yang berakibat Desa Wanasaba Kidul menjadi banyak permasalahan, dan diduga memicu Kerugian Negara.

Tugas dan fungsi BPD sesuai Permendagri No.110/216, salah satunya menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat Desa, dan melakukan pengawasan terhadap kinerja Kepala Desa. Namun hal seperti itu tampaknya tidak dilakukan Ketua BPD Wanasaba Kidul, Da., BPD menghindari warga untuk bertemu dalam suatu undangan audiensi,  padahal sebelumnya ketua BPD sendiri yang minta warga untuk bersurat kepada BPD terlebih dahulu.

Rasana,warga Wanasa Kidul bersama perwakilan warga lainnya mengungkap kepada media ini. " Hari Kamis,tanggal 7 Pebruari 2025 kami melayangkan surat kepada BPD untuk berdialog di Desa. Surat audiensi kami itu, kami buat atas permintaan Ketua BPD. Akan tetapi, kami sangat kecewa, karena di Desa tak ada satupun BPD bertemu, melainkan malah kami terkesan dihadapkan dengan APH di balai desa. Kami tidak ada permasalahan dengan Aparat di luar Pemerintahan Desa, " tuturnya.

Menanggapi hal yang terjadi di Wanasaba Kidul, organisasi media Paguyuban Wartawan Cirebon Raya (PWCR), melalui Juru Bicara-nya Masto Angrianto menegaskan. 
" BPD itu ada tugas dan fungsinya sesuai  Permendagri No.110/ 2016. Akan tetapi jika Ternyata BPD tidak bisa melaksanakannya, warga bisa saja buat Mosi tidak percaya untuk pemberhentian..yang dilayangkan ke Bupati melalui instansi terkait."  Tutur Masto.

lanjut Masto, " saya berpendapat sebaiknya aparat di luar Pemerintahan Desa, tidak melakukan hal yang memunculkan warga berpikir liar dan mengarah kepada warga merasa diinterogasi." 

(Babil)

Diduga suami takut istri  abidin kuwu desa sibubut tak berani nasehati istri Walau Istrinya Diduga Ngga Punya Etika



Cirebon sergap target.

Menindaklanjuti pemberitaan media online sergap target yang ditayangkan pada edisi sebelumnya dengan headline istri kuwu sibubut hina koran intijaya 9/2/2025. Desa Sibubut Gegesik Kabupaten Cirebon.

Rasa penasaran dengan kata kata Suratmi istri kuwu sibubut beberapa waktu lalu  saat dirinya mengatakan koran kanggo bungkus apa kita bli butuh koran ( koran untuk bungkus apa saya tidak butuh koran yang diucapkan dirinya dihadapan orang banyak  membuat moh kazim selaku kepala biro intijaya mendatangi kediaman kuwu namun kuwu tidak ada dirumah bahkan istri kuwu seketika itu menghardik  dengan nada tinggi sambil membuang muka " laka kuwu lanange arep apa maning sirae ( tidak ada kuwunya mau apa lagi kamunya )" ujar suratmi dengan nada ketus. Moh. Khazim memaparkan pada SERGAP TARGET.

Terkait ucapan istri kuwu salah satu pimpinan media online ikut bersuara "dia itukan istri kuwu tentunya harus bisa posisikan dirinya  sebagai seorang publik figur, baik tindakan maupun ucapan harus dijaga  sebab istri kuwu juga bisa dikatakan sebagai ibu negara jadi perilakunya jangan kaya orang tidak berpendidikan, yang mesti dan wajib dipahami bahwa jurnalis juga ikut berperan aktif bukan hanya dalam memberikan informasi namun ada sisi edukasi, oleh karena itu sebagai insan pers saya sangat menyayangkan atas tindakan dan perlakuan istri kuwu sibubut kepada awak media terlebih yang diomong itu adalah kepala biro jadi sangat tidak pantas ,jangan jangan abidin kuwu sibubut diduga takut sama istri "jelasnya pada SERGAP TARGET.

Pernyataan tersebut menuai reaksi keras dari berbagai kalangan, khususnya dari dunia jurnalistik. Salah satu pimpinan media online mediaunit-1.com Cephy Dominggus mengatakan bahwa "jika memang benar mengatakan seperti itu, perbuatan Suratmi sangat mencoreng citra seorang publik figur, terlebih lagi sebagai istri Kuwu, yang seharusnya bisa lebih bijak dan menjaga sikap di depan publik. "Dia itu istri Kuwu, tentunya harus bisa memposisikan dirinya sebagai seorang publik figur. Sebagai seorang ibu negara, ucapan dan tindakannya harus terjaga. Sebagai insan pers, saya sangat menyayangkan sikap seperti ini. Apalagi yang dihadapi adalah Kepala Biro dari sebuah media, yang sudah seharusnya dihargai. Ini sangat tidak pantas," ujarnya dengan nada tegas.

Pernyataan ini mengundang perhatian, mengingat peran istri Kuwu sebagai figur publik yang seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Tak hanya itu, pihak media juga menilai sikap Suratmi bisa memperburuk citra pemerintah desa yang seharusnya bersinergi dengan media dalam menjalankan fungsinya.

Apakah Kuwu Sibubut Tidak Berdaya?
Beberapa pihak juga mempertanyakan sikap Kuwu Sibubut yang diduga tidak menanggapi kejadian tersebut dengan serius. “Jangan-jangan Kuwu Sibubut sendiri takut sama istrinya. Tindakannya bisa saja menggambarkan ketidakberdayaan di dalam rumah tangga maupun dalam menjalankan pemerintahan desa,” ujar seorang sumber yang mendalami situasi tersebut. Banyak yang merasa bahwa Abidin, selaku Kuwu Sibubut, seharusnya memberikan respon yang lebih tegas terhadap sikap istri yang merendahkan media, mengingat peran media sebagai mitra pemerintah sangat vital.

Hingga berita ini diturunkan, Kuwu Abidin belum memberikan klarifikasi resmi mengenai pernyataan istrinya. Masyarakat dan pihak media menunggu sikap dari Kuwu yang diharapkan dapat segera memberikan klarifikasi dan menyelesaikan masalah ini secara baik-baik. Banyak yang berharap kejadian ini tidak berkembang menjadi lebih besar dan bisa diselesaikan dengan saling menghargai antara pihak pemerintah desa dan media.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi semua pihak, khususnya publik figur dan pejabat pemerintahan desa, untuk lebih bijaksana dalam berucap dan bertindak, agar tercipta hubungan yang harmonis dan saling menghormati antara masyarakat, pemerintah, dan media.

(( H.Babil ))

Sabtu, 08 Februari 2025

Minggu Bugar, Babinsa Tegalharjo Berikan Latihan PBB Dan Pembinaan Fiisik Kepada Linmas

Surakarta - Sebagai upaya peningkatan peran serta Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas), Babinsa Kelurahan Tegalharjo Koramil 04 Jebres Kodim Surakarta Serka Joko Riyanto dan Koptu Sanda Arieswanto menyelenggarakan acara pelatihan Linmas dalam rangka pemberdayaan kegiatan pelatihan Fisik guna menunjang kegiatan sehari-hari. Minggu (09/02/2025).

Pelatihan dan pemberdayaan Linmas ini dimulai pukul 08.00 WIB yang diikuti oleh 15  anggota Linmas. Kegiatan pelatihan kegiatan ini  bertujuan mendukung penanganan ketentraman, ketertiban dan keamanan  dalam  melaksanakan perlindungan masyarakat   membantu aparat pemerintah dalam pemeliharaan keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarkat Tegalharjo.

"Kami juga memberikan latihan dasar PBB untuk melatih fisik dan sikap para peserta pelatihan agar tetap sehat dan mempunyai disiplin yang baik sehingga bisa menjadi contoh bagi masyarakat dalam kehidupan sehari hari."tutur Serka Joko.

"Linmas juga mempunyai beberapa fungsi yakni membantu memelihara dan meningkatkan kondisi serta tata tertib di kalangan masyarakat, membantu masyarakat menanggulangi dan mengurangi akibat yang ditimbulkan oleh gangguan keamanan dan bencana alam yang dapat mengakibatkan kerugian jiwa."ujarnya.

" Peran Linmas memang sangat diperlukan dalam membantu pihak keamanan dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif". tutupnya.

Penulis : Arda 72

Peduli Sarana Ibadah, Babinsa Pucangsawit Bantu Warga Gotong Royong Pembangunan Mushola

Surakarta  -  Serda Tarto selaku Babinsa Koramil 04/Jebres Kodim Surakarta lakukan gotong royong bersama masyarakat melanjutkan pembangunan Mushola Baitus Sakara yang terletak di Jl. Gang Buntu RT 01/RW 14 Kel.Pucangsawit Kec.Jebres Kota Surakarta Minggu, (09/02/25)Pkl 09.00 Wib

Serda Tarto mengatakan gotong royong merupakan bentuk kebersamaan dan kerukunan, terlebih mendekati di bulan suci Ramadhan. Selain itu kata Serda Tarto, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata dari sinergitas antara Babinsa dengan warga binaan.

"Ini perlu ditingkatkan, guna memupuk rasa kebersamaan dan keakraban, sehingga terciptanya Kemanunggalan TNI bersama rakyat," ucap Serda Tarto

Menurutnya seorang Babinsa harus siap sedia dalam setiap kegiatan masyarakat. Membantu pemerintah dalam sektor pembangunan. "Gotong royong adalah kegiatan yang bagus didalam masyarakat, kegiatan yang berat akan terasa ringan jika dikerjakan secara bersama – sama," imbuhnya.

"Juga, manfaat dari kegiatan ini, masing – masing individu akan mengenal antara satu dengan yang lainnya, dan akan menumbuhkan rasa kekeluargaan dalam suatu wilayah tersebut," tuturnya.

Penulis : Arda 72

Patroli Dan Sambang Warga Binaan Cara Babinsa Jebres Jaga Kondusifitas Wilayah

Surakarta - Kegiatan Patroli wilayah dan sambang warga yang dilakukan Babinsa, selain menjaga kondusifitas juga melaksanakan silaturahmi untuk mempererat hubungan TNI dan Rakyat, serta untuk mengetahui perkembangan situasi di wilayah binaan. Hal ini yang dilakukan Babinsa Jebres Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta, Serda Winarno saat melaksanakan Patroli dan sambang warga binaan di daerah Gendingan Rt. 03 Rw.16 Kel. Jebres Kec. Jebres Kota Surakarta. Sabtu (08/02/2025) Pukul 09.00 Wib.

Dalam kegiatan Patroli dan sambang warga, Babinsa mengajak warga untuk selalu menjaga keamanan dan menekankan akan kebersihan lingkungan serta mengantisipasi terjadinya bencana alam dan wabah penyakit di musim penghujan seperti saat ini.

Dengan Babinsa yang selalu memantau wilayah  binaannya, maka akan tahu permasalahan di wilayah binaannya, sehingga jika ada permasalahan dapat dengan cepat diatasi dan diselesaikan, karena Komsos merupakan tugas yang dilaksanakan sehari-hari oleh setiap Babinsa sebagai sarana kemanunggalan dan juga mempererat hubungan antara TNI dan Rakyat.

Penulis : Arda 72

Wujudkan Lingkungan Yang Bersih Dan Indah, Babinsa Sumber Bersama Tim Saberling Kerja Bakti Pembersihan Lingkungan

Surakarta - Sebagai bentuk kepedulian Babinsa terhadap kebersihan lingkungan di wilayah binaan, Babinsa Sumber Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta Serka Yusuf dan serda Dadan membantu warga bersama-sama kerja bakti pembersihan rumput di lingkungan, lahan lahan kosong dan jalan yang berlokasi Wilayah Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Sabtu, (08/02/2025)

Serka Yusuf mengatakan, kerja bakti bersama warga binaan tersebut merupakan upaya bersama dalam mewujudkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, khususnya lahan lahan kosong dan jalan di wilayah binaan.

Melihat kondisi Lahan lahan kosong yang ditumbuhi rumput tinggi dan jalan, hal ini yang menggerakkan kami dan warga untuk melaksanakan kegiatan kerja bakti pembersihan rumput dan sampah- sampah yang ada dilahan lahan kosong dan jalan guna mewujudkan lingkungan yang bersih, juga untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat," terang Serka Yusuf.

"Semoga dengan adanya kegiatan kerja bakti, gotong-royong seperti ini akan meningkatkan kerja sama untuk memperkuat hubungan baik antara Babinsa bersama masyarakat dalam mewujudkan kemanunggalan TNI- rakyat", pungkas Serka Yusuf.

Penulis : Arda 72

Polresta Cirebon Musnahkan Ribuan Miras Berbagai Merk Hasil KRYD dan Operasi Pekat


Jajaran Polresta Cirebon memusnahkan ribuan minuman keras (miras) berbagai merk, Jumat (7/2/2025). Miras yang dimusnahkan di Mapolresta Cirebon tersebut merupakan hasil KRYD dan Operasi Pekat Polresta Cirebon serta Polsek jajaran.



Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, S.I.K, S.H, M.H, mengatakan, miras yang dimusnahkan tersebut hasil merupakan hasil KRYD dan operasi pekat di wilayah Kabupaten Cirebon untuk menjaga kondusivitas kamtibmas. Bahkan, pemusnahan miras tersebut merupakan sinergitas penegak hukum dari mulai Polresta Cirebon, Kejaksaan Kabupaten Cirebon dan Pengadilan Negeri Cirebon.



"Kegiatan ini merupakan pemusnahan bersama barang bukti miras hasil KRYD dan tipiring Polresta Cirebon, Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Cirebon sebagai bentuk pertanggungjawaban dari kegiatan razia yang dilaksanakan untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polresta Cirebon," ujar Kombes Pol Sumarni, S.I.K, S.H, M.H.

Ia mengatakan, jumlah miras yang dimusnahkan dalam kegiatan kali ini terdiri dari berbagai merk minuman keras pabrikan sebanyak 1.997 Botol, minuman keras tradisional jenis ciu sebanyak 3.345 botol, dan minuman keras tradisional jenis tuak sebanyak 667 Liter.

Pemusnahan tersebut bertujuan agar Kabupaten Cirebon tetap aman dan nyaman tanpa adanya gangguan tindak kriminal akibat mengonsumsi miras. Sehingga kondusivitas wilayah tetap terjaga dan masyarakat merasa aman serta nyaman.

Pihaknya menegaskan Polresta Cirebon dan Polsek jajaran tidak akan pernah berhenti menggelar razia miras. Bahkan, kegiatan operasi pekat semacam itu bakal dilaksanakan secara rutin di wilayah hukum Polresta Cirebon.

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawasi dan memberantas peredaran miras karena tidak ada manfaatnya sama sekali. Kami juga meminta kerja sama dari semua pihak dalam menindak peredaran miras agar ada efek jera bagi pengedar miras di wilayah Kabupaten Cirebon," kata Kombes Pol Sumarni, S.I.K, S.H, M.H.

Ia memastikan, Polresta Cirebon tak akan henti-hentinya menggelar operasi pekat dengan mendatangi warung-warung yang nekat menjual miras. Pasalnya, selama ini miras menjadi sumber atau pemicu terjadinya berbagai tindak kriminalitas di Kabupaten Cirebon. 

"Karena kejahatan konvensional yang diawali dari mengkonsumsi miras sering kali terjadi di wilayah hukum Polresta Cirebon, tapi kami tidak akan pernah berhenti untuk memberantasnya, sehingga Kabupaten Cirebon selalu kondusif," kata Kombes Pol Sumarni, S.I.K, S.H, M.H.((Babil))

Mulyadi Pimpinan kabiro Media anugrah post Kabupaten Kampar Bantah Pemberitaan di Media Online terkait dugaan penggelapan Tanah di Desa Senama Nenek sebesar Satu Triliun rupiah



Kabiro media online Anugrah Post, Mulyadi Membantah terkait beredarnya pemberitaan di salah satu media online, Dimana dalam pemberian tersebut tidak berlandas fakta, sehingga merusak reputasi nama baik KH. Buya Alwi Arifin LC MA, Sabtu (8/02/2025).

Beredarnya di salah satu pemberitaan media online menyebutkan Ketua DPP Elang 3 Hambalang Bongkar dugaan Mafia Tanah di Polres Kampar Polisi bermental Sambo sera melampirkan Foto Buya Alwi

Dalam uraian pemberitaan yang di muat di salah satu media online tersebut Kerugian atas dugaan penggelapan tanah di Desa Senama Nenek sebesar Satu Triliyun rupiah (1.000.000.000.000,000).

Atas beredarnya pemberitaan ini, Mulyadi mengatakan bahwa tudingan itu adalah suatu fitnah yang tidak memiliki dasar dan cenderung menyesatkan publik, yang di peroleh oleh saudara Pebriyan Winaldi, "Ucap Mulyadi.

"Saya selaku kepala biro Kampar dari media anugrah post meminta kepada saudara febrian Winaldi agar mengakui Kesalahan nya dan segera meminta maaf Kepada Buya Alwi, "Tegas Mulyadi

Disamping itu pihak Buya Alwi menunggu itikad baik saudara Pebrian untuk mengakui kesalahannya dan minta maaf kepada ketua LAMR Riau, di tunggu 1 X 24 jam. Jika tidak maka kami akan tempuh jalur hukum sesuai dengan Ketentuan undang-undang yang berlaku.

"Data yang di sebutkan dalam pemberitaan tersebut, penggelapan yang di lakukan oleh mafia tanah sebesar 1 triliyun rupiah, jika ini tidak ada bukti maka ini akan berpotensi menimbulkan suatu konflik di tengah-tengah masyarakat desa Senama Nenek, Kecamatan Tapung Hulu. "Ungkap Mulyadi.
Penulis : Tim

Personel Polres Wonosobo Gagalkan Percobaan Pembakaran Rumah



Tim gabungan personel Polres Wonosobo yang terdiri dari Kasat Reskrim Polres Wonosobo bersama anggota, Piket Intel, Kapolsek Wonosobo beserta anggota, Kasat Samapta bersama anggota dan SPKT Polres Wonosobo telah mendatangi Tempat Kejadian Perkara  percobaan pembakaran rumah di Kampung Semagung, RT 03/RW 03, Kelurahan Pagerkukuh, Kecamatan/Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Peristiwa ini terjadi pada Jumat, 7 Februari 2025, sekitar pukul 15.30 WIB. Rumah milik Agung Pracoyo nyaris dibakar oleh pelaku AF (20). Pelaku sebelumnya telah mengurung dan mengunci diri di ruang keluarga rumah korban sejak Kamis, 6 Februari 2025. Dalam aksi tersebut, pelaku mengancam akan membakar rumah dengan menyiramkan bahan bakar minyak jenis Pertamax sebanyak 700 ml di sekitar ruang keluarga jika permintaannya untuk diberikan uang sebesar Rp 400 juta tidak dipenuhi.

AKP Arif Kristiawan menyampaika, upaya negosiasi antara korban dan pelaku dilakukan, namun tidak mencapai kesepakatan. Sekitar pukul 16.00 WIB, pihak kepolisian bersama unsur terkait dan dibantu warga sekitar mencoba mengevakuasi pelaku.

 "Saat proses evakuasi berlangsung, pelaku sempat menyalakan api menggunakan korek gas dan kayu. Berkat koordinasi yang cepat, sekitar pukul 17.00 WIB, pelaku akhirnya berhasil diamankan dan segera dibawa ke RSUD Setjonegoro Wonosobo untuk pemeriksaan lebih lanjut." ungkapnya

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari korban, pelaku diduga mengalami depresi. Sebelumnya, pada Kamis, 30 Januari 2025, pelaku juga diketahui telah memaksa korban untuk memberikan uang sebesar Rp 50 juta. Korban telah memenuhi permintaan tersebut, namun tidak mengetahui bagaimana uang itu digunakan oleh pelaku.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif dan kondisi kejiwaan pelaku guna menentukan langkah hukum selanjutnya.

Cabang Pohon Patah Timpa Rumah di Wonosobo, Dua Orang Luka-Luka


Sebuah cabang pohon jenis Saman patah dan menimpa rumah warga di Dusun Sirukem, Desa Beran, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo, Jumat (7/2) sekitar pukul 21.00 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan dua orang terluka, termasuk seorang anak berusia 12 tahun.  

Korban, Ibu Wakhidah (64) dan Ananda Nabilla (12), mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan atap yang rusak. Wakhidah mengalami luka sobek di bagian kepala akibat pecahan genting. Keduanya saat ini mendapatkan perawatan di PKU Muhammadiyah Wonosobo.  

Kapolres Wonosobo, AKBP Donny Lumbantoruan, menyebut bahwa kejadian ini telah ditangani oleh petugas gabungan dari Polsek Kepil dan tim SAR Kepil. "Kami telah mendatangi lokasi, mengamankan TKP, serta melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kejadian," ujarnya.  

Kerugian material akibat insiden ini ditaksir mencapai Rp1 juta. Sementara itu, warga dan pihak berwenang berencana melakukan pemotongan cabang pohon yang masih berpotensi membahayakan pada pagi harinya.  

Hingga kini, kondisi kedua korban dikabarkan stabil, dan warga sekitar diimbau lebih waspada terhadap pohon besar di sekitar permukiman, terutama saat musim hujan dan angin kencang.

(Yudhi)