Berita Terkini

Wakil Bupati Indramayu Saefudin Mangkir Dari Panggilan Kejati Jabar Karena Sakit Dan Berkirim Surat

Indramayu, Sergaptarget.com Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat memanggil tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi tunjangan p...

Postingan Populer

Selasa, 03 Juni 2025

Miliki sabu 2,13 Gram, Polres Rohul Amankan Dua Pemuda di Rambah Samo Barat



Rokan Hulu- Polres Rokan Hulu komit berantas narkotika. Hal itu dibuktikan dengan pengungkapan pelaku tindak pidana Narkotika jenis Sabu berat kotor 2,13 gram di sebuah Gubuk Kebun Kelapa Sawit Desa Rambah Samo Barat Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu. Selasa tanggal 3 Juni 2025 sekira pukul 15.00 WIB.

Kapolres Rohul, AKBP Emil Eka Putra,S.I.K,M.Si melalui Kasat Resnarkoba AKP Repeliti Ginting,S.H didampingi Paur Humas Polres Rohul IPDA Sarlin Sihotang,S.H membenarkan adanya penangkapan terhadap dua orang Tersangka penyalahgunaan narkotika, yaitu inisial AF (28 tahun) dan AY (30 tahun). 

Kasat Resnarkoba Polres Rokan Hulu AKP Repelita Ginting,S.H mengaku mendapati informasi dari masyarakat bahwa di Desa Rambah Samo Barat Kecamatan Rambah Samo sering dijadikan tempat transaksi dan penyalahgunaan Narkotika jenis Sabu.

Menanggapi informasi tersebut Kasat Resnarkoba Polres Rokan Hulu AKP Repelita Ginting,S.H memerintahkan anggota Satresnarkoba Polres Rokan Hulu untuk melakukan penyelidikan terhadap kebenaran informasi tersebut.

Setelah diselidiki, maka tim yang dipimpin oleh Aipda Hendri Rikardo melakukan Penangkapan terhadap kedua tersangka dengan barang bukti yang ditemukan pada tersangka AF, berupa 6 (enam) Paket Narkotika jenis sabu yg dibungkus Plastik klip warna Putih Bening, 1 (satu) pack Plastik klip warna Putih Bening, 1 (satu) lembar Plastik klip warna Putih Bening, 1 (satu) buah Kotak Kaca Mata warna Biru merk Optikal 99, 1 (satu) buah sendok terbuat dari pipet plastik, 1 (satu) unit Timbangan Digital, 1 (satu) buah Tas warna Hitam, Uang Tunai Rp. 200.000,-(dua ratus ribu rupiah ), 1 (satu) unit Handphone merk Infinix warna Hitam 

Adapun barang bukti yang di temukan pada tersanga II inisial AY, berupa 4 (empat) Paket Narkotika jenis sabu yg dibungkus Plastik klip warna Putih Bening, 1 (satu) lembar Plastik klip warna Putih Bening, 1 (satu) unit Handphone merk Oppo warna Hitam. 

Setelah penggeledahan terhadap kedua tersangka, tim kemudian melakukan introgasi terhadap tersangka, keduanya mengaku bahwa Narkotika jenis Sabu tersebut didapat dari sdr KD kemudian dilakukan pengejaran terhadap Tersangka KD hingga sekarang (DPO).

Sementara itu kedua tersangka beserta barang bukti dibawa ke Polres Rokan Hulu untuk proses lebih lanjut. 
***Hobbi Pargaulan***

Ibu Marini Diduga Menguasai Lahan Yang Seharusnya Menjadi Bagian Dari Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA) 






Cirebon, SERGAP TARGET - Ibu Marini diduga menguasai lahan yang seharusnya menjadi bagian dari Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA) dan berpotensi menjadi hak milik pribadi di wilayah Desa Kebarepan, Blok Simaja, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang legalitas dan keabsahan penguasaan lahan tersebut. Jika benar, hal ini dapat berdampak pada kepentingan masyarakat dan lingkungan sekitar. Perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kebenaran dan mengambil tindakan yang tepat jika ditemukan adanya pelanggaran ujar warga sekitar BJ.


Salah satu warga sekitar, BJ, mengungkapkan kekhawatiran tentang lahan pengairan yang diduga dikuasai oleh Ibu Marini.

BJ meminta pemerintah desa untuk menegur Ibu Marini terkait hal ini. Jika tidak, BJ mengancam akan melaporkan kasus ini ke DPP AMPAR CIREBON untuk diteruskan ke dinas terkait.

BJ berharap agar pemerintah desa dan dinas terkait dapat menindaklanjuti kasus ini demi kepentingan masyarakat dan lingkungan sekitar. ((Babil))

Ibu Narini Diduga Menguasai Lahan Yang Seharusnya Menjadi Bagian Dari Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA) 






Cirebon, SERGAP TARGET - Ibu Narini diduga menguasai lahan yang seharusnya menjadi bagian dari Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA) dan berpotensi menjadi hak milik pribadi di wilayah Desa Kebarepan, Blok Simaja, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang legalitas dan keabsahan penguasaan lahan tersebut. Jika benar, hal ini dapat berdampak pada kepentingan masyarakat dan lingkungan sekitar. Perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kebenaran dan mengambil tindakan yang tepat jika ditemukan adanya pelanggaran ujar warga sekitar BJ.


Salah satu warga sekitar, BJ, mengungkapkan kekhawatiran tentang lahan pengairan yang diduga dikuasai oleh Ibu Narini.

BJ meminta pemerintah desa untuk menegur Ibu Narini terkait hal ini. Jika tidak, BJ mengancam akan melaporkan kasus ini ke DPP AMPAR CIREBON untuk diteruskan ke dinas terkait.

BJ berharap agar pemerintah desa dan dinas terkait dapat menindaklanjuti kasus ini demi kepentingan masyarakat dan lingkungan sekitar. ((Babil))

Tangis Haru Korban Curanmor Saat Motor Mereka Dikembalikan Polresta Cirebon






CIREBON – Dalam upaya terus menerus memberantas tindak kriminalitas dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Polresta Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dengan menggelar kegiatan pengembalian barang bukti hasil pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kepada para pemiliknya yang sah, Selasa (03/06/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari keberhasilan pengungkapan kasus curanmor berskala besar yang dilakukan oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Cirebon dalam beberapa bulan terakhir. Sebanyak 34 unit sepeda motor berhasil diamankan sebagai barang bukti, dan 11 orang tersangka telah ditetapkan.

Salah satu korban yang menerima kembali kendaraannya adalah Roji bin Abdul Syukur (41), seorang wiraswasta asal Blok Pesantren RT 01 RW 02 Kelurahan Kenanga, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Roji kehilangan dua sepeda motor miliknya pada Selasa, 29 April 2025, sekitar pukul 05.00 WIB.

Motor yang hilang adalah Suzuki New Smash warna merah hitam, Nopol E 6392 KO, tahun 2006. Dan Morin Super X warna merah hitam, Nopol E 5524 KZ, tahun 2008, atas nama Iwan.

Kedua motor tersebut disimpan di sebuah gubuk di belakang rumah dalam kondisi terkunci stang, namun karena gubuk tersebut tidak berpintu, pelaku berhasil mengambil kendaraan. Roji mengaku tidak sempat melapor ke polisi saat kejadian, karena putus asa dan tidak mengetahui harus berbuat apa.

"Saya tidak menyangka motor bisa kembali. Terima kasih banyak kepada Ibu Kapolresta dan tim Satreskrim Polresta Cirebon. Proses pengambilannya pun sangat mudah dan tidak dipungut biaya," ujar Roji haru.

Korban lain, Durasid (62), seorang petani asal Blok II RT 02 RW 04 Desa Kempek, Kecamatan Gempol, juga mengalami kehilangan sepeda motor Honda Supra Fit berwarna oranye hitam pada Februari 2025. Sepeda motor itu hilang di depan rumahnya, meskipun sudah dalam kondisi terkunci.

"Awalnya saya pikir motor sudah tidak mungkin ditemukan. Tapi ternyata masih ada harapan berkat kerja keras kepolisian," ungkap Durasid.

Korban ketiga, Ahmad Yamin (32), warga Desa Kedungsana, Kecamatan Plumbon, kehilangan sepeda motor Honda Supra Fit milik kerabatnya pada 24 Maret 2025, sekitar pukul 03.00 WIB. Motor tersebut hilang dari depan rumah di Desa Gombang dan saat itu dalam keadaan tidak terkunci.

"Saya tidak membuat laporan waktu itu, karena tidak tahu motor bisa ditemukan. Tapi Alhamdulillah, sekarang motor sudah kembali," kata Ahmad Yamin.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Sumarni, S.I.K., S.H., M.H., dalam keterangannya menyatakan bahwa seluruh proses pengambilan kendaraan oleh pemilik yang sah tidak dipungut biaya apapun. Ia juga menegaskan bahwa para tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, yang diancam dengan hukuman maksimal 9 tahun penjara.

"Pengembalian ini sebagai bentuk pelayanan kami kepada masyarakat. Kepada warga yang merasa kehilangan kendaraan bermotor, silakan datang ke Mapolresta Cirebon untuk mengecek apakah kendaraannya ada di antara barang bukti yang kami amankan," ujar Kapolresta Cirebon.

Ia juga menambahkan, pihaknya akan terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap jaringan pelaku curanmor lain yang masih berkeliaran di wilayah hukum Cirebon dan sekitarnya.

Meski telah berhasil dikembalikan kepada sejumlah korban, hingga kini masih terdapat 24 unit sepeda motor yang belum diketahui siapa pemiliknya. Berikut ini adalah beberapa kendaraan yang masih belum ditemukan pemiliknya:

1. Honda Vario | Nopol: E 3332 IM | Noka: MH1KF011XNK253332 | Nosin: KF01E1253382

2. Honda Vario | Nopol: G 4583 OZ | Noka: MH1JFP128GK531306 | Nosin: JFP1E2515171

3. Suzuki GSX | Nopol: E 2118 OO | Noka & Nosin tidak ditemukan

4. Honda Beat Abu | Nopol: 3136 PCA | Proses Labforensik

5. Honda Beat | Nopol: E 6882 CO | Noka: MH1JF12XJK915431 | Nosin: JFZ1E2916067

6. Honda Beat Hitam | Noka & Nosin tidak ditemukan – Proses Labforensik

7. Yamaha Gear | Nopol: E 2899 DO | Noka: MH3SEG7IONJ080031 | Nosin: E32WE0097435

8. Honda Vario Merah | Nopol: E 5074 OO | Noka: MH1KF412XMK458311 | Nosin: KF41E2462231

9. Honda Vario | Nopol: E 3408 IS | Noka: MH1JFJ114EK148495 | Nosin: JFJ1E1153097

10. Honda Supra X | Nopol: E 2504 HG | Noka: MH1JBF110BK034045 | Nosin: JBF1E1034045

11. Yamaha Jupiter Z | Nopol: E 3823 KZ | Noka: MH330C0028J114942 | Nosin: 30C-114938

12. Honda Beat | Nopol: E 5347 DD | Noka: MH1JFS112FK207695 | Nosin: JFS1E1205707

13. Honda Beat Putih | Tidak ditemukan identitas – Proses Labforensik

14. Yamaha Jupiter | Nopol: E 3690 KJ | Noka: MH35TP0065K720103 | Nosin: 5TP914745

15. Honda Vario | Nopol: E 2068 BU | Noka: MH1JFU111FK257497 | Nosin: JFU1E1255652

16. Honda Scoopy | Nopol: E 4003 HT | Noka: MH1JM0115LK045017 | Nosin: JM01E1045148

17. Honda Beat Biru | Nopol: E 3070 ZQ | Noka: MH1JM2122KK40800 | Nosin: H2232620

18. Honda Beat Pop | Nopol: E 5347 DD | Noka: MH1JFS112FK207695 | Nosin: JFS1E1205707

19. Honda Vario | Nopol: E 3354 NQ | Noka: MH1JKJHEK289626 | Nosin: JFJ1E1284925

20. Honda Supra X | Nopol: E 6658 L | Noka: MH1KEV412YK0048994 | Nosin: KEV4E1005193

21. Mio J | Nopol: Z 3406 BW (E 3198 HK) | Noka: MH32BJ003EJ593267 | Nosin: 2BJ593320

22. Yamaha Vixion | Nopol: E 2353 DN | Noka: MH33C1004BK5589357 | Nosin: 301589898

23. Honda Supra Fit | Nopol: E 2421 KN | Noka: MH1HB31166K441354 | Nosin: HB31E14386700

24. Honda Beat | Nopol: E 3701 OW | Noka: MH1JM8116MK556347 | Nosin: JM81E1558196

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang pernah kehilangan kendaraan untuk membawa dokumen pendukung seperti STNK, BPKB, dan identitas diri guna mencocokkan data kendaraan yang diamankan.

Sebagai bagian dari pelayanan publik dan pencegahan kriminalitas, Polresta Cirebon juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan. Kapolresta Cirebon menyarankan masyarakat untuk selalu mengunci kendaraan dengan ganda, menyimpan kendaraan di tempat aman, serta tidak ragu untuk melaporkan kehilangan secepat mungkin.

Apabila masyarakat memiliki informasi terkait tindak kriminalitas, pencurian, atau peredaran barang hasil kejahatan, dapat segera menghubungi Call Center Polresta Cirebon 110 atau WhatsApp Resmi Polresta Cirebon di 0811-2497-497.

"Keamanan wilayah bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat," pungkas Kapolresta Cirebon.

Polresta Cirebon Gelar Problem Solving Kasus Penyalahgunaan Obat Keras di Desa Cangkuang


Cirebon – Polresta Cirebon melalui Satuan Reserse Narkoba melaksanakan kegiatan pemecahan masalah (problem solving) terkait penyalahgunaan obat keras terbatas, Selasa (3/6/2025). Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Cangkuang, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat mengenai adanya warga Desa Cangkuang yang diduga menyalahgunakan obat keras dan obat batuk jenis Mextril.

"Kami melakukan wawancara dengan Kuwu dan staf Desa Cangkuang guna menggali informasi terkait dugaan penyalahgunaan tersebut," ungkapnya.

Petugas juga melakukan wawancara langsung dengan terduga penyalahguna, Sutaji alias Aji, serta ibu kandungnya, An Kuniri. Wawancara ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan latar belakang terduga.

Selanjutnya, dilakukan diskusi bersama unsur perangkat desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta keluarga terduga guna mencari solusi terbaik. Hasil dari diskusi tersebut memutuskan untuk menyerahkan terduga ke lembaga rehabilitasi.

"Kami bekerja sama dengan Yayasan Rehabilitasi untuk memfasilitasi proses rehabilitasi terhadap saudara Sutaji alias Aji," jelas Kapolresta.

Dalam kesempatan itu, Kapolresta juga mengimbau kepada para Kuwu di wilayah hukum Polresta Cirebon agar tidak ragu melaporkan jika ada warganya yang terindikasi penyalahgunaan obat-obatan atau mengalami kecanduan.

"Bagi para Kuwu yang memiliki warga dengan indikasi penyalahgunaan obat-obatan atau kecanduan, silakan datang ke Polresta Cirebon. Kami siap membantu proses rehabilitasi tanpa proses hukum, dan semuanya gratis, tidak dipungut biaya," tegasnya.

Kuwu dapat langsung berkoordinasi dengan Satuan Reserse Narkoba Polresta Cirebon untuk memulai proses pendampingan atau rehabilitasi bagi warganya.

Langkah ini merupakan bagian dari pendekatan humanis Polresta Cirebon untuk menekan angka penyalahgunaan narkotika dan memberikan solusi pemulihan bagi korban penyalahgunaan obat-obatan.((H. Babil))

PEMBENTUKAN ALIANSI PERSATUAN WARTAWAN DI TALUN


Cirebon, SERGAP TARGET - Ketua-ketua organisasi wartawan berkumpul di Sekretariat Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) yang terletak di Jl. Pangeran Cakra Buana, Taman Sumber Indah Blok C6, Desa Wanasaba Kidul, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. Dalam pertemuan tersebut, hadir Ketua PWRI, Moh. Juanda, Ketua Himpunan Pers Independen (Hipwi) Kohar SH, Ketua Persatuan Wartawan Cirebon Raya (PWCR) Taslim, dan Piryanto Ketua Asosiasi Wartawan Nasional Indonesia (AWNI) H. Babil, Bu g Tarya, Bunda Sri Dani, Dewi, Palguna, beserta banyak jurnalis lainnya.

Acara ini bertujuan untuk membahas pembentukan Aliansi Persatuan Wartawan yang diharapkan dapat mempererat hubungan antar organisasi wartawan di wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Moh. Juanda, Ketua PWRI, dalam sambutannya menyampaikan, "Kegiatan ini adalah langkah penting untuk menyatukan berbagai organisasi wartawan yang ada. Aliansi ini akan menjadi wadah untuk memperjuangkan hak-hak wartawan serta menjaga independensi dalam bekerja, terutama dalam mengedukasi masyarakat yang membutuhkan informasi yang akurat dan terpercaya."

Kohar SH, Ketua Hipwi, menambahkan, "Aliansi ini juga diharapkan dapat menjadi kekuatan bersama dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks di dunia jurnalistik. Kami percaya bahwa dengan bersatu, kita akan lebih kuat dalam menyuarakan kebenaran dan melindungi profesionalisme wartawan di lapangan."

Selain itu, dalam pertemuan ini juga disampaikan pentingnya meningkatkan kapasitas para wartawan melalui pelatihan, serta membangun hubungan yang lebih baik dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Pembentukan aliansi ini diharapkan dapat memperkuat posisi wartawan dalam menjaga objektivitas pemberitaan di tengah perkembangan dunia media yang terus berubah.

Rencana tindak lanjut dari pembentukan aliansi ini akan dilakukan melalui serangkaian pertemuan lanjutan, dengan tujuan menyusun struktur organisasi dan program kerja yang konkret.

Dengan terbentuknya Aliansi Persatuan Wartawan, diharapkan seluruh organisasi wartawan di wilayah Cirebon dapat lebih solid, bersinergi, dan bersama-sama memajukan dunia pers di Indonesia.

Pada hari Selasa, 3 Juni 2025, para sesepuh dan senior jurnalis sepakat untuk membentuk wadah atau forum yang akan menjadi tempat berkumpul dan berkoordinasi bagi para wartawan di Cirebon. Kesepakatan ini merupakan langkah awal yang positif untuk memperkuat komunitas jurnalistik di wilayah tersebut dan meningkatkan kualitas peliputan berita. Dengan kesepakatan ini, diharapkan forum dapat menjadi wadah yang efektif untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan sumber daya.((H. Babil))





Diduga Kuwu Mundu Mesigit Menggelapkan Anggaran Dana Desa, Hingga Alergi Dengan Wartawan








Cirebon , SERGAP TARGET - Syarifudin, Kuwu Mundu Mesigit, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, diduga keras  memiliki reaksi alergi terhadap wartawan. Beliau kabur ketika ada seorang jurnalis yang datang berkunjung ke desanya. 

Reaksi ini mungkin disebabkan oleh pengalaman masa lalu atau ketidaknyamanan dengan kehadiran wartawan. Namun, perlu klarifikasi lebih lanjut untuk memahami alasan sebenarnya di balik reaksi ini. Apakah ada kejadian atau insiden tertentu yang menyebabkan reaksi alergi ini?
[3/6 /2025].

Terdapat dugaan bahwa Kuwu Mundu Mesigit, Syarifudin, memiliki masalah dengan pengelolaan anggaran dana desa. Dugaan ini mungkin menjadi salah satu penyebab ketidaknyamanan beliau dengan kehadiran wartawan.

 Masalah pengelolaan anggaran dana desa dapat berdampak serius pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa, sehingga perlu diinvestigasi lebih lanjut untuk mengetahui kebenarannya.


Dugaan serius bahwa Kemungkinan Kuwu Mundu Mesigit terlibat dalam penyalahgunaan dana desa, sehingga merasa takut bertemu dengan jurnalis. Jika benar, hal ini tentu sangat memprihatinkan dan memerlukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kebenaran dan mengambil tindakan yang tepat.

Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa sangat penting untuk memastikan bahwa dana tersebut digunakan untuk kepentingan masyarakat desa bukan untuk memperkaya diri. ((H. Babil))

Polresta Cirebon Gelar Doa Bersama di Lokasi Longsor Gunung Kuda Cipanas: Wujud Empati dan Solidaritas untuk Para Korban







Cirebon – Sebagai bentuk duka cita mendalam serta kepedulian terhadap para korban bencana tanah longsor yang terjadi di kawasan tambang Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Polresta Cirebon bersama unsur TNI-Polri, BPBD, Basarnas, serta berbagai elemen lainnya menggelar doa bersama. Selasa pagi (3/6/2025).

Kegiatan ini dipusatkan langsung di lokasi kejadian longsor dan dipimpin oleh Ustadz Aiptu Carmadi, S.Ag. Rangkaian doa meliputi pembacaan tahlil, tawasulan, Asmaul Husna, serta doa-doa khusus bagi para korban. Doa bersama tersebut bukan hanya menjadi bentuk penghormatan terakhir bagi korban yang telah ditemukan, namun juga sebagai ikhtiar spiritual agar proses evakuasi berjalan lancar dan korban yang masih tertimbun segera dapat ditemukan.

Dalam suasana haru dan khidmat, seluruh peserta menundukkan kepala, memanjatkan doa agar para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, ketabahan, dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini.

Hadir secara langsung dalam kegiatan ini Dandim 0620 Kabupaten Cirebon, Letkol Inf Mukhamad Yusron, S.A.P., didampingi Komandan Batalyon C Pelopor Brimob, Kompol Apt Bagus Amrulloh, N.I.S, Farm, S.I.K., Kabag Ops Polresta Cirebon, Kompol Sutarja, S.H., M.H., serta Kasat Samapta Kompol Endang Sujana, S.H., M.H.

Total ada lebih dari 400 personel gabungan dari  Polresta Cirebon, Brimob, TNI AD, TNI AL, Polisi Satwa, BPBD, Dinas Kesehatan (Dinkes), BASARNAS, PMI, dan Relawan.

Doa bersama ini tidak hanya mencerminkan solidaritas lintas lembaga, tetapi juga menjadi momen reflektif bagi seluruh tim yang selama beberapa hari terakhir berjibaku di medan berat untuk mengevakuasi korban longsor.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, S.I.K., S.H., M.H., dalam pernyataannya mengungkapkan rasa duka mendalam atas tragedi yang terjadi. Ia menyampaikan apresiasi yang tinggi atas sinergitas seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana ini.

 "Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan. Kegiatan doa bersama ini adalah bentuk kepedulian kami sekaligus ikhtiar spiritual agar proses evakuasi dapat berjalan lancar, aman, dan korban yang masih tertimbun segera bisa ditemukan."

Lebih lanjut, Kombes Pol Sumarni menegaskan bahwa Polresta Cirebon akan terus berada di garis depan bersama tim gabungan TNI, Brimob, Basarnas, dan relawan dalam misi pencarian dan pertolongan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi penegas bahwa semangat gotong royong dan kemanusiaan masih menjadi nilai utama di tengah musibah. Harapannya, dengan upaya lahir dan batin, semua korban dapat segera ditemukan, dan proses tanggap darurat berjalan optimal.

Peduli Korban Longsor Galian C, Kapolresta Cirebon Turun Langsung Serahkan Bantuan





CIREBON – Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon menggelar kegiatan kemanusiaan bertajuk "Polri Peduli, Kapolresta Cirebon Berikan Bantuan Kepada Keluarga Korban Bencana Longsor Galian C Gunung Kuda". Aksi sosial ini dilaksanakan di sejumlah titik wilayah hukum Polresta Cirebon. Selasa (03/06/2025).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Cirebon, Kombes Pol. Sumarni, S.I.K., S.H., M.H., yang turut didampingi oleh jajaran pejabat utama, di antaranya Kasat Lantas Kompol Mangku Anom Sutresno, S.H., S.I.K., M.H., Kapolsek Gempol Kompol Rynaldi Nurwan, S.H., M.H., Kapolsek Dukupuntang AKP Nuryana, serta Kanit Regident Satlantas Polresta Cirebon.

Dalam agenda tersebut, rombongan Kapolresta menyambangi langsung keluarga korban bencana longsor Galian C di Gunung Kuda yang terjadi beberapa waktu lalu. Di antara korban yang dikunjungi adalah Junata (39), warga Blok Gunung Santri, Desa Kepuh, Kecamatan Palimanan, yang merupakan operator excavator yang mengalami luka ringan dan kini telah kembali ke rumah. Kurnoto (41), bekerja sebagai buruh pecah batu asal Desa Beberan, Kecamatan Palimanan, yang masih menjalani perawatan di RS Pasar Minggu Cirebon akibat infeksi dan pembengkakan pada lututnya. Dan Iwan Julianto (31), bekerja sebagai sopir dump truck asal Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, yang juga mengalami luka ringan dan telah pulih.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Cirebon menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada para korban dan keluarganya serta memberikan motivasi trauma healing. Ia juga menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan santunan yang berasal dari Kapolda Jawa Barat serta Polresta Cirebon, sebagai bentuk perhatian dan empati dari institusi Polri.

"Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga korban dan menjadi bagian dari pelayanan humanis Polresta Cirebon yang selalu hadir di tengah masyarakat," ungkap Kombes Pol. Sumarni.

Kegiatan sosial ini menjadi bukti nyata sinergi dan kepedulian Polri terhadap masyarakat, sekaligus memperkuat hubungan emosional antara kepolisian dan warga. Dalam menghadapi bencana, solidaritas dan kehadiran aparat keamanan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik serta menjamin rasa aman dan tentram di tengah masyarakat.