Berita Terkini

Seorang Ibu Hamil Menjadi Korban Penipuan Oleh Dua Oknum Yang Mengaku Wartawan

Indramayu, Sergaptarget.com  Seorang ibu hamil warga Desa Drunten Wetan, Kecamatan Gabus Wetan, Kabupaten Indramayu, menjadi kor...

Postingan Populer

Minggu, 03 Mei 2026

Seorang Ibu Hamil Menjadi Korban Penipuan Oleh Dua Oknum Yang Mengaku Wartawan





Indramayu, Sergaptarget.com 
Seorang ibu hamil warga Desa Drunten Wetan, Kecamatan Gabus Wetan, Kabupaten Indramayu, menjadi korban penipuan oleh 2 oknum yang mengaku wartawan berkedok jasa menguruskan BPJS.

Korban dimintai uang hingga jutaan rupiah dengan dalih membantu pembuatan BPJS gratis untuk persiapan persalinan.
Korban bernama Nadiya, yang tengah mengandung lima bulan, mengaku didatangi dua orang berinisial R dan W. Keduanya menawarkan bantuan pengurusan BPJS gratis, namun justru meminta sejumlah uang dengan alasan biaya operasional dan administrasi.
Menurut pengakuan korban, awalnya ia diminta membayar Rp1.000.000. Setelah itu, oknum tersebut kembali meminta tambahan Rp800.000 dengan alasan proses dari pusat belum selesai.

Saya didatangi dan ditawari dibuatkan BPJS gratis. Awalnya diminta Rp1 juta, lalu diminta lagi Rp800 ribu. Tapi saya menolak karena BPJS-nya belum jadi,” ujar Nadiya, Sabtu (2/5/2026),
Nadiya juga menyebut, kedua oknum tersebut kerap mendatangi rumah mertuanya hampir setiap hari untuk membujuk agar sisa uang segera dibayarkan.

Sementara itu, pihak Puskesmas Drunten Wetan membantah adanya pungutan biaya dalam proses pengurusan BPJS, khususnya bagi ibu hamil.
Kepala Puskesmas Drunten Wetan melalui KTU Suroto, menegaskan bahwa seluruh layanan pendaftaran BPJS di puskesmas diberikan secara gratis.
“Kami melayani pendaftaran BPJS secara gratis bagi masyarakat, terlebih bagi ibu hamil. Cukup datang ke puskesmas membawa KTP dan KK, langsung kami bantu proses,” tegas Suroto.

Pihak puskesmas juga mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan jasa perantara atau oknum yang mengatasnamakan pengurusan BPJS, karena berpotensi merugikan warga dan mencoreng nama baik institusi.

 Pelayanan kesehatan.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap praktik penipuan berkedok layanan publik. Warga berharap aparat terkait segera menindaklanjuti dugaan tersebut.

(Nana. S)