Berita Terkini

Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Cirebon Gelar Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Cakrabuana

CIREBON – Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polresta Cirebon menggelar Upacara Ziarah dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan (TM...

Postingan Populer

Minggu, 22 Maret 2026

Hari Kedua Layanan Kunjungan Idulfitri 1447 H, Kalapas Pasir Pangarayan Tinjau Langsung Pelayanan



Pasir Pangarayan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan melaksanakan hari kedua layanan kunjungan khusus Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah pada Minggu (22/5/2026). Kegiatan ini berlangsung dengan pengawasan langsung dari Kepala Lapas Pasir Pangarayan, Efendi P. Purba.

Dalam pelaksanaannya, Kalapas didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP) Veazanol Kosuma serta Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Adm Kamtib) Moch. Subhan Zakaria. Mereka turun langsung ke lapangan untuk memastikan pelayanan kunjungan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

Kalapas Pasir Pangarayan, Efendi P. Purba, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan penambahan personel guna mengoptimalkan pelayanan kunjungan khusus Idulfitri. Selain itu, pengamanan juga diperkuat dengan melibatkan unsur TNI, Polri, serta pemadam kebakaran.

“Untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, kami melakukan penambahan personel pada layanan kunjungan Idulfitri. Kami juga bersinergi dengan TNI, Polri, dan pemadam kebakaran guna memastikan keamanan dan kelancaran selama kegiatan berlangsung,” ujar Efendi.

Dengan adanya peningkatan jumlah petugas dan dukungan lintas instansi, layanan kunjungan hari kedua Idulfitri di Lapas Pasir Pangarayan berjalan dengan tertib serta tetap mengedepankan aspek keamanan dan kenyamanan bagi seluruh pengunjung maupun warga binaan.

Adapun total pengunjung dihari kedua layanan kunjungan khusus Idul Fitri adalah sebanyak 1752 orang pengunjung.

(Hobby)

Kodim 0735/Surakarta Bersama Kepolisian & Komponen Masyarakat Laksanakan Patroli Pengamanan di Stasiun Purwosari

Surakarta - Dalam rangka mewujudkan keamanan dan kenyamanan pemudik dan menjaga stabilitas situasi pada arus mudik lebaran tahun 2026, Anggota TNI dari Jajaran Kodim 0735/Surakarta bersama dengan Anggota Kepolisian dan komponen Masyarakat melaksanakan Patroli Pengamanan di Stasiun Purwosari, Kelurahan Purwosari ,Kecamatan Laweyan, Senin (23/03/2026).

Perwira Seksi Operasional (Pasiops) Kodim Kapten inf Tri Sakti Kristiyoso kepada awak media menegaskan kegiatan pemantauan, pengawasan dan keamanan ini untuk memberikan kenyamanan bagi warga masyarakat yang tiba menggunakan transportasi Kereta Api pada lebaran tahun 2026.

"Pengamanan yang kami lakukan ini dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik yang menggunakan sarana jalur angkutan darat khususnya Kereta Api."ujarnya.

Menurut Pasiops untuk saat ini situasi terlihat mulai padat sudah nampak adanya keramaian pemudik yang akan kembali ke daerah tujuan masing-masing dengan menggunakan jasa transportasi Kereta Api.

"Alhamdulilah situasi di Stasiun Purwosari Solo sampai saat ini masih terkendali dan dalam situasi aman."imbuhnya .

"Dan tentunya harapan kami semoga untuk mudik lebaran tahun 2026 ini dapat berjalan dengan aman dan lancar, khususnya di wilayah kota Surakarta."pungkas Pasiops.

Penulis : Arda 72

Babinsa Wonosegoro Turut Siaga di Pos PAM Karanggede, Jaga Kelancaran Arus Lebaran 2026

Boyolali – Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat saat perayaan Idul Fitri 1447 H, Babinsa Koramil 17/Wonosegoro Kodim 0724/Boyolali, Serda Sugeng R, melaksanakan kegiatan pengamanan (PAM) di Pos PAM lampu merah Karanggede, Kabupaten Boyolali, Minggu (22/03/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut difokuskan pada pemantauan arus lalu lintas serta menjaga kondusivitas wilayah, khususnya di titik-titik keramaian. Kehadiran aparat gabungan di lokasi strategis ini menjadi upaya nyata dalam memastikan mobilitas masyarakat, terutama di kawasan pasar dan jalur utama, tetap lancar dan tertib.
Pengamanan ini merupakan wujud sinergitas antara TNI, Polri, dan instansi terkait.

Serda Sugeng R bersama Koptu Imron bahu-membahu personel Polri, petugas Dinas Perhubungan, serta tim kesehatan Kabupaten Boyolali. Kolaborasi ini difokuskan untuk mengantisipasi kemacetan sekaligus memberikan layanan kesehatan darurat bagi pemudik dan warga yang melintas di jalur Suruh–Karanggede–Gemolong.

Sebagai ujung tombak di wilayah binaan, Babinsa tidak hanya melaksanakan penjagaan, tetapi juga aktif memberikan imbauan secara humanis kepada para pengendara agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Pendekatan persuasif ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

Kehadiran aparat di tengah masyarakat terbukti memberikan dampak positif secara psikologis. Selain menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, juga memastikan perayaan Idul Fitri tahun 2026 dapat berjalan dengan lancar dan khidmat tanpa kendala berarti.

"Tugas kami adalah memastikan masyarakat, baik yang mudik maupun yang beraktivitas memenuhi kebutuhan Lebaran, merasa aman dan nyaman. Kami dari Kodim 0724/Boyolali bersama Polri dan instansi terkait akan terus siaga memberikan pelayanan terbaik. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami," tegasnya.

Penulis : Arda 72

Sobur Pemudik Asal Tangerang Dengan Sepeda Ontel Temukan Tempat Nyaman Di Indramayu  





Indramayu,  Sergaptarget Di tengah ramainya arus mudik, kisah berbeda datang dari Sobur (57), seorang pemudik asal Tangerang. Menjelang mudik, di tengah berbagai macam moda transportasi, Sobur memilih sepeda sebagai teman mudiknya. Dia nekad mengayuh sepeda menuju kampung halamannya di Ponorogo, Jawa Timur.

Perjalanan yang sangat panjang dengan tenaga sendiri atau tanpa mesin ini, tentu menguras energi fisik sang sangat luar biasa. Namun, kehadiran layanan di UPPKB Jembatan Timbang Losarang, Kabupaten Indramayu, menjadi tempat istirahat,  membantu para pemudik untuk memulihkan stamina sebelum melanjutkan perjalanannya.

Sobur pun demikian. Sampai di Jembatan Timbang Losarang Kabupaten Indramayu, dia memanfaatkan fasilitas yang tersedia di situ, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga terapi ringan untuk mengatasi rasa lelah.

"Alhamdulillah, kita di sini bisa cek kesehatan. Kalau pegel-pegel kita bisa terapi, bagus juga ada untungnya. Makanya saya langsung rest di sini, tempatnnya sangat nyaman" ujar Sobur saat beristirahat sambil memijiti kakinya.

Sobur mengaku, fasilitas tersebut sangat membantu, terutama bagi pemudik yang menggunakan kendaraan yang mengandalkan tenaga fisik.

"Alhamdulillah dengan adanya ini sangat membantu sekali bagi kita yang mudik pakai kendaraan yang mengeluarkan tenaga," tambahnya.

Tak hanya itu, Sobur juga mengajak para pemudik lainnya untuk memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan, khususnya fasilitas yang disediakan oleh pemerintah daerah.

"Buat teman-teman yang mudik ke arah Indramayu, kalau bisa rest-nya di UPPKB Jembatan Losarang. Di sini fasilitasnya cukup bagus," ajaknya.

Kehadiran pos layanan ini menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah dalam mendukung kelancaran dan kenyamanan arus mudik, sehingga para pemudik dapat melanjutkan perjalanan dengan kondisi yang lebih prima dan aman hingga sampai ke kampung halaman.

(Nana. S)

Mudik Ke Kampung Halaman, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustin Tak Lupakan Makanan Khas Nasi Lengko







Indramayu, Sergaptarget Memasuki Hari kedua idul fitri, warung nasi lengko (makanan khas Indramayu) di bilangan kota Indramayu tiba-tiba ramai Sejumlah mobil bederet dan seluruh penumpang masuk ke dalam kedai sederhana itu.

Rupanya, di situ ada mantan bupati Indramayu, Nina Agustina. Ia bersama koleganya rupanya menyengajakan diri makan di warung nasi lengko tersebut. Lahap, begitulah saat Nina menikmati nasi dicampur sayuran yang sebagian mentah itu.

"Kangen kuliner Indramayu, makanya saya sengaja pengen makan nasi lengko. Kalau di rumah, atau di mana-mana sudah banyak opor ayam daging dan lain-lain," kata Nina, Minggu, 22 Maret 2026.

Nina kebetulan sedang berlebaran bersama keluarga besarnya di kediaman mereka di  Indramayu. Tampak mantan Kapolri Jenderal (Purn) Da'i Bachtiar dan Ibunda Ida Da'i Bachtiar (orang tua Nina Agustina. Lalu ada juga adik kandung Nina Agustina yang kini menjabat Wakapolda Jawa Barat, Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar.

Terkait dengan kondisi saat ini, Nina mengatakan tetap memberikan doa yang terbaik untuk masyarakat Indramayu. Nina berdoa Indramayu ke depan tetus maju dan berkembang agar masyarakat sejahtera.

"Semua sudah berlalu (tidak jadi bupati lagi) tetapi saya tetap sayang dan cinta kepada masyarakat Indramayu. Sebaliknya saya juga minta doa kepada masyarakat agar selalu diberikan kesehatan dan kekuatan," tukas Nina sembari menutup makan nasi lengko dengan es teh tawar kesukaannya.

(Nana. S)

Bupati Lucky Hakim Lepas Pawai Takbir Keliling Idul Fitri 1447H


 




Indramayu,  Sergaptarget Bupati Indramayu Lucky Hakim melepas pawai takbir keliling dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi. Pelepasan takbir keliling ini disambut sukacita oleh umat Islam dari berbagai elemen masyarakat, organisasi keagamaan, kalangan pelajar, mahasiswa, anggota Pramuka rintisan Saka Kominfo, jajaran perangkat daerah dan Forkopimda. 

Dengan bertakbir dan tahmid, ribuan kaum muslimin itu berkeliling menyusuri jalan-jalan protokol Indramayu jumat malam(20/3/26).Suasana malam takbiran pun berlangsung khidmat dan penuh semarak.

Kegiatan pelepasan takbir keliling yang dipusatkan di halaman pendopo Pemkab Indramayu tersebut merupakan momen yang paling dinanti oleh umat Islam dalam menyambut hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Sejak sore, warga masyarakat mulai memadati lokasi sambil membawa obor, kendaraan hias, hingga atribut bernuansa Islami.

Bupati Indramayu dalam sambutannya menegaskan, pawai takbir keliling bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan syiar Islam yang memiliki makna mendalam bagi umat Islam. 

Pawai takbir ini pun mampu mempererat ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah, sekaligus saling menjaga kebersamaan di tengah masyarakat. Sedangkan malam takbiran, dimaknai sebagai momentum kemenangan umat Islam setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan. 

"Malam takbir keliling ini merupakan malam kemenangan. Mari bersama-sama merayakan hari kemenangan dengan penuh khidmat dan kebahagiaan, tetap menjaga ketertiban, serta mengutamakan keamanan selama kegiatan berlangsung", ujarnya. 

Di akhir sambutannya Lucky Hakim mengajak seluruh masyarakat Indramayu untuk menjadikan momentum Idul Fitri sebagai sarana mempererat tali silaturahmi dan menghapus perbedaan. Lucky Hakim juga mengatakan persatuan dan persaudaraan adalah kunci utama dalam membangun daerah yang maju, harmonis, serta sejahtera.

(Nana. S)

Patroli Keamanan Pasca Lebaran, Langkah Nyata Kodim 0735/Surakarta Dalam Menjaga Situasi Tetap Aman Dan Kondusif

Surakarta - Demi terciptanya situasi aman dan kondusif pasca perayaan idul Fitri 1447 H, Kodim 0735/Surakarta melalui Piket Koramil 05/Pasar Kliwon Sertu Sunarto pada hari Sabtu tanggal 21 Maret 2026 pukul 21.00 wib melaksanakan kegiatan patroli bersama Linmas di wilayah Kecamatan Pasar kliwon.

Sertu Sunarto juga menghimbau kepada Warga agar selalu menjaga keamanan lingkungan dan wilayah sekitarnya  serta  mewaspadai orang yang tidak dikenal yang bertamu di malam hari.

"Kegiatan patroli malam selain memberi  himbauan kepada warga,juga untuk menjalin silahturohmi dengan mitra karib yang dapat memberikan informasi untuk mendukung tugas Piket koramil 05/Pasar kliwon di wilayah."tegas Sertu Sunarto .

"Kami berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan  menjaga lingkungan masing masing agar situasi tetap aman dan kondusif."imbuhnya.

"Patroli yang kami laksanakan setiap malam sangat lah berperan penting dalam menciptakan wilayah yang aman  di wilayahnya masing-masing, 
maka pelaksanaan kegiatan patroli wilayah sangat perlu diadakan demi kenyamanan dan terciptanya wilayah yang aman dan Kondusif, terutama setelah perayaan idul Fitri 1447 H ini."pungkas Sertu Sunarto.
  
Penulis : Arda 72

Sabtu, 21 Maret 2026

TNI Bersinergi Memberikan Pengamanan dan Pelayanan Di Pos Pam Lebaran

Wonogiri - Babinsa Koramil 13/Pracimantori Kodim 0728/Wonogiri, Sertu Sajugo bersama tiga rekan Babinsa, melaksanakan Apel kegiatan PAM lebaran 1447 H / 2026 di Pos PAM Lebaran Kecamatan Pracimantoro, pada Sabtu (21/3/2026) malam. 

Sertu Sajugo mengungkapkan, Pengamanan ini dilakukan agar masyarakat tetap aman dan nyaman dalam melqksanakan perjalanan. Sehingga, tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

"Kita berjaga di Pos Pengaman ini merupakan sebagian dari Pos yang lainnya yang tersebar di wilayah dimana Pos yang di gelar bersama Polres Wonogiri guna menciptakan kondisi wilayah yang ada di kabupaten Wonogiri tepat nya di Pos PAM Lebaran di Pasar Pracimantoro dalam merayakan Lebaran bisa aman dan kondusif," ujarnya. 

Di tempat terpisah Danramil 13/Pracimantoro Kapten Cba Oyon menyampaikan, "Kami telah menurunkan personel Babinsa untuk ikut dalam pengamanan pos pengamanan arus mudik lebaran, untuk personel yang melaksanakan pengamanan merupakan anggota gabungan dari Koramil secara bergantian setiap harinya selama pengamanan di Pos Pam mudik Lebaran tahun 2026 ini.

"Saya juga berpesan kepada para Babinsa yang melaksanakan pengamanan di pos Pam Mudik lebaran agar selalu menjaga Kesehatan agar bisa melaksanakan tugas dengan baik," tutup Danramil.

Penulis : Arda 72

“Kini Tak Perlu Lagi Memutar”: Kesaksian Warga di Balik Hadirnya Jembatan Sungai Tuntang

Grobogan-Pagi itu, suasana di tepian Sungai Tuntang, Desa Ngombak, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, terasa berbeda. Warga dari Desa Ngombak dan Desa Kentengsari berkumpul menyaksikan sebuah momen yang telah lama mereka tunggu. Di hadapan mereka kini berdiri sebuah jembatan gantung yang kokoh, membentang di atas aliran Sungai Tuntang yang selama ini memisahkan kehidupan dua desa.

Bagi sebagian orang, jembatan sepanjang sekitar 80 meter itu mungkin hanya terlihat sebagai sarana penghubung biasa. Namun bagi warga di dua desa tersebut, jembatan itu adalah jawaban atas penantian panjang yang telah berlangsung puluhan tahun.

Sekretaris Desa Kentengsari, Wartoyo, mengaku masih sulit menyembunyikan rasa harunya ketika melihat jembatan itu akhirnya berdiri. Selama ini, Sungai Tuntang menjadi penghalang utama mobilitas warga, terutama ketika musim hujan tiba.

"Terima kasih telah dibangun jembatan ini. Warga sudah berpuluh-puluh tahun menunggu adanya jembatan ini," kata Wartoyo dengan nada penuh syukur.

Ia mengenang bagaimana dahulu masyarakat harus berjuang untuk sekadar menyeberangi sungai. Warga pernah membuat rakit sederhana yang ditarik secara manual menggunakan tali dari dua sisi sungai. Namun cara itu tetap penuh risiko dan tidak selalu bisa digunakan.

Sebelumnya warga pernah memakai rakit yang ditarik manual untuk menyeberangi. Apabila arus sungai deras, rakit tidak bisa dipakai. Sekarang dengan adanya jembatan ini akses warga jadi jauh lebih mudah.

"Semoga bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitar sini," ungkap Wartoyo.

Cerita serupa disampaikan Daryanto warga Kentengsari, salah seorang warga yang telah lama tinggal di kawasan tersebut. Ia menuturkan bahwa sebelum jembatan dibangun, wilayah itu seperti terisolasi oleh Sungai Tuntang.

"Sudah berpuluh-puluh tahun daerah ini seperti terisolir. Dulu ada perahu penyeberangan manual, tapi sudah hanyut terbawa arus," ungkapnya.

Akibat tidak adanya jembatan, warga yang ingin menuju Desa Ngombak atau sebaliknya harus memutar jauh melalui Kecamatan Kedungjati. Perjalanan yang sebenarnya dekat itu berubah menjadi rute panjang yang melelahkan.

Daryanto mengungkapkan bila lewat Kedungjati jaraknya bisa sampai sekitar 12 kilometer. Perjalanan bisa 20 menit lebih hanya untuk sampai ke Ngombak. Kini bisa ditempuh hanya sekitar 5 menit.

Kondisi tersebut juga dirasakan oleh anak-anak sekolah. Setiap hari mereka harus menempuh perjalanan lebih jauh karena tidak adanya jalur langsung yang menghubungkan dua desa.

"Sekarang anak-anak sekolah bisa lewat sini, tidak perlu mutar jauh lagi ke Kedungjati," lanjutnya.

Keberadaan jembatan tersebut kini menjadi harapan baru bagi masyarakat. Selain memudahkan akses pendidikan, jembatan juga mempercepat aktivitas para petani yang selama ini harus memutar jauh untuk menuju lahan pertanian mereka.

Program pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari Program Jembatan Garuda yang digagas TNI Angkatan Darat untuk membantu membuka akses wilayah yang terisolasi. Di wilayah Kodam IV/Diponegoro, program tersebut diwujudkan melalui pembangunan 39 jembatan yang tersebar di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dari jumlah tersebut, 13 jembatan telah selesai dibangun, sementara 26 jembatan lainnya masih dalam proses pengerjaan oleh prajurit TNI bersama masyarakat. Pembangunan jembatan tersebut terdiri dari 20 jembatan Armco, 17 jembatan gantung, serta dua jembatan Bailey di berbagai wilayah Kodim jajaran Kodam IV/Diponegoro.

Launching program pembangunan Jembatan Garuda dilaksanakan secara serentak oleh Kasad di berbagai daerah. Di wilayah Kodam IV/Diponegoro, kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han. dari lokasi Jembatan Gantung Sungai Tuntang di Desa Ngombak.

Kini, jembatan yang menghubungkan Desa Ngombak dan Desa Kentengsari itu tidak hanya memperpendek jarak, tetapi juga membuka peluang baru bagi kehidupan masyarakat. Sedikitnya 1.073 kepala keluarga atau sekitar 6.418 jiwa kini merasakan manfaat dari hadirnya akses penghubung tersebut.

Bagi warga, jembatan itu bukan sekadar bangunan yang melintang di atas sungai. Ia adalah jalan baru menuju sekolah, ladang, pasar, dan masa depan yang lebih baik—sebuah penghubung harapan yang akhirnya hadir setelah penantian panjang selama puluhan tahun. 

Penulis : Arda 72

Ramah & Humanis, Anggota Kodim 0735/Surakarta Amankan Pelaksanaan Sholat Idul Fitri

Surakarta - Anggota Kodim 0735/Surakarta dengan penuh semangat melaksanakan tugas pengamanan sekaligus membantu warga masyarakat yang akan melaksanakan Sholat Idul Fitri 1447 H, Sabtu (21/3/2026).

Perwira Seksi Operasional (Pasiops) Kodim Kapten inf Tri Sakti Kristiyoso menegaskan Kegiatan pengamanan dilakukan di sekitar Pos Pengamanan (Pos Pam) Mandiri yang digelar oleh Kodim 0735/Surakarta sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat, khususnya saat meningkatnya aktivitas warga menuju lokasi pelaksanaan sholat Idul Fitri.

"Para personel dengan sigap membantu warga, mulai dari anak-anak hingga lansia, untuk menyeberang jalan dengan aman di tengah arus lalu lintas yang cukup padat."tegasnya.

"Selain membantu penyeberangan, anggota Kodim juga tetap melaksanakan pemantauan situasi guna memastikan kondisi wilayah tetap aman dan kondusif selama pelaksanaan ibadah berlangsung."imbuhnya.

Kehadiran anggota TNI ini pun mendapat apresiasi dari masyarakat karena memberikan rasa aman dan nyaman.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian TNI AD kepada masyarakat, khususnya dalam memberikan rasa aman serta mendukung kelancaran pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri.

Penulis : Arda 72