Berita Terkini

Wujudkan Kondusifitas Dan Kamtibmas Piket koramil 03/Serengan Lakukan Patroli Rutin Malam Hari

Surakarta - Piket Koramil 03/Serengan Kodim 0735 Surakarta Serma Rumbawa mengajak satlinmas untuk melaksanakan giat patroli pada malam ...

Postingan Populer

Sabtu, 25 April 2026

Piket Koramil 04/Jebres Gencar Patroli Malam Guna Tercipta Wilayah Aman Dan Terkendali

Surakarta - Piket Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Sertu Watono melaksanakan Patroli malam guna terciptanya wilayah yang aman terkendali di wilayah Kecamatan Jebres Kota Surakarta, Jum,at (24/04/2026) Pukul 21.00 Wib.

Dikatakan Sertu Watono pelaksanaan patroli tersebut dilaksanakan di wilayah keramaian dan obyek vital yang berada di wilayah Kecamatan Jebres Kota Surakarta.

"Kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna menciptakan lingkungan yang aman dan terkendali serta hal tersebut senantiasa dilaksanakan demi memastikan dan mengecek langsung kondisi wilayah di saat malam hari."pungkas Sertu Watono.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Jumat, 24 April 2026

Tekan Penyakit Masyarakat, Polresta Cirebon Rutin Gelar Ops Pekat dan Amankan Ratusan Botol Miras


CIREBON- Tak berkutik saat digerebek aparat, lima penjual minuman keras (miras) ilegal di wilayah Kabupaten Cirebon akhirnya hanya bisa pasrah ketika ratusan botol dagangannya disita polisi dalam operasi penyakit masyarakat (pekat).

Razia yang digelar Sat Res Narkoba Polresta Cirebon pada Kamis (23/4/2026) siang itu menyasar sejumlah titik di Kecamatan Lemahabang dan Plumbon.

Dari operasi tersebut, polisi berhasil mengamankan total 187 botol miras dari berbagai jenis.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama menjelaskan, bahwa operasi ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menekan peredaran miras ilegal di wilayah hukumnya.

“Kegiatan Ops Pekat Razia Miras di wilayah hukum Polresta Cirebon dilaksanakan oleh Sat Res Narkoba Polresta Cirebon,” ujar Imara Utama saat diwawancarai media, Kamis (23/4/2026).

Dalam razia tersebut, petugas mendatangi sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat penyimpanan sekaligus penjualan miras tanpa izin.

Para penjual yang terjaring pun tak dapat mengelak saat polisi menemukan barang bukti dalam jumlah besar.

Dari tangan lima pelaku, polisi menyita berbagai jenis miras pabrikan seperti anggur merah, anggur putih, hingga bir, serta miras tradisional jenis ciu yang dikemas dalam botol plastik.

"Jumlah barang bukti yang disita yaitu 89 botol miras pabrikan berbagai merek dan 98 botol miras tradisional jenis ciu,” ucapnya.

Modus yang digunakan para pelaku tergolong sederhana, yakni memperjualbelikan minuman beralkohol tanpa izin resmi.

“Modus operandi yaitu jual beli minuman beralkohol tanpa izin,” jelas dia.

Berdasarkan data yang dihimpun, salah satu pelaku bahkan menyimpan puluhan botol miras tradisional di rumahnya.

Sementara pelaku lainnya kedapatan menjual miras pabrikan dalam berbagai merek tanpa legalitas.

Di lokasi penggerebekan, petugas tampak membuka kardus demi kardus berisi botol miras.

Beberapa botol diperiksa langsung, sementara lainnya didata sebagai barang bukti.

Selain penyitaan, polisi juga langsung melakukan pendataan serta interogasi terhadap para pelaku di tempat.

“Tindakan yang dilakukan yaitu mengamankan barang bukti, melakukan pendataan dan interogasi terhadap pemilik, membuat surat pernyataan, serta menindak dengan tipiring,” katanya.

Para pelaku pun diwajibkan membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.

Sementara itu, proses hukum terhadap mereka dilakukan melalui tindak pidana ringan (tipiring).

Polresta Cirebon memastikan operasi serupa akan terus digencarkan guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif, sekaligus menekan peredaran miras ilegal yang kerap menjadi pemicu gangguan kamtibmas di masyarakat.

Sensus Ekonomi 2026 Indramayu Akan Dimulai, Kadiskominfo Berharap Responden Jujur Dalam Mengisi Data




 
Indramayu,  Sergaptarget.com Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indramayu bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu menggelar rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, Kamis (23/4/26).
‎Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Indramayu, Suwenda, didampingi Kepala Bidang Statistik dan Persandian, Kiky Nurhakiky. Rakor dilakukan sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan BPS dalam mendukung kelancaran program strategis nasional di bidang statistik.
‎Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah agenda penting, di antaranya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan berlangsung pada bulan Mei hingga Agustus 2026. Sensus ini akan mencakup seluruh pelaku usaha di Kabupaten Indramayu, mulai dari skala mikro hingga besar, guna memperoleh gambaran menyeluruh aktivitas perekonomian daerah.
‎BPS Kabupaten Indramayu bersama Pemerintah Daerah juga akan menguatkan kampanye publik bertajuk “Indramayu Jujur Berdata”. Hal ini dilakukan guna mendorong para pelaku usaha memberikan data yang jujur dan akurat. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
‎Selain itu, BPS juga akan melaksanakan program Pembinaan “Desa Cantik” Cinta Statistik (Desa Cinta Statistik) di tiga desa wilayah Kecamatan Sindang, yakni Desa Dermayu, Terusan, dan Panyindangan Kulon. Program ini akan dilaksanakan secara kolaboratif bersama Diskominfo, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta Bappeda Kabupaten Indramayu.
‎Dalam kesempatan yang sama, turut dibahas pelaksanaan Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) Tahun 2026 yang saat ini sedang berjalan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP). Evaluasi ini bertujuan untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Statistik (IPS) Kabupaten Indramayu.
‎Kepala Diskominfo Indramayu, Suwenda menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 ini. Menurutnya, data yang akurat sangat penting sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang efektif dan berkelanjutan.
‎“Kami mendukung penuh suksesnya Sensus Ekonomi 2026 agar mampu memotret seluruh aktivitas ekonomi di Kabupaten Indramayu secara komprehensif,” ujarnya.
Suwenda berharap, responden yang disensus memberikan jawaban yang jujur, karena jawaban responden menjadi modal untuk menyusun kebijakan pemerintah terhadap daerah yang disensus.

‎Kegiatan koordinasi ini dihadiri perwakilan BPS Kabupaten Indramayu, di antaranya Akhmad Sugandi dan Yoyok Sandi dari tim kerja sama dan koordinasi kelembagaan serta Anggit Oktilasari sebagai Ketua Tim Desa Cantik.
‎Melalui koordinasi dan kolaborasi yang solid, diharapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Indramayu dapat berjalan sukses dan menghasilkan data yang berkualitas untuk mendukung pembangunan daerah.
(Nana. S)

Atasi TPA Overload, Kodim 0735/Ska Gerakkan Strategi Integratif  Kelola Sampah di Kota Surakarta

Surakarta - ​Kota Surakarta saat ini menghadapi tantangan serius terkait manajemen limbah padat. Fokus utama tertuju pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, yang telah melampaui kapasitas idealnya (overload). 

Berdasarkan data riset lingkungan, komposisi sampah harian di Surakarta didominasi oleh sampah organik yang mencapai kisaran 60-70%, sementara sisanya merupakan sampah anorganik seperti plastik dan kertas. Volume sampah yang masuk ke TPA setiap harinya memerlukan intervensi kreatif agar tidak hanya bertumpuk menjadi polutan.

Menjawab tantangan itu, Kodim 0735/Surakarta hadir sebagai katalisator dengan strategi integratif penanganan sampah, mulai dari edukasi di tingkat rumah tangga hingga pengolahan inovatif di hilir.

​Dalam kerangka tugas operasi militer selain perang (OMSP), Komando Distrik Militer (Kodim) 0735/Surakarta hadir sebagai katalisator dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat, Keterlibatan TNI dalam isu lingkungan ini merupakan bentuk implementasi kemanunggalan TNI dengan rakyat untuk menjaga stabilitas kesehatan dan kebersihan wilayah.

Langkah ini sejalan dengan penekanan Presiden Prabowo Subianto bahwa penanganan sampah bukan sekadar isu lingkungan, melainkan bagian strategis dari ketahanan nasional dan kesehatan masyarakat. Kebijakan pemerintah pusat saat ini mendorong akselerasi pengelolaan sampah yang komprehensif, mengingat akumulasi limbah yang tidak terkelola dapat menjadi bom waktu bagi ekosistem perkotaan.

Saat dikonfirmasi aak media, Kamis (23/04/2026) Dandin 0735/Surakarta Letkol Inf Arief Handoko Usman, S.H., menegaskan upaya konkret yang dilakukan oleh Kodim 0735/Surakarta diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat. Salah satu personel Kodim 0735/Surakarta yakni Pelda Rudi, berperan aktif dalam memberikan edukasi terkait penanganan sampah yang tepat.

"Kegiatan sosialisasi ini menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari tingkat RT/RW hingga komunitas lingkungan, dengan pendekatan komunikatif dan partisipatif."tuturnya.

"Penanganan sampah ditekankan dimulai dari hulu, yaitu dari sumber sampah itu sendiri. Masyarakat didorong untuk melakukan pemilahan sampah sejak awal menjadi dua kategori utama, yaitu sampah organik dan anorganik. Pemilahan ini menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas proses pengolahan selanjutnya serta mengurangi beban TPA."tegas Dandim.

"Untuk Sampah anorganik, seperti plastik, botol, dan kertas, kita arahkan untuk dikelola melalui sistem bank sampah. Melalui mekanisme ini, masyarakat dapat menabung sampah yang memiliki nilai ekonomis, sehingga selain mengurangi limbah, juga memberikan manfaat finansial. Bank sampah menjadi instrumen penting dalam membangun ekonomi sirkular berbasis masyarakat."ujarnya.

"Sementara itu, sampah organik dikelola melalui fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) Mojosongo. Di lokasi ini, sampah organik diolah menjadi berbagai produk bernilai guna, seperti kompos, maggot (larva lalat Black Soldier Fly), kasgot (bekas maggot), serta Pupuk Cair Organik (PCO). Pengolahan ini tidak hanya mengurangi volume sampah secara signifikan, tetapi juga menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian dan kegiatan ekonomi lokal."imbuh Dandim.

Lebih lanjut Dandim menegaskan peran Kodim 0735/Surakarta dalam dinamika lingkungan di Surakarta membuktikan bahwa penanganan sampah memerlukan kolaborasi lintas sektoral yang kuat. Dengan mengedepankan metode pemilahan di hulu dan pengolahan inovatif di hilir (seperti di TPS3R Mojosongo), permasalahan sampah di Surakarta dapat diurai secara bertahap.

"​Inisiatif ini tidak hanya mendukung program pemerintah pusat, tetapi juga memberikan edukasi bagi masyarakat bahwa melalui tata kelola yang tepat, sampah dapat diubah menjadi berkah. Kesadaran kolektif untuk memilah dan mengolah adalah kunci utama dalam mewujudkan Kota Surakarta yang bersih, sehat, dan berkelanjutan."pungkas Dandim.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Lapas Pasir Pangarayan Lakukan Koordinasi dengan BPJS Kesehatan Terkait Rencana Kerja Sama Layanan Kesehatan


Pasir Pengaraian - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan melaksanakan kegiatan koordinasi dengan pihak BPJS Kesehatan dalam rangka membahas rencana kerja sama layanan kesehatan bagi warga binaan pada Jumat (24/4/2026).

Kegiatan koordinasi tersebut dilaksanakan oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik), Andi Rahman, Kepala Subseksi Perawatan, Jaya Harsa, serta petugas klinik lapas. Pertemuan ini bertujuan untuk menyelaraskan pemahaman terkait mekanisme dan persyaratan administrasi dalam pengajuan kerja sama pelayanan kesehatan.

Dalam kegiatan tersebut dilakukan diskusi dan pertukaran informasi mengenai prosedur yang berlaku, termasuk tahapan yang perlu dipenuhi dalam proses pengajuan kerja sama sesuai ketentuan.

Kasi Binadik dan Giatja Lapas Pasir Pangarayan, Andi Rahman, mewakili Kalapas Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya awal dalam menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait. “Koordinasi ini kami lakukan sebagai langkah awal untuk memahami prosedur dan persyaratan yang harus dipenuhi dalam pengajuan kerja sama layanan kesehatan, sehingga ke depan dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Melalui kegiatan koordinasi ini, diharapkan proses komunikasi antara Lapas Pasir Pangarayan dan BPJS Kesehatan dapat berjalan dengan baik sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan layanan kesehatan di lingkungan lapas.
***Friska Dan Hobbi ***
Uploaded Image

Kamis, 23 April 2026

Kondisi Rumah Warga di Kaliwiro Memprihatinkan, Diharapkan Perhatian Pemerintah



Wonosobo, Seorang warga berstatus janda dengan dua anak, Susiam binti Harjosutresno, yang tinggal di Dusun Jatiwera RT 01 RW 06, Kelurahan Kaliwiro, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo, dilaporkan berada dalam kondisi memprihatinkan dan membutuhkan perhatian dari pemerintah daerah, (23/4/2026).

Berdasarkan hasil peninjauan lapangan oleh Tim KJN, kondisi rumah yang ditempati saat ini mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian belakang bangunan yang telah ambrol. Saat hujan turun, air dengan mudah masuk ke dalam rumah sehingga mengganggu kenyamanan dan keselamatan penghuni.

Diketahui, pada tahun 2013 rumah tersebut pernah menerima bantuan program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Namun, bantuan yang diterima dinilai belum sepenuhnya mencukupi untuk menjadikan rumah tersebut layak huni secara menyeluruh.

Dalam pelaksanaannya, bantuan tersebut berupa penambahan dinding bagian atas menggunakan batako, pemasangan kusen pintu dan daun pintu berbahan kayu, serta perbaikan sebagian struktur bangunan. Sementara itu, kondisi lantai dan beberapa bagian lain masih bersifat tambal sulam dan belum mendapatkan perbaikan maksimal.


Sejak bantuan awal tersebut, hingga kini belum ada bantuan lanjutan yang diterima, meskipun pihak kelurahan disebut telah beberapa kali melakukan pendataan dan dokumentasi sejak tahun 2021.

Susiam berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Wonosobo, khususnya instansi terkait, agar dapat memberikan bantuan perbaikan rumah layak huni sesuai dengan kebutuhan dan anggaran yang tersedia.

“Kami berharap ada bantuan nyata untuk memperbaiki rumah agar lebih layak ditempati,” ungkapnya.

Tim KJN juga mendorong adanya tindak lanjut dari pemerintah daerah agar program bantuan sosial, khususnya perbaikan RTLH, dapat tepat sasaran dan terealisasi sesuai dengan kondisi di lapangan.

Dengan adanya perhatian dan langkah konkret dari pemerintah, diharapkan kondisi hunian warga yang membutuhkan dapat segera diperbaiki sehingga tercipta lingkungan tempat tinggal yang aman, sehat, dan layak huni.pungkasnya

(TIM KJN ARIFIN/ST )


Satreskrim Polres Indramayu Berhasil Ringkus Tiga Pelaku Pengeroyokan Berujung Maut



Indramayu, Sergaptarget.com Dugaan kasus penganiayaan berat yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Mekarjati, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Minggu dini hari (19/4/2026).

‎Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa korban inisial CPO (25), warga Desa Cipaat, Kecamatan Bongas, meninggal setelah dikeroyok oleh tiga orang terduga pelaku.

‎”‎Atas kejadian tersebut, pihak kepolisian bergerak cepat. ‎Satuan Reserse Kriminal Polres Indramayu Polda Jabar berhasil mengamankan para terduga pelaku yang kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mako Polres Indramayu untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya Kamis (23/4/2026)

‎‎Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Muchamad Arwin Bachar, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

‎‎“Kasusnya saat ini tengah ditangani dengan dugaan tindak pidana pengeroyokan dan atau penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262 Jo 466 KUHPidana,” kata AKP Muchamad Arwin Bachar.

‎‎Berdasarkan laporan kepolisian, kronologi kejadian bermula Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, korban diketahui baru saja selesai meminum minuman keras di sebuah coffe shop.

‎‎Saat hendak menuju area parkir, korban terlibat cekcok dengan salah satu pelaku bernama H A. Situasi memanas hingga korban sempat memukul H A.

‎‎H A kemudian mencoba mengajak korban menuju kantor polisi untuk membuat laporan, namun korban menolak dan berusaha melarikan diri dari lokasi.

‎‎H A pun mengejar korban sambil melemparkan botol minuman keras, namun lemparan tersebut meleset. Tidak berhenti di situ, H A juga menarik sepeda motor korban.

‎‎Di saat bersamaan, rekan H A yakni inisial R, menghubungi inisial B yang saat itu berada di sebuah minimarket terdekat.

‎‎R memberitahukan bahwa H A dipukul oleh korban. Mendengar kabar tersebut, B dan R merasa tidak terima dan langsung bergegas menuju tempat kejadian.

‎‎Setibanya di lokasi, B mendapati H A sedang terlibat perkelahian dengan korban. Tak lama kemudian, korban jatuh ke tanah. Dalam kondisi tidak berdaya, H A, B, dan R secara bersama-sama melakukan penganiayaan terhadap korban menggunakan tangan kosong dan kaki.

‎‎Akibat penganiayaan tersebut, korban jatuh tidak sadarkan diri di lokasi. Melihat kondisi korban, ketiga pelaku langsung melarikan diri meninggalkan tempat kejadian.

‎‎Kini, ketiga terduga pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian.

‎Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi untuk melengkapi berkas penyidikan, termasuk bapak kandung korban, yang melaporkan kejadian tersebut. Kasus ini masih dalam pendalaman petugas untuk mengungkap motif detail di balik aksi kekerasan yang berujung maut tersebut.

(Nana. S)

Yakinkan Kesiapan, Dandim 0735/Surakarta Cek Lokasi TMMD Sengkuyung Tahap II Ta.2026 di Wilayah Kelurahan Mojosongo

Surakarta - Komandan Kodim 0735/Surakarta Letkol Inf Arief Handoko Usman, S.H., meninjau langsung kesiapan pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa ( TMMD ) Sengkuyung Tahap II di Ds Krajan RT 2, RT 4 RW 01 Kelurahan Mojosongo Jebres Surakarta. Selasa ( 21/04/2026 ).

Di dampingi Danramil 04/Jebres Lettu Cba Bambang. S dan Babinsa Mojosongo Serka Maryadi dan Sertu Joko Widigno, Dandim 0735/Surakarta langsung cek kesiapan di Lokasi TMMD yang rencana akan di buka besuk hari Rabu 22 April 2026. 

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0735/Surakarta mengapresiasi semangat prajurit TNI dan kelompok Masyarakat (Pokmas) dalam menyambut pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap II Ta. 2026 di wilayah kecamatan Jebres

TMMD Sengkuyung di lokasi tersebut mengerjakan perbaikan talud beton bertulang Volume 100 M dan tinggi 3,5 M. Mengingat estimasi waktu pengerjaan sangat terbatas maka dari itu pekerjaan tersebut harus selesai sesuai target yang telah di jadwalkan.

Dandim 0735/Surakarta menyampaikan dalam pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap II Ta. 2026 untuk pengerjaan dimaksimalkan dan Poskotis, Dapur Umum dan kebersihan wilayah yang akan dikunjungi dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.

"Tetap semangat dalam bekerja dan bertugas, dan apabila ada kendala ataupun permasalahan supaya dilaporkan agar segera dicari solusi dan jalan keluarnya."pungkas Dandim.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Kasi Binadik dan Giatja Lapas Pasir Pangarayan Berikan Pengarahan Perdana, Tekankan Penguatan Tupoksi Jajaran


Pasir Pengaraian - Pasca dilantiknya pejabat baru sebagai Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik dan Giatja) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan, Andi Rahman, langsung menggelar kegiatan pengarahan kepada seluruh jajaran di bawah bidang tersebut. Kegiatan berlangsung di Aula Lapas Pasir Pangarayan pada Rabu (22/4/2026).

Pengarahan ini diikuti oleh seluruh petugas yang berada di bawah naungan Seksi Binadik dan Giatja, yang meliputi subbagian Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan (Bimkemas), Kegiatan Kerja, serta Perawatan yang mencakup layanan klinik dan dapur.

Dalam arahannya, Kasi Binadik dan Giatja yang baru menekankan pentingnya penguatan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) di masing-masing lini. Ia mengajak seluruh jajaran untuk terus mempertahankan kinerja yang telah berjalan dengan baik, sekaligus melakukan evaluasi terhadap hal-hal yang masih perlu ditingkatkan.

“Hal-hal yang sudah baik agar terus dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya. Sementara itu, untuk kendala atau kekurangan yang ada, mari kita cari solusi bersama melalui komunikasi dan koordinasi yang efektif,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran semakin meningkatkan sinergi antar subseksi guna mendukung optimalisasi pembinaan warga binaan serta pelaksanaan kegiatan kerja yang produktif dan berkelanjutan. Setiap jajaran diharapkan mampu menjalankan perannya secara maksimal sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang diemban.

Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun koordinasi yang solid di bawah kepemimpinan Kasi Binadik dan Giatja yang baru, sekaligus sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan di Lapas Pasir Pangarayan.

Dengan adanya pengarahan ini, diharapkan seluruh jajaran dapat semakin memahami peran dan tanggung jawab masing-masing, serta mampu berkontribusi secara optimal dalam mewujudkan pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan.
***Friska dan Hobbi ***
Uploaded Image

Guna Menjaga Stabilitas Keamanan Babinsa Dan Bhabinkamtibmas Laksanakan Patroli & Sambang Warga Di Wilayah Binaan

Surakarta – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah binaan, Babinsa Kelurahan Kepatuhan Kulon Koramil 04/Jebred Kodim 0735/Surakarta, Serka Dominggus dan Koptu Rudy Gunawan bersama Bhabinkamtibmas Aiptu Heru Handoko melaksanakan patroli dan komunikasi sosial (komsos) Di Tampat Ibadah GBI Jln Sutansahris Kelurahan Kepatihan Kulon Kecamatan Jebres Surakarta, Kamis (23/04/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif, sekaligus mempererat sinergitas antara TNI, Polri dan komponen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan lingkungan. Patroli dilakukan dengan pendekatan humanis melalui dialog langsung bersama warga dan pengurus gereja setempat.

Dalam pelaksanaannya, Babinsa memberikan imbauan kepada warga dan pengurus gereja agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan serta menjaga ketertiban selama beraktivitas. Langkah ini dinilai penting sebagai bagian dari upaya preventif guna meminimalisir potensi gangguan kamtibmas di wilayah.

Serka Dominggus menegaskan bahwa keterlibatan aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam menciptakan lingkungan yang aman.

“Keamanan wilayah bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Kami mengajak warga untuk selalu peduli terhadap lingkungan sekitar dan segera melaporkan apabila terdapat hal-hal mencurigakan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kegiatan komunikasi sosial yang dilakukan secara langsung memungkinkan aparat kewilayahan untuk menyerap aspirasi serta memperoleh informasi dari masyarakat secara cepat dan akurat.

“Melalui komsos ini, kami dapat melakukan deteksi dini dan cegah dini terhadap potensi gangguan keamanan. Ini menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas wilayah binaan,” imbuhnya.

Sinergitas antara TNI, Polri dan masyarakat diharapkan terus terjalin dengan baik guna menciptakan suasana yang harmonis, aman dan kondusif di wilayah Surakarta, khususnya di Kelurahan Kepatihan Kulon.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image