Indramayu, Sergaptarget.com Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Indramayu, KH Muhammad Mustofa, mengimbau semua pihak menyikapi polemik aksi para petambak dengan kepala dingin dan mengedepankan dialog sebagai solusi utama.
Menurut Mustofa, aspirasi yang disampaikan masyarakat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi.
Karena itu, pendekatan dialog dan tabayun dinilai lebih tepat untuk mencapai kemaslahatan bersama.
"Dialog dan tabayun dengan kepala dingin, itu lebih maslahah. Insyaallah ada solusinya jika mau duduk bersama dan saling mendengarkan," ujar pria yang akrab disapa Kang Mus itu, Jumat (3/4/2026).
Ia menilai, aksi pengrusakan yang sempat terjadi dalam demonstrasi merupakan bentuk luapan kekecewaan sesaat dari massa.
Kekecewaan itu, kata dia, dipicu karena tidak adanya pertemuan langsung antara massa dan pemimpin daerah.
Meski demikian, Kang Mus menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak seharusnya direspons secara berlebihan, apalagi dengan ancaman terhadap masyarakat.
"Alangkah indahnya jika disikapi dengan bijak. Namanya juga anak yang sedang mengadu kepada bapaknya, itu wajar," katanya.
Lebih lanjut, Mustofa juga menyinggung peran ulama dalam menjaga kondusivitas daerah.
Ia berharap para pemimpin daerah dapat membuka ruang komunikasi yang lebih luas dengan para tokoh agama, termasuk KH Juhadi Muhammad yang diketahui sebagai pembina Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI).
"Umara dan ulama harus ada harmoni, saling menguatkan untuk kemaslahatan umat," ujarnya.
Terkait tuntutan massa aksi mengenai isu penggusuran lahan tambak yang dikaitkan dengan program nasional, Kang Mus menilai kebijakan tersebut tetap bisa dijalankan tanpa mengabaikan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat setempat.
"Program nasional sangat bisa diterapkan dengan tidak mengorbankan kearifan lokal," tuturnya.
Di akhir pernyataannya, Ketua PCNU Indramayu itu mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama (nahdiyin) di Indramayu untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh situasi yang berkembang.
Ia berharap semua pihak mampu menahan diri demi menjaga stabilitas dan ketertiban di tengah masyarakat.
"Semoga semua pihak bisa saling menahan diri agar tercipta suasana yang kondusif," pungkasnya.
(Nana. S)

