Berita Terkini

Sigap PAC AMPAR LEMAHABANG Tolong Ibu Korban Jatuh dari Motor di Karangtengah

Cirebon, Sergaptarget.com Lemahabang - Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan PAC AMPAR LEMAHABANG Cirebon. Saat dalam p...

Postingan Populer

Selasa, 30 September 2025

Hujan Bukan Penghalang Bagi Babinsa Dan Warga Mejaga Keamanan Lingkungan

Wonogiri – Untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kriminalitas, dan mempererat tali silaturahmi antara Babinsa dan warga, sehingga rasa kebersamaan dan tanggung jawab sosial terwujud meskipun dalam kondisi cuaca kurang baik. 

Meskipun hujan, Babinsa (Bintara Pembina Desa) Koramil 03/Ngadirojo Serda Mulyanto dan warga tetap melaksanakan ronda malam karena kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk menjaga keamanan lingkungan. Senin (29/5/2025) malam.

Serda Mulyanto mejelaskan kegiatan ronda malam menunjukkan dedikasi Babinsa dan warga dalam menjaga lingkungan mereka agar tetap aman dan nyaman dari potensi gangguan keamanan seperti pencurian atau gangguan keamanan lainnya.

Pelaksanaan ronda malam, bahkan saat hujan, menjadi bukti konkret kewaspadaan masyarakat dan kesiapan untuk mencegah tindak kriminalitas yang mungkin terjadi.

"Ronda malam juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan dan rasa kebersamaan antarwarga desa. Kegiatan ini melibatkan seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga lingkungan mereka,"pungkas Babinsa.

Penulis : Arda 72

Ini Tujuan Babinsa Bersama PPL Melakukan Pendataan Dan Perkembangan Ketahanan Pangan

Wonogiri – Guna memprediksi hasil panen, memperkirakan harga jual gabah yang tepat, mengoptimalkan lahan, serta memastikan kesejahteraan petani. Babinsa (Bintara Pembina Desa) dan PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) bersama-sama melakukan pendataan dan Perkembangan Ketahanan Pangan di Wilayah Kec. Puhpelem Kab. Wonogiri.

Selasa,(30/9/2025). Babinsa Kel. Giriharjo Koramil 24/Puhpelem Kodim 0728/Wonogiri Sertu Parjito mengatakan, kolaborasi antar Babinsa dan petugas PPL tersebut untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan membantu petani.

Kepala PPL Kec. Puhpelem Helda Andi Kurniawan didampingi Penyuluh Pertanian Sugiman, mengatakan hasil Koordinasi Ketahanan Pangan di Wilayah Kel. Giriharjo, Kec. Puhpelem diantaranya, Varietas logawa untuk demlot yang banyak disukai dalam sistem tanam dan perawatannya.

"Sistem tanam padi jajar legowo untuk efisiensi pupuk, kemudahan pengendalian OTP/ Olah tanah Tanam dan Panen, Pemanfaatan sinar matahari serta peningkatan produktifitas hasil dan jarak tanam baris 25-30 cm dan jarak antar rumpun 12,5-15 cm untuk hasil yang baik," tambah Andi Kurniawan.

Dan dari hasil Pendataan Bulan September 2025 yakni olah tanah 16 hektar, Tanam 16 hektar dan perkiran Panen Bulan  Januari 2026, dan hasil Panen Bulan September 2025 mencapai 40 hektar.

Penulis : Arda 72

Senin, 29 September 2025

Koramil 11/Kaliwiro Bersama Tim Gabungan Evakuasi Pohon Tumbang di Wonosobo, Jalan Lumpuh Total



Wonosobo - Puluhan pohon pinus tumbang menutup Jalan Kabupaten Kaliwiro-Selomerto via Situkup-Balekambang, tepatnya di Tanjakan Situkup, Desa Winongsari, Kecamatan Kaliwiro, Wonosobo, Jawa Tengah, pada Senin (29/9/2025) pukul 15.15 WIB. Akibat hujan lebat disertai angin kencang, jalan sepanjang 500 meter tertutup total, menyebabkan kemacetan parah, listrik padam, hingga satu unit pikap rusak berat.

Kejadian ini bermula saat hujan deras dan badai melanda wilayah Kaliwiro. Puluhan pohon pinus di sepanjang jalur ambrol, menutup akses jalan. Satu unit pikap tertimpa pohon dan mengalami kerusakan parah. Beruntung, sopir berhasil menyelamatkan diri. Selain itu, instalasi jaringan PLN roboh akibat tertimpa pohon, menyebabkan pemadaman listrik di wilayah tersebut.

Merespons cepat, tim gabungan yang terdiri dari Koramil 11/Kaliwiro Kodim 0707/Wonosobo, Polres Wonosobo, BPBD Wonosobo, Polsek Kaliwiro, Pemdes Winongsari, DPUPR Wonosobo, Perhutani, PLN Kebumen Unit Wadaslintang, RPB SAR Kaliwiro, RPB Selomerto, MDMC, OEMAH Alam Mandala, relawan gabungan, dan masyarakat setempat langsung bergerak. Mereka melakukan asesmen, koordinasi, pembersihan material, evakuasi, hingga normalisasi jalur.
Hingga pukul 17.21 WIB, pembersihan jalan dan penebangan pohon yang dianggap rawan telah mencapai 95% penyelesaian. Normalisasi lalu lintas hampir selesai, sementara perbaikan jaringan PLN masih berlangsung oleh tim PLN Kebumen Unit Wadaslintang.

Pihak berwenang menghimbau pengguna jalan untuk berhati-hati, terutama saat memasuki musim hujan. "Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, utamanya di jalur rawan seperti ini, karena musim hujan dapat memicu bencana serupa," ujar salah satu anggota Koramil 11/Kaliwiro.

Penanganan berjalan aman dan lancar berkat sinergi antarinstansi dan masyarakat. Hingga berita ini diturunkan, upaya normalisasi jalur dan jaringan listrik masih terus dilakukan untuk memastikan akses dan layanan kembali pulih sepenuhnya.

(Yudhi)
Pendim0707

Koramil 07/Kalikajar Bersama Warga Bersihkan Material Longsor di Dusun Cuadi Wonosobo



Wonosobo – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, pada Senin (29/9/2025) pukul 15.00 WIB, memicu longsornya senderan saluran irigasi di Dusun Cuadi, Desa Simbang. Akibatnya, aliran air bercampur lumpur menimpa rumah warga milik Muhtandir, menyebabkan kerusakan pada bagian samping rumah.

Menurut laporan, kejadian ini dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang melemahkan struktur senderan irigasi. Material longsor bercampur lumpur langsung mengalir dan mengenai rumah warga, menciptakan situasi darurat di lokasi kejadian.

Tim gabungan segera bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk menangani dampak longsor. Personel yang terlibat meliputi Piket Koramil 07/Kalikajar Sertu Mugiyono, Babinsa Desa Simbang Serka Baydowi, anggota Polsek Kalikajar, Kepala Desa Simbang beserta perangkat desa, serta puluhan warga masyarakat setempat.

Langkah cepat dilakukan dengan melaksanakan evakuasi untuk memastikan keselamatan warga terdampak. Selanjutnya, tim gabungan bahu-membahu membersihkan material longsor yang menimpa rumah Muhtandir serta melakukan pembenahan bekas longsoran untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

Sertu Mugiyono menyatakan, karya bakti ini merupakan wujud sinergi TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menangani bencana. "Kami bersama warga bergerak cepat untuk membantu korban dan meminimalisasi dampak longsor. Gotong royong adalah kekuatan kita," ujarnya.

Warga Dusun Cuadi pun mengapresiasi respons cepat tim gabungan. "Terima kasih kepada Koramil, Polsek, dan semua yang membantu. Rumah saya bisa dibersihkan dengan cepat," ungkap Muhtandir, pemilik rumah terdampak.

Pihak desa juga berencana berkoordinasi dengan instansi terkait untuk perbaikan saluran irigasi guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi telah terkendali, dan pembersihan masih berlangsung untuk memastikan lingkungan kembali aman.

(Yudhi)
Pendim0707

Residivis Curas dan Narkoba Kembali Digangkap Polsek Tandun


Rokan Hulu – Polsek Tandun, Polres Rokan Hulu, kembali berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika. Seorang pria berinisial MS (42 Tahun), yang merupakan warga Kabupaten Siak, residivis kasus pencurian dengan kekerasan (curas) dan narkotika, kembali ditangkap saat diduga tengah menggunakan narkoba jenis sabu.

Penangkapan dilakukan pada Sabtu, 27 September 2025 sekitar pukul 22.00 WIB di sebuah warung rumah makan di Simpang Pir, Desa Tandun Barat, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu.

Sebelumnya, sekitar pukul 20.00 WIB, Kanit Reskrim Polsek Tandun, Ipda Sarlin Sihotang, SH, menerima informasi dari masyarakat bahwa lokasi tersebut kerap dijadikan tempat penyalahgunaan dan transaksi narkoba. Setelah memastikan kebenaran informasi, Kanit Reskrim melaporkan kepada Kapolsek Tandun, Iptu Mike Kurniawan, SH, MH. Atas perintah Kapolsek, tim langsung melakukan penindakan.

Saat dilakukan penggerebekan, tersangka berhasil diamankan didepan kamar mandi warung tersebut, Dari hasil penggeledahan badan dan kamar mandi, ditemukan sejumlah barang bukti berupa 1 buah alat isap (bong) dari botol air mineral, 1 paket kecil narkotika jenis sabu-sabu, 1 buah kaca pirex, 1 unit HP merek Realmi warna abu-abu, 1 buah kompor, 1 buah timah rokok, 3 buah mancis, 2 bungkus rokok One Bold, 2 lembar plastik bening, Uang pecahan Rp 2.000 ( dua ribu rupiah) sebagai alat bungkus kaca pirex.

Tersangka mengakui bahwa barang-barang tersebut adalah miliknya, yang digunakan bersama teman-temannya untuk mengonsumsi sabu.

Saat ini tersangka berikut barang bukti telah diamankan di Mapolsek Tandun untuk proses hukum lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan, tersangka dinyatakan positif narkoba. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) Jo Pasal 112 Ayat (1) Jo Pasal 127 Ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kapolsek Tandun, Iptu Mike Kurniawan, SH, MH, menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan penindakan tegas terhadap segala bentuk tindak pidana narkotika.

"Ini merupakan bentuk komitmen kami untuk memberantas narkoba sampai ke akar-akarnya. Apalagi tersangka adalah residivis yang sudah berulang kali terjerat kasus serupa. Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan di wilayah hukum Polsek Tandun," tegas Kapolsek.
***Hobbi&Friska***

Putra Bakung Bambang Mujiarto fan Ono Surono anggota DPRD provinsi Jawa barat Hadiri acara peringatan hari tani  didesa Matangaji 



Pada Sel, 30 Sep 2025 08.09, Edi Babil <edibabil39@gmail.com> menulis:





Cirebon, SERGAP TARGET - Bakung punya dewan Dalam rangka  peringatan hari tani anggota dua DPRD provinsi Jawa barat Bambang Mujiarto  ST dAN Ono Surono 
keduanya dari fraksi PDI Perjuangan , hadir pula pada acara tersebut Bupati Cirebon kepala Dinas Pertanian serta beberapa ketua DPRD  dari berbagai kabupaten diantaranya ketua DPRD Majalengka , Sumedang , Kuningan dan Subang tak ketinggalan para pengurus DPD , DPC , dan Ranting PDIP. bertempat didesa Matangaji kecamatan sumber kabupaten Cirebon 

Didalam sambutannya Ono Surono berjanji akan memberikan suatu program pelatihan Sistim Informasi Pemerintah Daerah  ( SIPD ) tujuannya untuk meningkatkan dalam pengelolaan data pada kesempatan tersebut Ono Surono  berjanji bakal memberikan pupuk organik bahkan Ono berjanji bakal memperhatikan harga pupuk termasuk sarana dan prasarana pertanian 
dan juga tata guna air irigasi ,wakil rakyat provinsi Jawa barat dari daerah pemilihan kota Cirebon, kabupaten Cirebon dan kabupaten Indramayu bakal memberikan bantuan mesin pompa air kepada tiap tiap kelompok tani dari kabupaten Cirebon dan kabupaten Kuningan dan memberikan Sembako kepada buruh tani yang hadir.

Saat ditanya awak media terkait peringatan hari tani yang diselenggarakan di wilayahnya menurut Kuwu Ruswandi matangaji mengatakan " tentu saja adalah sebuah penghormatan bagi bukan hanya bagi kami pemerintah desa Matangaji tapi tentu saja adalah sebuah penghormatan kepada seluruh warga Matangaji oleh karenanya saya sebagai Kuwu matangaji akan terus berupaya membangun desa kita ini dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat , seperti halnya para tokoh , toko agama , toko masyarakat , toko pemuda dengan demikian apa yang kita cita citakan dapat terwujud sehingga desa Matangaji dapat disejajarkan dengan desa desa lain yang ada dikabupaten Cirebon " tutupnya
Pada acara tersebut  Ono menerima beberapa keluhan para petani diantaranya mengenai infrastruktur pertanian yang dirasa 
harga pupuk diberbagai wilayah atau tiap tiap agen agar diperhatikan 
RDKK masih banyak yang belum terdata ,terakhir usulan tentang air dari Bendung Panitia Lebak ( BPL ) yang hingga saat ini masih bermasalah, tentunya aka bsgemana caranya solusinya yang baik.
( Babil)

Putra Bakung Bambang Mujiarto fan Ono Surono anggota DPRD provinsi Jawa barat Hadiri acara peringatan hari tani  didesa Matangaji 






Cirebon, SERGAP TARGET - Bakung punya dewan Dalam rangka  peringatan hari tani anggota dua DPRD provinsi Jawa barat Bambang Mujiarto  ST dAN Ono Surono 
keduanya dari fraksi PDI Perjuangan , hadir pula pada acara tersebut Bupati Cirebon kepala Dinas Pertanian serta beberapa ketua DPRD  dari berbagai kabupaten diantaranya ketua DPRD Majalengka , Sumedang , Kuningan dan Subang tak ketinggalan para pengurus DPD , DPC , dan Ranting PDIP. bertempat didesa Matangaji kecamatan sumber kabupaten Cirebon 

Didalam sambutannya Ono Surono berjanji akan memberikan suatu program pelatihan Sistim Informasi Pemerintah Daerah  ( SIPD ) tujuannya untuk meningkatkan dalam pengelolaan data pada kesempatan tersebut Ono Surono  berjanji bakal memberikan pupuk organik bahkan Ono berjanji bakal memperhatikan harga pupuk termasuk sarana dan prasarana pertanian 
dan juga tata guna air irigasi ,wakil rakyat provinsi Jawa barat dari daerah pemilihan kota Cirebon, kabupaten Cirebon dan kabupaten Indramayu bakal memberikan bantuan mesin pompa air kepada tiap tiap kelompok tani dari kabupaten Cirebon dan kabupaten Kuningan dan memberikan Sembako kepada buruh tani yang hadir.

Saat ditanya awak media terkait peringatan hari tani yang diselenggarakan di wilayahnya menurut Kuwu Ruswandi matangaji mengatakan " tentu saja adalah sebuah penghormatan bagi bukan hanya bagi kami pemerintah desa Matangaji tapi tentu saja adalah sebuah penghormatan kepada seluruh warga Matangaji oleh karenanya saya sebagai Kuwu matangaji akan terus berupaya membangun desa kita ini dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat , seperti halnya para tokoh , toko agama , toko masyarakat , toko pemuda dengan demikian apa yang kita cita citakan dapat terwujud sehingga desa Matangaji dapat disejajarkan dengan desa desa lain yang ada dikabupaten Cirebon " tutupnya
Pada acara tersebut  Ono menerima beberapa keluhan para petani diantaranya mengenai infrastruktur pertanian yang dirasa 
harga pupuk diberbagai wilayah atau tiap tiap agen agar diperhatikan 
RDKK masih banyak yang belum terdata ,terakhir usulan tentang air dari Bendung Panitia Lebak ( BPL ) yang hingga saat ini masih bermasalah, tentunya aka bsgemana caranya solusinya yang baik.
( Babil)

Kuwu Muhafidin, Pemimpin Desa Cidempet yang Tak Kenal Lelah Mengabdi



Indramayu, Senin (29/9/2025) – Dalam semangat pelayanan dan pengabdian yang tulus, Kuwu Desa Cidempet, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, Muhafidin menyampaikan komitmennya untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat desa. Tak hanya melayani di kantor desa selama jam kerja, Kuwu Muhafidin juga tetap terbuka untuk warga yang membutuhkan bantuan maupun saran, bahkan di luar jam dinas.

"Saya bekerja bukan hanya seperti jam kantoran, karena pengabdian itu tanpa batas waktu. Terkadang warga datang ke rumah meminta bantuan atau sekadar berkonsultasi, dan saya layani dengan sepenuh hati," ujar Muhafidin saat ditemui di kantor desa.

Komitmen tinggi ini mendapatkan respon positif dari berbagai kalangan masyarakat. Salah satunya datang dari Iksan (49) Warga Ds Cidempet, warga Desa Cidempet yang mengaku sangat mengapresiasi kepemimpinan Kuwu Muhafidin.

"Kami sebagai warga sangat merasakan dampaknya. Beliau sosok pemimpin yang merakyat dan mau turun langsung. Semoga beliau selalu diberikan kesehatan agar bisa terus memimpin dan membawa kemajuan bagi Desa Cidempet," ungkap Iksan.

Di bawah kepemimpinan Muhafidin, berbagai kegiatan positif terus dilakukan, mulai dari peningkatan pelayanan administrasi, penataan infrastruktur desa, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa Kuwu Muhafidin tidak hanya menjabat, tapi benar-benar mengabdi untuk Desa Cidempet.

Semoga semangat pelayanan dan ketulusan pengabdian ini terus terjaga, demi mewujudkan Desa Cidempet yang semakin maju dan sejahtera.

Reporter: Atin

Jajaran Polresta Cirebon memusnahkan ribuan minuman keras (miras) berbagai merek dan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis, Senin (29/9/2025). Miras dan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil KRYD dan Operasi Pekat Polresta Cirebon serta Polsek jajaran.






Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, S.I.K, S.H, M.H, mengatakan, miras dan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis yang dimusnahkan tersebut hasil merupakan hasil KRYD dan operasi pekat di wilayah Kabupaten Cirebon selama satu bulan terakhir. Selain itu, penindakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis dikarenakan sangat mengganggu masyarakat.

"Polresta Cirebon bersama jajaran dan seluruh Forkopimda pada pelaksanaan KRYD selama hampir 21 bulan ini tetap konsisten melaksanakan kegiatan dalam melindungi warga masyarakat Kabupaten Cirebon, melindungi anak-anak generasi muda Kabupaten Cirebon dengan cara menindak tegas peredaran minuman keras dari berbagai merk baik dari miras pabrikan, miras tradisional, termasuk jenis lainnya," ujar Kombes Pol Sumarni, S.I.K, S.H, M.H.

Ia mengatakan, jumlah miras yang dimusnahkan dalam kegiatan kali ini terdiri dari berbagai merek minuman keras pabrikan sebanyak 1.980 Botol, minuman keras tradisional jenis ciu sebanyak 7.347 botol, minuman keras tradisional jenis tuak sebanyak 426 liter, dan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis 2.560 buah.

Pihaknya menegaskan Polresta Cirebon dan Polsek jajaran tidak akan pernah berhenti menggelar razia miras maupun knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis karena sudah mendapatkan edaran dari Gubernur Jawa Barat, dan diperintahkan Kapolda Jawa Barat untuk secara tegas menindak penggunaan knalpot yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.

Polresta Cirebon dan Forkopimda Kabupaten Cirebon mengajak seluruh elemen masyarakat untuk peduli mengawasi penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis oleh anak-anaknya atau keluarganya, karena jangan sampai digunakan, jangan membuat kegaduhan, dan mengganggu ketidaknyamanan di lingkungan masyarakat.

"Polresta Cirebon dan Forkopimda Kabupaten Cirebon juga mengajak kepada seluruh pelaku usaha yang masih menjual minuman keras, minuman memabukan, yang membuat warga masyarakat Kabupaten Cirebon yang berada dalam potensi-potensi yang membahayakan tolong tidak dilanjutkan lagi," kata Kombes Pol Sumarni, S.I.K, S.H, M.H.

Sementara itu Kasat Pol PP Kab. Cirebon H. IMAM USTADI, S.Si., M.Si., menyampaikan Forkopimda Kabupaten Cirebon sangat mendukung dengan adanya kegiatan itu dan mengucapkan banyak terimakasih kepada Polresta Cirebon. Pemusnahan barang bukti tersebut merupakan bukti nyata dari tindakan dan komitmen untuk memberantas penyakit masyarakat. 

"Kami sangat bangga atas kepemimpinan Kapolresta Cirebon dan Jajaran yang semangat untuk memberantas penyakit masyarakat di Wilayah Kabupaten Cirebon. Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon juga akan menindaklanjuti dan  melaksanakan penertiban serta pengamanan terhadap miras, akan mendukung penuh Forkipimda Kabupaten Cirebon," jelasnya.

Senada, Ketua MUI Kab. Cirebon KH. ZAMZAMI AMIN, mengucapkan terimakasih dan apresiasi atas kegiatan rutin pemusnahan barang bukti miras dan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis. Pihaknya pun merasa bangga kepada Polresta Cirebon karena kegiatan semacam itu akan menyehatkan warga masyarakat Kabupaten Cirebon.

"Kami mengapresiasi setinggi-tingginya atas langkah tegas Polresta Cirebon dalam memusnahkan ribuan botol minuman keras hasil operasi penertiban penyakit masyarakat. Terimakasih yang sebesar-besarnya dengan adanya pemusnahan ini, Cirebon tetap dapat mempertahankan wilayah yang kondusif, agar kabupaten Cirebon bisa tetap aman dan nyaman," paparnya.((Babil))
 

Guna Meningkatkan Kesiapsiagaan Dan Kemampuan Masyarakat, Ini Yang Disampaikan Pelda Hadi

Wonogiri – Guna meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi dan menanggulangi bencana secara mandiri, sesuai dengan kearifan lokal yang ada di desa tersebut. Pelda Hadi anggota Koramil 20/Kismantoro Kodim 0728/Wonogiri  memberikan sosialisasi tentang Pengembangan Model Desa Tangguh Bencana Berbasis Kearifan Lokal di kawasan rawan bencana.

Bertempat di Aula Balai desa Pucung kec. Kismantoro, Senin,(29/9/2025). Pelda Hadi memberikan sosialisasi meliputi pemahaman tentang mitigasi bencana, pendidikan, pelatihan, pembangunan infrastruktur tahan bencana, dan penyusunan rencana tanggap darurat yang melibatkan peran aktif masyarakat.

Mitigasi bencana sebagai upaya pencegahan dan penanganan apabila terjadi bencana alam yang setiap saat bisa datang secara tiba-tiba, sehingga perlu kesiapsiagaan semua pihak terutama para relawan dalam menghadapinya.

Melalui pengembangan model desa yang tangguh, masyarakat diharapkan mampu beradaptasi, menghadapi, dan memulihkan diri dari dampak bencana. 

"Mengintegrasikan nilai-nilai, praktik, dan pengetahuan lokal dalam upaya pengurangan risiko bencana, sehingga solusi yang ditawarkan lebih relevan dan mudah diterima masyarakat," Tandas Pelda Hadi.

Penulis : Arda 72