Indramayu, Sergaptarget. com Dalam upaya melestarikan budaya warisan leluhur, Pemerintah Desa (Pemdes) Legok kembali menggelar tradisi Mapag Tamba yang ke-5 di tahun 2026, yang sarat akan nilai spiritual dan kearifan lokal.
Kegiatan ini berlangsung khidmat dengan diikuti oleh warga dari berbagai kalangan.
Tradisi Mapag Tamba merupakan ritual adat yang rutin dilaksanakan sebagai bentuk doa bersama untuk memohon keselamatan, kesehatan, serta perlindungan dari berbagai marabahaya.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas nikmat yang telah diberikan.
Kuwu Desa Legok, Arih Jahari menyampaikan bahwa pelaksanaan Mapag Tamba tidak hanya sekadar menjaga tradisi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai keimanan dan kebersamaan masyarakat.
"Tradisi ini adalah warisan leluhur yang harus kita jaga bersama. Selain sebagai ikhtiar batin, juga sebagai bentuk rasa syukur dan harapan agar warga Desa Legok selalu diberikan keselamatan," ujarnya.
Prosesi ritual diisi dengan doa bersama, penyajian sesaji, serta rangkaian adat lainnya yang memiliki makna filosofis mendalam.
Warga mengikuti setiap tahapan dengan penuh kekhusyukan, mencerminkan tingginya penghormatan terhadap budaya lokal.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Kebersamaan yang tercipta selama pelaksanaan tradisi menunjukkan kuatnya nilai gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat.
Salah satu tokoh masyarakat, Kasma menuturkan bahwa Mapag Tamba memiliki makna penting sebagai upaya menjaga keseimbangan antara manusia dengan alam dan Sang Pencipta.
"Melalui tradisi ini, kita diingatkan untuk selalu hidup selaras dengan alam serta menjaga nilai-nilai leluhur yang telah diwariskan," katanya.
Dengan terus digelarnya tradisi Mapag Tamba, Pemdes Legok berharap budaya lokal tetap lestari dan mampu diwariskan kepada generasi muda, sekaligus menjadi identitas desa yang kuat di tengah perkembangan zaman.
(Nana. S)

