Berita Terkini

Agus Gunawan Pemancing Yang Tewas Tenggelam Ditemukan Jenazahnya Oleh Tim SAR Gabungan

Indramayu, Sergaptarget.com Tim SAR gabungan dari Satpolairud Polres Indramayu dan Basarnas berhasil menemukan korban tenggelam ...

Postingan Populer

Sabtu, 06 September 2025

Angkringan Pinggir Jalan Menyatukan Dalam Bingkai Persaudaraan

Wonogiri - Suasana hangat menyelimuti warung angkringan di trotoar pinggir jalan, Sabtu (6/9/2025). Di tengah dinamika aksi dibeberapa wilayah yang berlangsung beberapa hari lalu, personel TNI Kodim 0728/Wonogiri memilih langkah penuh kedamaian dengan merangkul komunitas ojek online (ojol) dan sambil menikmati hidangan.

Momen sederhana namun sarat makna ini menghadirkan ruang kebersamaan yang mencairkan suasana. Senyum dan canda terlihat jelas di wajah para ojol hingga personel TNI yang ikut larut dalam obrolan hangat. Gelas-gelas es teh dan kopi yang terhidang menjadi simbol kesejukan dan persaudaraan, bahwa perbedaan pandangan tak menghalangi aparat dan masyarakat untuk duduk bersama dalam semangat kebangsaan.

Kehadiran personel TNI bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga merangkul masyarakat dengan pendekatan humanis. Pesan yang mereka bawa sederhana namun menyejukkan: "Kita semua keluarga besar warga Wonogiri, mari jaga suasana dengan hati yang sejuk dan damai."

Kegiatan di angkringan, ini pun menjadi bukti nyata bahwa dialog, kepedulian, dan kebersamaan mampu meredam ketegangan. Secangkir es teh dan kopi tak hanya menyegarkan, tetapi juga menghangatkan hati—menyatukan aparat dan para ojol dalam bingkai persaudaraan.

Penulis : Arda 72 

Jumat, 05 September 2025

Babinsa Nogosari Dampingi Petani Kendalikan Serangan Hama Wereng

Boyolali – Upaya menjaga ketahanan pangan terus dilakukan TNI bersama para petani di wilayah. Seperti yang dilakukan tiga Babinsa Koramil 13/Nogosari Kodim 0724/Boyolali yang dipimpin Serka Slamet Fahrudin dengan turun langsung mendampingi petani dalam kegiatan Gerakan Pengendalian (Gerdal) hama wereng di areal persawahan Desa Jeron, Kecamatan Nogosari, Jumat (05/09/25).

Serka Slamet Fahrudin menjelaskan, kegiatan Gerdal dilakukan secara massal dengan penyemprotan pestisida sesuai rekomendasi penyuluh pertanian lapangan (PPL). Langkah ini bertujuan menekan populasi hama wereng yang mulai menyerang tanaman padi petani pada masa tanam kali ini.

"Gerdal ini bentuk kepedulian sekaligus dukungan kami kepada para petani, agar mereka tetap produktif dan hasil pertaniannya tidak terganggu oleh serangan hama," ujarnya.

Ia menambahkan, Babinsa bersama PPL akan terus berkoordinasi untuk memantau kondisi lahan dan membantu petani dalam pelaksanaan pengendalian hama. Menurutnya, keberadaan hama wereng batang coklat tidak bisa dianggap remeh karena dapat menyebabkan gagal panen bila tidak segera ditangani.

"Harapan kami, melalui kegiatan ini hasil panen petani tetap optimal sehingga program ketahanan pangan nasional bisa berjalan dengan baik," pungkas Serka Slamet.

Penulis : Arda 72

Pemkab Indramayu Genjot Infrastruktur, Jalan Desa Sukadadi Direhabilitasi dengan Cor Beton



INDRAMAYU, Sergaptarget.com— Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tengah melaksanakan proyek rehabilitasi Jalan Desa Sukadadi, Kecamatan Arahan. Proyek ini dimulai sejak 8 Agustus 2025 dan ditargetkan selesai dalam waktu 60 hari kalender, tepatnya pada 6 Oktober 2025.

Dengan nilai kontrak sebesar Rp 190.518.000,00, proyek ini dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Indramayu Tahun 2025. Pelaksana proyek adalah CV. Nanda Putra, yang beralamat di Jalan Gunung Krakatau No. 17, RT 05/RW 08.

Pantauan awak media Sergaptarget.com pada Selasa, 3 September 2025, menunjukkan bahwa pengerjaan telah memasuki tahap pengecoran beton menggunakan mutu K-250, yang dikenal kuat dan tahan lama. Infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas warga serta menunjang kegiatan ekonomi dan sosial di wilayah tersebut.

Kepala Desa Sukadadi, Raskadi, yang sempat melintasi jalan yang sedang dalam proses rehabilitasi, menyampaikan apresiasinya atas proyek tersebut.

"Pembangunan jalan ini sangat kami butuhkan. Jalan yang bagus tentu akan memperlancar aktivitas warga, baik untuk bekerja, berdagang maupun ke sekolah," ujar Raskadi.

Tak hanya aparatur desa, dukungan juga datang dari unsur masyarakat. Ketua Karang Taruna Sakti Sekata, Irpan, bersama tokoh muda setempat, Jen dan Paparudin, turut menyampaikan tanggapannya.

"Kami sebagai pemuda desa sangat mengapresiasi langkah pemerintah. Proyek ini sesuai dengan spesifikasi teknis dan RAB. Harapan kami, hasilnya bisa dinikmati dalam jangka panjang oleh seluruh warga," kata Paparudin, yang juga dikenal sebagai kontraktor muda di desa tersebut.


Proyek ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam memperkuat infrastruktur desa. Jalan yang lebih baik tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di pedesaan.

(Asep Yana Supriadi)

Pemkab Indramayu Genjot Infrastruktur, Jalan Desa Sukadadi Direhabilitasi dengan Cor Beton



INDRAMAYU, Sergaptarget.com— Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tengah melaksanakan proyek rehabilitasi Jalan Desa Sukadadi, Kecamatan Arahan. Proyek ini dimulai sejak 8 Agustus 2025 dan ditargetkan selesai dalam waktu 60 hari kalender, tepatnya pada 6 Oktober 2025.

Dengan nilai kontrak sebesar Rp 190.518.000,00, proyek ini dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Indramayu Tahun 2025. Pelaksana proyek adalah CV. Nanda Putra, yang beralamat di Jalan Gunung Krakatau No. 17, RT 05/RW 08.

Pantauan awak media Sergaptarget.com pada Selasa, 3 September 2025, menunjukkan bahwa pengerjaan telah memasuki tahap pengecoran beton menggunakan mutu K-250, yang dikenal kuat dan tahan lama. Infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas warga serta menunjang kegiatan ekonomi dan sosial di wilayah tersebut.

Kepala Desa Sukadadi, Raskadi, yang sempat melintasi jalan yang sedang dalam proses rehabilitasi, menyampaikan apresiasinya atas proyek tersebut.

"Pembangunan jalan ini sangat kami butuhkan. Jalan yang bagus tentu akan memperlancar aktivitas warga, baik untuk bekerja, berdagang maupun ke sekolah," ujar Raskadi.

Tak hanya aparatur desa, dukungan juga datang dari unsur masyarakat. Ketua Karang Taruna Sakti Sekata, Irpan, bersama tokoh muda setempat, Jen dan Paparudin, turut menyampaikan tanggapannya.


"Kami sebagai pemuda desa sangat mengapresiasi langkah pemerintah. Proyek ini sesuai dengan spesifikasi teknis dan RAB. Harapan kami, hasilnya bisa dinikmati dalam jangka panjang oleh seluruh warga," kata Paparudin, yang juga dikenal sebagai kontraktor muda di desa tersebut.

Proyek ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam memperkuat infrastruktur desa. Jalan yang lebih baik tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di pedesaan.

(Asep Yana Supriadi)



Pemkab Indramayu Gelontorkan Rp2,6 Miliar untuk Rekonstruksi Jalan Limbangan - Segeran



INDRAMAYU – Sergaptarget.com
Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) kembali menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan. Kali ini, fokus pembangunan diarahkan pada ruas Jalan Limbangan – Segeran yang terletak di wilayah Kecamatan Juntinyuat.

Tak tanggung-tanggung, proyek rekonstruksi ini digelontor anggaran sebesar Rp2.615.092.000,00 yang bersumber dari PBD Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2025. Pekerjaan jalan dimulai pada 15 Juli 2025 dan ditargetkan rampung dalam waktu 120 hari kalender, yakni hingga 11 November 2025. Proyek ini dikerjakan oleh pihak ketiga, yaitu CV. Pancoran Jaya sebagai pelaksana.

Langkah ini diambil sebagai bentuk respon pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat akan akses jalan yang lebih baik, aman, dan nyaman. Jalan Limbangan – Segeran diketahui memiliki peran vital dalam mendukung mobilitas warga serta aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

"Peningkatan kualitas jalan ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi soal konektivitas antarwilayah dan percepatan roda perekonomian lokal," ujar seorang pejabat DPUPR saat dikonfirmasi di lokasi proyek, Kamis (4/9/2025).

Pengerjaan rekonstruksi jalan ini meliputi perbaikan struktur jalan secara menyeluruh, yang ditujukan untuk memperpanjang usia layanan jalan dan mengurangi risiko kecelakaan akibat kerusakan permukaan.

Selain mendukung arus transportasi harian, proyek ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya sektor pertanian dan perdagangan lokal yang sangat bergantung pada kelancaran akses jalan.


Dengan berjalannya proyek ini, masyarakat sekitar mengaku optimistis akan adanya perubahan positif. Sejumlah warga menyampaikan harapan agar pembangunan berjalan tepat waktu dan hasilnya benar-benar berkualitas.

 "Semoga hasilnya bisa awet dan bermanfaat untuk jangka panjang. Kami sudah lama menanti jalan ini diperbaiki," ungkap salah satu warga Limbangan.

Pemerintah Kabupaten Indramayu terus berkomitmen melanjutkan pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh wilayah. Proyek seperti ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi juga menjangkau wilayah perdesaan.

(Asep Yana Supriadi)

GRI Suarakan Perubahan! Desak Pemkab Indramayu Berbenah Lewat 10 Tuntutan Rakyat



INDRAMAYU – Sergaptarget.com
Suara perubahan mulai menggema dari tanah mangga. Gerakan Rakyat Indramayu (GRI) resmi mendeklarasikan petisi dengan 10 tuntutan tajam yang ditujukan langsung kepada pemerintah Kabupaten Indramayu. Dari isu korupsi hingga kondisi masjid yang memprihatinkan, GRI menegaskan bahwa masyarakat tak lagi bisa tinggal diam.

Dalam rapat konsolidasi yang berlangsung hangat, GRI menuntut Bupati dan Wakil Bupati Indramayu untuk segera mundur dari jabatannya. Tuduhan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) serta jual beli jabatan menjadi sorotan utama. GRI menyebut, akar masalah pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Indramayu berawal dari lemahnya kepemimpinan dan pengawasan.

Tak hanya soal tata kelola pemerintahan, GRI juga mengangkat isu-isu yang sangat dekat dengan rakyat. Salah satunya adalah kondisi Masjid Islamic Center Indramayu yang dinilai sudah sangat membahayakan. Bangunan yang seharusnya menjadi pusat spiritual warga justru kini terkesan terbengkalai.

"Segera renovasi Masjid Islamic Center! Ini bukan sekadar tempat ibadah, tapi simbol kebanggaan masyarakat Indramayu. Jangan tunggu sampai terjadi hal-hal yang tak diinginkan!" tegas Ketua GRI, Muhamad Sholihin, S.Sos.I, dalam orasinya.

GRI juga menuntut penurunan beban pajak rakyat, peningkatan infrastruktur, hingga keterbukaan informasi publik. Mereka menilai, sudah saatnya pemerintah daerah membuka mata dan telinga terhadap jeritan masyarakat.



Deklarasi ini bukan sekadar seremoni, tapi bentuk perlawanan sipil yang damai. Petisi tersebut akan diedarkan secara luas, baik secara daring maupun luring, untuk menggalang dukungan lebih luas dari masyarakat Indramayu.

"Perubahan tak akan datang jika kita hanya mengeluh di dalam hati. Lewat petisi ini, kami ingin rakyat bersatu, menyuarakan harapan dan tuntutan dengan lantang dan bermartabat," tambah Sholihin.

Dengan semangat kolektif dan keberanian menyuarakan kebenaran, GRI berharap pemerintah segera merespons tuntutan tersebut sebelum krisis kepercayaan makin meluas.

(Asep Yana Supriadi)

GRI Suarakan Perubahan! Desak Pemkab Indramayu Berbenah Lewat 10 Tuntutan Rakyat



INDRAMAYU – Sergaltarget.com
Suara perubahan mulai menggema dari tanah mangga. Gerakan Rakyat Indramayu (GRI) resmi mendeklarasikan petisi dengan 10 tuntutan tajam yang ditujukan langsung kepada pemerintah Kabupaten Indramayu. Dari isu korupsi hingga kondisi masjid yang memprihatinkan, GRI menegaskan bahwa masyarakat tak lagi bisa tinggal diam.

Dalam rapat konsolidasi yang berlangsung hangat, GRI menuntut Bupati dan Wakil Bupati Indramayu untuk segera mundur dari jabatannya. Tuduhan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) serta jual beli jabatan menjadi sorotan utama. GRI menyebut, akar masalah pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Indramayu berawal dari lemahnya kepemimpinan dan pengawasan.

Tak hanya soal tata kelola pemerintahan, GRI juga mengangkat isu-isu yang sangat dekat dengan rakyat. Salah satunya adalah kondisi Masjid Islamic Center Indramayu yang dinilai sudah sangat membahayakan. Bangunan yang seharusnya menjadi pusat spiritual warga justru kini terkesan terbengkalai.

"Segera renovasi Masjid Islamic Center! Ini bukan sekadar tempat ibadah, tapi simbol kebanggaan masyarakat Indramayu. Jangan tunggu sampai terjadi hal-hal yang tak diinginkan!" tegas Ketua GRI, Muhamad Sholihin, S.Sos.I, dalam orasinya.

GRI juga menuntut penurunan beban pajak rakyat, peningkatan infrastruktur, hingga keterbukaan informasi publik. Mereka menilai, sudah saatnya pemerintah daerah membuka mata dan telinga terhadap jeritan masyarakat.

Deklarasi ini bukan sekadar seremoni, tapi bentuk perlawanan sipil yang damai. Petisi tersebut akan diedarkan secara luas, baik secara daring maupun luring, untuk menggalang dukungan lebih luas dari masyarakat Indramayu.

"Perubahan tak akan datang jika kita hanya mengeluh di dalam hati. Lewat petisi ini, kami ingin rakyat bersatu, menyuarakan harapan dan tuntutan dengan lantang dan bermartabat," tambah Sholihin.

Dengan semangat kolektif dan keberanian menyuarakan kebenaran, GRI berharap pemerintah segera merespons tuntutan tersebut sebelum krisis kepercayaan makin meluas.

(Asep Yana Supriadi)

Pemkab Indramayu Genjot Infrastruktur, Jalan Desa Sukadadi Direhabilitasi dengan Cor Beton

INDRAMAYU, Sergaptarget.com— Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tengah melaksanakan proyek rehabilitasi Jalan Desa Sukadadi, Kecamatan Arahan. Proyek ini dimulai sejak 8 Agustus 2025 dan ditargetkan selesai dalam waktu 60 hari kalender, tepatnya pada 6 Oktober 2025.

Dengan nilai kontrak sebesar Rp 190.518.000,00, proyek ini dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Indramayu Tahun 2025. Pelaksana proyek adalah CV. Nanda Putra, yang beralamat di Jalan Gunung Krakatau No. 17, RT 05/RW 08.

Pantauan awak media Sergaptarget.com pada Selasa, 3 September 2025, menunjukkan bahwa pengerjaan telah memasuki tahap pengecoran beton menggunakan mutu K-250, yang dikenal kuat dan tahan lama. Infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas warga serta menunjang kegiatan ekonomi dan sosial di wilayah tersebut.

Kepala Desa Sukadadi, Raskadi, yang sempat melintasi jalan yang sedang dalam proses rehabilitasi, menyampaikan apresiasinya atas proyek tersebut.

"Pembangunan jalan ini sangat kami butuhkan. Jalan yang bagus tentu akan memperlancar aktivitas warga, baik untuk bekerja, berdagang maupun ke sekolah," ujar Raskadi.

Tak hanya aparatur desa, dukungan juga datang dari unsur masyarakat. Ketua Karang Taruna Sakti Sekata, Irpan, bersama tokoh muda setempat, Jen dan Paparudin, turut menyampaikan tanggapannya.

"Kami sebagai pemuda desa sangat mengapresiasi langkah pemerintah. Proyek ini sesuai dengan spesifikasi teknis dan RAB. Harapan kami, hasilnya bisa dinikmati dalam jangka panjang oleh seluruh warga," kata Paparudin, yang juga dikenal sebagai kontraktor muda di desa tersebut.

Proyek ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam memperkuat infrastruktur desa. Jalan yang lebih baik tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di pedesaan.

(Asep Yana Supriadi)

Pemkab Indramayu Gelontorkan Rp2,6 Miliar untuk Rekonstruksi Jalan Limbangan - Segeran

INDRAMAYU – Sergaptarget.com
Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) kembali menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan. Kali ini, fokus pembangunan diarahkan pada ruas Jalan Limbangan – Segeran yang terletak di wilayah Kecamatan Juntinyuat.

Tak tanggung-tanggung, proyek rekonstruksi ini digelontor anggaran sebesar Rp2.615.092.000,00 yang bersumber dari PBD Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2025. Pekerjaan jalan dimulai pada 15 Juli 2025 dan ditargetkan rampung dalam waktu 120 hari kalender, yakni hingga 11 November 2025. Proyek ini dikerjakan oleh pihak ketiga, yaitu CV. Pancoran Jaya sebagai pelaksana.

Langkah ini diambil sebagai bentuk respon pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat akan akses jalan yang lebih baik, aman, dan nyaman. Jalan Limbangan – Segeran diketahui memiliki peran vital dalam mendukung mobilitas warga serta aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

"Peningkatan kualitas jalan ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi soal konektivitas antarwilayah dan percepatan roda perekonomian lokal," ujar seorang pejabat DPUPR saat dikonfirmasi di lokasi proyek, Kamis (4/9/2025).

Pengerjaan rekonstruksi jalan ini meliputi perbaikan struktur jalan secara menyeluruh, yang ditujukan untuk memperpanjang usia layanan jalan dan mengurangi risiko kecelakaan akibat kerusakan permukaan.

Selain mendukung arus transportasi harian, proyek ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya sektor pertanian dan perdagangan lokal yang sangat bergantung pada kelancaran akses jalan.

Dengan berjalannya proyek ini, masyarakat sekitar mengaku optimistis akan adanya perubahan positif. Sejumlah warga menyampaikan harapan agar pembangunan berjalan tepat waktu dan hasilnya benar-benar berkualitas.

 "Semoga hasilnya bisa awet dan bermanfaat untuk jangka panjang. Kami sudah lama menanti jalan ini diperbaiki," ungkap salah satu warga Limbangan.

Pemerintah Kabupaten Indramayu terus berkomitmen melanjutkan pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh wilayah. Proyek seperti ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi juga menjangkau wilayah perdesaan.

(Asep Yana Supriadi)

Kamis, 04 September 2025

Re: Polresta Cirebon Ungkap Kasus Pengrusakan dan Penjarahan di Gedung DPRD dan Taman Pataraksa



Pada Jum, 5 Sep 2025 00.08, Edi Babil <edibabil39@gmail.com> menulis:





CIREBON – Polresta Cirebon berhasil mengungkap kasus tindak pidana pengrusakan, pembakaran, dan penjarahan yang terjadi di Kantor DPRD Kabupaten Cirebon serta Taman pataraksa yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pada Sabtu (30/8/2025) siang.

Aksi anarkis tersebut dilakukan oleh lebih dari 500 orang massa dengan menggunakan batu, bambu, tongkat kayu, dan benda keras lainnya. Mereka secara bersama-sama merusak dan membakar sebagian gedung DPRD, serta melakukan penjarahan terhadap berbagai barang inventaris milik DPRD dan Taman Pataraksa yang dikelola oleh DLH.

Akibat kejadian itu, gedung DPRD Kabupaten Cirebon mengalami kerusakan dengan sebagian ruangan ada yang terbakar. Pihak DPRD diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp10 miliar, sementara DLH yang mengelola Taman Pataraksa merugi hingga Rp492 juta lebih.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, S.I.K., S.H., M.H., menyampaikan bahwa hasil penyelidikan cepat yang dilakukan Satreskrim Polresta Cirebon berhasil mengamankan 28 tersangka, terdiri dari 15 orang dewasa dan 13 anak-anak.

Polisi juga menyita puluhan barang bukti hasil penjarahan, di antaranya sepeda motor, perangkat elektronik, televisi 65 inci, komputer, printer, kursi rapat, uang tunai, hingga bendera merah putih yang dijarah dari gedung DPRD.

"Kami tidak akan mentolerir aksi anarkis yang merusak fasilitas negara dan merugikan masyarakat. Proses hukum akan ditegakkan tanpa pandang bulu terhadap para pelaku. Saat ini 28 tersangka sudah diamankan berikut barang bukti hasil penjarahan," tegas Kapolresta Cirebon.

Kapolresta juga menegaskan bahwa pihaknya masih terus mendalami Pelaku pengrusakan dan pelaku pembakaran termasuk kemungkinan ada yang menyuruh melakukan aksi pengrusakan dan pembakaran.

"Kami sedang dalami apakah ada pihak tertentu yang menyuruh aksi pengrusakan, pembakaran dan penjarahan." tambahnya.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang kekerasan terhadap barang serta Pasal 363 dan 362 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun.

Kapolresta Cirebon juga menyoroti keterlibatan anak-anak dalam aksi anarkis tersebut. Pihaknya memastikan akan melakukan pendekatan hukum yang disertai pembinaan agar mereka tidak mengulangi perbuatannya.

Dalam kesempatan itu, Kapolresta Cirebon mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon untuk tetap menjaga situasi kondusif dan tidak mudah terprovokasi.

"Kami mengimbau agar masyarakat menyalurkan aspirasi dengan cara yang baik dan sesuai aturan hukum. Mari bersama-sama menjaga Kabupaten Cirebon agar tetap aman dan damai," pungkasnya.

Dengan terungkapnya kasus ini, Polresta Cirebon menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan, melindungi aset negara, serta memastikan rasa aman bagi seluruh warga masyarakat.((BABIL))