Berita Terkini

Pererat Ukhuwah, Laskar RMRB Rohul Gelar Buka Bersama Berbagi Takjil dan Santuni Anak Yatim

Rohul - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Laskar Rumpun Masyarakat Riau Bersatu (RMRB) Rokan Hulu menggelar buka puasa bersama, berbagi takjil dan...

Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label Konawe. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konawe. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Desember 2025

Nenek di Unaaha Soroti Cucunya Diberi Amplop Rp10 Ribu dari Istri Bupati Usai Tampil di Acara Pembukaan PGRI Konawe


KONAWE, Pembukaan rangkaian kegiatan Hari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe, pada Selasa (23/12), yang seharusnya menjadi momentum penghargaan terhadap dunia pendidikan, justru menyisakan rasa miris dan kekecewaan di kalangan orang tua peserta didik.

Acara pembukaan berlangsung meriah dengan penampilan musik bambu yang dibawakan oleh anak-anak Sekolah Dasar Negeri 1 Unaaha. 

Penampilan tersebut menjadi daya tarik utama sekaligus hiburan bagi para tamu dan undangan yang hadir, termasuk unsur pemerintah daerah.

Namun, apresiasi yang diberikan kepada anak-anak usai penampilan justru memantik sorotan. 

Anak-anak SD yang tampil diberi amplop berisi uang pecahan Rp2.000 sebanyak lima lembar, bahkan diserahkan langsung oleh Ibu Bupati Konawe, Hj. Hania, S.Pd, M.Pd. Gr.

Sayangnya, kebanggaan itu berubah menjadi kekecewaan setelah diketahui isi amplop tersebut. 

Seorang nenek menilai nominal yang diberikan tidak mencerminkan bentuk penghargaan yang layak atas usaha dan keterlibatan anak-anak dalam memeriahkan kegiatan resmi PGRI.

“Sakira juga berapa isinya, ternyata uang-uang Rp2000 baru lima lembar. Sa kira bara berapa mi juga," ungkap sang nenek dengan nada kecewa yang namanya disebutkan, Sabtu, 27/12/2025. 

Disamping itu, cucu dari sang nenek juga turut membenarkan hal tersebut. Dirinya mengaku, amplop tersebut diberikan langsung oleh istri Bupati Konawe, Hania yang kini diketahui sebagai Ketua PGRI Konawe. 

"Ibu Bupati yang kasih," ungkap si anak yang duduk di bangku SD Negeri 1 Unaaha. 

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya meminta klarifikasi dari Ketua PGRI Konawe.
Penulis.A.i

Senin, 15 Desember 2025

Diduga Kuat Tolak Pasien Lakalantas, BLUD RS Konawe Tuai Sorotan Warganet


KONAWE, Sulawesi Tenggara– Sebuah video yang memperlihatkan dugaan penolakan pasien kecelakaan lalu lintas (lakalantas) oleh BLUD Rumah Sakit Konawe viral di media sosial Facebook dan menuai beragam reaksi dari warganet. Video tersebut pertama kali diunggah oleh seorang warga bernama Tini Aisyah, yang mengaku sebagai pihak yang menolong korban di lokasi kejadian, Senin (15/12/2025).

Saat dikonfirmasi oleh awak media, Tini Aisyah menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.00 Wita. Saat itu, ia bersama suami dan anaknya tengah dalam perjalanan pulang dari Unaaha menuju rumah setelah mengurus keperluan di Puskesmas Wawotobi.

Dalam perjalanan melintasi kawasan hutan di perbatasan Desa Palarahi dan Korumba, Tini melihat seorang anak tergeletak di pinggir jalan akibat kecelakaan tunggal. Kondisi korban disebut memprihatinkan, dengan wajah pucat dan mengalami luka sobek di bagian belakang tubuhnya.

"Banyak kendaraan melintas, tetapi tidak ada yang berhenti menolong. Saya melihat anak itu sudah pucat, sehingga saya memutuskan untuk segera membawanya ke rumah sakit," tutur Tini.

Setibanya di BLUD RS Konawe, suami Tini disebut telah meminta petugas rumah sakit untuk menyiapkan ranjang agar korban bisa segera mendapatkan penanganan medis. Namun, pihak rumah sakit menyampaikan bahwa kondisi ruangan sedang penuh (full), sehingga korban tidak dapat dilayani.

"Kami sudah memohon agar korban ditangani terlebih dahulu karena ini kasus kecelakaan. Tapi tetap ditolak dengan alasan ruangan penuh," ungkapnya.

Tini juga mengungkapkan bahwa salah seorang petugas sempat melihat kondisi korban dari dalam mobil dan menyebut bahwa luka yang dialami tidak parah. Pernyataan tersebut, menurut Tini, tidak sesuai dengan kondisi korban yang terus menangis dan mengeluh kesakitan.

Selanjutnya, pihak rumah sakit mengarahkan agar korban dibawa ke Rumah Sakit Setia Bunda. Namun, Tini mengaku ragu karena tidak mengetahui kondisi ekonomi maupun keberadaan keluarga korban, mengingat rumah sakit tersebut merupakan fasilitas kesehatan umum berbayar.

"Saya hanya menolong. Saya juga tidak mendampingi sampai selesai karena setelah itu keluarganya sudah datang," jelasnya.

Pasca kejadian tersebut, korban akhirnya diketahui telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Wawotobi.



Tini Aisyah berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi. Ia meminta pihak rumah sakit, khususnya BLUD RS Konawe, untuk mengedepankan penanganan awal terhadap pasien kecelakaan maupun kondisi darurat.

"Kalau ada pasien sakit atau kecelakaan, tolong dilayani dulu, meskipun hanya duduk di kursi. Yang penting ada penanganan awal. Jangan langsung ditolak, karena nyawa manusia itu sangat berharga," tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak BLUD RS Konawe belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penolakan pasien tersebut.

Laporan: Ifitra