All Posts | Sergap Target

Berita Terkini

Pembekalan Kelompok Tani Dimulai, 300 Hektare Disiapkan untuk Ketahanan Pangan — Pemerintah Jangan Hanya Pandai Berbicara

PALUTA — Program ketahanan pangan kembali digaungkan di tengah masyarakat. Namun, kali ini masyarakat meminta pemerintah tidak berhenti pada...

Postingan Populer

Rabu, 02 September 2026

Pangdam IV/Diponegoro Tinjau Jembatan Gantung Merah Putih dan Resmikan Sumur Bor di Pati


Uploaded Image

Pati – Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., meninjau pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih di Desa Kayen, Kabupaten Pati, sekaligus meresmikan penggunaan sumur bor di Desa Tanjungsekar, Kecamatan Puncakwangi, Kabupaten Pati, Rabu (2/9/2026).

Kehadiran Pangdam di Desa Kayen disambut antusias oleh warga dan para pelajar yang telah menunggu di sekitar lokasi pembangunan. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan jembatan sekaligus memastikan setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai standar dan ketentuan konstruksi yang berlaku.

Pangdam menegaskan, pengecekan dilakukan sejak proses pembangunan berlangsung agar kualitas dan kekuatan konstruksi benar-benar terjamin. Menurutnya, jembatan yang dibangun harus memberikan rasa aman bagi masyarakat ketika nantinya digunakan.

Uploaded Image

"Kami ingin melihat proses pembangunannya dan meyakinkan bahwa proses pembangunannya sesuai dengan standar yang berlaku. Kita tidak ingin nanti jembatan sudah jadi, kemudian timbul masalah karena tidak sesuai dengan konstruksinya," ujar Pangdam.

Jembatan tersebut nantinya diharapkan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 500 kepala keluarga di wilayah setempat. Selain memperpendek jalur transportasi warga, keberadaan jembatan akan memudahkan mobilitas masyarakat, termasuk para pelajar yang menuju sekolah serta warga yang beraktivitas menuju persawahan.

Pangdam menyebut pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih merupakan bagian dari program Presiden RI yang manfaatnya diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar aktivitas warga sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Pati.

Uploaded Image

Dari Desa Kayen, Pangdam melanjutkan kegiatan ke Desa Tanjungsekar, Kecamatan Puncakwangi, untuk meresmikan penggunaan sumur bor yang dibangun Kodim 0718/Pati sebagai upaya membantu masyarakat menghadapi keterbatasan air, khususnya di tengah kondisi musim kemarau yang terjadi saat ini.

"Kita menerima informasi bahwa di daerah sini kekurangan air. Dalam situasi musim kemarau ini sulit masyarakat mendapatkan air, makanya kita berinisiatif untuk membangun ataupun membuat sumur bor. Alhamdulillah air sudah bisa jalan dan masyarakat sudah bisa menikmati air tersebut," ungkap Pangdam.

Sumur bor tersebut memiliki kedalaman sekitar 80 meter dengan kualitas air yang dinilai baik dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, seperti mandi dan memasak. Air ditampung dalam bak berkapasitas sekitar 5.000 liter, sehingga masyarakat dapat mengambil air sesuai kebutuhan setiap hari.

Warga tampak antusias memanfaatkan fasilitas tersebut. Sejumlah masyarakat terlihat mengambil air dari tempat penampungan yang telah disiapkan. Bagi warga, tersedianya sumber air menjadi bantuan yang berarti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama ketika sumber air mengalami keterbatasan pada musim kemarau.

Pangdam menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan air bersih akan terus menjadi perhatian. Di wilayah Pati saat ini telah dibangun dua sumur bor dan direncanakan akan ditambah dua titik lagi. Program serupa juga akan terus dikembangkan di berbagai wilayah Jawa Tengah yang benar-benar membutuhkan sumber air, dengan target pembangunan sekitar 100 sumur bor.
Selain meninjau pembangunan infrastruktur dan meresmikan sumur bor, Pangdam juga menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan perhatian terhadap warga di wilayah tersebut.

Melalui pembangunan jembatan dan penyediaan sumber air bersih, Kodam IV/Diponegoro terus mendorong hadirnya manfaat nyata bagi masyarakat. Infrastruktur yang menghubungkan warga dan sumber air yang memenuhi kebutuhan dasar menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengabdian TNI yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat.

 (Pendam IV/Diponegoro)

Selasa, 01 September 2026

Kandang Ayam BUMDes Berhenti Beroperasi Sejak 2022, Keberadaan Aset Dan Pertanggungjawaban Dipertanyakan




 Pengelolaan unit usaha peternakan ayam yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) desa koto tandun kec tandun,menjadi sorotan. Kandang ayam yang diperkirakan dibangun atau mulai dikelola sekitar tahun anggaran 2021 atau 2022 tersebut, berdasarkan informasi yang diperoleh, diduga sudah tidak beroperasi dan kegiatan usahanya dihentikan pada 2022.

Berhentinya usaha tersebut menimbulkan sejumlah pertanyaan, terutama menyangkut kondisi usaha, penggunaan modal, laporan keuangan, serta keberadaan aset BUMDes setelah kegiatan peternakan ayam tidak lagi berjalan.

Informasi awal menyebutkan, usaha tersebut mengalami kondisi yang tidak menguntungkan atau mengalami kerugian sehingga akhirnya tidak dilanjutkan. Bahkan, terdapat penyebutan bahwa usaha tersebut mengalami kondisi "pailit" atau "tumpur"..
yang menjadi pertanyaan mengapa bisa mengalami kerugian sementara kandang ayam di kontrakkan kepada pihak ketiga oleh bumdes kotan mandiri dan sdr. Andi muhajir.

Namun, istilah tersebut masih perlu diklarifikasi dan dibuktikan melalui dokumen resmi, karena belum diketahui apakah penghentian usaha tersebut secara administrasi memang dinyatakan sebagai kerugian usaha, gagal usaha, atau memiliki status lain sesuai laporan pertanggungjawaban BUMDes.

Saat kegiatan usaha tersebut berjalan, pengelolaan BUMDes sekaligus unit usaha peternakan ayam disebut berada di bawah tanggung jawab Andi Muhajir, selaku pengelola BUMdes Desa koto tandun dan kepala unit.

Kondisi tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan publik,sementara awak media SULTANMUDA TV,berupaya konfirmasi kepada saudari buk Nora selaku ketua BUMDES tersebut dengan melalu panggilan  whatsAp tidak di angkat dan di chat blum mendapat kan jawaban yang kongkrit atau memuaskan

Di antaranya, berapa nilai modal yang digunakan untuk membangun dan menjalankan usaha kandang ayam tersebut? Dari mana sumber modalnya? Berapa jumlah ternak yang pernah dikelola? Berapa hasil penjualan dan biaya operasionalnya? Berapa nilai kerugian yang terjadi hingga usaha tersebut dihentikan?

Selain itu, masyarakat juga patut mengetahui bagaimana kondisi aset kandang ayam setelah usaha berhenti. Apakah bangunan dan perlengkapan kandang masih ada, dialihkan, dijual, atau mengalami kerusakan?. yang sampai saat ini nilai keuangan bumdes dari baik uang tabungan tetap masyarakat, denda masyarakat yang sejak tahun 2016.

Pertanyaan lainnya adalah apakah seluruh aset dan keuangan unit usaha tersebut telah dicatat dalam laporan pertanggungjawaban BUMDes. karena masyarakat khawatir DI DUGA ada nasabah dengan memakai nama fiktif sebagai peminjam di bumdes kotan.

Jika benar usaha tersebut telah berhenti sejak 2022, maka laporan mengenai kondisi terakhir unit usaha, neraca aset, arus kas, serta pertanggungjawaban pengelolanya menjadi penting untuk diketahui masyarakat desa.

Apalagi BUMDes pada prinsipnya merupakan badan usaha yang memiliki keterkaitan dengan kepentingan dan aset desa. Karena itu, pengelolaan modal dan asetnya semestinya dapat dipertanggungjawabkan secara transparan sesuai ketentuan yang berlaku.

Awak media akan berupaya melakukan konfirmasi kepada Andi Muhajir selaku pengelola BUMDes sekaligus kepala unit, pemerintah desa, serta pihak terkait lainnya untuk memperoleh penjelasan mengenai kronologi berdirinya usaha kandang ayam, besaran modal, kondisi usaha hingga penghentian pada 2022, serta keberadaan aset setelah usaha tidak lagi berjalan.

Pemberitaan ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang disebutkan.
(Sumber Sultan muda TV )

***Team***

Ciptakan Kenyamanan Dan Kondusifitas di Wilayah Piket Koramil 03/Serengan Laksanakan Patroli Malam

Surakarta - Piket Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta Serda Tito melaksanakan Patroli Malam di seputaran wilayah binaan Koramil 03/Serengan, Selasa (01/09/2026).

Ditegaskan Serda Tito patroli bersama Linmas bukan hanya sekedar kegiatan rutinitas Piket Koramil 03/Serengan,namun merupakan salah satu wujud tanggung jawab dan tindakan aktif Piket sebagai upaya menciptakan kondusifitas, meminimalisir terjadinya kriminalitas maupun kemungkinan terjadinya gangguan keamanan lainnya terhadap masyarakat khususnya di wilayah Koramil 03/Serengan.

"Harapan kami dengan adanya patroli rutin seperti ini dapat mencegah terjadinya tindak kejahatan dan juga menjaga situasi tetap aman dan kondusif."pungkasnya.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

PTPN IV PalmCo Dorong Peremajaan Sawit Rakyat Disertai Tanam Padi Gogo di Asahan




ASAHAN — Upaya meningkatkan produktivitas perkebunan sawit rakyat sekaligus menjaga pendapatan petani selama masa peremajaan tanaman dilakukan PTPN IV PalmCo melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang dipadukan dengan penanaman padi gogo. Program tersebut mulai dijalankan di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Senin (31/8/2026).



Penanaman perdana berlangsung di lahan Koperasi Produsen Petani Kelapa Sawit (KPPKS) Kesepakatan, Desa Gotting Sidodadi, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge. Lahan yang merupakan eks Plasma Perkebunan Inti Rakyat (PIR) Lokal itu memiliki luas 284 hektar.

https://youtube.com/shorts/t6PMwurqk4g?si=CSZmP6LSKMF21oQD

Pada tahap awal, pendanaan PSR dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mencakup 88,30 hektar yang dikelola oleh 52 petani. Di sebagian lahan yang diremajakan tersebut, sekitar 5 hektar dimanfaatkan untuk penanaman padi gogo secara tumpang sari atau intercropping.

Penanaman padi dilakukan untuk memberikan sumber pendapatan alternatif bagi petani ketika tanaman sawit yang diremajakan belum memasuki fase menghasilkan. Pada saat yang sama, pola tersebut dinilai dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan di tengah tantangan perubahan iklim, alih fungsi lahan, serta kebutuhan pangan.

Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV, Arya Sandhiyudha, mengatakan, pendampingan kepada petani sawit rakyat merupakan bagian dari peran perusahaan perkebunan negara dalam mendorong penguatan sektor perkebunan rakyat.

Menurut dia, PTPN memiliki posisi strategis karena meskipun mengelola sekitar 5 persen dari total perkebunan sawit nasional, perusahaan negara tersebut memiliki kepedulian terhadap keberadaan petani sawit rakyat yang mencapai sekitar 42 persen dari total sawit nasional.

"Ini adalah bukti bahwa PTPN merupakan perkebunan sawit negara yang hanya mengelola 5 persen dari total sawit nasional, namun memiliki kepedulian serta tanggung jawab terhadap 42 persen petani sawit rakyat," ujar Arya saat menghadiri penanaman perdana di Asahan.

Ia berharap KPPKS Kesepakatan dapat meningkatkan produktivitas kebun dan kesejahteraan anggotanya setelah tanaman hasil peremajaan memasuki masa produksi.

Bupati Asahan Taufiq Zainal Abidin mengatakan, kolaborasi antara PTPN IV PalmCo melalui PTPN IV Regional I dan kelompok petani tersebut dapat mendukung pengembangan komoditas perkebunan sekaligus tanaman pangan di daerah.

Menurut Taufiq, pola tersebut sejalan dengan agenda pembangunan daerah dan kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan.

"Ini menunjukkan salah satu program strategis bagaimana meningkatkan produk unggulan, yaitu tanaman sawit, dan yang kedua untuk tanaman pangan. Kami apresiasi, mudah-mudahan ini akan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani yang ada di Kabupaten Asahan," katanya.

Ketua KPPKS Kesepakatan H Syarifuddin Sirait mengatakan, pendampingan perusahaan tidak hanya dilakukan pada saat penanaman, tetapi juga sejak tahap persiapan program PSR. Pendampingan mencakup penyusunan dokumen, edukasi budidaya, hingga pelaksanaan penanaman.

Syarifuddin berharap produktivitas kebun anggota koperasi setelah peremajaan dapat meningkat. Minat petani untuk mengikuti program tersebut juga masih berkembang. Menurut dia, pendataan lahan untuk pengusulan PSR tahap kedua telah mencapai sekitar 150 hektar.

"Harapan kami ke depannya, produksi kami nanti bisa menyamai, paling tidak sama dengan PTPN," ujar Syarifuddin.

Untuk mendukung pemasaran hasil kebun setelah tanaman memasuki fase menghasilkan, PTPN IV PalmCo melalui Regional I juga menyiapkan skema penyerapan tandan buah segar (TBS) petani di pabrik kelapa sawit seinduk PTPN Group. Perusahaan menyatakan akan membeli TBS dari KPPKS Kesepakatan dengan harga yang kompetitif.

Selain itu, petani mitra akan difasilitasi dalam memperoleh sertifikasi keberlanjutan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Sertifikasi tersebut diharapkan membuka peluang bagi petani untuk memperoleh nilai tambah dari hasil produksi sawit yang memenuhi standar keberlanjutan.

Program penanaman padi gogo di lahan PSR juga direncanakan untuk diperluas ke lembaga pekebun mitra PTPN IV Regional I lainnya yang menjalankan program serupa.

Penanaman perdana di Asahan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Asahan, antara lain Ketua DPRD Kabupaten Asahan Efi Irwansyah Pane, Kapolres Asahan AKBP Adi Dharma Pramudita, Kepala Kejaksaan Negeri Asahan Mochamad Judhy Ismono, dan Dandim 0208/Asahan Letkol Inf Edy Syahputra.

Dari PTPN IV PalmCo hadir Region Head PTPN IV Regional I Rurianto, Operation Head I Rina Tanjung, serta jajaran manajemen perusahaan.

***Hobbi Pargaulan***

Polemik Penebangan Pohon Tenggulun Di Desa Bulak Berujung Kesepakatan Empat Tuntutan Rakyat Disetujui





Indramayu, Setgaptarget.com
Polemik penebangan pohon tenggulun tanpa izin di wilayah Desa Bulak dan Bulak Lor, kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu, akhirnya menemukan titik terang.

Pihak yang berkaitan menyatakan bertanggung jawab dan bersedia memenuhi tuntutan masyarakat sebagai bentuk penggantian atas kerugian yang ditimbulkan.

Seperti di ketahui
Masyarakat sebelumnya menyampaikan empat tuntutan, yakni:

Merenovasi saluran air (solokan) Banjar.

Merenovasi pelataran mushola.

Mengganti atap bedeng/aula Banjar.

Memperbaiki jalan Banjar.

Dari empat tuntutan tersebut, tiga tuntutan disetujui dan disepakati  sementara tuntutan terkait perbaikan jalan Banjar belum disepakati.

Kesepakatan tersebut menjadi langkah penyelesaian atas persoalan yang sebelumnya menimbulkan perhatian masyarakat, khususnya terkait keberadaan pohon tenggulun yang selama ini dianggap sebagai bagian penting dari sejarah dan identitas Desa Bulak dan Bulak Lor.

Masyarakat menyampaikan apresiasi kepada para  sesepuh, pemuda, serta seluruh warga Desa Bulak dan Bulak Lor yang telah  peduli terhadap keberadaan pohon tenggulun dan ikon monyet yang menjadi simbol serta bagian dari warisan desa.

“Terima kasih kepada teman-teman, tokoh masyarakat, para sesepuh, dan seluruh masyarakat Desa Bulak dan Bulak Lor yang telah peduli dan ikut menjaga ikon monyet serta pohon tenggulun sebagai simbol desa yang telah ada sejak ratusan tahun lalu.”

Ke depan, masyarakat berharap keberadaan pohon tenggulun dan habitat monyet di kawasan tersebut dapat terus dijaga, dilestarikan, dan menjadi warisan yang tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Menjaga pohon tenggulun bukan hanya menjaga pepohonan, tetapi juga menjaga sejarah, identitas, dan warisan Desa Bulak dan Bulak Lor.

(Nana. S)

Konfetensi kerja kabupaten I PGRI Indramayu Masa Bakti XXIII Tahun 2025 - 2030 Telah Dibuka Secara Resmi




Indramayu, Sergaptarget.com  Pemerintah Kabupaten Indramayu menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sektor pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia sebagai bagian penting dalam mewujudkan kemajuan daerah.
‎Komitmen tersebut disampaikan dalam Pembukaan Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I PGRI Kabupaten Indramayu Masa Bakti XXIII Tahun 2025–2030 dengan tema “Membangun Soliditas dan Profesionalisme Guru untuk PGRI Indramayu Maju Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur" di Gedung PGRI Indramayu, Kamis (27/08/2026). 
‎Bupati Indramayu Lucky Hakim, melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik pada Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu, Yus Rusmadi, mengatakan guru memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu menghadapi perkembangan zaman.
‎“Guru bukan hanya penyampai materi, tetapi juga pembimbing, inspirator, pembentuk karakter, dan penjaga nilai-nilai kemanusiaan," katanya.

Karena itu, imbuh Yus profesionalisme guru harus didukung dengan lingkungan kerja yang memberikan ruang berkembang, kepastian, penghargaan, serta rasa aman dan nyaman dalam menjalankan tugas. 
‎Menurutnya, pembangunan pendidikan tidak dapat dilakukan pemerintah seorang diri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, PGRI, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar peningkatan kualitas pendidikan dapat berjalan secara berkelanjutan.
‎“Pendidikan adalah pintu masuk untuk mewujudkan Indramayu REANG. Karena itu, mari kita perkuat gotong royong dan kolaborasi untuk menghadirkan pendidikan berkualitas serta masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Indramayu,” ujarnya. 
‎Sejalan dengan hal tersebut, Ketua PGRI Kabupaten Indramayu Caridin mengatakan, Konkerkab menjadi momentum penting bagi organisasi untuk melakukan evaluasi sekaligus menyusun program kerja yang lebih konkret dan memberikan manfaat bagi guru serta dunia pendidikan.
‎“PGRI akan terus mendorong peningkatan kompetensi guru, memperkuat soliditas organisasi, serta mengawal kesejahteraan dan perlindungan guru," terangnya. 

"Perjuangan ini akan dilakukan melalui dialog, advokasi, dan sinergi yang konstruktif bersama Pemerintah Kabupaten Indramayu dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan,” ujarnya.
‎Caridin juga mendorong para guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk memanfaatkan kecerdasan buatan secara bijak sebagai bagian dari proses pembelajaran.
‎“Yang kita butuhkan bukan banyaknya program, tetapi program yang realistis, terukur, dan memberikan dampak langsung. Mari kita bangun PGRI yang semakin solid, guru yang semakin profesional, dan pendidikan Indramayu yang semakin maju,” katanya.
‎Konkerkab I PGRI Kabupaten Indramayu diikuti pengurus PGRI Kabupaten, Pengurus PGRI Provinsi Jawa Barat, pengurus PGRI cabang dan utusan ranting se-Kabupaten Indramayu, serta perwakilan perangkat kelengkapan organisasi PGRI Kabupaten Indramayu. Konkerkab ini menjadi momentum bagi PGRI untuk mengevaluasi program sekaligus menyusun langkah kerja ke depan dalam mendukung peningkatan kualitas guru dan pendidikan di Kabupaten Indramayu.

‎Selain agenda organisasi, kegiatan juga memberikan ruang bagi UMKM binaan PGRI Cabang se-Kabupaten Indramayu untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya kepada peserta dan masyarakat.
‎(Nana. S)

Senin, 31 Agustus 2026

Kodim 0735/Surakarta Gelar Sholat Istisqa, Memohon Hujan di Tengah Musim Kemarau Panjang


Uploaded Image

Surakarta - Menyikapi kondisi musim kemarau yang masih berlangsung cukup panjang yang mengakibatkan kekeringan dibeberapa wilayah khususnya Kota Surakarta, personel Kodim 0735/Surakarta  melaksanakan Sholat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar dan doa kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan bagi masyarakat,bertempat di Lapangan Apel Makodim, Jln. A Yani No.349, Kelurahan Kerten, Kecamatan Laweyan, Senin,(31/08/2026).

Pelaksanaan Sholat istisqa tersebut dipimpin Ustad Syukur Wahyudin Lc., dan diikuti sekitar 150 personel, yang terdiri dari Jajaran Forkopimda Kota Surakarta, Warga Masyarakat, para Perwira Staf dan Danramil serta seluruh Anggota Militer dan PNS Jajaran Kodim 0735/Surakarta.

Pelaksanaan Sholat Istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar umat Islam ketika menghadapi kondisi kekeringan dan kemarau berkepanjangan. Melalui ibadah tersebut, para peserta memanjatkan doa dan memohon pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun.

Doa tersebut juga menjadi bentuk pengharapan agar curah hujan yang turun nantinya dapat memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat, sektor pertanian, serta kelestarian lingkungan.

Kasdim 0735/Surakarta Mayor CPL Warji mengatakan, pelaksanaan Sholat Istisqa menjadi momentum bagi seluruh personel untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan sekaligus memohon agar kondisi kemarau segera berakhir.

“Selain sebagai bentuk ikhtiar, kegiatan ini juga mengingatkan kita untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak doa dan introspeksi diri. Semoga Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan dan kemanfaatan bagi seluruh masyarakat khususnya di wilayah Kota Surakarta,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi kemarau yang berkepanjangan tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan air, tetapi juga dapat memengaruhi aktivitas masyarakat dan sektor pertanian. Karena itu, doa dan ikhtiar perlu berjalan beriringan dengan langkah nyata dalam menghadapi berbagai dampak musim kemarau.

"Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat nilai keagamaan dan kepedulian sosial di lingkungan Kodim 0735/Surakarta, serta mendoakan agar masyarakat Kota Surakarta dan wilayah lainnya diberikan kecukupan air dan terhindar dari dampak kekeringan."pungkasnya.

Penulis : Arda 72

Deteksi Dini Kaki Bengkok pada Anak Polres Wonosobo Luncurkan Program Peduli CTEV



WONOSOBO – Polres Wonosobo bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo dan RS PKU Muhammadiyah Wonosobo meluncurkan Program Polres Wonosobo Peduli CTEV (Clubfoot) atau kaki bengkok pada (1/9/2026). Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong deteksi dan penanganan dini terhadap kondisi kaki bengkok pada bayi dan anak.

Peluncuran program sekaligus sosialisasi CTEV digelar dengan melibatkan para Bhabinkamtibmas jajaran Polres Wonosobo. Dalam kegiatan tersebut, para Bhabinkamtibmas juga menerima buku saku CTEV sebagai bekal untuk membantu memberikan informasi kepada masyarakat di wilayah binaannya.

Materi yang diberikan mencakup pengenalan CTEV, pentingnya mendeteksi kondisi tersebut sejak bayi, hingga pentingnya pemeriksaan dan penanganan secara dini. Peserta juga mendapat edukasi mengenai peran orang tua serta pentingnya kepatuhan dalam menjalani terapi dan kontrol kesehatan.

Plh. Wakapolres Wonosobo Kompol Nuryawan Eko Ramdani mengatakan, program tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian bersama.

“Melalui program ini, kami ingin Bhabinkamtibmas tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga bisa menjadi penghubung informasi dan membantu masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan, khususnya bagi anak-anak dengan CTEV,” kata Kompol Nuryawan.
Menurut dia, keberadaan Bhabinkamtibmas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dinilai dapat membantu menemukan lebih awal bayi atau anak yang memiliki kondisi CTEV.

“Deteksi dini sangat penting. Semakin cepat diketahui dan ditangani, tentu peluang anak mendapatkan penanganan yang optimal juga semakin besar. Karena itu, kami mengajak orang tua untuk tidak ragu memeriksakan anak apabila menemukan kondisi yang perlu mendapat perhatian,” ujarnya.

Program tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam memberikan perhatian terhadap anak-anak dengan CTEV.

Polres Wonosobo berharap program Peduli CTEV dapat berjalan secara berkelanjutan. Selain meningkatkan pemahaman masyarakat, program ini diharapkan membantu memastikan anak-anak dengan kondisi kaki bengkok mendapatkan pemeriksaan dan penanganan kesehatan sedini mungkin.

“Harapannya, program ini tidak berhenti pada kegiatan launching dan sosialisasi saja. Kami ingin kepedulian ini terus berjalan di lapangan dan semakin banyak masyarakat yang mengetahui pentingnya deteksi serta penanganan dini CTEV,” kata Kompol Nuryawan Eko Ramdani

Arifin / Tim KJN

Kasat Narkoba Polrestabes Medan Pimpin Langsung Penggrebekan Sarang Narkoba Di Jalan PWI Percut Sei Tuan




DELI SERDANG – Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan kembali menunjukkan komitmennya memberantas peredaran narkoba. Di bawah pimpinan langsung Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafi Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP,  tim Unit 2 berhasil membongkar sarang narkoba yang beroperasi di Jalan PWI, Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (29/8/2026).


Penggerebekan dilakukan di sebuah rumah yang berada di lahan garapan. Sekilas lokasi ini tidak mencurigakan, namun berdasarkan hasil penyelidikan intensif, tim berhasil mengendus aktivitas transaksi narkoba di tempat tersebut.


Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan 6 orang, terdiri dari 1 orang diduga bandar berjenis kelamin perempuan/IRT, 1 orang pengedar, dan 4 orang pengguna yang saat itu sedang asyik menggunakan narkoba di lokasi.


Dari penggeledahan, polisi menyita barang bukti dalam jumlah besar. Total 41 paket sabu diamankan, terdiri dari 39 paket yang ditemukan di lokasi dan 2 paket tambahan dari tangan pengedar. Selain itu, petugas juga mengamankan puluhan plastik klip kosong, alat timbang, puluhan bong/alat hisap, alat komunikasi, sejumlah uang tunai hasil transaksi, serta senjata tajam yang diduga dipersiapkan para pelaku untuk melawan petugas saat terjadi penggerebekan.


"Rumah ini tanah garapan, sekilas orang mungkin tidak akan curiga. Namun tim berhasil melakukan penyelidikan hingga akhirnya melakukan pengungkapan di tempat ini", ujar AKBP Rafi Yusuf Nugraha saat konferensi pers di lokasi.

Kasat Narkoba juga menegaskan bahwa pihaknya telah mengantongi identitas pemasok barang haram tersebut. 


"Dalam hal ini ada mister O yang memasok barang haram ini dan kami akan ungkap dalam waktu dekat ini", tegasnya.


AKBP Rafi menyampaikan pesan keras kepada para pelaku narkoba. 


"Sarang narkoba Anda bisa saja berpindah, namun hukum tidak akan pernah berpindah arah. Dimanapun narkoba disembunyikan, kami akan tetap cari untuk menyelamatkan generasi bangsa", pungkasnya.


Keenam pelaku beserta seluruh barang bukti saat ini telah dibawa ke Mapolrestabes Medan untuk proses penyidikan lebih lanjut. Para pelaku akan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Polrestabes Medan mengimbau masyarakat agar tidak segan melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait narkoba di lingkungan sekitar.

***Hobbi Pargaulan***

Gerak Cepat Regu Pemadam Kodim Wonogiri Bersama Damkar Jinakkan Api Di Gunung Pegat


Uploaded Image

Wonogiri — Respons cepat kembali ditunjukkan Regu Pemadam Kodim 0728/Wonogiri bersama Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Wonogiri dalam menangani kebakaran yang terjadi di kawasan hutan gunung pegat Desa Bumiharjo Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, Senin (31/8/2026) sore.

Begitu menerima laporan adanya kobaran api, personel Kodim 0728/Wonogiri langsung bergerak menuju lokasi dan berkoordinasi dengan petugas Damkar serta BPBD Kabupaten Wonogiri. Sinergi lintas instansi tersebut dilakukan sebagai langkah cepat untuk mengendalikan api sekaligus mencegah kobaran meluas ke area di sekitarnya.

Dengan mengerahkan armada pemadam dan personel di lapangan, petugas berjibaku melakukan pemadaman. Setelah melalui proses penanganan, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan.

Selain melakukan pemadaman, petugas juga melaksanakan penyisiran di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang masih berpotensi memicu kebakaran susulan.

Uploaded Image

Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan menegaskan bahwa kecepatan dalam merespons setiap kejadian di wilayah merupakan bagian dari tugas aparat kewilayahan, terlebih ketika menyangkut keselamatan masyarakat dan lingkungan.

“Kami selalu mengedepankan koordinasi dan sinergi dengan seluruh instansi terkait dalam setiap penanganan kejadian di wilayah. Ketika terjadi kebakaran, kecepatan bertindak sangat diperlukan agar api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas,” tegas Dandim 0728/Wonogiri.

Menurutnya, keterlibatan personel Kodim dalam penanganan kebakaran merupakan wujud kepedulian dan kesiapsiagaan TNI dalam membantu masyarakat serta mendukung pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai kejadian di wilayah.

Penulis : Arda 72