Berita Terkini

Re: Aksi unjuk rasa KOMPI Di Depan Pendopo Indramayu Berujung Anarkis    

Pada Jum, 3 Apr 2026 10.07, Edi Babil < edibabil06@gmail.com > menulis:      Indramayu, Sergaptarget.com Unjuk Rasa Yang digelar oleh ...

Postingan Populer

Kamis, 02 April 2026

Re: Aksi unjuk rasa KOMPI Di Depan Pendopo Indramayu Berujung Anarkis    



Pada Jum, 3 Apr 2026 10.07, Edi Babil <edibabil06@gmail.com> menulis:

 
 


 Indramayu, Sergaptarget.com Unjuk Rasa Yang digelar oleh Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) di depan kantor Bupati Indramayu pada Kamis (2/3) berakhir ricuh dan anarkis. Sejumlah fasilitas umum yang berada di  alun-alun Indramayu mengalami kerusakan parah akibat tindakan pengunjuk rasa yang merasa kecewa karena tidak dapat menghubungi Bupati Indramayu, Lucky Hakim.

Peristiwa tersebut bermula ketika ratusan anggota KOMPI berkumpul di depan kantor Bupati Indramayu sejak pagi hari dengan membawa berbagai spanduk dan poster yang berisi tuntutan mereka. Tuntutan utama dari kelompok ini adalah penolakan terhadap proyek revitalisasi tambak di wilayah Pantura Indramayu yang dianggap akan merugikan kepentingan masyarakat pesisir.

Meskipun telah menunggu cukup lama, pengunjuk rasa tidak ditemui langsung oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim.Karena kesal ahirnya mereka melakukan tindakan anarkis dengan merusak fasilitas umum yang ada di alun alun Indramayu. 

Para pengunjuk rasa  merusak sejumlah fasilitas umum yang ada di sekitar lokasi, seperti lampu jalan, bangku taman, dan pagar pembatas di area alun-alun.

Akibat fasilitas umum yang rusak setelah aksi unjuk rasa Kompi
Suasana menjadi semakin tegang hingga pihak kepolisian harus turun tangan untuk mengamankan situasi dan mencegah kerusakan yang lebih luas lagi. 

Ketua aksi KOMPI, H. Darsam dalam keterangannya menyatakan  merasa sangat kecewa atas ketidakhadiran Bupati Lucky Hakim. "Kami sudah berusaha menyampaikan aspirasi kami secara damai, namun kami tidak diberikan kesempatan untuk bertemu dengan Bupati.

Tuntutan kami jelas, kami menolak proyek revitalisasi tambak di Pantura Indramayu karena kami khawatir akan berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat pesisir dan mata pencaharian kami," ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu belum dapat dihubungi untuk memberikan tanggapan terkait peristiwa tersebut maupun mengenai tuntutan yang disampaikan oleh KOMPI.

Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku yang terlibat dalam aksi anarkis tersebut dan akan menindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.

Masyarakat sekitar lokasi juga mengungkapkan kekhawatiran  atas kerusakan fasilitas umum yang terjadi. LMereka berharap agar kedua pihak dapat menyelesaikan perbedaan melalui dialog yang konstruktif dan tidak lagi menggunakan cara-cara anarkis yang bukan hanya akan merugikan diri sendiri tapi juga banyak pihak pungkasnya. 

(Nana.  S)