Berita Terkini

Kades Garung Lor Sukoharjo Diduga Selewengkan Dana Desa untuk Kepentingan Pribadi

Wonosobo – Kepala Desa Garung Lor, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo, diduga melakukan penyelewengan dana desa yang dialokasikan untuk...

Postingan Populer

Rabu, 08 Oktober 2025

Dukung Ketahanan Pangan, Polresta Cirebon dan Pemkab Cirebon Tanam 404 Hektare Jagung Pipil





Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Cirebon terus digencarkan. Kali ini, langkah nyata dilakukan melalui kolaborasi antara Polresta Cirebon dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon dengan melaksanakan penanaman jagung pipil di Desa Getrakmoyan, Kecamatan Pangenan.

‎Program tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara aparat kepolisian dan pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus mendorong perekonomian masyarakat.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, S.I.K., S.H., M.H., menegaskan bahwa kegiatan penanaman jagung pipil ini merupakan bentuk dukungan kepolisian terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

‎"Kami ingin mengajak seluruh warga masyarakat dan instansi terkait untuk bersama-sama menggelorakan penanaman jagung pipil. Mari manfaatkan lahan-lahan yang saat ini masih belum ditanami," ungkapnya.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil koordinasi Polresta Cirebon dengan Dinas Pertanian, masih terdapat sekitar 350 hektare lahan tidur di Kabupaten Cirebon yang belum dimanfaatkan secara optimal. Ke depan, pihaknya bersama Forkopimda akan berupaya memaksimalkan potensi lahan tersebut agar bisa ditanami jagung pipil.

‎"Kami akan kejar target ini bersama-sama agar ketahanan pangan, terutama jagung pipil, bisa semakin meningkat. Harapannya, Cirebon bisa mencapai swasembada jagung pipil," jelasnya.

Pihaknya mengakui harga jagung pipil di pasaran saat ini relatif stabil. Berdasarkan data dari Bulog, harga jagung pipil dengan kadar air 14 persen berada di kisaran Rp6.500 per kilogram. Harga yang cukup menjanjikan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi petani untuk menanam jagung secara berkelanjutan.

Sementara itu, ‎Bupati Cirebon, H. Imron, mengapresiasi penuh langkah Polresta Cirebon yang ikut turun tangan dalam mendukung program ketahanan pangan daerah. Menurutnya, kegiatan penanaman jagung pipil ini bukan hanya membantu petani, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam menjaga kestabilan pangan di Kabupaten Cirebon.

‎"Kegiatan ini kami menanam jagung yang diadakan oleh Ibu Kapolresta Cirebon, tempatnya di Desa Getrakmoyan, Kecamatan Pangenan. Kami sebagai pemerintah daerah bersama masyarakat mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi program dari Ibu Kapolresta untuk ketahanan pangan ini," ujarnya.

‎Ia menjelaskan, sejauh ini program ketahanan pangan berbasis jagung sudah berjalan baik. Dari kuartal pertama hingga ketiga tahun 2025, luas lahan tanam jagung di Kabupaten Cirebon telah mencapai 404 hektare, sementara pada kuartal keempat baru terealisasi 2 hektare.

‎Imron menilai, langkah-langkah seperti ini dapat memberikan efek positif bagi masyarakat, terutama bagi petani. Dengan adanya program penanaman jagung pipil, petani memiliki peluang untuk meningkatkan hasil produksi sekaligus menambah pendapatan.

‎"Dengan adanya program ini otomatis petani akan lebih produktif. Selain hasil pertanian meningkat, lahan pertanian juga terlindungi, dan efeknya terhadap ekonomi masyarakat akan ikut tumbuh," pungkasnya. ((Babil))

Kodim 0707/Wonosobo Buka TMMD Sengkuyung 2025 di Desa Dempel, Wujudkan Pemerataan Pembangunan



WONOSOBO – Kodim 0707/Wonosobo resmi membuka TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun Anggaran 2025 di Lapangan Desa Dempel, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo, Rabu (8/10/2025). Upacara pembukaan dipimpin Wakil Bupati Wonosobo, Amir Husain, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Dengan tema "Dengan Semangat TMMD Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional di Wilayah", TMMD kali ini mengusung semangat gotong royong untuk mempercepat pembangunan desa sebagai benteng ketahanan nasional dan kesejahteraan masyarakat. Program ini akan berlangsung hingga 6 November 2025.

Dalam amanatnya, Wakil Bupati Amir Husain menyebut TMMD sebagai momentum strategis untuk menyelaraskan visi dan aksi pembangunan. "Program ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan bhakti TNI dalam mengakselerasi pembangunan daerah," ujarnya.

TMMD Sengkuyung 2025 di Desa Dempel fokus pada pembangunan infrastruktur, khususnya betonisasi jalan sepanjang 800 meter dengan lebar 2,5 meter. Infrastruktur ini diharapkan meningkatkan aksesibilitas yang aman dan berkualitas, sekaligus mendukung perekonomian warga. 

Selain itu, program ini juga bertujuan mengatasi masalah kemiskinan, stunting, angka anak tidak sekolah, dan pernikahan usia dini melalui sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat."Harapan kami, TMMD ini mampu memicu kemitraan harmonis dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan desa di Wonosobo, termasuk kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Desa Dempel," tambah Amir.

Kegiatan ini melibatkan kolaborasi erat antara Pemerintah Kabupaten Wonosobo, TNI, dan warga setempat. Dengan semangat kebersamaan, TMMD diharapkan menjadi langkah konkret menuju pembangunan yang merata dan berkelanjutan di Kabupaten Wonosobo.

(Yudhi)
 pendim0707

Selasa, 07 Oktober 2025

TNI Manunggal Membangun Desa ( TMMD ) Sengkuyung Tahap IV Tahun 2025 Di Wilayah Kodim 0735/Surakarta Hari Ini Resmi Dibuka

Surakarta - TNI Manunggal Membangun Desa ( TMMD ) Sengkuyung Tahap IV TA. 2025 di wilayah Kodim 0735/Surakarta hari ini secara resmi telah di buka oleh Wakil Walikota Surakarta  Astrid Widayani Beserta Komandan Kodim 0735/Surakarta Letkol Inf Fictor. J Situmorang. S.I.P,.M.I.P bertempat di Halaman SMPN 26 Surakarta Jl. Arifin Kelurahan Kepatihan Kulon Kecamatan Jebres, Rabu ( 08/10/205 ).

Turut hadir dalam pelaksanaan kegiatan tersebut Astrid Widayani Wakil Walikota Surakarta, Dandim 0735/Surakarta Letkol Inf Fictor J. Situmorang. S.I.P,.M.I.P, Kasi Intel Korem 074/Warastratama Letkol Inf Arm Bekti, Sekda Kota Surakarta Bp. Budi Murtono,Ketua DPRD Surakarta Budi Prasetyo, S.Sos, serta segenap tamu undangan.

Kepada awak media Wawali menegaskan bahwa Program TNI Manunggal Membangun Desa ( TMMD ) Sengkuyung Tahap IV yang dilaksanakan di Kelurahan Kepatihan Kulon ini merupakan program pemerintah untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa melalui percepatan pembangunan di daerah khususnya di wilayah Kota Surakarta.

"Kegiatan ini juga bertujuan untuk menggerakkan gotong-royong masyarakat dan aparat sehingga dapat bersinergi dalam pembangunan baik fisik maupun non fisik dalam menjaga keutuhan Negara."tegasnya.

"Melalui pembangunan infrastruktur di Kelurahan Kepatihan Kulon ini, diharapkan dapat meningkatkan roda perekonomian dan kesejahteraan masyarakat saat ini."tuturnya.

"Saya yakin jika semua daya upaya dapat dipadukan, maka akan dapat mengatasi semua permasalahan dengan tepat dan mampu menghasilkan karya pembangunan yang optimal."pungkas Wawali.

Sementara menurut Komandan Kodim 0735/Surakarta Letkol Inf Fictor J. Situmorang. S.I.P,.M.I.P menegaskan bahwa Program TMMD Sengkuyung juga sebagai wadah untuk mewujudkan ruang alat dan kondisi juang yang tangguh di wilayah Kota Surakarta.

"Kemanunggalan TNI dan Rakyat diharapkan betul-betul terwujud demi kemajuan dan pambangunan Desa."terangnya.

"Semoga TNI Manunggal Membangun Desa Tahap IV ini dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar, serta semua sasaran baik itu Fisik maupun Non Fisik bisa selesai seratus persen sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan."pungkas Dandim.

Untuk Sasaran Fisik TMMD Sengkuyung Tahap IV di wilayah Kepatihan Kulon RT 05, 06, 07 RW 01 dan RT 01 RW 03 meliputi Perbaikan Saluran air (Uditch) sepanjang 435 Meter.

Sedangkan untuk sasaran non fisik meliputi Penyuluhan Wasbang dan Bela Negara, Penyuluhan Pencegahan penyahgunaan Bahaya Narkoba, Penyuluhan KB dan Stunting, Penyuluhan nilai nilai Idiologi Pancasila, Penyuluhan pemanfaatan lahan sempit untuk budidaya tanaman, Penyuluhan tanggap bencana dan penanggulangan kebakaran,serta pemberian bantuan sembako kepada masyarakat kurang mampu.

Penulis : Arda 72

Kerja Bhakti Pembersihan Lingkungan, Langkah Nyata Babinsa Nusukan Wujudkan Lingkungan Bersih Dan Sehat

Surakarta - Guna menumbuhkan semangat gotong-royong dan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sekitarnya,
Babinsa Kelurahan Nusukan Koramil 02 Banjarsari Kodim Surakarta, Serka Supadmo bersama dengan Anggota Linmas Kelurahan Nusukan melaksanakan Kerja Bhakti gotong royong pembersihan rumput,Ranting ranting pohon dan sampah yang berada disepanjang jalan dan selokan di.Jln Sriwijaya Utara II No 06 Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Rabu (08/10/2025).

Dikatakan Serka Supadmo kegiatan kerja bakti ini dilaksanakan karena kondisi ruas jalan dan selokan sepanjang Jalan Sriwijaya ditumbuhi rumput serta sampah sampah daun kering yang berjatuhan.

"Kondisi tersebut mendorong kami selaku Babinsa bersama Anggota Linmas Kelurahan Nusukan mengajak masyarakat untuk bergotong royong guna melaksanakan pembersihan rumput, semak belukar dan sampah plastik serta daun kering yang berguguran saat musim kemarau sehingga nantinya membuat kondisi jalan dan selokan menjadi kelihatan bersih dan terpelihara."ujarnya.

Lebih lanjut ditambahkannya kegiatan gotong-royong ini merupakan sarana kebersamaan antara Babinsa serta Anggota Linmas Kelurahan Nusukan dan warga wilayah binaan demi membantu tercapainya kenyamanan serta kebersihan wilayah binaannya dan sudah menjadi tugas dan tanggung jawab bagi Babinsa untuk bisa memelihara hubungan yang baik bersama warganya. 

"Salah satunya melalui kerja bakti dan bergotong royong bersama masyarakat binaan, agar tercipta Kemanunggalan TNI dan Rakyat,"pungkasnya.

Penulis : Arda 72

TMMD Sengkuyung Tahap IV Kodim 0728/Wonogiri Garap Jalan Penghubung Antar Dusun Sepanjang 1.480 Meter

Wonogiri - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun 2025 Kodim 0728/Wonogiri dengan tema "Dengan Semangat TMMD Mewujudkan Pemerataan Pembangunan Dan Ketahanan Nasional Diwilayah", yang dilaksanakan di Lapangan Ds. Ngambarsari Kec. Karangtengah Kab. Wonogiri, Rabu (8/10/2025).

Bertindak selaku Inspektur upacara Wakil Bupati Wonogiri Setyo Sukarno dan Komandan Upacara Danramil  05/Baturetno Kapten Arm Yadiman Pada kesempatan tersebut, Kapten Cpl Eko Joko (Pasiter Kodim 0728/Wng), membacakan laporan singkat Program kerja dan anggaran kodim 0728/wonogiri TA 2025 bidang teritorial. Di laporkan rencana pelaksanaan tmmd sengkuyung tahap IV TA 2025 yang berlokasi di dusun Soko Desa Ngambarsari Kec. Karangtengah Kab. Wonogiri yang dimulai tanggal 8 Oktober sampai dengan 6 November 2025. 

Adapun dana sebesar Rp. 744.719.000,- berasal dari APBD Provinsi sebesar Rp.174.000.000,- APBD Kabupaten Sebesar Rp. 570.719.000,-.

Anggaran tersebut mengerjakan sasaran fisik berupa rabat jalan beton Dusun Soko Desa  Ngambarsari dengan volume 354 M x 3 M x 0,12 M.  Rabat jalan beton dusun Soko Desa Ngambarsari volume  1.126 M x 3 M x 0,12 M. 

Selalin itu kegiatan non fisik pun akan dilaksanakan berupa Penyuluhan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara. Penyuluhan Undangan-undangan lalin dan Bahaya penggunaan Narkoba. Dan Penyuluhan kesehatan tentang Stunting, posbindu dan posyandu. 

Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Edi Ristriyono pada saat meninjau lokasi TMMD menyampaikan Manfaat yang diperoleh antara lain Terealisasinya pembangunan ruas jalan penghubung antar Dusun di Desa Ngambarsari Kec. Karangtengah.  

Tersedianya akses transportasi bagi masyarakat antar Dusun diharapkan meningkatnya hubungan kemasyarakatan antar Kecamatan, meningkatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat dan menumbuhkembangkan semangat gotong royong masyarakat. 

Penulis : Arda 72

Bupati Wonogiri : Melalui TMMD Ruang Menjaga Hubungan Dan Keakraban Antara Unsur Pemerintah Dengan Masyarakat

Wonogiri - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap - IV tahun 2025 Kodim 0728/Wonogiri secara resmi dibuka bertempat di Lapangan Desa Ngambarsari Kec. Karangtangah Kab. Wonogiri, Rabu, (8/10/2025). 

Kegiatan ditandai dengan upacara pembukaan yang dipimpin oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno. Dalam upacara penbukaan TMMD Sengkuyung Tahap - IV TA 2025 di hadiri Komandan Kodim 0728/Wonogiri Letkol Inf Edi Ristriyono beserta jajaran Forkopimda Wonogiri dan Forkopimcam Karangtengah. 

Bupati Wonogiri Setyo Sukarno dalam amanatnya menyampaikan, Program TMMD kali ini dilaksanakan di Desa Ngambarsari Kecamatan Karangtengah, salah satu wilayah dengan potensi yang cukup besar, tetapi masih sangat membutuhkan pembangunan infrastruktur, agar masyarakatnya dapat berkembang semakin maju dan sejahtera.

Selain Program pembangunan fisik berupa rabat jalan yang menghubungkan Dusun Soko Desa Ngambarsari dengan Dusun Tenggar Desa Jeblogan Kecamatan Karangtengah, juga dilaksanakan kegiatan non fisik berupa penyuluhan kepada segenap warga masyarakat, mengenai wawasan kebangsaan, Undang-undang Lalu lintas, Bahaya Narkoba, dan kegiatan Posyandu, Posbindu, dan penanganan stunting.

Ini semua menunjukkan bagaimana pemerintah melalui perangkat yang ada, senantiasa berupaya untuk hadir pada hal-hal yang dibutuhkan masyarakat, melalui berbagai program, termasuk diantaranya melalui Program TMMD Sengkuyung. 

Inilah bentuk percepatan pembangunan yang mempersatukan segenap elemen pemerintah dan masyarakat untuk membangun desa secara komprehensif dan menyeluruh, sekaligus untuk terus menjaga rasa persatuan, kesatuan, dan semangat kerukunan dalam masyarakat.  

Kiranya Program TMMD menjadi ruang untuk menjaga hubungan dan keakraban antara unsur pemerintah dengan masyarakat, dalam satu karya bersama, untuk masyarakat, bangsa, dan negara.

Bupati juga menyampaikan, setiap bentuk program pembangunan di tiap wilayah, kiranya ditujukan agar memberi andil dalam kerja besar sesuai visi dan misi Kabupaten Wonogiri lima tahun ke depan, yaitu Mewujudkan Masyarakat yang Berdaya Saing, Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan.

Penulis : Arda 72

Satreskrim Polresta Cirebon Ungkap 17 Kasus Kriminal, 18 Tersangka dan Puluhan Barang Bukti Diamankan





CIREBON – Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Hingga akhir September 2025, Satreskrim Polresta Cirebon berhasil mengungkap 17 kasus tindak pidana dengan 18 tersangka yang berhasil diamankan.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni, S.I.K., S.H., M.H., menyampaikan bahwa pengungkapan berbagai kasus tersebut merupakan hasil kerja keras anggota kepolisian dalam menindak berbagai kejahatan yang meresahkan masyarakat.

"Selama kurun waktu sampai dengan September 2025, jajaran Satreskrim Polresta Cirebon berhasil mengungkap 17 perkara tindak pidana dengan total 18 orang tersangka. Kasus yang diungkap mulai dari pencabulan, pembuangan bayi, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), penggelapan dalam jabatan, hingga kepemilikan senjata tajam," ungkap Kapolresta saat konferensi pers di halaman Mapolresta Cirebon, Selasa (7/10/2025).

Kombes Pol. Sumarni menjelaskan, dari hasil pengungkapan tersebut, terdapat berbagai jenis kasus dengan rincian antara lain 3 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan 4 orang tersangka, 5 kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dengan 5 tersangka, 2 kasus kepemilikan senjata tajam tanpa izin dengan 2 tersangka, 2 kasus penggelapan dalam jabatan dengan 2 tersangka, 4 kasus perbuatan cabul dengan 4 tersangka, serta 1 kasus pembuangan bayi dengan 1 tersangka.

"Totalnya ada 17 perkara dengan 18 orang tersangka. Para tersangka dijerat dengan berbagai pasal dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang Perlindungan Anak, di antaranya: Pasal 362 KUHP tentang pencurian, Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, Pasal 82 ayat 1 dan 2 UU Perlindungan Anak, Pasal 80 ayat 3 UU Perlindungan Anak, serta Pasal 2 ayat 1 UU Darurat tentang kepemilikan senjata tajam tanpa izin. Seluruhnya sedang menjalani proses hukum sesuai pasal yang dilanggar, dengan ancaman pidana penjara antara 5 hingga 15 tahun tergantung jenis tindak pidananya," tegas Kombes Pol. Sumarni.

Dari hasil penyelidikan dan penangkapan terhadap para pelaku, polisi berhasil mengamankan puluhan barang bukti yang menjadi alat bukti tindak kejahatan, di antaranya:

Tiga unit sepeda motor hasil curanmor, antara lain:
- Honda Scoopy No. Pol. E 6462 IH, warna hitam merah, tahun 2022.
- Honda Beat No. Pol. E 6648 HX, warna hitam, tahun 2021, atas nama Sunanto.
- Honda Beat Street warna abu-abu tanpa pelat nomor.
- Senjata tajam berupa 1 buah celurit dan 1 bilah gergaji besi sepanjang ±40 cm.
- Peralatan kejahatan seperti linggis, obeng, kunci leter T, kunci Y, tang, dan kunci L yang digunakan pelaku untuk membobol kendaraan.
- Barang pribadi korban dan pelaku berupa pakaian, tas, sepatu, hijab, seragam sekolah, serta pakaian dalam yang berkaitan dengan kasus pencabulan.
- Barang bukti digital dan komunikasi seperti handphone berbagai merek, di antaranya OPPO A60, Realme C35, Samsung A03, dan Redmi 13.
- Dokumen kendaraan berupa STNK dan BPKB asli sepeda motor hasil curian, serta surat keterangan dari Bank BCJ.
- Barang bukti lainnya termasuk uang tunai Rp100.000, kotak amal besi, dan beberapa kantong plastik serta ember kecil yang digunakan dalam tindak pidana pembuangan bayi.

Dalam kesempatan itu, Kapolresta Cirebon menyampaikan bahwa keberhasilan pengungkapan ini merupakan hasil sinergi antara anggota Satreskrim dengan dukungan masyarakat yang aktif memberikan informasi kepada pihak kepolisian.

"Polresta Cirebon akan terus berkomitmen meningkatkan pelayanan dan menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif. Kami juga mengimbau masyarakat untuk terus waspada dan segera melaporkan apabila mengetahui adanya tindak kejahatan di lingkungannya melalui layanan Call Center 110 Polresta Cirebon atau hubungi Pelayanan Informasi dan pengaduan Polresta Cirebon di nomor WA 08112497497.," ujar Kombes Pol. Sumarni.

Dengan terungkapnya 17 kasus, 18 tersangka tersebut, diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat Kabupaten Cirebon serta menjadi bukti nyata keseriusan Polresta Cirebon dalam memberantas tindak kriminalitas.

Peduli Penanganan Stunting, Babinsa Kemlayan Ikut Andil Dalam Program DASHAT di Wilayah Binaan

Surakarta - Babinsa atau Bintara Pembina Desa, adalah anggota TNI yang bertugas dalam pembinaan teritorial di wilayah yaitu di Desa/Kelurahan,salah satunya yaitu Babinsa terlibat langsung dalam kegiatan "Dapur Sehat Atasi Stunting" (DASHAT) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya dalam penanganan stunting. Mereka berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seperti sosialisasi, monitoring, hingga penyaluran bantuan makanan untuk DASHAT. 

Dalam kegiatan sosial hari ini Serka Priyanto selaku Babinsa Kelurahan Kemlayan  Koramil 03/Serengan, Kodim 0735/Surakarta melaksanakan pendampingan dan mengawasi penyaluran Makanan dari DASHAT bersama Kader Posyandu Ibu Hassanah  Kelurahan Kemlayan pada Selasa (07/10/2025).

Serka Priyanto mengungkapkan,Kami selalu memastikan keluarga yang membutuhkan mendapatkan akses makanan bergizi untuk mengatasi stunting.

"Disamping itu kami juga berperan aktif dalam mendukung program DASHAT sebagai upaya untuk meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, terutama dalam mencegah dan mengatasi stunting agar indonesia zero stunting khususnya Kelurahan Kemlayan."tutupnya.

Penulis : Arda 72

Gandeng Linmas Dan Tim Saberling, Babinsa Purwosari Laksanakan Pembersihan Lingkungan

Surakarta - Bertempat Jl. KH. Samanhudi Kp. Mangkuyudan Kelurahan Purwosari Kecamatan Laweyan, Babinsa Kelurahan Purwosari Koramil 01/Laweyan Kodim 0735/Surakarta Serka Murdianto bersama dengan Linmas dan Tim Saberling kelurahan melaksanakan kegiatan kerja bakti pembersihan rumput dan sampah yang berserakan berada jalan KH. Samanhudi, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Selasa (07/10/2025).

Dikatakan Serka Murdianto kegiatan ini sebagai wujud sinergitas dan kekompakan dirinya bersama linmas serta saberling kelurahan dalam melaksanakan kerja bakti pembersihan di pinggir jalan di jalan KH. Samanhudi.

" kegiatan kerja bakti ini sebagai upaya agar warga masyarakat selalu peduli dengan kondisi lingkungan terutama kebersihan yang berada di pinggir jalan sehingga tidak terkesan kumuh."ujarnya.

"Diharapkan dengan keberadaan Babinsa dan anggota Linmas serta saberling yang selalu aktif di tengah masyarakat dapat memberikan manfaat positif dan menjadi contoh bagi warga dan lingkungan sekitar."pungkasnya.

Penulis Arda 72

Waduh! Proyek wifi di desa astapada setor sampai puluhan juta Ke Pemerintah Desa?






Kabupaten Cirebon, ST - Banyak sekali Proyek pemasangan  kabel dan tiang wifi di desa astapada tuai polemik,pasalnya ,ada beberapa pihak yang tidak setuju terkait pemasangan tersebut,pertama di lihat dari segi perijinan perusahaan,maupun kultur wilayah, Sergap target 8/10/2025.


Di buyutan sudah saya setop mas,saya gak setuju proyek di lakukan,pertama perijinan dan kedua kompensasi terlalu minim,ungkap ML.



Lebih jauh ,ML juga bertanya pada pihak wifi terkait kompensasi yang sudah di keluarkan untuk pemerintah desa ,

"pas saya tanya kemarin , di sini juga ada RT,dan pihak wifi mengatakan langsung  kalau untuk desa sendiri sampai 17,5juta mas,untuk RT/RW antara 1juta untuk rt dan RW 1,5juta, berikut pemasangan pertiang 500Ribu.Tambahnya.

Terpisah,Rizki pihak dari pekerja mengatakan kalau ijin sudah lengkap,sambil memberikan data,

"Ini mas rekomendasi PU dan rekomendasi RT/RW setempat,"paparnya .saat di temui di sela kegiatan pemasangan kabel dan tiang.

Terkait dana setoran yang masuk ke pemerintah desa,Sekdes Anton melalui sambungan selular tidak tau akan hal itu

"Saya gak tau terkait uang tersebut buat apa dan saya sendiri gak tau menau tentang itu ang,"katanya .

Diketahui lewat surat rekomendasi PU, kalau Pu merekomendasikan hanya sepanjang Jl.kiageng tapa,terkait pemasangan tiang dan kabel wifi yang masuk itu hanya di rekom oleh RT/RW setempat, sementara baik perijinan perusahaan dan rekomendasi dari Desa dan Kecamatan pihak PBG belum menunjukan kepada awak media.

Terakhir,dalam polemik tersebut pihak Satpol-PP kabupaten Cirebon masih menunggu kordinasi dengan Kominfo untuk menindak lanjuti permasalah ini,namun Satpol-PP berjanji akan menindak tegas dan melakukan pembongkaran jika sudah ada kordinasi Kominfo.(Babil).