Berita Terkini

DPRD lndramayu Gelar Paripurna Penyampaian Raperda Peraturan Perangkat Daerah

 Indramayu, Sergaptarget.com DPRD Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, di Ruang Sidang Utama, mengadakan Rapat Paripurna dalam rangk...

Postingan Populer

Rabu, 26 Februari 2025

Peringati Hari Jadi Banjarnegara ke 454 Bunda Milenial Hadir colour Full dengan Kostum Jumputan




Banjarnegara Jawa tengah
Memperingati Hari Jadi Kabupaten Banjarnegara ke 454 pemerintah Daerah Kabupaten Banjarnegara menggelar Serangkaian acara  yang puncaknya yaitu Kirab Budaya, Prosesi pisowanan Agung yang di gelar pada Rabu(26/2/2025) bertempat di Alun alun banjarnegara.

 Bunda Milenial sabagai salah satu kelompok  yang mengusung gerakan di bidang Budaya, Sosial Kemanusiaan untuk yang ke tiga kslinya mengikui kegiatan tersebut sejak  tahun 2022 hinggga tahun 2025 ini tetap  mengikuti acara  kirab. Untuk tahun ini peserta Bunda Milenial berjumlah 33 orang terdiri dari Bunda Milenial Banjarnegara dan jakarta. Yg juga di hadir ketua umum bunda Milenia,  sisca Rumondor.

Dalam acara kirab tahun ini Bunda Milenial tampil fres dengan kebaya full colur dari kebaya jumputan berwarna warni, yang melambangkan  semangat kegembiraan. Keceriaan dan sukacita. Selain kebaya jumputan juga Bunda Milenial memainkan koreo dari payung fantasi warna warni dan yel yel yang menarik Di bawah komando ketua umum sosca rumondor..

Di lokasi finish  atau di alun alun Sisca rumondor mengucapkan selamat dan terimakasih kepada Dinas terkait dan kepada Pemda kab Banjatnegara. Yang telah memberi kesempatan

"Terimakasih kepada Dinas terkait dan Pemerintah Daerah kab Banjarnegara yang telah memberi kesempatan dn melibatkan Bunda Milenial dalam acara hari ini"

Sisca juga berpesan
"kepada kita semua wajib mewarisi melestarikan Budaya peninggalan Nenek moyang kinta sepeti halnya berkebaya. Sebab budaya sebagai  pemersatu bangsa" kata sisca

Sementara Dewi Ratih selaku ketua Bunda Milenial Banjarnegara mengucapkan
 "Selamat Hari Jadi Banjarnegara ke 454.srmoga semakin Maju dan sejahtera. "

 Setelah mengikuti acara di alun alun Bujda Milenial di ahiri dengan menikmati ramah tamah, pembagian doorprise untuk seluruh anggota gota dan di tutup dengan  makan bersama. 

(Yudhi)

Pengembangan Teori Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas dengan Mengintegrasikan Perspektif 


WONOSOBO – Desa Kadipaten Kecamatan Selomerto Kabupaten Wonosobo menjadi pilihan Kuliah Kerja Nyata (KKN) beberapa mahasiswa kelas Cakra Inti Universitas Tangerang Raya. Ditemui di rumah kediaman saat bersilahturahmi dan memberikan surat pemberitahuam KKN dari Kampus UNTARA, Kepala Desa Kadipaten Heri Basuki menyambut baik kehadiran mahasiswa Universitas Tangerang Raya. Sabtu (15/02/2025).

Deddi Fasmadhy , Yuda Widodo, Hendrawan, Muntako, didampingi Dosen Pembimbing Lapangan Dadah Muliansyah melaksanakan KKN di Desa Kadipaten dengan mengangkat isu Pengelolaan sampah berbasis komunitas di Desa Kadipaten, Kabupaten Wonosobo. 

Tatag Sekdes Kadipaten bersama beberapa perangkat desa saat diskusi bersama Mahasiswa Untara peserta KKN mendengarkan dengan seksama apa yang akan dilakukan para Mahasiswa Untara tersebut. 
" Desa Kadipaten Dikatakan ini telah menunjukkan kemajuan yang signifikan, tidak hanya dalam hal kesadaran masyarakat, tetapi juga dalam pengelolaan yang lebih terstruktur. Berdasarkan temuan penelitian kami, kebaruan dalam teori pengelolaan sampah berbasis komunitas dapat dikembangkan dengan mengintegrasikan beberapa perspektif dari teori-teori yang kami ajukan atas konsep yang telah disusun oleh Yuda Widodo, Hendrawan, Muntako, dan Dadah Muliansyah. Setiap teori dalam hal ini memberikan sumbangan yang berbeda, yang jika digabungkan dapat menghasilkan model pengelolaan sampah berbasis komunitas yang lebih efektif dan berkelanjutan." Tutur Deddi.

Beberapa konsep dalam presentasi yang ditawarkan ke Desa Kadipaten, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo dijelaskan Deddi sebagai berikut :
1. Pendekatan Multistakeholder dalam Pengelolaan Sampah dikenal dengan Teori Yuda Widodo Multistakeholder
Yuda Widodo menekankan pentingnya partisipasi aktif berbagai pihak dalam pengelolaan sampah. Dalam teori ini, pandangan yuda widodo pada pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau masyarakat, tetapi juga melibatkan sektor swasta dan lembaga non-pemerintah. pada pengusulan good governance yang memfokuskan pada kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak-pihak terkait lainnya. Penelitian di Desa Kadipaten mengilustrasikan bahwa kerjasama yang erat antara pemerintah desa, organisasi lokal, dan masyarakat dapat memperkuat keberlanjutan program pengelolaan sampah berbasis komunitas. Kolaborasi ini memungkinkan setiap pihak memiliki peran yang jelas dan menyumbangkan keahlian serta sumber daya yang diperlukan untuk kesuksesan program.

Integrasi pengelolaan sampah berbasis komunitas dengan model multistakeholder yang lebih terstruktur dan transparan. Kolaborasi yang terorganisir ini memungkinkan terciptanya program yang lebih efektif, di mana peran setiap pihak ditentukan dengan jelas dan memiliki tanggung jawab yang saling mendukung.

2. Model Pengelolaan Sampah dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat atau Teori Hendrawan PSPEM
Teori PSPEM Hendrawan berfokus pada pemanfaatan sampah sebagai sumber daya yang dapat memberikan nilai ekonomi. Pengelolaan sampah berbasis komunitas tidak hanya dimaksudkan untuk mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dalam penelitian di Desa Kadipaten, sampah organik berhasil diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik didaur ulang menjadi produk bernilai ekonomi seperti kerajinan tangan dan bahan bangunan. Pendekatan ini sejalan dengan teori Hendrawan yang melihat sampah sebagai potensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi lokal.

Penekanan pada pengolahan sampah menjadi produk ekonomi yang tidak hanya mengurangi dampak sampah, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Pengelolaan sampah yang berbasis pada pemberdayaan ekonomi ini membantu menciptakan keberlanjutan program melalui manfaat langsung yang diterima oleh masyarakat.

3. Sistem Pengelolaan Sampah Berkelanjutan atau Teori PSB Muntako
Menurut Muntako, pengelolaan sampah yang berkelanjutan PSB harus memperhatikan aspek sistematis yang melibatkan seluruh siklus pengelolaan sampah, mulai dari produksi, pengumpulan, pemilahan, hingga pengolahan akhir. Meskipun Desa Kadipaten telah berhasil dalam hal pemilahan dan daur ulang sampah, tantangan terbesar adalah keterbatasan fasilitas pengolahan sampah yang memadai. Muntako berargumen bahwa sistem pengelolaan sampah harus bersifat adaptif dan fleksibel, sesuai dengan kondisi lokal dan harus didukung oleh infrastruktur yang memadai. Di Desa Kadipaten, meskipun ada upaya signifikan dalam pemilahan sampah, tantangan terkait infrastruktur dan fasilitas pengolahan masih perlu diatasi.

Penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan yang disesuaikan dengan kondisi lokal. Sistem ini tidak hanya mengandalkan pemilahan dan pengolahan tradisional, tetapi juga memperkenalkan inovasi teknologi yang dapat mempermudah pengelolaan sampah pada tingkat komunitas.

4. Pentingnya Sosialisasi dan Edukasi Berkelanjutan atau Teori  SEB Muliansyah
Muliansyah menyoroti pentingnya sosialisasi dan pendidikan lingkungan yang berkelanjutan sebagai elemen kunci dalam keberhasilan program pengelolaan sampah. Dalam masyarakat dengan kesadaran lingkungan yang rendah, sosialisasi yang intensif dan berkelanjutan sangat penting untuk memastikan konsistensi dalam penerapan praktik pengelolaan sampah. Penelitian di Desa Kadipaten menurut Muliansyah dadah menunjukkan bahwa sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah desa dan organisasi lokal berperan besar dalam menciptakan rasa kepemilikan masyarakat terhadap program tersebut. Proses edukasi yang berkelanjutan membantu mendorong perubahan perilaku yang lebih permanen dan konsisten.

Menekankan pentingnya pendidikan lingkungan yang berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan ini tidak hanya dilakukan pada tahap awal, tetapi harus diteruskan agar masyarakat dapat secara konsisten menerapkan praktik pengelolaan sampah dalam kehidupan mereka.

Di hari ke 3 KKN para mahasiswa Untara mengikuti kegiatan kerja bhakti Nyadran (Bersih Desa dan kirim doa untuk leluhur) yang merupakan tradisi di Masyarakat Kadipaten jelang memasuki Bulan Suci Ramadhan.

Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tangerang Raya (UNTARA) di Desa Kadipaten pada akhir KKN berpamitan dengan Kepala Desa dan Parangkatnya dengan memberikan kenang-kenangan berupa Plakat Piagam dan MUG KKN UNTARA. Senin (24/02/2025).

" Terima kasih atas penerimaan dan sambutan yang luar biasa penuh semangat atas kegiata KKN UNTARA di Desa Kadipaten ini, semoga apa yang kami sampaikan bisa menambah kemajuan Desa Kadipaten. Dan kami mohon maaf bila dalam kegiatanm KKN yang kami laksanakan merepotkan dan kurang sopan santun, namun kami senang Masyarakat disini ramah-ramah dan pemudanya sangat Cerdas dalam menangkap konsep-konsep kami dengan adanya pembagian tugas untuk pemuda-pemuda dalam melaksanakan konsep-konsep kami." Ucap Yuda Mahasiswa UNTARA peserta KKN.

Sementara Dadah Muliansyah selaku Dosen Pembimbing Lapangan saat ditanya awak media terkait KKN mahasiswa UNTARA di Desa Kadipaten menegaskan,

" Mahasiswa peserta KKN di Desa Kadipaten ini adalah Mahasiswa UNTARA Fakultas Hukum yang sudah banyak pengalamannya, mereka semua sudah biasa melakukan kegiatan bersama Masyarakat. Dan mahasiswa di angkatan ini adalah mahasiswa ekstensi non regular yang lahir dimasa Covid-19, jadi mereka semua ada yang dari kalangan karyawan swasta, ASN, TNI, Polri, Wiraswasta, politikus, dan sebagainya. Dengan Kegiatan KKN diharapkan Konsep matang dari mahasiswa UNTARA ini bisa diserap dan dijadikan peluang yang baik dan memberikan manfaat serta kemajuan di desa Kadipaten. " tutup Dadah.


(Yudhi)

Wujudkan Balita Sehat, Babinsa Keprabon Dampingi Petugas Kesehatan Berikan Layanan Posyandu

Surakarta - Babinsa Kelurahan Keprabon Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta Serma Daniel Kaputing dan Serda Sugiyanto melaksanakam pendampingan Kader Kesehatan Kelurahan Keprabon dalam kegiatan Posyandu Anak bertempat di halaman Pendhopo Kelurahan Keprabon jln. Diponegoro no.50 Kecamatan Banjarsari, Rabu (26/02/2025).

Ditegaskan Serma Daniel kegiatan pendampingan Kader Kesehatan yang dilakukan oleh Babinsa adalah sebagai wujud kepedulian di bidang kesehatan, terutama kesehatan anak di wilayah yang menjadi tanggung jawab Babinsa.

"Adapun dalam posyandu kali ini yaitu dengan melakukan pengukuran tinggi badan, penimbangan berat badan Balita, Imunisasi, pemberian Vitamin, serta asupan makanan tambahan, serta mengontrol kesehatan ibu hamil."tuturnya.

" kegiatan tersebut merupakan wujud pendampingan Babinsa di setiap kegiatan kewilayahan untuk membantu kelancaran serta tertibnya kegiatan."imbuhnya.

"Selain itu, dengan adanya peran keikutsertaan Babinsa di tengah-tengah petugas kesehatan sangat terbantu untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan Posyandu."tutupnya.

Penulis: Arda 72

Melalui Kerja Bakti, Babinsa Manahan Bersinergi Dengan Bhabinkamtipmas, Elemen Pemerintah Serta Warga Masyarakat Ciptakan Lingkungan Yang Bersih, Aman Dan Nyaman

Surakarta - Babinsa Kelurahan Manahan Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta Serma Saring dan Serda Supriyadi bersama dengan Bhabinkamtibmas Bripka Erki Setiawan dan warga masyarakat serta elemen pemerintah Kelurahan Manahan melaksanakan Kerja Bakti pemotongan pohon, di Jalan Samratulangi Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari, Rabu (26/02/2025).

Berbagai kegiatan terus dilakukan oleh Babinsa bersama instansi Pemerintah Kota Surakarta maupun maupun Elemen Masyarakat lainnya, salah satunya kegiatan kerja bakti dilingkungan wilayah Binaan guna menciptakan masyarakat yang sehat, bersih dan nyaman, kegiatan diikuti oleh Babinsa Kelurahan Manahan, bhabinkamtipmas, DLH Kota Surakarta, Petugas PLN,  warga masyarakat dan Satlinmas Kelurahan Manahan. 

"Kerja bakti yang dilaksanakan pada hari ini adalah pemotongan pohon maupun dahan pohon di Area Jl. Samratulangi, Kelurahan Manahan."tutur Serma Saring disela-sela kegiatan.

"Dilakukannya pemotongan pohon dan dahan pohon tersebut karena sudah bersentuhan dengan kabel listrik tegangan tinggi, kabel listrik yang bersentuhan dengan pohon/dahan pohon dapat menyebabkan terjadinya hubungan arus pendek sehingga dapat membahayakan bagi warga masyarakat."imbuhnya.

"Pohon yang sudah terlalu rindang dan berhimpitan denngan hunian warga sangat riskan sekali, bahkan sudah menyentuh kabel listrik sangat berbahaya apalagi saat pohon dalam kondisi basah ketika hujan,namun di satu sisi pohon-pohon tersebut tidak boleh dihilangkan atau ditebang karena pohon sumber oksigen dan mencegah banjir serta tanah longsor."tutupnya.

Penulis : Arda 72

Polresta Cirebon Ikuti Zoom Meeting Panen Raya Jagung Serentak Tahap I

Polresta Cirebon mengikuti kegiatan Zoom Meeting yang dipimpim Kapolri JENDERAL POL. Drs. LISTYO SIGIT PRABOWO M.Si., dengan agenda Panen Raya Jagung Serentak Tahap I di Lahan Perkebunan Jagung Atau Yang Lainnya Dalam Rangka Mendukung Swasembada Pangan Tahun 2025, Rabu (26/2/2025). Kegiatan tersebut dilaksanakam di Ds. Kedongdong Kidul Kec. Dukupuntang Kab. Cirebon.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolresta Cirebon KOMBES POL. SUMARNI, S.I.K., S.H., M.H., hadir bersama Wakil Bupati Cirebon H. Agus Kurniawan Budiman, Kadis Pertanian Kab. Cirebon Dr. Alex Suheriyawan S.H,M.Pd.I, Kasdim 0620 Kab. Cirebon Mayor arm Sulkhan Prakasa, Kasi Pengelolaan BB dan Barang Rampasan Jaksa Muda Santoso S.H,M.H, serta lainnya.

Kapolresta Cirebon mengungkapkam Panen Raya Jagung kali imi dilakukan di lahan seluas 1,5 hektar dan hasilnya mencapai 9 Ton. Lahan yang berlokasi di Ds. Kedongdong Kidul Kec. Dukupuntang Kab. Cirebon tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Polresta Cirebon bersama Pemdes Kedongdong Kidul dan kelompok tani setempat.

"Program Ketahanan Pangan ini sebagai wujud implementasi mendukung program Asta Cita yang telah mencanangkan swasembada pangan sebagai bagian dari sistem ketahanan nasional," katanya.

Ia mengatakan, Polresta Cirebon bekerjasama dengan pemerintah daerah kabupaten Cirebon dinas pertanian bersama dengan forkopimda lainnya melaksanakan kegiatan panen raya jagung. Bahkan, seminggu sebelumnya pihaknya juga sudah melaksanakan panen raya di daerah Karang wareng di Desa sumur kondang

"Hari ini kita berada di Desa kedongdong Kecamatan Dukupuntang luas area yang ditanam di sini ada 4 hektar dan jagungnya sebanyak 1,5 hektar. Alhamdulillah jagungnya bagus Insya Allah ini menjadi motivasi kami untuk terus menggerakkan penanaman jagung baik jagung pipil maupun jagung manis," pungkasnya.((Babil


))

Selasa, 25 Februari 2025

Kuwu Adam Mewakili Pemdes Cempaka Kec. Plumbon Kab. Cirebon Mengucapkan Selamat atas dilantiknya Pa Imron (Drs. H. Imron, M.Ag) dan Jigus (H. Agus Kurniawan Budiman) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Cirebon

Kuwu Adam Mewakili Pemdes Cempaka Kec. Plumbon Kab. Cirebon Mengucapkan Selamat atas dilantiknya Pa Imron (Drs. H. Imron, M.Ag) dan Jigus (H. Agus Kurniawan Budiman) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Cirebon Periode 2025 - 2030. Semoga dapat mengemban amanah masyarakat Kabupaten Cirebon untuk mewujudkan Kabupaten Cirebon yang BERIMAN (Bersih, Inovatif, Maju, Agamis, Aman).

Kekompakan perangkat desa Karangreja membuktikan kerja sama dan sinergi yang mantap

Cirebon,SERGAP TARGET -Kekompakan dan kinerja desa Karangreja Kecamatan Suranenggala memang sangat penting untuk mencapai tujuan pembangunan desa. Dan, seperti yang Anda katakan, kuwu   Toyana Bobit (kepala desa) memainkan peran penting dalam mempererat hubungan antar-prangkat desa.





Sangat tepat! Kekompakan perangkat desa memang menjadi kunci utama dalam kemajuan dan pembangunan desa. Ketika semua perangkat desa bekerja sama dengan harmonis dan memiliki visi yang sama, maka dapat mencapai tujuan pembangunan desa dengan lebih efektif dan efisien.




Kekompakan perangkat desa Karangreja telah membuktikan bahwa dengan kerja sama dan sinergi, desa dapat berkembang dan maju pesat dalam segi pembangunan. Hal ini juga menunjukkan bahwa pemerintah desa telah berhasil dalam mengelola sumber daya dan potensi desa untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.


Beberapa faktor yang mendukung kekompakan perangkat desa Karangreja antara lain:

1. Komunikasi yang efektif
2. Kerja sama yang harmonis
3. Visi dan misi yang sama
4. Kepemimpinan yang efektif
5. Partisipasi masyarakat yang aktif

Dengan kekompakan perangkat desa yang kuat, desa Karangreja dapat terus berkembang dan maju, serta menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam hal pembangunan dan kemajuan.
Kuwu     Toyana  Bobit.

1. Mengkoordinasikan kegiatan desa
2. Meningkatkan komunikasi antar-prangkat desa
3. Mengembangkan program pembangunan desa
4. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.

Dengan demikian, kuwu Bobit dapat mempererat hubungan antar-prangkat desa dan meningkatkan kinerja desa secara keseluruhan.




Contoh spesifik tentang bagaimana kuwu   Toyana  Bobit desa Karangreja mempererat hubungan antar-prangkat desa beliau sangat akrab seperti keluarga saya.

Sangat menggembirakan mendengar bahwa Desa Karangrejo telah mengalami kemajuan yang signifikan dalam infrastruktur di tahun 2024 ujar tokoh masyarakat pemerhati Nono.

Dengan infrastruktur yang telah digelar, seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya, dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memudahkan akses ke berbagai fasilitas dan layanan.

Hasil yang memuaskan masyarakat juga menunjukkan bahwa pemerintah desa telah berhasil dalam menjalankan program pembangunan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Beberapa manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat Desa Karangrejo antara lain:

1. Kemudahan akses ke fasilitas kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
2. Peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
3. Meningkatkan kesempatan kerja dan ekonomi masyarakat.
4. Meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Semoga kemajuan ini dapat terus berlanjut dan membawa manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Desa Karangreja. Ujar Toyana Bobiet.

JURNALIST (BABIL).

Sambut Ramadhan 1446 H, Kapolres Cirebon Kota Hadiri Muhasabah di Mako Dit Polairud Polda Jabar


POLRES CIREBON KOTA. – Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1446 H, Direktorat Polairud Polda Jabar menggelar kegiatan Muhasabah bertema "Dengan Muhasabah Kita Tingkatkan Kualitas Insan Polri Presisi Berintegritas, Religius, dan Amanah Menuju Indonesia Maju", Selasa (25/2/2025) malam.

Acara yang berlangsung di Aula Pesat Gatra, Ditpolairud Polda Jabar, Kota Cirebon ini dipimpin oleh Dirpolairud Kombes Pol Edward Indharmawan Eka Channdra, S.I.K., M.H.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakapolda Jabar Brigjen Pol Drs. K. Rahmadi, S.H., M.H., Ustadz Maulana, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., serta sejumlah pejabat Polda Jabar, Forkopimda Kota Cirebon, perwakilan TNI, Bhayangkari, dan tokoh agama.

Dalam sambutannya, Brigjen Pol Rahmadi menekankan pentingnya nilai-nilai religius dalam kehidupan anggota Polri.

"Sebagai anggota Polri, kita harus menjadi pribadi yang religius, memberikan perlindungan kepada masyarakat, serta semakin humanis dalam pelayanan. Dengan pelayanan yang baik, kepercayaan masyarakat terhadap Polri akan semakin meningkat. Saya berharap kegiatan ini dapat menambah nilai spiritual dan menjadikan kita pribadi yang lebih baik," ujar Wakapolda Jabar.

Acara muhasabah ini diawali dengan pembukaan dan sambutan, dilanjutkan dengan pemberian tali asih kepada anak yatim, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, serta tausiyah dari Ustadz Maulana.

Dalam ceramahnya, Ustadz Maulana mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum introspeksi diri dan peningkatan keimanan.

Selama kegiatan berlangsung, suasana berjalan aman dan kondusif, diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen Polri dalam meningkatkan spiritualitas di tengah tugas pengabdian kepada masyarakat.

((Red)) 

Ditpolairud Polda Jabar Gelar Muhasabah Sambut Ramadhan 1446 H, Tingkatkan Spiritualitas dan Integritas



POLRES CIREBON KOTA. – Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1446 H, Direktorat Polairud Polda Jabar menggelar kegiatan Muhasabah bertema "Dengan Muhasabah Kita Tingkatkan Kualitas Insan Polri Presisi Berintegritas, Religius, dan Amanah Menuju Indonesia Maju", Selasa (25/2/2025) malam.

Acara yang berlangsung di Aula Pesat Gatra, Ditpolairud Polda Jabar, Kota Cirebon ini dipimpin oleh Dirpolairud Kombes Pol Edward Indharmawan Eka Channdra, S.I.K., M.H.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakapolda Jabar Brigjen Pol Drs. K. Rahmadi, S.H., M.H., Ustadz Maulana, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., serta sejumlah pejabat Polda Jabar, Forkopimda Kota Cirebon, perwakilan TNI, Bhayangkari, dan tokoh agama.

Dalam sambutannya, Brigjen Pol Rahmadi menekankan pentingnya nilai-nilai religius dalam kehidupan anggota Polri.

"Sebagai anggota Polri, kita harus menjadi pribadi yang religius, memberikan perlindungan kepada masyarakat, serta semakin humanis dalam pelayanan. Dengan pelayanan yang baik, kepercayaan masyarakat terhadap Polri akan semakin meningkat. Saya berharap kegiatan ini dapat menambah nilai spiritual dan menjadikan kita pribadi yang lebih baik," ujar Wakapolda Jabar.

Acara muhasabah ini diawali dengan pembukaan dan sambutan, dilanjutkan dengan pemberian tali asih kepada anak yatim, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, serta tausiyah dari Ustadz Maulana.

Dalam ceramahnya, Ustadz Maulana mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum introspeksi diri dan peningkatan keimanan.

Selama kegiatan berlangsung, suasana berjalan aman dan kondusif, diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen Polri dalam meningkatkan spiritualitas di tengah tugas pengabdian kepada masyarakat.

((Red.)) 

Diduga Alergi Ama Wartawan  Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon  Enggan Temui Awak Media 



Sergaptarget.com
 
Cirebon, SERGAP TARGET, Sumber -Dinas pertanian adalah lumbung ketahanan pangan sesuai arahan pemerintahan presiden Prabowo.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon yang takut menemui wartawan dapat menimbulkan beberapa spekulasi, antara lain:

1. *Keterbukaan Informasi*: Kepala Dinas Pertanian seharusnya bersedia memberikan informasi tentang program dan kegiatan dinasnya kepada publik, termasuk wartawan.
2. *Akuntabilitas*: Kepala Dinas Pertanian harus bertanggung jawab atas program dan kegiatan dinasnya, dan menemui wartawan dapat membantu meningkatkan akuntabilitas.
3. *Transparansi*: Kepala Dinas Pertanian harus bersedia memberikan informasi yang transparan tentang program dan kegiatan dinasnya, sehingga publik dapat memahami apa yang dilakukan oleh dinas tersebut.

Mungkin ada beberapa alasan mengapa Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon takut menemui wartawan, seperti:

1. *Keterbatasan Pengetahuan*: Kepala Dinas Pertanian mungkin merasa tidak siap atau tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk menjawab pertanyaan wartawan.
2. *Ketakutan akan Kritik*: Kepala Dinas Pertanian mungkin takut akan kritik atau pertanyaan yang sulit dari wartawan.
3. *Keterlibatan dalam Kasus*: Kepala Dinas Pertanian mungkin terlibat dalam kasus atau skandal yang tidak ingin diungkapkan kepada publik.

Namun, sebagai pejabat publik, Kepala Dinas Pertanian harus bersedia memberikan informasi dan menjawab pertanyaan wartawan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.
Dinas Pertanian memang memegang peranan penting dalam menjaga ketahanan pangan di Indonesia. Sesuai dengan arahan Presiden Prabowo, ketahanan dan swasembada pangan merupakan prioritas utama pemerintah ¹. Dalam hal ini, Dinas Pertanian berperan sebagai "lumbung" ketahanan pangan dengan mengembangkan dan meningkatkan produksi pangan, serta memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan berkualitas bagi masyarakat pungkas Koko Ocim salah satu tokoh masyarakat di Desa Kedung dalem.

Distribusi pupuk subsidi yang belum sesuai dengan kenyataan lapangan merupakan masalah yang serius dan memerlukan perhatian dari pemerintah dan stakeholders terkait. Berdasarkan beberapa penelitian dan evaluasi, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan distribusi pupuk subsidi belum sesuai dengan kenyataan lapangan, antara lain:

- *Keterlambatan Pengiriman Pupuk*: Keterlambatan pengiriman pupuk dapat menyebabkan petani tidak dapat menerima pupuk subsidi pada waktu yang tepat, sehingga berdampak pada proses penanaman dan panen 
- *Kuota Pupuk Subsidi yang Tidak Sesuai*: Kuota pupuk subsidi yang tidak sesuai dengan kebutuhan petani dapat menyebabkan petani tidak dapat menerima pupuk subsidi yang cukup, sehingga berdampak pada proses penanaman dan panen.

- *Lemahnya Sosialisasi*: Lemahnya sosialisasi tentang kebijakan distribusi pupuk subsidi dapat menyebabkan petani tidak memahami tentang cara menerima pupuk subsidi, sehingga berdampak pada proses penanaman dan panen.

- *Keterbatasan Sumber Daya*: Keterbatasan sumber daya, seperti penyuluh pertanian lapangan, dapat menyebabkan distribusi pupuk subsidi tidak dapat berjalan dengan efektif.

Untuk mengatasi masalah ini, perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan kebijakan distribusi pupuk subsidi, serta peningkatan sosialisasi dan keterlibatan stakeholders terkait,  Ujar koko Ocim.


Koko ocim sebagai  tokoh masyarakat didesa Kedung dalem mengatakan 

1.distribusi pupuk subsidi yg belum sesuai dengan kenyataan lapangan, Al hasil petani murni di monopoli oleh oknum yg tidak bertanggung jawab dan secara fakta lapangan susah mendapatkan pupuk, dinas pertanian harus bertanggung jawab terhadap pemerataan pupuk subsidi  monev ke Gapoktan yang ada di desa-desa.

2.pengadaan alsintan (traktor) masih  tebang pilih dan di sinyalir ada dugaan oknum dinas yang bermain dan  pilih kasih terhadap pengadaan alsintan.

3.dinas pertanian harus memprioritaskan jalan usaha tani atau JUT agar memuluskan dan membantu sektor pertanian di kabupaten Cirebon supaya berjalan dengan  lancar dan baik sesuai arahan presisi Prabowo.


Beberapa waktu lalu awak media SERGAP TARGET  menyambangi kantor dinas pertanian kabupaten Cirebon  menurut satpam yang bertugas di resepsionis mengatakan " kalau mau ketemu  pak kadis atau pak Kabid harus bikin jadwal dulu , kalau langsung tidak bisa " ujarnya kurang puas dengan jawaban satpam awak media menghubungi kadis maupun Kabid namun menurut keduanya tidak ada waktu, 
saat ditanya kapan ada waktu untuk konfirmasi katanya tidak bisa ditentukan " elak keduanya , jika melihat dari cara yang dilakukan kedua pejabat dinas pertanian kabupaten Cirebon enggan bertemu awak media bahkan  terkesan  menghindar, kedua pejabat dinas pertanian perlu dipertanyakan  kalau memang posisinya benar jangan temui dong.  demikian juga jika bersih tidak perlu risih  dan jika tidak bersalah tidak usah resah.

((Babil))