Indramayu, Sergaptarget Bangunan cagar budaya Gedong Duwur di Kabupaten Indramayu mengalami kerusakan serius. Atap bagian depan bangunan bersejarah ini ambrol pada Jumat malam (6/3/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Menurut warga sekitar yang tinggal di asrama TNI, kejadian tersebut berlangsung saat hujan deras disertai angin kencang mengguyur wilayah tersebut.
Gedong Duwur sendiri merupakan bangunan peninggalan era kolonial yang dibangun pada tahun 1866, beriringan dengan pembentukan Distrik Indramayu di bawah Karesidenan Cirebon. Pada masa itu, bangunan ini difungsikan sebagai kantor sekaligus tempat tinggal Asisten Residen.
Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Indramayu, Dedy S Musashi mengatakan seluruh material bangunan tersebut masih asli dan belum pernah dipugar sejak pertama kali dibangun.
Saat ini, TACB bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Indramayu telah melakukan pendataan kerusakan di lokasi. Garis pembatas juga dipasang untuk mencegah warga mendekat karena kondisi atap yang masih menggantung dan berpotensi ambruk seluruhnya.
Material bangunan seperti genteng dan kayu terlihat berserakan di lantai.
TACB menyayangkan lambatnya respons pemerintah daerah terhadap kondisi Gedong Duwur yang selama ini sudah berulang kali diingatkan agar segera direvitalisasi.
Sementara itu, Pamong Budaya Disdikbud Indramayu menyebut pada tahun 2026 ini tidak ada anggaran untuk cagar budaya akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.
Beruntung, tidak ada korban dalam kejadian tersebut karena insiden terjadi pada malam hari.
Gedong Duwur yang kini telah berusia sekitar 160 tahun itu sebelumnya juga tengah dalam proses pengajuan sebagai cagar budaya tingkat Provinsi Jawa Barat.
(Nana. S)

