Indramayu, Sergaprarget. com Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) calon Rektor Universitas Wiralodra (Unwir) masa bakti 2026–2030 yang digelar di Aula Nyi Endang Dharma Ayu, Jumat (27/03/2026), berlangsung lancar dan transparan. Tahapan ini menjadi penentu penting dalam menjaring figur pemimpin terbaik bagi kampus tersebut.
Dalam UKK tahap kedua yang diselenggarakan Yayasan Wiralodra Indramayu, Prof. Dr. Ipong Dekawati, M.Pd., berhasil meraih nilai tertinggi dengan skor akhir 83,31. Posisi berikutnya ditempati Dr. M. Zaedi, M.Ag., dengan nilai 76,94, disusul Dr. Kambali, M.Pd.I., dengan perolehan 68,96.
Ketua Pembina Yayasan Universitas Wiralodra Indramayu, Ir. Darsono, menjelaskan bahwa seluruh proses pemilihan telah dirancang secara sistematis dan berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.
Menurutnya, seleksi calon rektor dilakukan melalui beberapa tahapan utama yang mengedepankan prinsip objektivitas dan akuntabilitas. Tahap awal berupa seleksi administrasi, yang mencakup pemeriksaan kelengkapan dokumen seperti kesehatan, ijazah, serta persyaratan pendukung lainnya.
"Setelah dinyatakan memenuhi persyaratan, para calon kemudian mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan," ujarnya.
Darsono juga menjelaskan, UKK dilaksanakan dalam dua tahap, yakni oleh Senat dan oleh Yayasan. Kedua tahapan tersebut, lanjutnya, berlangsung tanpa kendala berarti.
Dalam sistem penilaian, hasil UKK dari Senat dan Yayasan digabungkan dengan bobot tertentu. Penilaian oleh Senat memiliki bobot 25 persen, sementara penilaian oleh Yayasan terbagi menjadi dua komponen, yaitu penilaian berbasis kecerdasan buatan (AI) sebesar 60 persen dan pendalaman oleh Yayasan sebesar 15 persen.
"Seluruh nilai tersebut digabungkan menjadi satu kesatuan untuk menentukan hasil akhir," jelasnya.
Dari hasil penggabungan tersebut, diperoleh kandidat dengan nilai terbaik, di mana Prof. Ipong muncul sebagai peraih skor tertinggi dalam keseluruhan proses penilaian.
Meski demikian, Darsono menegaskan bahwa penetapan rektor tetap menjadi kewenangan yayasan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
Ia juga menyampaikan harapan kepada seluruh kandidat, khususnya yang belum terpilih, agar tetap berkontribusi dalam memajukan Universitas Wiralodra.
"Kemajuan Unwir ke depan ada di pundak kita semua. Kami berharap kandidat terpilih dapat bekerja sama dengan seluruh unsur sivitas akademika agar Unwir semakin maju," katanya.
Dengan selesainya tahapan UKK, proses pemilihan Rektor Universitas Wiralodra kini memasuki fase penentuan akhir. Kewenangan penetapan tetap berada di tangan yayasan sesuai mekanisme yang berlaku. Seluruh sivitas akademikapun menaruh harapan besar agar keputusan yang diambil mampu menghadirkan kepemimpinan yang visioner, serta membawa Universitas Wiralodra melangkah lebih maju, unggul, dan kompetitif di masa mendatang.
(Nana. S)

