Berita Terkini

Atasi Banjir Di Wilayah Kota, Dinas PUPR Indramayu Menguras Saluran Talang Tembaga yang Berlumpur Selama 15 Tahun

  ‎ ‎Indramayu,  Sergaptarget.com Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melaksan...

Postingan Populer

Sabtu, 02 Mei 2026

Atasi Banjir Di Wilayah Kota, Dinas PUPR Indramayu Menguras Saluran Talang Tembaga yang Berlumpur Selama 15 Tahun


 


‎Indramayu,  Sergaptarget.com Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melaksanakan normalisasi saluran irigasi di Jalan Talang Tembaga, Kelurahan Margadadi, Kamis (30/4/26).
‎Normalisasi ini menjadi yang pertama dilakukan setelah kurang lebih saluran irigasi di permukiman padat ini dipenuhi lumpur selama 15  tahun. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Dinas PUPR Kabupaten Indramayu guna melaksanakan perintah Bupati Indramayu Lucky Hakim untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat. 

Demikian disampaikan Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Maulana Malik saat dihubungi Tim Publikasi Diskominfo melalui saluran selulernya. Menurutnya, selain untuk mengantisipasi banjir dan genangan air, normalisasi saluran Talang Tenbaga juga dilakukan guna meningkatkan kualitas lingkungan dan infrastruktur di Kabupaten Indramayu.
Saluran Talang Tembaga sudah lama tidak dikuras, sedimentasinya sangat tinggi sekali. Setelah dinormalisasi, kami berharap saluran ini menjadi lancar," katanya.


Sementara itu, Tarima, Staf Dinas PUPR Kabupaten Indramayu yang mengawasi pekerjaan tersebut, mengatakan, kegiatan normalisasi ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat terkait permasalahan banjir.
‎“Normalisasi ini bertujuan agar sedimen lumpur dan sampah bisa terangkat, sehingga debit air yang dapat ditampung menjadi lebih maksimal saat musim hujan,” ujarnya.
‎Tarima mengungkapkan,  pekerjaan normalisasi saluran dilaksanakan mulai 17 April hingga 15 Juni 2026, mencakup normalisasi saluran sepanjang 1,2 kilometer di Jalan Talang Tembaga serta 2 kilometer di kawasan Kalen Tahu.
‎Lebih rinci Tarima mengungkapkan, titik normalisasi dimulai dari Jalan Sudirman ke Jalan Talang Tembaga hingga terhubung ke saluran pembuangan Kalen Tahu. Kemudian akan dilanjutkan hingga ke hilir menuju muara laut. Di beberapa titik juga terdapat pertemuan aliran dari beberapa sungai yang menjadi fokus penanganan.
‎Menurutnya, selain mengurangi risiko banjir, kegiatan ini juga bertujuan menekan potensi genangan air yang dapat menimbulkan berbagai penyakit, mengingat kualitas air yang tergenang belum tentu baik bagi lingkungan.
‎“Kami ingin lingkungan yang bersih, rapi, dan tertata dengan baik agar ke depan lebih bermanfaat bagi masyarakat,” tambah Tarima.
‎Dalam proses pelaksanaan, Tarima mengaku terdapat tantangan, terutama terkait pembuangan material hasil pengerukan yang menimbulkan bau dan ketidaknyamanan sementara bagi warga sekitar. Dia memohon maaf atas ketidaknyamanan ini, karena kondisi tersebut bersifat sementara, sampai proses normalisasi selesai. 
"Setelah proses normalisasi selesai, diharapkan aliran air dari hulu hingga hilir dapat berjalan lebih lancar, kami berharap dukungan dari masyarakat agar pekerjaan ini selesai tepat pada waktunya," pungkasnya.

‎(Nana.  S)