Berita Terkini

Muara Karangsong Mengalami pendangkalan Nelayan Dan Pemilik Kapal Desak Pemda Segera Normalisasi

Indramayu, Sergaptarget, com  Ratusan nelayan Karangsong bersama pemilik kapal yang tergabung dalam Gerakan Nelayan Pantura (GNP...

Postingan Populer

Selasa, 28 Juli 2026

Muara Karangsong Mengalami pendangkalan Nelayan Dan Pemilik Kapal Desak Pemda Segera Normalisasi



Indramayu, Sergaptarget, com 
Ratusan nelayan Karangsong bersama pemilik kapal yang tergabung dalam Gerakan Nelayan Pantura (GNP) dan KPL Mina Sumitra menggelar aksi solidaritas di Muara Karangsong, Kabupaten Indramayu, Senin (27/7/2026).

 Nelayan dan pemilik Kapal mendesak pemerintah daerah segera melakukan normalisasi muara serta membangun kembali breakwater yang rusak agar tidak terjadi pendangkalan lagi dan aktivitas nelayan kembali lancar.

Seperti yang dikatakan Kajidin selaku ketua GNP  pendangkalan di alur Muara Karangsong semakin parah, terutama saat musim angin timur. menyebabkan kapal-kapal berukuran besar kesulitan keluar masuk pelabuhan, bahkan pernah  ada yang harus tertahan selama beberapa hari. Salah satunya KM Gajah Samudera yang  terjebak di luar muara selama tiga hari.

"Apabila tuntutan kami tidak mendapat respons dari pemerintah daerah kami akan  menggelar aksi lanjutan  melakukan konvoi ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada pemerintah pusat," ujar Kajidin, Senin (27/7/2026).

Sementara , Ketua KPL Mina Sumitra, Suwarto, mengatakan pihaknya  telah berupaya mengatasi pendangkalan melalui pengerukan secara mandiri. Namun, sedimentasi terus meningkat sejak breakwater rusak sehingga pasir  mudah masuk ke alur pelayaran.

KPL Mina Sumitra juga sudah mengajukan bantuan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskanla) Kabupaten Indramayu. Dan satu unit kapal keruk telah didatangkan, namun upaya tersebut belum mampu mengatasi  pendangkalan yang terus berulang.

Suwarto menilai solusi jangka panjang tidak cukup hanya dengan pengerukan,tapi pemerintah pusat harus membangun kembali breakwater yang rusak, dan meninggikan konstruksinya, serta memperpanjangnya hingga sekitar satu kilometer agar sedimentasi dapat ditekan dan alur pelayaran tetap aman.

Sementara biaya pengerukan yang selama ini ditanggung melalui iuran para nelayan dengan cara menjual hasil tangkapan di TPI Karangsong," kata Suwarto.

Namun, seiring meningkatnya biaya operasional di tengah menurunnya pendapatan membuat upaya tersebut semakin berat dilakukan.

 pendangkalan Muara Karangsong telah berlangsung cukup lama. Meski pemerintah sebelumnya pernah melakukan normalisasi secara bertahap, GNP dan KPL Mina Sumitra menilai penanganan tersebut belum mampu menghentikan sedimentasi yang terus terjadi, sehingga dibutuhkan solusi yang serius.

(Nana. S)