Indramayu, Sergaptarget.com
Kesabaran warga Blok Truwali, Desa Kec. Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu, terhadap kondisi jalan yang rusak, akibat peralihan arus proyek Jembatan Kali Kapur akhirnya memuncak Ratusan warga turun kejalan dilokasi jembatan yang sedang dibangun pada Senin (2/11/2026). Mereka mendesak perbaikan jalan yang rusak padahal selama ini menjadi kebutuhan penting masyarakat
Mereka menyampaikan membawa sejumlah tuntutan dengan satu harapan utama diantaranya agar perbaikan jalan Blok Truwali segera dilaksanakan agar bagus kembali dan layak dilalui.
Aksi penyampaian aspirasi disampaikan secara terbuka. Warga berharap pihak terkait memberikan kepastian, bukan hanya janji tanpa realisasi.
Ahirnya warga mendapat harapan ketika Kardi alias Goblag, selaku humas perwakilan PT Eka Pratama Jaya, hadir di hadapan massa aksi. dan menyampaikan kesanggupan dan melakukan penandatanganan bersama.
Pihak perusahaan menjanjikan pengaspalan atau hotmix dengan panjang mencapai 1000 M dalam waktu satu minggu setelah aksi.
Pernyataan tersebut menjadi perhatian warga yang menuntut langkah nyata terhadap kerusakan jalan di lingkungan mereka.
Bagi masyarakat , perbaikan jalan bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan kebutuhan mendasar untuk menunjang mobilitas, aktivitas ekonomi, serta kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Masyarakat kini menantikan bukti komitmen yang telah disampaikan pihak perusahaan. Warga berharap janji pengaspalan sepanjang satu kilometer tersebut segera diwujudkan sehingga hasil aksi damai benar-benar memberikan manfaat nyata.
Aksi sempat memanas warga berusaha membakar ban bekas, dan melempari batu di lokasi Jembatan tersebut. Alat berat eskalator juga sempat di pasangi spanduk dan dinaiki puluhan pendemo bentuk protes kepada perusahaan PT. Eka Pratama Jaya.
Ini menjadi pengingat bahwa suara masyarakat merupakan bagian penting dalam mendorong penyelesaian persoalan di lingkungan mereka yang menunggu jawaban melalui tindakan nyata di lapangan.
Saya atas nama PT. Eka Pratama Jaya, sanngup merekusasikan.
Sementara Didit selaku kordinator aksi Forum Komunikasi Pemuda Truali ( FKPI) menyampaikan,
“Aksi ini sebagai bentuk protes kami warga blok Truali atas dampak Proyek jembatan yang molor pembangunan nya, enam bulan lebih jembatan tersebut belum kunjung selesai, “ujarnya.
Kami masyarakat blok Truali hanya meminta satu kepada pihak PT. Eka Prtama Jaya agar memberikan kebijakannya pembangunan hotmix sepanjang 1000 m. Karena kami warga blok Truali sudah terkena dampak akibat peralihan jalur lalulintas.
Maka dari itu kami menuntut kepada PT Eka Pratama Jaya untuk membangun akses jalan dgn di hotmix, yang jelas satu minggu setelah aksi harus dilakukan dan ini tidak ada tawar menawar lagi dan keputusan kami sudah bulat, namun Syukur alhamdulillah dari perwakilan Kontraktor Pak Kardi selaku humas yang mewakili PT Eka Pratama Jaya menyetujui, “Pungkasnya.
(Nana. S)