Berita Terkini

Polsek Matuari Kegiatan INOVASI Polisi Nyala Lampu Biru (Police turn on blue light) Dalam Bentuk Patroli Stasioner/mobile. Bitung. Sulawesi Utara

      Personil   Polsek Matuari melaksanakan giat *polisi Nyala Lampu Biru ( police turn  on blue light)* di Jalan Sarundajang dan wolter mo...

Postingan Populer

Selasa, 09 Juli 2024

Diresmikan Bendungan Cipanas Oleh Wakil Presiden K.H. Ma'ruf Amin



Selasa (09/07/2024), Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma'ruf Amin bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, PJ Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, Bupati Indramayu Nina Agustina Dan PJ Bupati Sumedang Yudia Ramli meresmikan Bendungan Cipanas yang mampu menyuplai air untuk irigasi 9.27 Hektar yang terletak di dua Kabupaten, tepatnya di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu dan Desa Cibuluh, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang.

"Pastikan pemanfaatan Bendungan Cipanas dirasakan sebesar-besarnya oleh masyarakat di wilayah Kabupaten Sumedang, Indramayu, dan sekitarnya, khususnya dalam dukungan produktivitas pertanian, industri, dan pemenuhan air bersih, serta mengurangi dampak banjir," ucap Wapres.

Lebih lanjut, Wapres mengatakan pembangunan bendungan akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat yang tinggal di hilir bendungan, khususnya jalur irigasi yang berpengaruh langsung pada produktivitas pertanian.

"Masyarakat yang tinggal di hulu bendungan mungkin tidak banyak menerima manfaat yang sama sehingga pemerintah daerah harus memberi perhatian lebih dan inklusif untuk pemberdayaan masyarakat di wilayah hulu bendungannya turut dipikirkan juga. Jangan hanya yang hilirnya," ujar Wapres.

Wapres mengharapkan keberadaan Bendungan Cipanas, Jawa Barat dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam mendorong produktivitas pertanian, penyediaan air hingga mengurangi dampak kerugian akibat banjir.

Bendungan Cipanas akan menyuplai air baku sebesar 850 liter/detik bagi kawasan industri, permukiman, Bandara Kertajati di kawasan Rebana. Jumlah itu terdiri atas 650 liter/detik untuk Kabupaten Sumedang dan 200 liter/detik untuk Kabupaten Indramayu. Selain itu, bendungan ini juga bermanfaat dalam mereduksi banjir sekaligus berpotensi menjadi pembangkit listrik sebesar 3,0 megawatt.
(Rochmanto)

Korem 142/Tatag Peringati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 H/2024 M



Mamuju - Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 H/2024 M, prajurit dan PNS Korem 142/Tatag menggelar acara di Masjid Al Amin Makorem 142/Tatag Jl. Abdul malik Pattana Endeng Rangas Kec. Simboro Kab. Mamuju Prov Sulbar. Selasa (9/7/2024)

Peringatan kali ini mengusung tema "Jadikan Semangat Muharram Untuk Perubahan Yang Lebih Baik Menuju Indonesia Emas 2045", yang bertujuan untuk memotivasi seluruh anggota dalam mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045. 

Kasi Log Kasrem 142, Kolonel Cba Sofyan Alauddin T, yang mewakili Danrem 142/Tatag Brigjen TNI Deni Rejeki, S.E., M.Si membacakan  sambutan Danrem dalam acara tersebut. Beliau menyampaikan, "Peringatan Tahun Baru Islam kali ini mengusung tema "Jadikan Semangat Muharram Untuk Perubahan Yang Lebih Baik Menuju Indonesia Emas 2045".

"Tema ini sangat relevan dengan semangat hijrah yang mengandung makna perpindahan dari kondisi yang kurang baik menuju kondisi yang lebih baik," ucapnya

Kita semua menginginkan perubahan yang lebih baik untuk Indonesia

"Melalui semangat Muharram ini, mari kita perkuat tekad dan usaha kita dalam mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045, sebuah visi untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, adil, dan sejahtera."harapnya

Acara peringatan ini juga diisi dengan ceramah oleh Drs. H. Muh. Sukri Mondang, M.Hi. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya introspeksi diri dalam menyambut Tahun Baru Islam. "Mari kita jadikan tahun baru ini sebagai momentum untuk melakukan perubahan yang lebih baik. Perbanyaklah zikir, membaca Al-Qur'an, dan ibadah lainnya. Niatkan untuk melakukan aktivitas yang lebih baik daripada tahun sebelumnya," pesan beliau kepada seluruh hadirin.

Peringatan ini dihadiri personel dan PNS  Korem serta Balak Aju Korem 142/Tatag. Semoga dengan semangat Muharram, kita semua dapat berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

L.I.79

Ribuan Masyarakat Doa Bersama Rayakan HUT Bhayangkara ke 78, Irjen Pol Ahmad Luthfi Sangat Tersentuh



Polda Jateng, Kab. Tegal | Sekitar 2000 masyarakat di Kabupaten Tegal hadiri acara Tasyakuran dan Doa Bersama lintas agama dalam rangka peringatan HUT ke-78 Bhayangkara Polri. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Lasnur Convention Hall Procot, Slawi, Kab Tegal pada Senin (8/7/2024) siang.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi yang hadir dalam kegiatan mengungkapkan dirinya merasa tersentuh oleh momen kebersamaan tersebut. Acara itu juga dihadiri oleh Maulana Al Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya. Turut hadir pula Gubernur Akpol Irjen Pol Krisno H. Siregar, Waka Polda Jateng, para PJU Polda Jateng, Forkopimda Kab. Tegal, serta para tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat setempat.

"Momen ini sangat menyentuh hati seluruh insan Bhayangkara di Indonesia, Belum pernah terjadi sebelumnya hari Bhayangkara diperingati oleh masyarakat," ujar Kapolda di awal sambutannya.

Dirinya sangat mengapresiasi kegiatan yang disebutnya merupakan bentuk sinergitas dan doa restu dari masyarakat kepada Polri tersebut. 

"Kami atas nama institusi Polri mengucapkan terimakasih atas dukungan dan doa restu yang diberikan kepada kami di hari jadi Polri yang ke-78. Tentu masih banyak yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan oleh Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ungkapnya.

Kapolda berharap dukungan dan doa restu dari masyarakat terus mengalir guna mewujudkan Polri yang dicintai masyarakat.

"Ke depan kami berjanji Polri akan terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan tidak menyakiti hati masyarakat. Karena besarnya Polri ditentukan oleh masyarakat kita," tegasnya.

Pada kesempatan itu, Kapolda menjelaskan hakekat dari peringatan Hari Bhayangkara ke-78. Nama Bhayangkara terinspirasi dari pasukan elit kerajaan Majapahit, Pasukan yang sangat setia kepada rajanya itu dipimpin oleh Patih Gajahmada.

"Pasukan Bhayangkara terkenal dalam upayanya melindungi raja Majapahit dari pemberontakan," sebutnya.

Dalam menjalankan tugasnya, Pasukan Bhayangkara di Zaman Kerajaan Majapahit berpegang pada empat prinsip prajurit yang disebut Catur Prasetya. Empat prinsip prajurit tersebut antara lain: 'Satya Haprabu' yang artinya setia kepada pemimpin negara, 'Hanyaken Musuh' yang artinya mengenyahkan musuh negara, 'Gineung Pratidina' yang artinya mempertahankan negara, serta 'Tan Satrisna' yang artinya bekerja sepenuh hati.

Kesetiaan Polri terhadap pemerintah yang sah sebagaimana terkandung dalam prinsip Satya Haprabu digambarkan melalui upaya Polri dalam mendukung program pemerintah untuk mewujudkan pembangunan Nasional.

"Yang kedua, Hanyaken Musuh dimaknai melalui peran Polri dalam upaya pencegahan dan memberantas kejahatan di tengah masyarakat. Kalau dalam bahasa ulama adalah Amar Ma'ruf Nahi Munkar," jelas Kapolda.

Tekad Polri dalam rangka mempertahankan negara juga teguh sebagaimana nilai yang terkandung dalam prinsip Gineung Pratidina. Dan yang terakhir, prinsip Tan Satrisa tergambar melalui pelaksanaan tugas yang tulus ikhlas tanpa mengharapkan imbalan.

Sebagai Abdi Utama pada Nusa dan Bangsa, Polri sebagaimana Lambang Polri Rastra Sewakottama, Polri dalam pelaksanaan tugas tidak mengharapkan imbalan apapun.

"Sehingga ini yang diharapkan terpatri dalam setiap dada anggota Polri dalam memaknai peringatan Hari Bhayangkara ke-78. Mari kita berikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara. Karena Polri adalah Abdi Utama dari pada Nusa dan Bangsa," tandas Kapolda.

Pada kesempatan tersebut, Maulana Al Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya turut bangga atas momen kebersamaan yang tergambar antara Polri, TNI dan seluruh elemen masyarakat di acara tersebut. Dirinya menyebut sinergitas TNI Polri dengan seluruh elemen masyarakat tidak bisa dipisahkan.

"Ini luar biasa, para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para pimpinan TNI Polri bisa hadir di kegiatan ini sangat membanggakan. Saya yakin segala permasalahan di negeri ini bisa dipecahkan. TNI Polri adalah benteng yang memperkuat bangsa ini," pungkasnya.

(Yudhi)

Ribuan Masyarakat Doa Bersama Rayakan HUT Bhayangkara ke 78, Irjen Pol Ahmad Luthfi Sangat Tersentuh



Polda Jateng, Kab. Tegal | Sekitar 2000 masyarakat di Kabupaten Tegal hadiri acara Tasyakuran dan Doa Bersama lintas agama dalam rangka peringatan HUT ke-78 Bhayangkara Polri. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Lasnur Convention Hall Procot, Slawi, Kab Tegal pada Senin (8/7/2024) siang.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi yang hadir dalam kegiatan mengungkapkan dirinya merasa tersentuh oleh momen kebersamaan tersebut. Acara itu juga dihadiri oleh Maulana Al Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya. Turut hadir pula Gubernur Akpol Irjen Pol Krisno H. Siregar, Waka Polda Jateng, para PJU Polda Jateng, Forkopimda Kab. Tegal, serta para tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat setempat.

"Momen ini sangat menyentuh hati seluruh insan Bhayangkara di Indonesia, Belum pernah terjadi sebelumnya hari Bhayangkara diperingati oleh masyarakat," ujar Kapolda di awal sambutannya.

Dirinya sangat mengapresiasi kegiatan yang disebutnya merupakan bentuk sinergitas dan doa restu dari masyarakat kepada Polri tersebut. 

"Kami atas nama institusi Polri mengucapkan terimakasih atas dukungan dan doa restu yang diberikan kepada kami di hari jadi Polri yang ke-78. Tentu masih banyak yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan oleh Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ungkapnya.

Kapolda berharap dukungan dan doa restu dari masyarakat terus mengalir guna mewujudkan Polri yang dicintai masyarakat.

"Ke depan kami berjanji Polri akan terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan tidak menyakiti hati masyarakat. Karena besarnya Polri ditentukan oleh masyarakat kita," tegasnya.

Pada kesempatan itu, Kapolda menjelaskan hakekat dari peringatan Hari Bhayangkara ke-78. Nama Bhayangkara terinspirasi dari pasukan elit kerajaan Majapahit, Pasukan yang sangat setia kepada rajanya itu dipimpin oleh Patih Gajahmada.

"Pasukan Bhayangkara terkenal dalam upayanya melindungi raja Majapahit dari pemberontakan," sebutnya.

Dalam menjalankan tugasnya, Pasukan Bhayangkara di Zaman Kerajaan Majapahit berpegang pada empat prinsip prajurit yang disebut Catur Prasetya. Empat prinsip prajurit tersebut antara lain: 'Satya Haprabu' yang artinya setia kepada pemimpin negara, 'Hanyaken Musuh' yang artinya mengenyahkan musuh negara, 'Gineung Pratidina' yang artinya mempertahankan negara, serta 'Tan Satrisna' yang artinya bekerja sepenuh hati.

Kesetiaan Polri terhadap pemerintah yang sah sebagaimana terkandung dalam prinsip Satya Haprabu digambarkan melalui upaya Polri dalam mendukung program pemerintah untuk mewujudkan pembangunan Nasional.

"Yang kedua, Hanyaken Musuh dimaknai melalui peran Polri dalam upaya pencegahan dan memberantas kejahatan di tengah masyarakat. Kalau dalam bahasa ulama adalah Amar Ma'ruf Nahi Munkar," jelas Kapolda.

Tekad Polri dalam rangka mempertahankan negara juga teguh sebagaimana nilai yang terkandung dalam prinsip Gineung Pratidina. Dan yang terakhir, prinsip Tan Satrisa tergambar melalui pelaksanaan tugas yang tulus ikhlas tanpa mengharapkan imbalan.

Sebagai Abdi Utama pada Nusa dan Bangsa, Polri sebagaimana Lambang Polri Rastra Sewakottama, Polri dalam pelaksanaan tugas tidak mengharapkan imbalan apapun.

"Sehingga ini yang diharapkan terpatri dalam setiap dada anggota Polri dalam memaknai peringatan Hari Bhayangkara ke-78. Mari kita berikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara. Karena Polri adalah Abdi Utama dari pada Nusa dan Bangsa," tandas Kapolda.

Pada kesempatan tersebut, Maulana Al Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya turut bangga atas momen kebersamaan yang tergambar antara Polri, TNI dan seluruh elemen masyarakat di acara tersebut. Dirinya menyebut sinergitas TNI Polri dengan seluruh elemen masyarakat tidak bisa dipisahkan.

"Ini luar biasa, para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para pimpinan TNI Polri bisa hadir di kegiatan ini sangat membanggakan. Saya yakin segala permasalahan di negeri ini bisa dipecahkan. TNI Polri adalah benteng yang memperkuat bangsa ini," pungkasnya.

(Yudhi)

Ribuan Masyarakat Doa Bersama Rayakan HUT Bhayangkara ke 78, Irjen Pol Ahmad Luthfi Sangat Tersentuh*


Polda Jateng, Kab. Tegal | Sekitar 2000 masyarakat di Kabupaten Tegal hadiri acara Tasyakuran dan Doa Bersama lintas agama dalam rangka peringatan HUT ke-78 Bhayangkara Polri. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Lasnur Convention Hall Procot, Slawi, Kab Tegal pada Senin (8/7/2024) siang.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi yang hadir dalam kegiatan mengungkapkan dirinya merasa tersentuh oleh momen kebersamaan tersebut. Acara itu juga dihadiri oleh Maulana Al Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya. Turut hadir pula Gubernur Akpol Irjen Pol Krisno H. Siregar, Waka Polda Jateng, para PJU Polda Jateng, Forkopimda Kab. Tegal, serta para tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat setempat.

"Momen ini sangat menyentuh hati seluruh insan Bhayangkara di Indonesia, Belum pernah terjadi sebelumnya hari Bhayangkara diperingati oleh masyarakat," ujar Kapolda di awal sambutannya.

Dirinya sangat mengapresiasi kegiatan yang disebutnya merupakan bentuk sinergitas dan doa restu dari masyarakat kepada Polri tersebut. 

"Kami atas nama institusi Polri mengucapkan terimakasih atas dukungan dan doa restu yang diberikan kepada kami di hari jadi Polri yang ke-78. Tentu masih banyak yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan oleh Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ungkapnya.

Kapolda berharap dukungan dan doa restu dari masyarakat terus mengalir guna mewujudkan Polri yang dicintai masyarakat.

"Ke depan kami berjanji Polri akan terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan tidak menyakiti hati masyarakat. Karena besarnya Polri ditentukan oleh masyarakat kita," tegasnya.

Pada kesempatan itu, Kapolda menjelaskan hakekat dari peringatan Hari Bhayangkara ke-78. Nama Bhayangkara terinspirasi dari pasukan elit kerajaan Majapahit, Pasukan yang sangat setia kepada rajanya itu dipimpin oleh Patih Gajahmada.

"Pasukan Bhayangkara terkenal dalam upayanya melindungi raja Majapahit dari pemberontakan," sebutnya.

Dalam menjalankan tugasnya, Pasukan Bhayangkara di Zaman Kerajaan Majapahit berpegang pada empat prinsip prajurit yang disebut Catur Prasetya. Empat prinsip prajurit tersebut antara lain: 'Satya Haprabu' yang artinya setia kepada pemimpin negara, 'Hanyaken Musuh' yang artinya mengenyahkan musuh negara, 'Gineung Pratidina' yang artinya mempertahankan negara, serta 'Tan Satrisna' yang artinya bekerja sepenuh hati.

Kesetiaan Polri terhadap pemerintah yang sah sebagaimana terkandung dalam prinsip Satya Haprabu digambarkan melalui upaya Polri dalam mendukung program pemerintah untuk mewujudkan pembangunan Nasional.

"Yang kedua, Hanyaken Musuh dimaknai melalui peran Polri dalam upaya pencegahan dan memberantas kejahatan di tengah masyarakat. Kalau dalam bahasa ulama adalah Amar Ma'ruf Nahi Munkar," jelas Kapolda.

Tekad Polri dalam rangka mempertahankan negara juga teguh sebagaimana nilai yang terkandung dalam prinsip Gineung Pratidina. Dan yang terakhir, prinsip Tan Satrisa tergambar melalui pelaksanaan tugas yang tulus ikhlas tanpa mengharapkan imbalan.

Sebagai Abdi Utama pada Nusa dan Bangsa, Polri sebagaimana Lambang Polri Rastra Sewakottama, Polri dalam pelaksanaan tugas tidak mengharapkan imbalan apapun.

"Sehingga ini yang diharapkan terpatri dalam setiap dada anggota Polri dalam memaknai peringatan Hari Bhayangkara ke-78. Mari kita berikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara. Karena Polri adalah Abdi Utama dari pada Nusa dan Bangsa," tandas Kapolda.

Pada kesempatan tersebut, Maulana Al Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya turut bangga atas momen kebersamaan yang tergambar antara Polri, TNI dan seluruh elemen masyarakat di acara tersebut. Dirinya menyebut sinergitas TNI Polri dengan seluruh elemen masyarakat tidak bisa dipisahkan.

"Ini luar biasa, para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para pimpinan TNI Polri bisa hadir di kegiatan ini sangat membanggakan. Saya yakin segala permasalahan di negeri ini bisa dipecahkan. TNI Polri adalah benteng yang memperkuat bangsa ini," pungkasnya.

(Yudhi)

Senin, 08 Juli 2024

Menkumham Tanda Tangan Traktat Internasional tentang Sumber Daya Genetik dan Pengetahuan Tradisional


 Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly meneken Traktat Internasional tentang Sumber Daya Genetik dan Pengetahuan Tradisional atau World Intellectual Property Organization (WIPO) Treaty on Genetic Resources, Traditional Knowledge (GRTK), di Jenewa, Senin (08/07/2024). 

Yasonna mengatakan penandatanganan WIPO Treaty on GRATK merupakan langkah strategis Indonesia untuk melindungi sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional. Indonesia akan mengadopsi WIPO Treaty on GRATK dan menyelaraskan peraturan di Indonesia melalui revisi Undang-undang tentang paten nantinya.

"Penandatanganan traktat ini merupakan langkah strategis bagi Indonesia dalam melindungi sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional. Kerja sama dengan WIPO akan memperkuat posisi Indonesia di mata internasional," ucap Yasonna.

Ia menyebutkan WIPO Treaty on GRATK menolong Indonesia dalam meningkatkan efektivitas, transparansi, dan kualitas sistem paten terkait sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional. Traktat ini juga mencegah pemberian paten secara keliru kepada penemuan atau inovasi yang tidak memenuhi kriteria.

"WIPO Treaty on GRATK bertujuan mencegah pemberian paten secara keliru kepada penemuan yang tidak baru terkait dengan sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional," ujarnya.

Yasonna meyakini Penandatanganan WIPO Treaty on GRATK akan membawa dampak positif bagi Kementerian Hukum dan HAM, serta masyarakat Indonesia secara luas. 

Adapun penandatanganan dilakukan oleh Yasonna dalam pertemuan bilateral bersama Direktur Jenderal WIPO, Daren Tang. Selain penandatanganan traktat, pertemuan bilateral juga membahas pengembangan IP Academy di Indonesia dan kerja sama peningkatan kapasitas SDM di bidang Kekayaan Intelektual.

Daren bahkan menyebutkan bahwa WIPO akan mengirimkan stafnya untuk melakukan on the job training (OJT) di Indonesia. 

"Indonesia akan menjadi negara percontohan di mana WIPO akan mengirimkan stafnya untuk melakukan on the job training di Indonesia," jelas Darren.

Sebagai informasi, Menteri Hukum dan HAM bersama para delegasi Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Jenewa, Swiss untuk menghadiri sesi ke-65 Sidang Majelis Umum WIPO yang diselenggarakan pada tanggal 9 s.d. 17 Juli 2024.
Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama

((Yudhi)) 

Pagi Ini Kantor KUA Kecamatan Laweyan Didatangi Danramil, Ada Apa..??

Surakarta - Danramil 01/Laweyan Kodim 0735/Surakarta Kapten Inf Tri Sakti Kristyoso didampingi Babinsa Kelurahan Sondakan Serka Sanyoto bersilaturahmi dan berkordinasi ke Kantor KUA Kecamatan Laweyan, Jln. Agus Salim Sondakan, Kec. Laweyan, Selasa (09/07/2024).

Danramil menegaskan kedatangannya ke Kantor KUA tersebut untuk melaksanakan koordinasi serta meningkatkan jalinan tali silaturahmi yang selama ini sudah terjalin dengan baik.

"Koordinasi dimaksud dengan tujuan terciptanya suatu kekuatan kewilayahan sebagai ruang alat dan kondisi juang yang tangguh dalam mengatasi segala ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan terhadap kelangsungan hidup bangsa dan negara serta jalannya pembangunan nasional."ujarnya.

"Termasuk dalam bentuk pencegahan kenakalan remaja yang kerap melanggar hukum atau perbuatan yang mengganggu keamanan masyarakat akibat pergaulan bebas serta memberikan pembinaan kepada remaja untuk menjauhi pernikahan dini."terangnya.

"Harapan kami kepada semua elemen masyarakat harus terlibat, terutama orang tua agar tetap menjaga dan mengontrol anak-anaknya dari setiap aktifitas yang cenderung terhadap hal-hal negatif seperti penyalahgunaan narkoba, dan perbuatan negatif lainnya yang dapat merusak masa depan para remaja itu sendiri."imbuhnya.

Sementara itu dalam menyikapi hal tersebut, pihak KUA memberikan  tanggapan positif terkait pernikahan dini. Pihak KUA akan memberikan edukasi kepada setiap calon pengantin yang hendak mengajukan pernikahan, salah satunya memberikan program pernikahan berupa bimbingan sebelum berlangsungnya akad nikah.

Dengan memberikan bimbingan kepada calon pengantin sehingga nantinya bila berumah tangga akan terhindar dari segala hal yang dapat merugikan rumah tangga itu sendiri.

Penulis : Arda 72

Pastikan Stabilitas Harga Dan Ketersedian Sembako, Babinsa Karangasem Sambangi Pasar Sidodadi Kleco

Surakarta - Babinsa Kelurahan Karangasem Koramil 01/Laweyan Kodim 0735/Surakarta Serka Widada dan Sertu Hidayat Kurniawan melaksanakan pengecekan harga dan ketersediaan sembilan bahan pokok (Sembako) yang berada di Pasar Sidodadi (Kleco) Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Selasa (09/07/2024).

Ditegaskan Serka Widada kegiatan ini rutin dilaksanakan untuk mengetahui perkembangan harga sembako serta ketersediaan bahan-bahan kebutuhan masyarakat yang berada diwilayah Karangasem terutama pasar Sidodadi Kleco

"Untuk ketersediaan serta harga sembako yang berada di Pasar Kleco masih normal dan stabil."ujarnya.

"Selain itu kami juga memberikan sedikit edukasi serta motivasi kepada para pedagang serta pengunjung pasar Sidodadi Kleco untuk tetap senantiasa menjaga ketertiban, kebersihan, dan menghindari judi online yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga serta lingkungan."pungkas Serka Widada.

Penulis : Arda 72