Berita Terkini

Tender Infrastruktur Indramayu 2026 Makin Terbuka, Kontraktor Nilai Persaingan Lelang Lebih Sehat

INDRAMAYU – Iklim pengadaan proyek infrastruktur di Kabupaten Indramayu pada Tahun Anggaran 2026 mulai menunjukkan wajah baru....

Postingan Populer

Jumat, 04 April 2025

Kapolsek Rokan IV Koto Kunjungi Wisata Air Terjun Selanca Untuk Memberikan Rasa Aman Warganya


Rokan Hulu - Kapolsek rokan IV Koto AKP yohanes tindaun,SH beserta beberapa anggota nya mulai hari raya idul Fitri turut turun langsung untuk melaksanakan kegiatan pengamanan terhadap masyarakat yang sedang berekreasi di wisata air terjun selanca desa lubuk bendahara kecamatan rokan IV koto kabupaten rokan hulu hari Jumat tanggal (4/4/2025)

Kegiatan ini untuk bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada ribuan masyarakat yang sedang menikmati liburan hari raya idul Fitri 1446 H 2025.

Beberapa personil polsek rokan IV koto melakukan patroli dan pengawasan di sekitar lokasi objek wisata selanca, memastikan ketertiban dan keamanan bagi aktivitas pengunjung.

Kapolres rokan hulu AKBP budi setiyono S.I.K MH melalui kapolsek Rokan IV koto AKP.yohanes tindaon.SH menyampaikan,dengan adanya kehadiran personil polsek rokan IV koto di harapkan masyarakat yang berkunjung dapat merasa tenang dan merasa terlindungi selamat menikmati liburan hari raya idul Fitri 1446 H,bersama keluarga atau temen – temen mereka, ujarnya.

Pengamanan ini juga merupakan bagian operasi ketupat Rohul 2025 sebagai upaya polri untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan keamanan di tempat-tempat wisata demi menjaga situasi agar tetap kondosip serta menjaga citra positif wilaya tersebut sebagai destinasi wisata yang ramah,asri juga indah dan aman bagi pengunjung,jelasa kapolsek tindaon.

***Hobbi Pargaulan***

Destinasi Wisata Air Terjun Selanca Selama Lebaran Idul Fitri Di Banjiri Pengunjung Lokal Dan Luar Daerah


Rokan Hulu -Destinasi Wisata Air Terjun Selanca Selama Lebaran Idul Fitri Di Banjiri Pengunjung Lokal Dan Luar Daerah 
Rabu ( 2/4/2025 ).

Irwan yang kerap di panggil bg iyan itu menjelaskan bahwa wisata yang dia kelola berdiri sejak tahun 2020 Ini Sangat ramai pengunjung nya sejak lebaran pertama.

Bg iyan berharap kerjasama dengan orang tua pengunjung untuk sama-sama menjaga anak - anak mereka jangan sampai lepas dari pengawasan Meskipun Karyawan kita banyak kita siapkan dalam pengawasan dan membuat papan pemberitahuan tentang pengawasan anak-anak bahkan anggotanya di lengkapi alat komunikasi hand pone dan rojer atau radio panggil untuk komunikasi yang baik sesama pengawas.

Dia melanjutkan ,pihak nya membuka sebagian kawasan hutan yang sudah berupa kebun sawit itu dan mengubah nya menjadi destinasi wisata air terjun selanca 

Dan air terjun selanca ini masih mengedepankan nilai alam secara alami tanpa ada eksplorasi berlebihan 

Irwan menerangkan lagi tidak buka setiap hari hanya melayani hari-hari besar Sabtu dan Minggu, karena sebenarnya selanca ini belum selesai masih dalam tahap pembenahan karena banyak yang mau di bangun wahana dan pasilitas di selanca itu.

Destinasi wisata air terjun selanca ini yang berlokasi di lubuk bendahara kecamatan Rokan IV koto kabupaten Rokan hulu ini sudah pernah berhasil mendapatkan prestasi dalam anugrah pariwisata tingkat Propinsi Riau tahun 2023, pada akhir Januari yang lalu.

Dan Pengunjung yang datang ke wisata itu mulai dari pengunjung lokal atau Rokan hulu hingga luar daerah seperti dari Bangkinang pekan Baru dan dari kota -kota lain.

Dalam kunjungan media Sergap Target Dan media Rakyat Nusantara di lokasi wisata tersebut bertemu dengan bapak Kapolsek Rokan IV koto bapak sitindaon dan beberapa anggota tim nya hadir melakukan pengawasan terhadap destinasi wisata tersebut.

Ini merupakan sinergitas polri melakukan pemantauan di lokasi-lokasi wisata, di lingkungan wilayah kepolisian.

Saya senang ada kepolisian yang hadir dan beberapa rekan media juga ikut memantau dalam pengawasan dalam menciptakan aman tertib , ujar nya "

****Hobbi Pargaulan****

Bangsa Indonesia Sedang Diuji Untuk Melahirkan Sosok Pemimpin Sejati Catatan Dr. Suriyanto Pd, SH,MH,M.Kn



SERGAP TARGET, - Bangsa Indonesia menghadapi tantangan atau "cobaan" akibat melupakan nilai-nilai, tradisi, atau warisan leluhur. Dalam konteks budaya Indonesia, leluhur sering dihormati sebagai sumber kearifan dan identitas. Jika ada lupa atau pengabaian terhadap hal ini, bisa diartikan sebagai kehilangan arah atau akar yang membuat bangsa rentan terhadap masalah.
Bangsa Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan yang kompleks dan saling terkait, mencakup berbagai aspek ekonomi, sosial, politik, dan lingkungan.  
Ketimpangan Ekonomi dan Sosial, Indonesia masih berjuang dengan kesenjangan ekonomi yang signifikan antara kelompok kaya dan miskin, serta antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Meskipun ada pertumbuhan ekonomi yang stabil, manfaatnya belum dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Kemiskinan, pengangguran, dan akses terbatas terhadap pendidikan serta kesehatan menjadi isu yang terus berlanjut.
Ketimpangan ekonomi dan sosial merupakan salah satu tantangan besar yang dihadapi bangsa Indonesia hingga saat ini. Fenomena ini tercermin dari distribusi kekayaan, pendapatan, serta akses terhadap layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan yang tidak merata di antara berbagai lapisan masyarakat dan wilayah geografis.
Secara ekonomi, ketimpangan terlihat dari jurang yang lebar antara kelompok kaya dan miskin. Data menunjukkan bahwa sebagian kecil penduduk menguasai porsi besar kekayaan nasional, sementara mayoritas masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar. Misalnya, pertumbuhan ekonomi yang stabil dalam beberapa tahun terakhir tidak selalu diikuti oleh pemerataan pendapatan. Wilayah perkotaan, khususnya di Pulau Jawa, cenderung lebih maju dibandingkan daerah pedesaan atau kawasan timur Indonesia, yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dan peluang ekonomi. Selain itu, kemiskinan struktural—di mana kondisi sosial dan kebijakan tertentu membuat sebagian masyarakat sulit keluar dari jerat kemiskinan—menjadi isu yang terus berulang.
Dari sisi sosial, ketimpangan tampak pada akses terhadap pendidikan dan kesehatan. Banyak anak dari keluarga miskin tidak mendapatkan pendidikan berkualitas karena biaya atau keterbatasan fasilitas, sehingga mobilitas sosial mereka terhambat. Kesenjangan ini juga diperparah oleh perbedaan pelayanan kesehatan antara kelompok kaya dan miskin, serta antara wilayah urban dan rural. Urbanisasi yang masif juga menciptakan masalah baru, seperti meningkatnya pemukiman kumuh dan kriminalitas di kota-kota besar.
Faktor penyebab ketimpangan ini beragam, mulai dari kebijakan pembangunan yang belum sepenuhnya inklusif, konsentrasi ekonomi di wilayah tertentu, hingga rendahnya kualitas sumber daya manusia akibat pendidikan yang tidak merata. Program pemerintah seperti bantuan sosial atau reforma agraria telah diterapkan, tetapi tantangan seperti korupsi, implementasi yang kurang tepat sasaran, dan minimnya lapangan kerja produktif masih menghambat upaya pengurangan ketimpangan.
Secara keseluruhan, ketimpangan ekonomi dan sosial di Indonesia adalah masalah kompleks yang membutuhkan pendekatan holistik, melibatkan pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas SDM, dan kebijakan yang berpihak pada kelompok rentan. Tanpa langkah konkret dan berkelanjutan, kesenjangan ini berpotensi memperburuk stabilitas sosial dan ekonomi bangsa ke depannya.
Tata Kelola Pemerintahan dan Korupsi Merajalela
Tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) sering dianggap sebagai kunci untuk mencegah dan mengatasi korupsi yang merajalela. Tata kelola yang efektif mencakup prinsip-prinsip seperti transparansi, akuntabilitas, partisipasi masyarakat, dan penegakan hukum yang adil. Namun, ketika korupsi menjadi sistemik dan mengakar dalam struktur pemerintahan, hal ini menunjukkan adanya kegagalan dalam penerapan prinsip-prinsip tersebut.
Korupsi yang merajalela biasanya terjadi akibat beberapa faktor. Pertama, lemahnya sistem pengawasan dan penegakan hukum memungkinkan pelaku bertindak tanpa rasa takut akan konsekuensi. Kedua, kurangnya transparansi dalam pengelolaan anggaran dan pengadaan barang/jasa membuka celah untuk penyalahgunaan wewenang. Ketiga, budaya permisif atau rendahnya integritas di kalangan pejabat publik memperparah situasi. Keempat, minimnya partisipasi masyarakat dalam mengawasi jalannya pemerintahan membuat praktik korupsi sulit terdeteksi secara dini.
Dampaknya sangat luas. Korupsi menggerus kepercayaan publik terhadap pemerintah, menghambat pembangunan ekonomi, dan memperburuk ketimpangan sosial. Sumber daya yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat justru diselewengkan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Di banyak kasus, korupsi juga berkaitan erat dengan politik, di mana kekuasaan dimanfaatkan untuk memperkaya diri sendiri atau kroni, alih-alih melayani kepentingan umum.
Untuk mengatasi korupsi yang merajalela, reformasi tata kelola pemerintahan menjadi langkah krusial. Ini meliputi penguatan institusi anti-korupsi, peningkatan transparansi melalui digitalisasi (seperti e-budgeting atau e-procurement), serta pemberian sanksi tegas kepada pelaku. Selain itu, pendidikan moral dan keterlibatan aktif masyarakat dalam pengawasan juga penting untuk menciptakan tekanan sosial yang mencegah korupsi. Tanpa komitmen kuat dari semua pihak—pemerintah, penegak hukum, dan masyarakat—korupsi akan terus menjadi tantangan berat yang melemahkan fondasi pemerintahan.
Dampak Globalisasi dan Lunturnya Nilai-nilai Budaya
Globalisasi memang membawa dampak besar terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk nilai-nilai budaya Indonesia. Berikut adalah analisis singkat mengenai dampak globalisasi dan bagaimana hal itu berkaitan dengan lunturnya nilai-nilai budaya Indonesia:
Globalisasi membuka akses terhadap budaya asing melalui media, teknologi, dan interaksi lintas negara. Hal ini sering kali membuat generasi muda lebih tertarik pada tren global, seperti gaya hidup Barat, K-pop, atau mode internasional, dibandingkan melestarikan budaya lokal. Misalnya, penggunaan bahasa asing dalam percakapan sehari-hari atau preferensi terhadap musik dan film impor bisa menggeser apresiasi terhadap seni tradisional seperti gamelan atau wayang.
Modernisasi yang menyertai globalisasi mengubah cara masyarakat Indonesia hidup. Nilai gotong royong, yang dulu menjadi pilar kuat budaya Indonesia, mulai terkikis karena gaya hidup individualistis yang lebih dominan di era global. Urbanisasi juga membuat banyak orang meninggalkan desa, tempat tradisi budaya biasanya lebih kuat dijalankan, menuju kota yang cenderung homogen karena pengaruh global.
Di sisi lain, globalisasi juga memungkinkan budaya Indonesia dipasarkan ke dunia, seperti batik atau tarian tradisional yang mendunia. Namun, sering kali ini berubah menjadi sekadar komoditas untuk turis, kehilangan makna mendalam yang semula dimilikinya. Budaya jadi lebih tentang "pertunjukan" ketimbang nilai yang dihidupi.Teknologi dan Media Sosial
Internet dan media sosial mempercepat penyebaran budaya global. Anak muda lebih sering terpapar konten viral dari luar negeri, sementara konten budaya lokal kurang mendapat perhatian. Hal ini bisa melemahkan identitas budaya, misalnya ketika bahasa daerah mulai jarang digunakan karena dianggap kurang "keren" dibandingkan bahasa global seperti Inggris.
Namun, tidak semua dampak globalisasi negatif. Globalisasi juga memberi peluang untuk mempromosikan budaya Indonesia ke kancah internasional jika dimanfaatkan dengan baik. Tantangannya adalah bagaimana menjaga keseimbangan antara menerima pengaruh luar dan melestarikan nilai budaya lokal. Pendidikan, kesadaran kolektif, dan kreativitas dalam mengemas budaya agar relevan dengan zaman bisa menjadi solusi agar nilai-nilai Indonesia tidak benar-benar luntur.
Segala bentuk ujian dan tantangan yang dihadapi bangsa ini, adalah campur tangan alam dan leluhur untuk melahirkan sosok pemimpin nusantara sejati.
Sosok pemimpin sejati Nusantara yang mencerminkan nilai-nilai kepemimpinan ideal, seperti keberanian, keadilan, kebijaksanaan, dan pengabdian kepada rakyat. Dalam konteks Nusantara, beberapa figur legendaris leluhur pendiri bangsa ini,harus dijadikan teladan karena jejak kepemimpinan mereka yang menginspirasi.
Sebagai bangsa yang besar, kita jangan lupa diri dengan ajaran-ajaran leluhur. Jangan berkiblat pada ajaran bangsa lain yang sesat dan tidak mencerminkan budaya bangsa.
*) Ketua Umum DPP Persatuan Wartawan Republik Indonesia. ((Babil))

Peduli Keselamatan Pemudik, Kapolres Cirebon Kota Bagikan Ratusan Jas Hujan di Jalur Pantura



POLRES CIREBON KOTA. – Kepedulian terhadap keselamatan pemudik di musim hujan ditunjukkan oleh Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si yang membagikan 200 jas hujan kepada pemudik pemotor yang melintas di jalur Pantura tepatnya di depan Pospam Pemuda, pada Jumat (4/4/25).

Pembagian ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap cuaca yang kerap hujan dan jalanan yang menjadi lebih licin.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi para pemudik.

"Sampai sore ini, kecenderungan hujan masih tinggi. Kami melihat beberapa pemudik tidak membawa jas hujan, sehingga kami berinisiatif membagikan jas hujan agar perjalanan mereka lebih aman," ujarnya.

Selain itu, Kapolres juga mengimbau agar pemudik lebih berhati-hati, terutama karena kondisi jalan yang basah dan terbatasnya jarak pandang.

"Jika lelah, sebaiknya berhenti dan beristirahat. Kami telah menyiapkan beberapa pos pelayanan di wilayah hukum Polres Cirebon Kota yang bisa digunakan beristirahat oleh pemudik," tambahnya.

Salah satu pemudik, Wahid asal Wonosobo, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan tersebut.

"Alhamdulillah, ini sangat berguna. Saya bersama istri dan anak sedang dalam perjalanan ke Bekasi, dan memang cuaca sering hujan belakangan ini," katanya.

Dengan aksi kepedulian ini, diharapkan perjalanan para pemudik dapat lebih aman dan nyaman meskipun harus melintasi jalur Pantura di tengah cuaca yang tak menentu.

((Rahmat)) 

Bentuk Rasa Kepedulian, Babinsa Bersama Relawan BPBD Bantu Dirikan Dapur Umum Untuk Warga Korban Banjir

Surakarta - Bertempat di SDN Sambirejo Rt 01/01 Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Banjarsari Babinsa Kelurahan Banjarsari Koramil 02 Banjarsari Kodim Surakarta Sertu Mujono bersama dengan tim relawan dari BPBD Kota Surakarta membantu memasak didapur umum untuk warga masyarakat Kelurahan Banjarsari dan Kelurahan Kadipiro yang terdampak banjir diwilayah Kecamatan Banjarsari, Jum'at (04/04/2025).

Sertu Mujono menegaskan kegiatan ini bertujuan guna membantu meringankan beban warga yang sedang mengalami musibah banjir. 

"Selain itu kegiatan ini untuk memotivasi warga serta bentuk kepedulian terhadap warga masyarakat diwilayah binaan yang sedang terdampak banjir."tuturnya.

"Untuk warga yang terdampak banjir kurang lebih 900 orang terdiri dari 250 orang warga dari Kelurahan Kadipiro dan 650 orang dari warga Kelurahan Banjarsari."terangnya.

"Semoga dengan kegiatan ini bisa meningkatkan rasa kebersamaan kepedulian serta bisa memulihkan kondisi diwilayah Kelurahan Banjarsari."tutupnya.

Penulis : Arda 72

Wujudkan Kemanunggalan TNI-Rakyat, Babinsa Keprabon Bersama Warga Masyarakat Laksanakan Kerja Bakti

Surakarta - Bertempat di Pamedan Mangkunegaran jln.Ronggowarsito kelurahan Keprabon kecamatan Banjarsari, Babinsa Kelurahan Keprabon Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta Serma Daniel Kaputing dan Serda Sugiyanto bersama dengan Tim Sapu Bersih Lingkungan (Saberling) serta warga masyarakat melaksanakan kegiatan kerja bakti bersih - bersih lingkungan.

Dikatakan Serma Daniel kegiatan kerja bakti ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih ,sehat ,rapi ,indah dan juga untuk mewujudkan Kemanunggalan TNI dengan rakyat.

"Kami mengharapkan kepada warga masyarakat agar selalu bekerjasama dan bergotong-,royong untuk menjaga kebersihan lingkungan, ini merupakan salah satu  wujud nyata dari suatu wilayah yang mana warganya aktif dalam memelihara dan menjaga kebersihan lingkungan sehingga terciptalah lingkungan yang sehat dan nyaman."tutupnya.

Penulis : Arda 72

Wujud Nyata Empati Babinsa Kepatihan Wetan Terhadap Warga Binaanya Yang Terkena Musibah

Surakarta - Babinsa Kelurahan Kepatihan Wetan Koramil 04/Jebres Kodim 0735/ Surakarta, Sertu Budiono melaksanakan takziyah warga binaan yang meninggal dunia sebagai bentuk rasa empati TNI terhadap warga masyarakat yang mengalami musibah kematian, Jum'at ( 04/04/2025 ).

Salah satu bentuk kepedulian Babinsa terhadap warga binaan yang mengalami musibah kematian adalah ikut melaksanakan takziyah, dengan takziyah diharapkan seorang Babinsa lebih dekat dengan warganya bisa merasakan kesedihan warga binaan yang terkena musibah.

Seperti yang terlihat pada saat ini,  Babinsa Kepatihan Wetan Koramil 04/Jebres melaksanakan takziyah warga binaan Almr. Bp. Wahyu Harjono ( 54 ) warga Rt 05 Rw 02 Kel. Kepatihan Wetan Kec.Jebres yang meninggal dunia karena sakit dan dimakamkan di TPU Untoroloyo.

"Tidak hanya takziah, kami bersama warga juga turut ikut mensholatkan Almarhum, Bahwa kegiatan takziah seperti ini selalu kami lakukan kepada warga binaannya yang tertimpa musibah meninggal dunia, hal tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat, serta sebagai sarana untuk lebih dekat dengan masyarakat guna memperkokoh Kemanunggalan TNI dan Rakyat," tutur Sertu Budiono.

Disinilah Babinsa melaksanakaan komsos dengan warga sehingga terjalin silaturrahmi antar Babinsa dengan warga dan tentunya yang diharapkan Babinsa adalah informasi tentang bangsit diwilayah bisa didapat dari mereka. Dan salah satu tugas pokok Babinsa temu cepat lapor cepat dapat terlaksana berkat terjalinya komunikasi yang erat antara Babinsa dengan warga binaan.

Penulis : Arda 72

Kamis, 03 April 2025

BABINSA PAHLAWAN KEMANUSIAAN  



Babinsa Desa Pamijahan kecamatan plumbon Koramil 0620-07/Plumbon Serma Sanija yang disebut sebut Babinsa Pahlawan Kemanusiaan. Selain itu beliau menjadi Koordinator Donor Darah dan suka membantu bagi siapa saja yang membutuhkan darah. 

Sekarang di sebut sebut Drakula Dari Tana Wali Caruban Nagari Cirebon Dan Tidak Mengenal Lelah Untuk Sosial Dan Kemanusiaan

Babinsa Pahlawan Kemanusiaan Serma Sanija sempat viral di dunia televisi dan media sosial karena jiwanya yang mulia mau membantu sesama.

Meskipun di musim Panas Dan Di Musim Hujan belum berahkir, Babinsa Pahlawan Kemanusiaan tidak surut untuk terus membantu sesama khususnya PMI (Palang Merah Indonesia) yang mana stok darah sudah menipis di era ini.

Mari kita dukung Serma Sanija yang disebut sebagai Babinsa Pahlawan Kemanusiaan yang tak kenal lelah
"DONOR DARA SEBAGAI GAYA HIDUP
KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI
KALAU BUKAN SEKARANG KAPAN LAGI"

Saya Serma Sanija pendonor aktif baru donor yg ke 101 X karena kepedulianya kepada sesama "

"'Hut Persit Ke 79 Semoga kita dapat mewujudkan persit kartika candra kirana yang tanggu Inovasi dan mandiri untuk menciptakan keluarga sehat dan berkualitas"" 
   
 Maka sekarang Kitalah Yang Peduli Kepada Sesama Dan MenDonor kan Darah Nya untuk keselamatan Mereka yang membutuhkan

SELAMAT HARI PERSIT KE 79 (3 APRIL 1946 - 3 April 2025)

Kan Ku Ingat Selalu Akan Pengabdianmu Wahai Ibu persit yang selalu tidak mengenal lelah

Kapolres Cirebon Kota Tinjau Arus Mudik di Berbagai Pospam dan Posyan, Lalin Lancar Terkendali


POLRES CIREBON KOTA.– Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Pejabat Utama (PJU) Polres Cirebon Kota, melakukan kunjungan dan pemantauan arus lalu lintas di Pos Pengamanan (Pospam) Pemuda, Posyan Rest Area 207A dan Posyan 208B Tol Palikanci. Kamis (3/4/2025) sore.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakapolres Cirebon Kota, KOMPOL Rizky Adi Saputro, S.I.K., S.H., Kasat Intelkam AKP Iwan, S.H., M.H., Kasat Reskrim AKP Fajri Ameli Putra, S.T.K., S.I.K., M.H., Kasat Narkoba AKP Juntar Hutasoit, S.H., M.H., serta anggota Lantas, personel Pospam dan Posyan.

Dari hasil pemantauan, arus lalu lintas dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah terpantau lancar dan landai, sedangkan arus dari Jawa Tengah menuju Jakarta cenderung lancar namun padat.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 1446 H serta mengantisipasi potensi gangguan lalu lintas.

"Kami terus berkoordinasi dengan personel di lapangan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas, khususnya bagi para pemudik yang melintas di wilayah Kota Cirebon," ujar Kapolres.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di sekitar Pospam dan Posyan terpantau aman dan kondusif. Pihak kepolisian akan terus melakukan pemantauan intensif guna memastikan arus balik Lebaran berjalan dengan lancar.

((Rahmat)) 

Kapolres Cirebon Kota Pantau Obyek Wisata Waterland Ade Irma Suryani di H+3 Lebaran



POLRES CIREBON KOTA. – Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si, bersama jajaran melakukan monitoring dan pengecekan di objek wisata Waterland Ade Irma Suryani Cirebon, Kamis (3/4/2025). 

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memastikan keamanan dan kenyamanan para wisatawan di masa libur H+3 Lebaran 1446 H.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi oleh Kabag Ops Polres Cirebon Kota, AKP Muhyidin, S.H., M.H., Kapolsek Lemahwungkuk IPTU Usev Winta, S.H., Kanit Obvit Sat Samapta IPTU Sudirno, S.H., serta petugas keamanan lainnya. Pihak pengelola Waterland Adeirma Suryani, Sdr. Koh Bebeng, dan pengurus, Sdri. Diana, turut hadir dalam pengecekan tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Waterland Adeirma Suryani Cirebon dipadati sekitar 300 wisatawan dari dalam maupun luar kota. Tempat wisata ini beroperasi dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, dengan situasi yang terpantau aman dan kondusif.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar menegaskan bahwa kegiatan monitoring ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama libur Lebaran, serta mencegah potensi gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polres Cirebon Kota.

"Kami memastikan seluruh pengunjung merasa aman dan nyaman saat menikmati liburan. Pengamanan ini juga sebagai bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat," ujar AKBP Eko Iskandar.

Selain di Waterland Ade Irma Suryani, jajaran Polres Cirebon Kota juga melakukan pemantauan di objek wisata lainnya, seperti Pantai Kejawanan, guna memastikan seluruh destinasi wisata di Kota Cirebon tetap kondusif selama libur Lebaran.

((Rahmat))