WONOSOBO – Polres Wonosobo menyalurkan bantuan sosial kepada warga terdampak kebakaran di Dusun Krajan, Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Sabtu, 12 September 2026. Selain memberikan paket sembako, Polwan Polres Wonosobo juga memberikan trauma healing kepada korban, terutama warga yang mengalami tekanan psikologis akibat musibah tersebut.
Wakapolres Wonosobo Kompol Nana Edi Sugito, S.H., memimpin penyerahan bantuan di lokasi kejadian. Bantuan diterima Kepala Desa Tieng, Farhan, untuk kemudian disalurkan kepada warga yang terdampak.
Kompol Nana mengatakan kehadiran polisi tidak berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Polres Wonosobo berupaya membantu memenuhi kebutuhan warga sekaligus memberikan dukungan psikologis bagi korban yang terdampak musibah.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Polres Wonosobo kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban warga,” ujar Nana.
Di lokasi yang sama, sejumlah Polwan Polres Wonosobo berinteraksi dengan warga dan memberikan pendampingan trauma healing kepada korban. Kegiatan dilakukan melalui komunikasi dan pendekatan yang humanis untuk membantu korban, khususnya anak-anak dan warga yang mengalami rasa takut atau cemas setelah kebakaran.
Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Wonosobo untuk memastikan warga tidak menghadapi dampak kebakaran seorang diri. Polisi memberikan ruang kepada korban untuk bercerita, berkomunikasi, dan membangun kembali rasa aman setelah mengalami peristiwa yang mengganggu secara emosional.
Kepala Desa Tieng Farhan mengapresiasi bantuan dan pendampingan yang diberikan Polres Wonosobo. Menurut dia, bantuan sembako maupun dukungan psikologis sangat dibutuhkan warga yang terdampak.
“Kami mewakili warga Desa Tieng mengapresiasi kepolisian dan instansi lain atas respons cepat dalam membantu pemadaman. Kami juga mengucapkan terima kasih atas bantuan sembako dan perhatian kepada warga kami,” kata Farhan.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 16 bangunan terdampak. Satu warga mengalami luka bakar dan mendapat perawatan di rumah sakit.
Kepolisian menyebut kebakaran diduga bermula dari korsleting listrik di lantai dua rumah milik salah seorang warga. Angin yang cukup kencang membuat api cepat merambat ke bangunan di sekitarnya.
Petugas Polsek Kejajar bersama Koramil, pemadam kebakaran, BPBD dan warga melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan sekitar tiga jam kemudian.
Polres Wonosobo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Warga diminta memeriksa instalasi listrik secara berkala, menghindari penggunaan sambungan listrik yang tidak sesuai standar, serta memastikan peralatan elektronik dan kompor dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah.
Arifin/ Tim KJN