Berita Terkini

Kades Garung Lor Sukoharjo Diduga Selewengkan Dana Desa untuk Kepentingan Pribadi

Wonosobo – Kepala Desa Garung Lor, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo, diduga melakukan penyelewengan dana desa yang dialokasikan untuk...

Postingan Populer

Rabu, 08 Oktober 2025

Jelang Aktivitas Pagi, Polisi Majalengka Cegah Gangguan Lewat Pengaturan Lalin

(Majalengka) - Dalam rangka menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) serta memantapkan pemeliharaan kamtibmas, Sat Samapta Polres Majalengka melaksanakan kegiatan pengaturan pagi di sejumlah titik rawan kepadatan dan aktivitas masyarakat, pada Kamis (09/10/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelayanan prima Polri kepada masyarakat, khususnya pada jam-jam sibuk di pagi hari saat warga memulai aktivitas, seperti berangkat kerja, ke sekolah, dan ke pasar. Petugas Sat Samapta disebar di simpul-simpul jalan, persimpangan, serta depan sekolah untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas dan membantu penyeberangan warga.

Kapolres Majalengka AKBP Willy Andrian, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kasat Samapta AKP Adam Rohmat Hidayat, S.H., M.H. menjelaskan bahwa pengaturan pagi ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat pengguna jalan.

"Kami hadir di lapangan sejak pagi untuk memastikan arus lalu lintas berjalan lancar dan aman. Kegiatan ini juga sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam menjaga ketertiban dan mencegah potensi gangguan kamtibmas," ujarnya.

Selain melakukan pengaturan, personel Sat Samapta juga memberikan imbauan kepada pengendara agar selalu tertib berlalu lintas dan mematuhi rambu-rambu demi keselamatan bersama.

Dengan kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri serta menciptakan situasi yang kondusif di wilayah hukum Polres Majalengka.



Sumber : Humas Polres Majalengka

Pemda Wonosobo dan Kodim 0707 Selenggarakan Lomba TUB BB Tingkat SD, Bangun Karakter Disiplin dan Cinta Tanah Air



WONOSOBO – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) bekerja sama dengan Kodim 0707/Wonosobo menggelar Lomba Tata Upacara Bendera dan Baris Berbaris (TUB BB) tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Wonosobo Tahun 2025. (9/10/2025)

Kegiatan ini berlangsung meriah di halaman Adipura Wonosobo, dengan tujuan utama membentuk karakter anak yang disiplin, cinta tanah air, serta memiliki mental dan fisik yang tangguh.Acara yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Wonosobo, Seno, dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Wonosobo, para kepala sekolah, guru, pelatih, serta siswa dan orang tua. 

Dalam amanat pembukaannya, Seno menyampaikan bahwa lomba ini diikuti oleh 16 regu yang merupakan perwakilan dari masing-masing kecamatan di Wonosobo. "Kegiatan ini menjadi ajang bagi anak-anak untuk mengasah kemampuan mereka dalam tata upacara bendera dan baris berbaris, yang telah digembleng melalui latihan intensif dalam waktu yang tidak sebentar," ujar Seno.

Lebih lanjut, Seno menekankan tujuan lomba ini sebagai bentuk pembentukan karakter generasi muda. "Melalui baris berbaris, diharapkan tercipta karakter anak yang disiplin, cinta tanah air, dan memiliki mental serta fisik yang kuat. Proses gladi bersih yang panjang ini tidak hanya melatih fisik, tapi juga membangun ketangguhan jiwa," tambahnya. 

Ia juga menyebutkan bahwa partisipasi dalam lomba semacam ini dapat mengurangi ketergantungan anak-anak terhadap penggunaan gadget seperti HP, sehingga mereka lebih banyak berinteraksi secara langsung dan menikmati aktivitas fisik yang bermanfaat.Seno menambahkan bahwa lomba ini akan menjadi kenangan indah bagi anak-anak di masa depan. "Mereka akan mengingat bagaimana hari ini membentuk mereka menjadi pribadi yang lebih baik. 

Selain itu, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi yang luar biasa, tidak hanya antar anak didik, tapi juga guru dan pelatih dari berbagai kecamatan," katanya. Ia menegaskan bahwa menang atau kalah bukanlah yang utama, karena dalam setiap lomba pasti ada pemenang dan yang kalah. 

"Yang terpenting, anak-anak merasa senang dan bangga telah berpartisipasi. Ini adalah proses pembelajaran berharga bagi mereka."Kolaborasi antara Disdikpora dan Kodim 0707/Wonosobo dalam penyelenggaraan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. 
Dandim Letkol Inf Yoyok Suyitno ditempat terpisah menyampaikan , bahwa kegiatan ini sejalan dengan program TNI dalam mendukung pendidikan karakter di tingkat sekolah dasar. "Sinergi ini memperkuat pendidikan bela negara sejak dini, dan kami siap mendukung penuh agar lomba berjalan tertib dan adil," ungkap Dandim Yoyok Suyitno.

Untuk menjaga netralitas dan transparansi, panitia lomba mengundang juri eksternal dari Kodim 0709/Kebumen. Hal ini disampaikan oleh Pelda Beny DS, koordinator juri, yang menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil karena hampir seluruh regu peserta melibatkan pelatih dari Kodim atau Koramil setempat. "Kami ingin menghindari potensi konflik kepentingan. Dengan juri dari luar daerah, diharapkan proses penilaian lebih obyektif dan mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga semua pihak puas dengan hasilnya," tegas Pelda Beny DS.

Lomba TUB BB tingkat SD ini berlangsung sepanjang hari dengan penilaian ketat terhadap aspek disiplin, sinkronisasi gerakan. Para peserta menunjukkan semangat tinggi, meski cuaca cerah pagi hari sempat disambut hujan gerimis.

Diharapkan, penyelenggaraan lomba ini menjadi momentum bagi Pemda Wonosobo untuk terus mengembangkan program serupa guna membangun generasi emas yang siap menghadapi tantangan masa depan.


(Yudhi)
 pendim0707

Desa Matanghaji di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, telah berkembang menjadi destinasi wisata yang terbaik




Desa Matanghaji di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, telah berkembang menjadi destinasi wisata terbaik pertama yang menarik. Di bawah kepemimpinan Kuwu Rusnandi, desa ini telah mengalami perubahan signifikan dengan pembangunan berbagai fasilitas wisata, seperti kolam renang dengan pemandangan pegunungan dan pepohonan rindang. Jumlah pengunjung yang datang cukup tinggi, mencapai 700 orang sehari ujar Kuwu Rusnandi.

Desa Matangaji memiliki potensi wisata yang besar berkat lokasinya yang strategis di dataran tinggi dengan pemandangan alam yang asri pantas menjadi desa wisata terbaik yang pertama, Selain itu, desa ini juga memiliki situs-situs sejarah dan budaya yang bisa dikunjungi pungkas Kuwu Rusnandi.

Beberapa potensi wisata di Desa Matanghaji antara lain

Wisata Alam,Desa Matangaji menawarkan pemandangan alam yang indah dengan latar belakang Gunung Ciremai.

Wisata Religi, Desa ini memiliki 28 situs patilasan dan makam keramat yang bisa dikunjungi ujar Kuwu Rusnandi.

Agrowisata, Pengelolaan peternakan dan pertanian yang maju, termasuk budidaya perikanan dan tanaman padi.

Wisata Edukasi, Kegiatan pelatihan menanam dan mengelola limbah organik untuk mendukung kemandirian pangan.

Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, Desa Matangaji juga menerima bantuan keuangan dari pemerintah kabupaten untuk pembangunan infrastruktur dan pengembangan pariwisata. Kuwu Rusnandi berharap bantuan ini dapat meningkatkan PAD desa dan menjadi contoh bagi desa-desa lain tutur kuwu Rusnandi.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon Resmi Serahkan 30 Sertifikat desa wisata baru Tahun 2025 sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kunjungan wisatawan domestik.

Acara penyerahan sertifikat wisata Baru berlangsung di halaman lapangan Desa matangaji 8/10/2025 pukul 09:30 wib
Yang di hadiri oleh sekdis pariwisata,kabid pariwisata kabupaten Cirebon,korpinda ,para kepala Desa .

Daftar desa yang Menerima Sertipikat Desa Wisata Baru Tahun 2025 Desa Kebarepan,Desa Jamaras kidul ,Desa kedondong kidul desa luwimundingding, desa dukuh puntang ,desa citemu,desa klayan ,desa bode lor ,desa
Sindangwangi,desa waled ,desa wanasaba kidul,desa karang suwung,desa bandengan ,desa geyongan ,desa Cisaat dukuh puntang,desa sarabahu,desa cisaat waled ,desa Karangsari ,desa ciledug wetan, pekantingan,desa japura,desa gebang mekar,desa balarante,desa lemahtamba,desa kanci kulon,desa megu cilik,desa cipanas.


Dan ada tiga Desa Wisata yang mendapatkan gelar peringkat desa wisata terbaik yakni Desa wisata terbaik pertama di Raih desa
Desa matanghaji ,kedua desa Ciawi
gajah dan ketiga desa sedong lor.



kuwu kebarepan UDI Haryoto " saya ucapkan selamat dan sukses kepada desa wisata yang baru terpilih di Tahun 2025 ini semoga ke depan bisa menggali potensi-potensi yang ada di desanya masing-masing untuk dijadikan desa wisata kepada pemerintah bisa mengembangkan ke destinasi wisata yang lainnya ujar nya
sekdis pariwisata menyampaikan, bahwa desa-desa wisata tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata.((Babil))

Desa Matanghaji di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, telah berkembang Menjadi destinasi wisata terbaik




Desa Matanghaji di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, telah berkembang menjadi destinasi wisata terbaik pertama yang menarik. Di bawah kepemimpinan Kuwu Rusnandi, desa ini telah mengalami perubahan signifikan dengan pembangunan berbagai fasilitas wisata, seperti kolam renang dengan pemandangan pegunungan dan pepohonan rindang. Jumlah pengunjung yang datang cukup tinggi, mencapai 700 orang sehari ujar Kuwu Rusnandi.

Desa Matangaji memiliki potensi wisata yang besar berkat lokasinya yang strategis di dataran tinggi dengan pemandangan alam yang asri pantas menjadi desa wisata terbaik yang pertama, Selain itu, desa ini juga memiliki situs-situs sejarah dan budaya yang bisa dikunjungi pungkas Kuwu Rusnandi.

Beberapa potensi wisata di Desa Matanghaji antara lain

Wisata Alam,Desa Matangaji menawarkan pemandangan alam yang indah dengan latar belakang Gunung Ciremai.

Wisata Religi, Desa ini memiliki 28 situs patilasan dan makam keramat yang bisa dikunjungi ujar Kuwu Rusnandi.

Agrowisata, Pengelolaan peternakan dan pertanian yang maju, termasuk budidaya perikanan dan tanaman padi.

Wisata Edukasi, Kegiatan pelatihan menanam dan mengelola limbah organik untuk mendukung kemandirian pangan.

Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, Desa Matangaji juga menerima bantuan keuangan dari pemerintah kabupaten untuk pembangunan infrastruktur dan pengembangan pariwisata. Kuwu Rusnandi berharap bantuan ini dapat meningkatkan PAD desa dan menjadi contoh bagi desa-desa lain tutur kuwu Rusnandi.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon Resmi Serahkan 30 Sertifikat desa wisata baru Tahun 2025 sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kunjungan wisatawan domestik.

Acara penyerahan sertifikat wisata Baru berlangsung di halaman lapangan Desa matangaji 8/10/2025 pukul 09:30 wib
Yang di hadiri oleh sekdis pariwisata,kabid pariwisata kabupaten Cirebon,korpinda ,para kepala Desa .

Daftar desa yang Menerima Sertipikat Desa Wisata Baru Tahun 2025 Desa Kebarepan,Desa Jamaras kidul ,Desa kedondong kidul desa luwimundingding, desa dukuh puntang ,desa citemu,desa klayan ,desa bode lor ,desa
Sindangwangi,desa waled ,desa wanasaba kidul,desa karang suwung,desa bandengan ,desa geyongan ,desa Cisaat dukuh puntang,desa sarabahu,desa cisaat waled ,desa Karangsari ,desa ciledug wetan, pekantingan,desa japura,desa gebang mekar,desa balarante,desa lemahtamba,desa kanci kulon,desa megu cilik,desa cipanas.


Dan ada tiga Desa Wisata yang mendapatkan gelar peringkat desa wisata terbaik yakni Desa wisata terbaik pertama di Raih desa
Desa matanghaji ,kedua desa Ciawi
gajah dan ketiga desa sedong lor.



kuwu kebarepan UDI Haryoto " saya ucapkan selamat dan sukses kepada desa wisata yang baru terpilih di Tahun 2025 ini semoga ke depan bisa menggali potensi-potensi yang ada di desanya masing-masing untuk dijadikan desa wisata kepada pemerintah bisa mengembangkan ke destinasi wisata yang lainnya ujar nya
sekdis pariwisata menyampaikan, bahwa desa-desa wisata tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata.((Babil))

Desa Matanghaji di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, telah berkembang menjadi destinasi wisata terbaik pertama yang menarik. Di bawah kepemimpinan Kuwu Rusnandi, desa ini telah mengalami perubahan signifikan dengan pembangunan berbagai fasilitas wisata, seperti kolam renang dengan pemandangan pegunungan dan pepohonan rindang




Desa Matanghaji di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, telah berkembang menjadi destinasi wisata terbaik pertama yang menarik. Di bawah kepemimpinan Kuwu Rusnandi, desa ini telah mengalami perubahan signifikan dengan pembangunan berbagai fasilitas wisata, seperti kolam renang dengan pemandangan pegunungan dan pepohonan rindang. Jumlah pengunjung yang datang cukup tinggi, mencapai 700 orang sehari ujar Kuwu Rusnandi.

Desa Matangaji memiliki potensi wisata yang besar berkat lokasinya yang strategis di dataran tinggi dengan pemandangan alam yang asri pantas menjadi desa wisata terbaik yang pertama, Selain itu, desa ini juga memiliki situs-situs sejarah dan budaya yang bisa dikunjungi pungkas Kuwu Rusnandi.

Beberapa potensi wisata di Desa Matanghaji antara lain

Wisata Alam,Desa Matangaji menawarkan pemandangan alam yang indah dengan latar belakang Gunung Ciremai.

Wisata Religi, Desa ini memiliki 28 situs patilasan dan makam keramat yang bisa dikunjungi ujar Kuwu Rusnandi.

Agrowisata, Pengelolaan peternakan dan pertanian yang maju, termasuk budidaya perikanan dan tanaman padi.

Wisata Edukasi, Kegiatan pelatihan menanam dan mengelola limbah organik untuk mendukung kemandirian pangan.

Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, Desa Matangaji juga menerima bantuan keuangan dari pemerintah kabupaten untuk pembangunan infrastruktur dan pengembangan pariwisata. Kuwu Rusnandi berharap bantuan ini dapat meningkatkan PAD desa dan menjadi contoh bagi desa-desa lain tutur kuwu Rusnandi.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon Resmi Serahkan 30 Sertifikat desa wisata baru Tahun 2025 sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kunjungan wisatawan domestik.

Acara penyerahan sertifikat wisata Baru berlangsung di halaman lapangan Desa matangaji 8/10/2025 pukul 09:30 wib
Yang di hadiri oleh sekdis pariwisata,kabid pariwisata kabupaten Cirebon,korpinda ,para kepala Desa .



Dan ada tiga Desa Wisata yang mendapatkan gelar peringkat desa wisata terbaik yakni Desa wisata terbaik pertama di Raih desa
Desa matanghaji ,kedua desa Ciawi
gajah dan ketiga desa sedong lor.(Pa Dodo)

Pelda Suhargo : Program SPELING, Dekatkan Layanan Kesehatan Spesialis ke Pelosok Desa

Wonogiri - Akses layanan kesehatan yang merata hingga pelosok desa menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Melalui program Spesialis Keliling (SPELING), masyarakat kini tak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk mendapatkan pelayanan medis dari dokter spesialis. Program ini menyasar wilayah pedesaan yang sulit dijangkau, termasuk di Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri.

Dalam pelaksanaan kegiatan yang digelar oleh RS Astrini Wonogiri bersama UPTD Puskesmas I Purwantoro, kehadiran Babinsa menjadi bagian penting yang tak bisa dipisahkan. Pelda Suhargo personil TNI dari Koramil 19/Purwantoro, tampak aktif mendampingi jalannya kegiatan bersama Aiptu Hari dari Polsek Purwantoro.

Peran TNI dalam kegiatan ini bukan hanya sebatas pengamanan, tetapi turut membantu koordinasi antara tim medis dan perangkat desa, memastikan informasi layanan sampai ke masyarakat, serta membantu warga dalam proses pemeriksaan.

"Kami ingin memastikan masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari layanan ini. Mulai dari kehadiran dokter spesialis hingga proses pemeriksaannya harus berjalan lancar," ungkap Pelda Suhargo.

Adapun layanan yang diberikan dalam program SPELING meliputi Poli ObGyn (Kandungan dan Kebidanan), Poli Penyakit Dalam, Poli Kejiwaan, dan Poli Paru. Layanan ini langsung diberikan di balai desa atau fasilitas kesehatan terdekat di desa, sehingga warga tidak perlu repot menuju rumah sakit di kota.

Siti Marwani dari Dinas Kesehatan Wonogiri menyampaikan bahwa program SPELING merupakan inisiatif dari Gubernur Jawa Tengah, yang bertujuan untuk menghadirkan keadilan layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.

"Program ini adalah bentuk komitmen pemerintah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat layanan medis," jelasnya.

Sinergi antara tenaga medis, aparat TNI dan Polri, serta perangkat desa menjadi kunci sukses kegiatan ini. Keberadaan Babinsa seperti Kopka Deni menunjukkan bahwa TNI tidak hanya hadir dalam konteks pertahanan, tetapi juga aktif dalam mendukung kesejahteraan rakyat, salah satunya di bidang kesehatan.

Dengan peran aktif Babinsa dalam program SPELING, harapan akan tercapainya pelayanan kesehatan yang menyentuh seluruh penjuru desa kini semakin nyata.  

Penulis : Arda 72

TNI Dampingi Petugas Berikan Pelatihan Kepada Petani Milenial

Wonogiri – Guna meningkatkan kesehatan ternak dan kesejahteraan peternak melalui penyediaan pakan yang bernutrisi dan murah dengan memanfaatkan potensi local, Babinsa secara rutin mendampingi petugas BPP memberikan sosialisasi kepada masyarakat peternak tentang cara mencegah dan mengatasi penyakit hewan, serta memberikan pelatihan pembuatan pakan fermentasi untuk menghemat biaya dan meningkatkan kualitas pakan ternak.

Pelda Sriyadi dan Serda Yulianto Babinsa Koramil 13/Pracimantoro Kodim 0728/Wonogiri hadir mendampingi petugas BPP memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada petani milenial bertempat di  Balai Penyuluhan Pertanian Mintoharjo Pracimantoro Kecamatan Pracimantoro. Kamis (9/10/2025).

Pelda Sriyadi menjelaskan bahwa tujuan penyuluhan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam memproduksi pakan fermentasi yang ramah lingkungan. "Pakan fermentasi ini dapat mengurangi biaya operasional peternakan dan bertahan hingga enam bulan. Diharapkan para peternak memanfaatkan teknologi ini untuk mendukung keberlanjutan peternakan mereka," ujarnya.

Lebih lanjut, kegiatan ini membantu peternak mengatasi kekurangan pakan di musim kemarau maupun penghujan, sehingga usaha peternakan semakin maju dan produktif. Harap Pelda Sriyadi.

Penulis : Arda 72

Desa Matanghaji di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, telah berkembang menjadi destinasi wisata terbaik pertama yang menarik. Di bawah kepemimpinan Kuwu Rusnandi, desa ini telah mengalami perubahan signifikan dengan pembangunan berbagai fasilitas wisata, Seperti kolam Renang dengan pemandangan pegunungan dan pepohonan Rindang

 




Desa Matanghaji di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, telah berkembang menjadi destinasi wisata terbaik pertama yang menarik. Di bawah kepemimpinan Kuwu Rusnandi, desa ini telah mengalami perubahan signifikan dengan pembangunan berbagai fasilitas wisata, seperti kolam renang dengan pemandangan pegunungan dan pepohonan rindang. Jumlah pengunjung yang datang cukup tinggi, mencapai 700 orang sehari ujar Kuwu Rusnandi.

Desa Matangaji memiliki potensi wisata yang besar berkat lokasinya yang strategis di dataran tinggi dengan pemandangan alam yang asri pantas menjadi desa wisata terbaik yang pertama, Selain itu, desa ini juga memiliki situs-situs sejarah dan budaya yang bisa dikunjungi pungkas Kuwu Rusnandi.

Beberapa potensi wisata di Desa Matanghaji antara lain

Wisata Alam,Desa Matangaji menawarkan pemandangan alam yang indah dengan latar belakang Gunung Ciremai.

Wisata Religi, Desa ini memiliki 28 situs patilasan dan makam keramat yang bisa dikunjungi ujar Kuwu Rusnandi.

Agrowisata, Pengelolaan peternakan dan pertanian yang maju, termasuk budidaya perikanan dan tanaman padi.

Wisata Edukasi, Kegiatan pelatihan menanam dan mengelola limbah organik untuk mendukung kemandirian pangan.

Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, Desa Matangaji juga menerima bantuan keuangan dari pemerintah kabupaten untuk pembangunan infrastruktur dan pengembangan pariwisata. Kuwu Rusnandi berharap bantuan ini dapat meningkatkan PAD desa dan menjadi contoh bagi desa-desa lain tutur kuwu Rusnandi.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon Resmi Serahkan 30 Sertifikat desa wisata baru Tahun 2025 sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kunjungan wisatawan domestik.

Acara penyerahan sertifikat wisata Baru berlangsung di halaman lapangan Desa matangaji 8/10/2025 pukul 09:30 wib
Yang di hadiri oleh sekdis pariwisata,kabid pariwisata kabupaten Cirebon,korpinda ,para kepala Desa .

Daftar desa yang Menerima Sertipikat Desa Wisata Baru Tahun 2025 Desa Kebarepan,Desa Jamaras kidul ,Desa kedondong kidul desa luwimundingding, desa dukuh puntang ,desa citemu,desa klayan ,desa bode lor ,desa
Sindangwangi,desa waled ,desa wanasaba kidul,desa karang suwung,desa bandengan ,desa geyongan ,desa Cisaat dukuh puntang,desa sarabahu,desa cisaat waled ,desa Karangsari ,desa ciledug wetan, pekantingan,desa japura,desa gebang mekar,desa balarante,desa lemahtamba,desa kanci kulon,desa megu cilik,desa cipanas.


Dan ada tiga Desa Wisata yang mendapatkan gelar peringkat desa wisata terbaik yakni Desa wisata terbaik pertama di Raih desa
Desa matanghaji ,kedua desa Ciawi
gajah dan ketiga desa sedong lor.

kuwu kebarepan UDI Haryoto " saya ucapkan selamat dan sukses kepada desa wisata yang baru terpilih di Tahun 2025 ini semoga ke depan bisa menggali potensi-potensi yang ada di desanya masing-masing untuk dijadikan desa wisata kepada pemerintah bisa mengembangkan ke destinasi wisata yang lainnya ujar nya
sekdis pariwisata menyampaikan, bahwa desa-desa wisata tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata.((Babil))

Warga pasir putih barat terima kompensasi dampak perpanjangan sewa lahan menara telekomunikasi


Rohul  – Menindaklanjuti instruksi langsung Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dampak keberadaan menara telekomunikasi di kawasan Jalan Syekh Ismail, Desa Pematang Berangan, Kecamatan Rambah.

Bupati Anton memerintahkan langsung kepada Kepala Dinas Kominfo untuk menugaskan Tim Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) agar turun ke lapangan mengumpulkan fakta dan informasi terkait kondisi warga di sekitar radius menara, serta memfasilitasi proses mediasi antara masyarakat dan pihak perusahaan pengelola, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel).

Langkah cepat tersebut membuahkan hasil. Pada Selasa, 8 Juli 2025, telah dilaksanakan musyawarah mediasi resmi di ruang Video Conference Dinas Kominfo Rohul antara warga RT 01 RW 01 Dusun Pasir Putih Barat, Desa Pematang Berangan, dengan pihak PT Dayamitra Telekomunikasi selaku pemilik menara yang berlokasi di Jalan Syekh Ismail.

Rapat mediasi tersebut menghasilkan beberapa keputusan penting, di antaranya Warga Pasir Putih Barat menerima perpanjangan sewa lahan dengan batas waktu tertentu dan warga akan diberikan kompensasi atas dampak yg ditimbulkan.

Sebagai tindak lanjut dari hasil mediasi tersebut, pada Selasa, 7 Oktober 2025, dilakukan penyerahan uang tali asih secara resmi dari PT Dayamitra Telekomunikasi kepada perwakilan masyarakat yang diwakili Hombang Matua Siregar, bertempat di Pasir Pengaraian.

Penyerahan ini dituangkan dalam Berita Acara Serah Terima dan turut disaksikan oleh Kabid IKP Diskominfo Rokan Hulu, Dr. Rudy Fadrial, S.Sos., M.Si, serta Kasi Pelayanan Desa Pematang Berangan, Indrasid Mega Nanda.

Dalam berita acara tersebut, Hombang Matua Siregar menyatakan siap mendistribusikan dana talih asih tersebut untuk kepentingan masyarakat di sekitar radius tower sesuai kesepakatan bersama.

Kabid IKP Diskominfo Rohul, Dr. Rudy Fadrial, menyampakan bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemkab Rohul di bawah kepemimpinan Bupati Anton untuk memastikan setiap permasalahan yang melibatkan masyarakat dan pihak swasta diselesaikan secara adil dan transparan.

"Kami melaksanakan instruksi langsung Bupati Anton untuk memastikan tidak ada masyarakat yang dirugikan akibat keberadaan infrastruktur telekomunikasi.
Diantaranya adalah:
1. Hak masyarakat luas atas akses telekomunikasi 
2. Hak masyarakat untuk dapat berusaha
3. Hak masyarakat untuk mendapatkan jaminan perlindungan keamanan dan kenyamanan
 Mediasi ini diharapkan menjadi contoh penyelesaian yang bermartabat dan berbasis musyawarah," ujar Dr. Rudy Fadrial.

Dengan selesainya proses mediasi dan penyerahan talih asih ini, diharapkan hubungan antara masyarakat Pasir Putih Barat dan pihak PT Dayamitra Telekomunikasi dapat terus terjalin dengan baik, serta mendukung upaya peningkatan layanan telekomunikasi di Kabupaten Rokan Hulu. 
***Hobbi & Friska***

Polda Sultra Sambut Kunjungan Kerja Komisi III DPR RI



Kendari - Komisi III DPR RI melaksanakan kunjungan kerja di Polda Sultra, Rabu 8 Oktober 2025. Kedatangan Komisi III dipimpin Ketua Tim Dr. Safaruddin Sudding, S.H., M.H dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) beserta sejumlah anggota Komisi lainnya. 

Dalam kesempatan kunjungan kerja Komisi III yang bertempat di Aula Dachara, Kapolda Sultra Irjen Pol. Didik Agung Widjanarko, S.I.K., M.H didampingi oleh Wakapolda Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum, Irwasda Kombes Pol. Hartoyo, S.I.K, M.H serta beberapa pejabat utama dan Kapolres. Turut serta hadir Kajati Sultra, Ka BNNP Sultra dan Plt. Rektor UHO. 

Ketua Tim Komisi III Dr. Safaruddin menyampaikan apresiasi kepada Polda Sultra atas sambutan kunjungan kerja mereka. Dalam rapat tersebut, Ia meminta kepada sejumlah mitra kerja yang berkaitan dengan penegakkan hukum untuk memberikan paparan mereka diantaranya yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan penyelesaian kasus. "Pak Kapolda, Kajati dan Kepala BNN silahkan disampaikan apa kendala-kendala yang dihadapi," ungkap Dr. Safaruddin. 




Kapolda menyampaikan bahwa di tahun 2025 Polda Sultra menggenjot pembangunan infrastruktur seperti gedung Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) dan merencanakan untuk pembangunan Mako Polres Kolaka Timur. 

Selain itu dalam pembangunan infrastruktur, Kapolda menyampaikan bahwa saat ini ada tiga Kabupaten yang belum memiliki Polres diantaranya Kabupaten Muna Barat, Buton Selatan dan Konawe Kepulauan. "Kami berupaya kedepannya agar dibangun satu Kabupaten satu Polres, dan satu Polsek disetiap Kacamatan serta Polsubsektor," ungkap Kapolda. 

Irjen Didik Agung Widjanarko juga menyampaikan bahwa saat ini salah Satu tantangan yang dihadapi petugas adalah beratnya Kerja personel Bhabinkamtibmas, dimana satu orang Bhabin menghandel 3 desa, serta selain itu wilayah perairan Sulawesi Tenggara yang sangat luas Dan dengan kondisi infrastruktur jalanan yang masih Rusak juga menjadi kendala,". Pungkas Kapolda. 

(A. Ifitra)