Berita Terkini

DPP BJI dan Kapolresta Cirebon Jalin Kolaborasi dan Sinergitas dalam Tingkatkan Kesadaran Lalu Lintas

Kabupaten Cirebon, Dewan Pimpinan Pusat Bikers Journalist Indonesia (DPP BJI) Cirebon menggelar audiensi kolaborasi dan sinergit...

Postingan Populer

Selasa, 05 Mei 2026

GEMPAR (GMBI BERSAMA AMPAR CIREBON) Audensi ke BPN Cirebon, Soroti Sungai Diurug Untuk Lahan Pabrik di Desa Gebangmekar Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon.

Cirebon, Sumber - Dua LSM di Kabupaten Cirebon yaitu LSM GMBI DPD Cirebon Raya bersama DPP LSM AMPAR CIREBON  (GEMPAR) melakukan Audiensi ke Kantor ATR/BPN Kabupaten Cirebon, senin 04 Mei 2026. 

Agenda  audensi ke Kantor ATR/BPN Kabupaten Cirebon ini terkait adanya temuan kesengajaan pengurugan atau penimbunan sungai atau saluran irigasi yang berada di wilayah teritorial Desa Gebangmekar  Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon - Jawa Barat lalu lahan tersebut dikuasai oleh seseorang dan dilokasi tersebut akan dibangun pabrik.
Rombongan peserta audiensi diterima langsung  plt Kepala ATR/BPN Kab. Cirebon yang baru, yaitu Syamsu Wijana, S.SiT, M.Si, C.Med, QRMP yang didampingi oleh Kasubag Tata Usaha , Hasan Masud Syafi'i, S.Pd, Kasi Penetapan Hak dan Pendaftaran Kantor Pertanahan Kabupaten Cirebon, Wahyu Hidayat, A.Md, S.E serta Kasi Pengadaan Tanah dan Pengembangan Kantor Pertanahan Kabupqten Cirebon, Alam Nugraha Sambas, S.ST, M.H dan dalam acara audiensi ini turut dihadiri perwakilan Pemerintah Desa Gebangmekar serta perwakilan dari Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon. 

Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) DPP Ampar Cirebon, Hartono,  menyampaikan bahwa agenda Audiensi di Kantor ATR/BPN ini adalah langkah lanjutan setelah diadakannya Audiensi di Desa Gebangmekar Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon. "Kami Audiensi ke ATR/BPN ini adalah sebagai langkah lanjutan setelah kami mengadakan audiensi dengan pemerintah Desa Gebangmekar Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon pada hari Kamis, 23 April 2026 lalu. Kami ke ATR/BPN ini sambil membawa salinan dokumen terkait lahan yang dimaksud untuk pabrik tersebut serta membawa data dokumentasi foto-foto sungai atau jalur aliran irigasi yang masih nampak seperti awal, jalur sungai yang tertutup urugan serta foto dokumentasi lahan terbaru saat ini." sambil memasuki ruang audiensi.

Syamsu Wijana menegaskan BPN Cirebon akan segera verifikasi data. "Sebagai pejabat baru, saya komit pelayanan yang bersih. Terkait aduan ini, kami pihak BPN sudah cek peta bidang, alas hak, dan status tanahnya. Kalau terbukti itu sungai atau sempadan, jelas tidak bisa disertifikatkan apalagi diurug atau ditimbun," terkecuali BPWS yang membuat sertifikatnya, karena sungai tersebut adalah dibawah wewenang BBWS. Menurut petugas kami yang pada saat itu turun ke lapangan saat adanya pengajuan sertifikat HGB (Hak Guna Bangunan), sungai yang dimaksud rekan-rekan ini masih ada dan masih nampak membentang ditengah-tengah lahan tersebut, makanya BPN membuatkan 3 sertifikat HGB ya, bukan 1 sertifikat dengan lahan yang satu hamparan ya." ujar Syamsu pada saat awal-awal audiensi dimulai.

Perwakilan Pemdes Gebangmekar yang di hadiri oleh  Sekdes  Lani mengaku siap mengawal atau jika mau di cek lagi saya siap mendampingi ATR/BPN untuk cek langsung ke lapangan. "Kami mengetahui hal ini setelah mendapatkan surat permohonan informasi publik dari GEMPAR dengan nomer surat : 014/GEMPAR/II-LSM/CRB/IV/2026 tertanggal 08 April 2026 lalu melakukan kross cek dilapangan dan melihat ada empat (4) jalur sungai yang sudah di urug yaitu sungai Kaliwangan Tengah, sungai Bekek, Kali Padek dan jalur kali yang menuju ke arah kali Plawad," ujarnya pada saat Audiensi. 

Sementara itu perwakilan dari pihak Kecamatan Gebang menyatakan akan koordinasi dengan Satpol PP Kabupaten Cirebon terkait permasalahan temuan dari teman-teman Gempar ini.

Bayu Sekdis GMBI DPD Cirebon Raya menyatakan akan terus mengawal temuan ini. "Jangan sampai sungai hilang di peta karena ulah oknum dan menguntungkan oknum tersebut. Kami minta semua pihak yang terkait untuk open dan berani bertindak tegas terkait temuan kami ini yang tentunya sangat berpotensi merugikan negara dan masyarakat. Kerugian negara dalam hal ini sangat jelas yaitu hilangnya lahan sungai untuk pengairan sawah-sawah petani berikut lahan tanah, sempadannya. Kerugian masyarakat setempat juga jelas akan berdampak banjir saat musim hujan dan pengairan irigasi sawah untuk petani menjadi terputus." tutup Bayu mengakhiri wawancara dengan para pemburu berita. (( H.BABIL))

GEMPAR (GMBI BERSAMA AMPAR CIREBON) Audensi ke BPN Cirebon, Soroti Sungai Diurug Untuk Lahan Pabrik di Desa Gebangmekar Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon.


Cirebon, Sumber - Dua LSM di Kabupaten Cirebon yaitu LSM GMBI DPD Cirebon Raya bersama DPP LSM AMPAR CIREBON  (GEMPAR) melakukan Audiensi ke Kantor ATR/BPN Kabupaten Cirebon, senin 04 Mei 2026. 

Agenda  audensi ke Kantor ATR/BPN Kabupaten Cirebon ini terkait adanya temuan kesengajaan pengurugan atau penimbunan sungai atau saluran irigasi yang berada di wilayah teritorial Desa Gebangmekar  Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon - Jawa Barat lalu lahan tersebut dikuasai oleh seseorang dan dilokasi tersebut akan dibangun pabrik.

Rombongan peserta audiensi diterima langsung  plt Kepala ATR/BPN Kab. Cirebon yang baru, yaitu Syamsu Wijana, S.SiT, M.Si, C.Med, QRMP yang didampingi oleh Kasubag Tata Usaha , Hasan Masud Syafi'i, S.Pd, Kasi Penetapan Hak dan Pendaftaran Kantor Pertanahan Kabupaten Cirebon, Wahyu Hidayat, A.Md, S.E serta Kasi Pengadaan Tanah dan Pengembangan Kantor Pertanahan Kabupqten Cirebon, Alam Nugraha Sambas, S.ST, M.H dan dalam acara audiensi ini turut dihadiri perwakilan Pemerintah Desa Gebangmekar serta perwakilan dari Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon. 

Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) DPP Ampar Cirebon, Hartono,  menyampaikan bahwa agenda Audiensi di Kantor ATR/BPN ini adalah langkah lanjutan setelah diadakannya Audiensi di Desa Gebangmekar Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon. "Kami Audiensi ke ATR/BPN ini adalah sebagai langkah lanjutan setelah kami mengadakan audiensi dengan pemerintah Desa Gebangmekar Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon pada hari Kamis, 23 April 2026 lalu. Kami ke ATR/BPN ini sambil membawa salinan dokumen terkait lahan yang dimaksud untuk pabrik tersebut serta membawa data dokumentasi foto-foto sungai atau jalur aliran irigasi yang masih nampak seperti awal, jalur sungai yang tertutup urugan serta foto dokumentasi lahan terbaru saat ini." sambil memasuki ruang audiensi.

Syamsu Wijana menegaskan BPN Cirebon akan segera verifikasi data. "Sebagai pejabat baru, saya komit pelayanan yang bersih. Terkait aduan ini, kami pihak BPN sudah cek peta bidang, alas hak, dan status tanahnya. Kalau terbukti itu sungai atau sempadan, jelas tidak bisa disertifikatkan apalagi diurug atau ditimbun," terkecuali BPWS yang membuat sertifikatnya, karena sungai tersebut adalah dibawah wewenang BBWS. Menurut petugas kami yang pada saat itu turun ke lapangan saat adanya pengajuan sertifikat HGB (Hak Guna Bangunan), sungai yang dimaksud rekan-rekan ini masih ada dan masih nampak membentang ditengah-tengah lahan tersebut, makanya BPN membuatkan 3 sertifikat HGB ya, bukan 1 sertifikat dengan lahan yang satu hamparan ya." ujar Syamsu pada saat awal-awal audiensi dimulai.

Perwakilan Pemdes Gebangmekar yang di hadiri oleh  Sekdes  Lani mengaku siap mengawal atau jika mau di cek lagi saya siap mendampingi ATR/BPN untuk cek langsung ke lapangan. "Kami mengetahui hal ini setelah mendapatkan surat permohonan informasi publik dari GEMPAR dengan nomer surat : 014/GEMPAR/II-LSM/CRB/IV/2026 tertanggal 08 April 2026 lalu melakukan kross cek dilapangan dan melihat ada empat (4) jalur sungai yang sudah di urug yaitu sungai Kaliwangan Tengah, sungai Bekek, Kali Padek dan jalur kali yang menuju ke arah kali Plawad," ujarnya pada saat Audiensi. 

Sementara itu perwakilan dari pihak Kecamatan Gebang menyatakan akan koordinasi dengan Satpol PP Kabupaten Cirebon terkait permasalahan temuan dari teman-teman Gempar ini.

Bayu Sekdis GMBI DPD Cirebon Raya menyatakan akan terus mengawal temuan ini. "Jangan sampai sungai hilang di peta karena ulah oknum dan menguntungkan oknum tersebut. Kami minta semua pihak yang terkait untuk open dan berani bertindak tegas terkait temuan kami ini yang tentunya sangat berpotensi merugikan negara dan masyarakat. Kerugian negara dalam hal ini sangat jelas yaitu hilangnya lahan sungai untuk pengairan sawah-sawah petani berikut lahan tanah, sempadannya. Kerugian masyarakat setempat juga jelas akan berdampak banjir saat musim hujan dan pengairan irigasi sawah untuk petani menjadi terputus." tutup Bayu pada awak Media. (( H.BABIL))

Senin, 04 Mei 2026

Agus Gunawan Pemancing Yang Tewas Tenggelam Ditemukan Jenazahnya Oleh Tim SAR Gabungan





Indramayu, Sergaptarget.com
Tim SAR gabungan dari Satpolairud Polres Indramayu dan Basarnas berhasil menemukan korban tenggelam atas nama Agus Gunawan di Sungai Blok Bong, Desa Cemara, Kecamatan Cantigi, Senin (4/5/2026) sekitar pukul 06.30 WIB.

Korban diketahui  warga Desa Sanca, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat memancing.

Kronologisnya  bermula ketika korban bersama dua rekannya  memancing menggunakan perahu di perairan Sungai Bong, Desa Cemara. Saat tengah memancing, joran milik korban disambar ikan yang diperkirakan besar hingga jorannya terjatuh ke sungai.

Spontan korban melompat ke dalam air untuk mengambil jorannya. Namun,rupanya  korban yang tidak bisa berenang akhirnya tenggelam.

Mendapat laporan kejadian tersebut, tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian dengan menyisir area sungai menggunakan dua unit perahu karet milik Satpolairud Polres Indramayu dan Basarnas.

Memasuki hari kedua pencarian, jenazah korban akhirnya ditemukan tidak jauh dari lokasi awal korban dilaporkan hilang, lalu kemudian korban dievakuasi oleh petugas dan diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan. 

(Nana. S)

KDM Temui Keluarga Korban, Pembunuhan Satu Keluarga Di Paoman Indramayu Pastikan Hukum Bertindak Adil




Indramayu, Sergaptarget.com
Kasus tragis yang menewaskan satu keluarga di Paoman, Kabupaten Indramayu, kembali menjadi perhatian publik. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengundang pihak keluarga korban untuk berdialog guna mendalami fakta-fakta yang dinilai masih menyisakan tanda tanya.

Pertemuan tersebut diunggah melalui kanal YouTube pribadinya dan memunculkan kembali sorotan terhadap jalannya proses hukum kasus tersebut.

Situasi memanas setelah terdakwa, Ririn Rifanto, membantah sebagai pelaku utama. Dalam keterangannya, ia justru menyebut sejumlah nama lain seperti Aman Yani, Hardi, Yoga, dan Joko.

Namun demikian, pihak keluarga korban tetap meyakini bahwa Ririn bersama Priyo merupakan pelaku utama sebagaimana hasil penyelidikan aparat kepolisian. Menurut keluarga, munculnya nama-nama baru diduga hanya sebagai upaya membangun alibi untuk menghindari hukuman.

Dalam dialog tersebut, Kang Dedi Mulyadi menyoroti adanya dugaan skenario alibi yang disusun secara sistematis. Ia juga menyinggung bahwa sebelumnya sempat ada pihak lain bernama Evan yang hampir terseret menjadi tersangka.

Kang Dedi menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan secara adil dan objektif. Jika terbukti bersalah, para pelaku harus dijatuhi hukuman setimpal. Sebaliknya, apabila ada keberatan atas tuduhan yang disampaikan, maka harus dibuktikan melalui fakta dan alat bukti yang sah di persidangan.

Ia juga berharap majelis hakim dapat mencermati seluruh fakta persidangan secara teliti agar kebenaran sejati terungkap dan keadilan bagi para korban benar-benar terwujud.

Kasus Paoman kini memasuki babak baru. Masyarakat pun berharap proses hukum berjalan transparan, tanpa dipengaruhi skenario maupun alibi yang menyesatkan, sehingga keadilan bagi para korban dapat ditegakkan.

(Nana. S)

Jelang Persit Bisa 2 Balai Kartini Jakarta, Ny Citra Putri Karisma Sari Matangkan Persiapan Produk Batik Buana Sekar Kedaton

Surakarta - Hiruk pikuk persiapan terlihat di rumah produksi Batik Batik Buana Sekar Kedaton,dari Kota Solo, Ny Citra Putri Karisma Sari, istri dari Peltu I Dewa Made Kasamabi Putra, tampak sibuk memeriksa satu per satu produk wastra yang akan dibawa ke ajang Persit Bisa 2 di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta. 

Event nasional yang digelar pada 7- 9 Mei 2026 tersebut menjadi penampilan kedua Ny Citra Putri Karisma Sari  sebagai perwakilan Persit KCK Cabang  L Kodim Surakarta, Koorcab Rem 074 Warastratama, Kodam IV/Diponegoro. 

Perjalanan Batik Buana Sekar Kedaton dimulai pada tahun 2011, berawal dari kecintaan terhadap dunia fashion dan keindahan batik Nusantara. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya pengalaman, usaha ini terus berkembang hingga pada tahun 2022 mulai memproduksi batik cap secara mandiri. Hingga tahun 2026, Batik Buana Sekar Kedaton telah menjalani perjalanan usaha selama 15 tahun, dengan 4 tahun pengalaman memproduksi batik cap handmade sendiri. 

“Tahun ini kami ingin tampil lebih siap. Targetnya bukan hanya jualan, tapi juga mengenalkan kekayaan wastra lokal ke level nasional,” ungkap Ny Citra Putri Karisma Sari saat ditemui di sela persiapan, Senin 4/5/2026. 

Uploaded Image

"Untuk memenuhi kebutuhan bazar tiga hari, Batik Buana Sekar Kedaton melakukan produksi massal sejak sebulan lalu. Produk yang disiapkan sangat beragam. Sebagai batik cap handmade asli Solo, Batik Buana Sekar Kedaton mengangkat berbagai inspirasi motif alam yang menghadirkan keindahan yang alami dan elegan. Setiap motif dirancang dengan sentuhan estetika yang khas, sehingga menghasilkan corak batik yang cantik, berkarakter, serta memiliki daya tarik tersendiri.Produk yang dihasilkan sangat beragam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, di antaranya celana pendek, celana panjang, daster, dress, piyama, pajamas, gamis, mukena, hingga produk terbaru yaitu kemeja pria berbahan cotton export yang berkualitas, adem, dan nyaman digunakan dalam berbagai aktivitas."terangnya.

"Dari satuan kami telah memberikan arahan dan dukungan secara maksimal untuk Pelaku UMKM yang ikut berangkat ke Jakarta dalam acara yang selenggarakan Persit Bisa 2 Balai Kartini Jakarta,"imbuhnya.

Ajang Persit Bisa 2 bukan sekadar bazar. Panitia menekankan misi pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi anggota Persit sebagai ujung tombak perekonomian keluarga. 

Pelaku UMKM Persit diminta membawa stok cukup agar tidak kehabisan saat acara berlangsung. Melalui Batik Buana Sekar Kedaton Ny Citra Putri Karisma Sari berharap bisa menunjukkan bahwa karya anggota Persit mampu bersaing secara kualitas dan desain. Sekaligus mengangkat potensi pengrajin lokal.

Ia berpesan bagi para pengunjung, untuk jangan lupa berkunjung di Booth Batik Buana Sekar Kedaton tempat Ia memamerkan hasil karya indahnya berupa wastra. Bagi masyarakat yang ingin mengenal produk Batik Buana Sekar Kedaton, bisa langsung berkunjung ke workshop di Kota Solo, atau menghubungi 081-329-800-500.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Kalapas Pasir Pangarayan Hadiri Upacara Hardiknas Tingkat Kabupaten Rokan Hulu


Pasir Pengaraian - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan turut menghadiri Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 tingkat Kabupaten Rokan Hulu yang diselenggarakan di halaman Kantor Bupati, Senin (4/5/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu ini berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi terkait, tenaga pendidik, serta tamu lainnya. Kehadiran Kepala Lapas Pasir Pangarayan merupakan bagian dari komitmen untuk terus bersinergi dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan pemerintahan daerah. 

Dalam momentum peringatan Hardiknas ini, Lapas Pasir Pangarayan menegaskan dukungannya terhadap peningkatan kualitas pendidikan, termasuk melalui program pembinaan di dalam lapas. Saat ini, Lapas Pasir Pangarayan tengah menyelenggarakan program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C bagi warga binaan sebagai upaya memberikan kesempatan memperoleh pendidikan yang layak.

Kepala Lapas Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembinaan. “Melalui pendidikan, diharapkan warga binaan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal untuk kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Partisipasi dalam kegiatan Hardiknas ini juga menjadi wujud sinergi Lapas Pasir Pangarayan dengan pemerintah daerah dan Forkopimda dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan.

Dengan semangat Hari Pendidikan Nasional, Lapas Pasir Pangarayan terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi warga binaan.

***Friska dan Hobbi ***
Uploaded Image

Jelang Persit Bisa 2 Balai Kartini Jakarta, Ny Citra Putri Karisma Sari Matangkan Persiapan Produk Batik Buana Sekar Kedaton

Surakarta - Hiruk pikuk persiapan terlihat di rumah produksi Batik Batik Buana Sekar Kedaton,dari Kota Solo, Ny Citra Putri Karisma Sari, istri dari Peltu I Dewa Made Kasamabi Putra, tampak sibuk memeriksa satu per satu produk wastra yang akan dibawa ke ajang Persit Bisa 2 di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta. 

Event nasional yang digelar pada 7- 9 Mei 2026 tersebut menjadi penampilan kedua Ny Citra Putri Karisma Sari  sebagai perwakilan Persit KCK Cabang  L Kodim Surakarta, Koorcab Rem 074 Warastratama, Kodam IV/Diponegoro. 

Perjalanan Batik Buana Sekar Kedaton dimulai pada tahun 2011, berawal dari kecintaan terhadap dunia fashion dan keindahan batik Nusantara. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya pengalaman, usaha ini terus berkembang hingga pada tahun 2022 mulai memproduksi batik cap secara mandiri. Hingga tahun 2026, Batik Buana Sekar Kedaton telah menjalani perjalanan usaha selama 15 tahun, dengan 4 tahun pengalaman memproduksi batik cap handmade sendiri. 

“Tahun ini kami ingin tampil lebih siap. Targetnya bukan hanya jualan, tapi juga mengenalkan kekayaan wastra lokal ke level nasional,” ungkap Ny Citra Putri Karisma Sari saat ditemui di sela persiapan, Senin 4/5/2026. 

Uploaded Image

"Untuk memenuhi kebutuhan bazar tiga hari, Batik Buana Sekar Kedaton melakukan produksi massal sejak sebulan lalu. Produk yang disiapkan sangat beragam. Sebagai batik cap handmade asli Solo, Batik Buana Sekar Kedaton mengangkat berbagai inspirasi motif alam yang menghadirkan keindahan yang alami dan elegan. Setiap motif dirancang dengan sentuhan estetika yang khas, sehingga menghasilkan corak batik yang cantik, berkarakter, serta memiliki daya tarik tersendiri.Produk yang dihasilkan sangat beragam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, di antaranya celana pendek, celana panjang, daster, dress, piyama, pajamas, gamis, mukena, hingga produk terbaru yaitu kemeja pria berbahan cotton export yang berkualitas, adem, dan nyaman digunakan dalam berbagai aktivitas."terangnya.

"Dari satuan kami telah memberikan arahan dan dukungan secara maksimal untuk Pelaku UMKM yang ikut berangkat ke Jakarta dalam acara yang selenggarakan Persit Bisa 2 Balai Kartini Jakarta,"imbuhnya.

Ajang Persit Bisa 2 bukan sekadar bazar. Panitia menekankan misi pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi anggota Persit sebagai ujung tombak perekonomian keluarga. 

Pelaku UMKM Persit diminta membawa stok cukup agar tidak kehabisan saat acara berlangsung. Melalui Batik Buana Sekar Kedaton Ny Citra Putri Karisma Sari berharap bisa menunjukkan bahwa karya anggota Persit mampu bersaing secara kualitas dan desain. Sekaligus mengangkat potensi pengrajin lokal.

Ia berpesan bagi para pengunjung, untuk jangan lupa berkunjung di Booth Batik Buana Sekar Kedaton tempat Ia memamerkan hasil karya indahnya berupa wastra. Bagi masyarakat yang ingin mengenal produk Batik Buana Sekar Kedaton, bisa langsung berkunjung ke workshop di Kota Solo, atau menghubungi 081-329-800-500.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Ratusan Massa FSI Datangi PN Indramayu, Kawal Sidang Pembunuhan Sekeluarga Tuntut Hukuman Maksimal



 
Indramayu, Sergaptarget.com 
Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Solidaritas Indramayu (FSI) menggelar aksi unjuk rasa di Pengadilan Negeri (PN) Indramayu, Senin (4/5/2026).

Aksi ini dilakukan untuk mengawal jalannya persidangan kasus pembunuhan tragis yang menewaskan satu keluarga beranggotakan lima orang.

Massa mulai berkumpul sejak pukul 10.00 WIB di Sport Center Indramayu, kemudian melakukan long march menuju PN Indramayu. Sepanjang perjalanan, mereka membentangkan spanduk dan menyerukan tuntutan agar keadilan ditegakkan bagi para korban.

Dalam orasinya, Koordinator Umum aksi, Bengbeng Sugiono, menegaskan bahwa kehadiran massa merupakan bentuk dukungan moral sekaligus pengawasan terhadap proses peradilan.

“Kami hadir untuk memastikan keadilan benar-benar ditegakkan. Jangan sampai kasus ini dikaburkan oleh opini atau hal-hal di luar substansi persidangan,” tegasnya dari atas mobil komando.

Massa juga menyuarakan penolakan terhadap segala bentuk upaya yang dinilai dapat mengaburkan fakta di persidangan, termasuk narasi yang berkembang di luar ruang sidang.

Enam Tuntutan FSI
Di depan gedung PN Indramayu, perwakilan massa membacakan pernyataan sikap yang memuat enam tuntutan utama:

Menolak segala bentuk dramatisasi yang dapat mengalihkan fokus perkara.
Mendesak integritas lembaga peradilan tetap terjaga dari kepentingan pihak tertentu.

Menghentikan penyebaran hoaks dan penggiringan opini yang menyesatkan publik.
Menyampaikan duka dan solidaritas untuk lima korban pembunuhan.
Menuntut proses hukum yang terbuka, adil, dan transparan.

Mendesak aparat penegak hukum menjatuhkan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku.

Aksi berlangsung tertib meski sempat menyebabkan pengalihan arus lalu lintas di sekitar PN Indramayu. Massa berharap majelis hakim tetap objektif dan tidak terpengaruh tekanan dari pihak mana pun.

FSI menyatakan komitmennya untuk terus mengawal setiap tahapan persidangan hingga putusan akhir dijatuhkan.

“Kami akan terus mengawal kasus ini sampai vonis dijatuhkan. Kami percaya hukum masih berpihak pada keadilan,” pungkas Bengbeng.
Perwakilan massa aksi juga diterima oleh pihak PN Indramayu untuk melakukan audiensi di dalam kantor.

(Nana. S)

Kalapas Pasir Pangarayan Hadiri Upacara Hardiknas Tingkat Kabupaten Rokan Hulu



Pasir Pengaraian - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan turut menghadiri Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 tingkat Kabupaten Rokan Hulu yang diselenggarakan di halaman Kantor Bupati, Senin (4/5/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu ini berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi terkait, tenaga pendidik, serta tamu lainnya. Kehadiran Kepala Lapas Pasir Pangarayan merupakan bagian dari komitmen untuk terus bersinergi dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan pemerintahan daerah. 

Dalam momentum peringatan Hardiknas ini, Lapas Pasir Pangarayan menegaskan dukungannya terhadap peningkatan kualitas pendidikan, termasuk melalui program pembinaan di dalam lapas. Saat ini, Lapas Pasir Pangarayan tengah menyelenggarakan program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C bagi warga binaan sebagai upaya memberikan kesempatan memperoleh pendidikan yang layak.

Kepala Lapas Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembinaan. “Melalui pendidikan, diharapkan warga binaan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal untuk kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Partisipasi dalam kegiatan Hardiknas ini juga menjadi wujud sinergi Lapas Pasir Pangarayan dengan pemerintah daerah dan Forkopimda dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan.

Dengan semangat Hari Pendidikan Nasional, Lapas Pasir Pangarayan terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi warga binaan.

Minggu, 03 Mei 2026

Tingkatkan SDM Masyarakatnya, Desa Krasak Buka Program Reang Belajar, Cegah Anak Tidak Sekolah





Indramayu,  Sergaptarget.com Desa Krasak Kecamatan Jatibarang, kini tengah menjadi sorotan di Kabupaten Indramayu. Di bawah kepemimpinan Kuwu Khairul Isma Arif, desa ini berhasil menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program inovatif bertajuk "Reang Belajar". 

Inovasi ini lahir sebagai respons terhadap isu Anak Tidak Sekolah (ATS), juga pemberantasan buta huruf. Melalui program ini, Kuwu Arif berperan langsung sebagai "orang tua asuh" bagi warganya yang putus sekolah dan yang belum bisa baca tulis.

Hasilnya pun di luar dugaan. Dalam kurun waktu satu tahun, angka ATS di Kabupaten Indramayu berhasil ditekan hingga 1.200 anak, dengan Desa Krasak sebagai salah satu kontributor utamanya.

Atas dedikasi dan kerja kerasnya itu, Bupati Indramayu Lucky Hakim melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Indramayu, Asep Abdul Mukti memberikan Piagam Penghargaan kepada Khairul Isma Arif sebagai "Inisiator Peduli Pendidikan" pada momentum peringatan upacara Hari Pendidikan Nasional, Sabtu (2/5/26) kemarin.

Seusai upacara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Indramayu, Dr. H. Caridin, menyampaikan apresiasi kepada  Pemerintah Desa Krasak atas kontribusinya dalam mendukung program prioritas Bupati Indramayu, melalui inisiatif "Indramayu Belajar". 

"Disdikbud mengucapkan terima kasih atas kepedulian pemerintah desa dalam mendukung penurunan angka ATS (Angka Tidak Sekolah). Semoga langkah Pemerintah Desa Krasak ini dapat digetoktularkan desa-desa lainnya, menjadi percontohan di Tingkat Kabupaten Indramayu, " katanya.

Caridin mengakui, angka rata-rata lama sekolah di Kabupaten Indramayu masih rendah. Karena itu, pihaknya berusaha sekuat tenaga agar sumber daya manusia Indramayu dapat meningkat, mampu bersaing dengan kabupaten lainnya, sehingga IPM bidang Pendidikan pun ikut naik. 

Sementara itu, ditemui seusai menerima penghargaan, Kuwu Desa Krasak, Khairul Isma Arif tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya. Khairul berterima kasih kepada semua pihak, khususnya masyarakat Desa Krasak yang telah mendukung langkahnya dalam program " Reang Belajar".

Menurutnya program" Reang Belajar" adalah salah satu upaya untuk memberikan harapan kepada anak yang putus sekolah agar tetap bersekolah mengejar cita-citanya, khususnya untuk anak putus sekolah di Desa Krasak 

Kuwu Arif tidak menyangka langkahnya ini diapresiasi oleh banyak pihak. Padahal ide awalnya sederhana, yakni jangan sampai ada anak yang tidak sekolah di desanya.

"Penghargaan ini kami berikan untuk masyarakat Desa Krasak, semoga ke depannya desa kami dapat lebih baik lagi," katanya.

Dihubungi terpisah melalui telepon selulernya, Camat Jatibarang, Mardono, memberikan apresiasi untuk Desa Krasak. Mardono mengungkapkan rasa bangganya atas inisiatif dan banyaknya gagasan inovatif yang lahir dari kepemimpinan Kuwu Khairul Isma Arif.

"Kami selaku pemerintah kecamatan memberikan apresiasi kepada Desa Krasak yang mana sudah turut andil atau aktif dan proaktif. Desa Krasak saat ini sangat proaktif. Harapannya, prestasi ini terus dipertahankan dan didukung oleh seluruh lapisan masyarakat,"  ungkapnya.

Dukungan juga datang dari Sekretaris Daerah (Sekda) serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Indramayu yang berharap agar keberhasilan Desa Krasak dalam menekan angka putus sekolah dapat menjadi role model bagi desa lainnya.

Mereka berharap agar langkah inovatif Kuwu Krasak sebagai orang tua asuh bagi warga yang putus sekolah dapat menginspirasi seluruh desa-desa lainnya, sehingga akan lahir generasi-generasi dengan pendidikan yang mumpuni.

Tak hanya unggul di bidang pendidikan, Desa Krasak juga menunjukkan tajinya di berbagai kompetisi daerah. 

Desa yang juga terkenal akan Mangga Gedong Gincunya ini, tercatat masuk dak 10 besar mini project terbaik Gapura Sapta Pesona (GSP)  2025 dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawabarat sertameraih prestasi dalam lomba desa dan kebersihan tingkat kabupaten. 

Dengan penuh inovasi dan semangat kegotong royongan yang penuh keterbatasan hal ini tidak menjadi penghalang bagi desa Krasak untuk masa depan generasi desa Krasak. 

(Nana. S)