Berita Terkini

Koin-Koin Penebus Luka: Cara Tak Biasa KOMPI Menebus Kerusakan Alun-alun Indramayu

INDRAMAYU sergaptarget.com ,Tak ada lagi teriakan lantang, tak terlihat pula gelombang massa dengan spanduk tuntutan. Yang tersisa justru bu...

Postingan Populer

Minggu, 05 April 2026

Koin-Koin Penebus Luka: Cara Tak Biasa KOMPI Menebus Kerusakan Alun-alun Indramayu





INDRAMAYU sergaptarget.com,Tak ada lagi teriakan lantang, tak terlihat pula gelombang massa dengan spanduk tuntutan. Yang tersisa justru bunyi lirih koin-koin yang saling beradu—pelan, sederhana, namun sarat makna.

Pasca aksi unjuk rasa Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) yang berujung pada kerusakan fasilitas umum di Alun-alun Indramayu, muncul sebuah respons tak biasa dari para pesertanya: gerakan penggalangan dana berbasis koin receh.

Alih-alih mencari donatur besar, sejumlah anggota komunitas justru turun langsung ke area tambak—ruang hidup yang selama ini menjadi sumber perjuangan mereka. Di sana, mereka menemui para petani dan nelayan, bukan untuk menggalang protes, melainkan mengetuk empati.

Satu per satu koin dikumpulkan. Nilainya mungkin kecil, namun cara mendapatkannya penuh makna: gotong royong dari masyarakat yang sama-sama merasakan dampak.

Dalam video yang beredar pada Sabtu siang, suasana terlihat jauh dari hiruk-pikuk aksi. Wajah-wajah yang sebelumnya tegang kini tampak teduh. Mereka berkumpul dalam kesederhanaan, menghitung recehan sambil berbagi tanggung jawab.

Gerakan ini bukan sekadar pengumpulan dana. Ia menjelma menjadi simbol perubahan sikap—dari luapan emosi menuju kesadaran kolektif.

"Kita mulai mengumpulkan koin untuk ganti rugi kerusakan fasum Alun-alun Indramayu," terdengar suara dalam video tersebut, diiringi denting logam yang seolah menjadi refleksi dari peristiwa sebelumnya.

Koordinator aksi KOMPI, Hatta, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan lari dari tanggung jawab. Bahkan, ia memastikan seluruh kerusakan akan diganti, berapapun nilainya.

"Kami siap mengganti semua kerusakan fasilitas umum di Alun-alun Indramayu. Kami akan galang dana bersama petani dan nelayan pesisir yang tergabung dalam KOMPI," ujarnya.

Langkah ini menghadirkan kontras yang kuat. Di satu sisi, aksi yang sempat memanas menyisakan kerusakan. Namun di sisi lain, muncul inisiatif yang mencerminkan nilai tanggung jawab sosial.

Koin-koin yang terkumpul mungkin tak langsung menutup seluruh biaya perbaikan. Namun lebih dari itu, ia membawa pesan penting: bahwa kesalahan tak selalu berakhir dengan saling menyalahkan—melainkan bisa menjadi awal dari upaya memperbaiki.

Hingga kini, belum diketahui jumlah pasti dana yang telah terkumpul. Namun satu hal mulai terlihat jelas—bahwa di tengah kekecewaan dan kemarahan, nurani masyarakat tetap menemukan jalannya untuk berbicara.
(Asep Yana Supriadi)