Berita Terkini

Pengerjaan Pengecoran Jalan Aspirasi Dewan Irfan Dari Partai Gerindra Diduga Asal Asalan

Indramayu, Sergaptarget.com Pekerjaan pengecoran jalan lingkungan di Blok Bonjot Tumpal RT 38 RW 13, Desa Panyindangan Kulon, Ke...

Postingan Populer

Rabu, 08 Juli 2026

Pengerjaan Pengecoran Jalan Aspirasi Dewan Irfan Dari Partai Gerindra Diduga Asal Asalan




Indramayu, Sergaptarget.com Pekerjaan pengecoran jalan lingkungan di Blok Bonjot Tumpal RT 38 RW 13, Desa Panyindangan Kulon, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, menuai sorotan dari masyarakat.Pasalnya Proyek yang mulai dikerjakan pada Juli 2026 itu diduga tidak memenuhi standar teknis pelaksanaan konstruksi sehingga disorot warga.

Berdasarkan informasi yang beredar di tengah masyarakat, proyek tersebut merupakan realisasi dana aspirasi anggota DPRD Kabupaten Indramayu dari Fraksi Gerindra, Irfan, dengan nilai anggaran sekitar Rp199 juta yang dikerjakan oleh CV Arthur.

Akan tetapi, sejak awal pelaksanaan, sejumlah warga mengaku menemukan berbagai  kejanggalan di lapangan. Berdasarkan hasil pemantauan media dan keterangan warga, proyek tersebut diduga tidak dilengkapi papan informasi proyek atau papan RAB sehingga masyarakat tidak mengetahui secara jelas spesifikasi pekerjaan maupun penggunaan anggarannya.

Selain itu, warga juga menduga proses pengerjaan tidak diawali dengan pengupasan badan jalan lama maupun pemadatan dasar.  Langsung dicor di atas tanah yang masih basah akibat hujan tanpa adanya urugan sirtu sebagai lapisan pondasi.

Tak hanya itu, ketebalan beton juga diduga tidak seragam. Di beberapa titik, warga memperkirakan ketebalan hanya berkisar 5–7 sentimeter, lebih tipis dibanding standar umum jalan lingkungan yang umumnya mencapai sekitar 10–12 sentimeter.

Salah seorang tokoh pemuda setempat berinisial IT mengungkapkan kekecewaannya terhadap kualitas pekerjaan tersebut.

“Kalau begini caranya, kami khawatir tiga bulan juga sudah retak dan hancur lagi. Kan sayang uang negara kalau hasilnya kurang maksimal ujarnya.

Menurut warga, jalan tersebut merupakan akses utama yang setiap hari digunakan masyarakat, termasuk anak-anak menuju sekolah serta para petani menuju lahan pertanian. Karena itu, mereka berharap pembangunan dilakukan sesuai spesifikasi agar dapat memberikan manfaat jangka panjang.

Warga juga menduga lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan proyek yang berpotensi  pada kualitas hasil pekerjaan. Mereka meminta pihak terkait segera turun tangan melakukan pemeriksaan.
Adapun tuntutan masyarakat antara lain:

Meminta Irfan selaku pemilik aspirasi turun langsung meninjau kondisi pekerjaan di lapangan.
Meminta dinas teknis melakukan audit terhadap kualitas pengecoran jalan.

Apabila terbukti tidak sesuai spesifikasi teknis maupun RAB, pelaksana diminta membongkar dan mengerjakan ulang sesuai ketentuan dan 
Meminta adanya transparansi anggaran serta pemasangan papan informasi proyek agar masyarakat mengetahui sumber dana, nilai anggaran, dan pelaksana pekerjaan.

Warga menegaskan akan terus mengawal proyek tersebut dan siap melaporkan dugaan penyimpangan kepada instansi berwenang apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan pelaksanaan pekerjaan.

(Nana. S)