Cek Kesiapan Personel, Polres Wonosobo Gelar Apel Operasi Patuh Candi 2026

Berita Terkini

Video Remaja Bawa Sajam Viral di Pantura Indramayu, Polisi Amankan 9 OrangIndramayu, Sergaptarget.com Polres Indramayu Polda Jawa Barat, mengamankan sembilan remaja terkait video viral yang memperlihatkan dugaan aksi geng motor membawa senjata tajam di jalur Pantura, Kabupaten Indramayu.Kesembilan remaja yang berusia 15 hingga 17 tahun itu diamankan setelah Tim Resmob Satreskrim Polres Indramayu bersama Unit Reskrim Polsek Widasari dan Polsek Jatibarang melakukan penyelidikan terhadap rekaman yang beredar di media sosial.Video tersebut sebelumnya menjadi perhatian masyarakat karena memperlihatkan sekelompok remaja yang diduga hendak melakukan tawuran di Jalan Pantura Baru, Desa Ujungpendok, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu.Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. melalui Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno menjelaskan, penyelidikan dilakukan setelah kepolisian memperoleh informasi mengenai video tersebut pada Sabtu (24/10/2026).Dari hasil penelusuran, polisi mengidentifikasi sejumlah remaja yang diduga memiliki keterkaitan dengan peristiwa dalam rekaman tersebut.Tim gabungan kemudian mendatangi lokasi keberadaan sejumlah remaja dan mengamankan sembilan orang untuk dimintai keterangan lebih lanjut.Dalam pengungkapan tersebut, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu senjata tajam jenis golok, satu celurit, enam telepon genggam, serta satu unit sepeda motor Honda Beat Deluxe warna hitam beserta kuncinya.AKP Tarno menjelaskan, berdasarkan keterangan awal yang diperoleh penyidik, peristiwa tersebut diduga bermula dari komunikasi antara dua kelompok remaja melalui media sosial Instagram.Komunikasi itu kemudian berkembang menjadi rencana pertemuan di Jalan Pantura Baru, Desa Ujungpendok, Kecamatan Widasari, pada Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.Sejumlah remaja diduga datang ke lokasi dengan membawa senjata tajam.Namun, berdasarkan keterangan awal yang diperoleh polisi, kedua kelompok belum sempat terlibat bentrokan fisik.Salah satu kelompok disebut memilih berbalik arah dan meninggalkan lokasi setelah melihat jumlah anggota kelompok lain yang lebih banyak.Kepolisian masih mendalami kronologi kejadian, kepemilikan senjata tajam, serta peran masing-masing remaja yang telah dimintai keterangan.Setelah diamankan, kesembilan remaja dibawa ke Mapolres Indramayu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.Penanganan selanjutnya diserahkan kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Indramayu mengingat seluruh remaja yang diamankan masih berusia di bawah 18 tahun.AKP Tarno menjelaskan, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan keterlibatan masing-masing anak berdasarkan fakta dan alat bukti yang ditemukan.Langkah tersebut juga dilakukan untuk mengantisipasi terulangnya aksi serupa yang dapat membahayakan keselamatan remaja maupun masyarakat pengguna jalan.Selain melakukan penyelidikan, kepolisian mengingatkan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mencegah keterlibatan anak-anak dalam kekerasan jalanan.Orang tua diharapkan meningkatkan komunikasi dan pengawasan terhadap aktivitas anak, termasuk pergaulan serta penggunaan media sosial, kata AKP Tarno, Minggu (25/10/2026)Perselisihan yang bermula dari komunikasi di dunia maya tidak seharusnya berkembang menjadi tindakan yang membahayakan keselamatan.Pihaknya juga mengajak masyarakat segera melaporkan apabila mengetahui adanya kelompok remaja yang berpotensi melakukan tawuran atau membawa senjata tajam.Laporan dapat disampaikan melalui Call Center Polri 110 maupun layanan kepolisian "Lapor Pak Polisi Siap Mas Indramayu melalui WhatsApp 081999700110.Melalui langkah penyelidikan dan pencegahan, kepolisian berupaya menjaga keamanan wilayah sekaligus melindungi masa depan generasi muda agar tidak terjerumus dalam tindakan kekerasan.Perkara tersebut masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik. Jelas AKP Tarno. (BABIL)

Kapolresta Cirebon Turun Langsung Pantau Gatur Lalu Lintas, 979 Personel Siaga di 166 Titik ((BABIL))

Postingan Populer

Minggu, 25 Oktober 2026

Cek Kesiapan Personel, Polres Wonosobo Gelar Apel Operasi Patuh Candi 2026



WONOSOBO – Polres Wonosobo menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Candi 2026 pada Senin (26/10/2026). Kegiatan dipimpin Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja, S.I.K., M.H., dengan melibatkan personel terkait untuk memastikan kesiapan pelaksanaan operasi, baik dari sisi personel maupun sarana dan prasarana pendukung.

Operasi Patuh Candi 2026 dilaksanakan selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, di seluruh wilayah hukum Polda Jawa Tengah. Operasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran, kepatuhan, dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, sekaligus mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

Dalam amanat Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Roy Hardi Siahaan, S.I.K., S.H., M.H., yang disampaikan Kapolres Wonosobo, ditekankan bahwa perkembangan transportasi di era digital dan modernisasi menuntut peningkatan inovasi serta kinerja Polri, khususnya fungsi lalu lintas, untuk mengantisipasi berbagai dampak yang ditimbulkan.

“Perlu adanya inovasi dan peningkatan kinerja Polri, khususnya fungsi lalu lintas, sehingga mampu mengantisipasi segala dampak yang timbul dari modernisasi transportasi,” demikian amanat Kapolda Jawa Tengah.

Berdasarkan data Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah yang disampaikan dalam amanat tersebut, angka kecelakaan lalu lintas selama Januari hingga September 2026 mengalami kenaikan sebesar 28 persen atau mencapai 6.935 kejadian dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Menyikapi kondisi tersebut, Kapolda Jawa Tengah menekankan pentingnya penindakan terhadap pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

“Diperlukan adanya penindakan yang tegas dan terukur terhadap pelanggar yang berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan guna menekan angka kecelakaan serta memberikan efek jera kepada para pelanggar,” demikian kutipan amanat Kapolda Jawa Tengah.

Operasi Patuh Candi 2026 diharapkan dapat meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, menurunkan angka kecelakaan dan pelanggaran, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keselamatan di jalan raya.

Polres Wonosobo mengimbau masyarakat untuk senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas, melengkapi persyaratan berkendara, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan mengutamakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Melalui operasi ini, Polres Wonosobo bersama instansi terkait berupaya mewujudkan Kamseltibcarlantas yang aman, selamat, tertib, dan lancar di wilayah Kabupaten Wonosobo.

Arifin/ Tim KJN