Berita Terkini

Babinsa Sangkrah Turun Tangan, Pembangunan Koperasi Merah Putih Dipercepat

Surakarta – Progres pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon terus dige...

Postingan Populer

Selasa, 31 Maret 2026

Peran Aktif Babinsa Kepatihan Wetan Ikuti Pelatihan Pemulasaraan / Ngrukti Jenazah

Surakarta - Babinsa Kepatihan Wetan Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta menghadiri acara pelatihan pemulasaraan merawat jenazah sebagai Narsum Ustad Shoriqul amin yang di laksanakan oleh pemerintah Kelurahan Kepatihan Wetan bertempat di pendopo Kelurahan Kepatihan Wetan Kecamatan Jebres Kota Surakarta. Selasa ( 31/03/2026 ) Pkl. 16.00 Wib

Tujuan dari di laksanakan nya pelatihan ini untuk memberikan pemahaman bagaimana prosedur tata cara pemulasaran jenazah sesuai dengan tuntunan syariat Islam, Bimbingan dan Pelatihan tata cara perawatan jenazah dengan baik, benar, cepat dan tertib sesuai dengan tuntunan syariat Islam,"jelas Sertu Budiono

"Manusia tidak ada satupun yang mengetahui kapan, dimana dan dalam keadaan bagaimana kita akan meninggal. Oleh karena itu mempelajari ilmu pemulasaran jenazah sangatlah penting bagi setiap orang, karena nantinya akan diterapkan ketika ada keluarga, sanak saudara atau tetangga yang meninggal dunia."

Sementara dalam materi yang dijelaskan Ustad Shodiqul Bahwa ada 4 perkara wajib dalam memulasarkan jenazah, yaitu : memandikan, mengkafani, mensholati dan menguburkan.

Adapun hukum memulasarkan (merawat/mengurus) jenazah adalah Fardhu Kifayah, artinya kewajiban yang apabila sudah ada sebagian muslim yang melaksanakannya maka gugurlah kewajiban tersebut. Namun bila tidak ada satupun orang yang melaksanakannya maka berdosalah semua muslim yang mengetahuinya.

Disamping memberikan penjelasan secara teoritis, juga memberikan penjelasan secara praktek.

Lebih lanjut Babinsa Sertu Budiono juga mengungkapkan pelatihan ini sungguh sangat bermanfaat sehingga masing – masing dari kita dapat mengetahui bagaimana sebenarnya tata cara pemulasaraan jenazah yang benar, "Pungkasnya.

Penulis : Arda 72

Akhir Penantian Panjang, Jembatan Garuda di Desa Bolo Mulai Dibangun, Harapan Baru Warga Terwujud

Boyolali – Penantian panjang warga Desa Bolo, Kecamatan Wonosegoro, akhirnya terjawab. Pembangunan Jembatan Perintis Garuda resmi dimulai melalui prosesi ground breaking yang dipimpin Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., Selasa (31/03/2026).

Momentum ini menjadi titik balik bagi masyarakat yang selama puluhan tahun harus menghadapi keterbatasan akses. Ketiadaan jembatan memaksa warga menyeberangi sungai untuk menjalani aktivitas sehari-hari, mulai dari berangkat sekolah, bekerja di ladang, hingga mengakses layanan kesehatan.

"Kalau airnya dangkal masih bisa dilewati, tapi tetap sulit karena licin. Kadang ada yang jatuh, bahkan anak-anak harus pulang lagi karena baju basah atau kotor," ungkap Widodo, salah satu warga, menggambarkan kondisi yang selama ini dihadapi.

Dalam sambutannya, Pangdam IV/Diponegoro menyampaikan apresiasi kepada jajaran Forkopimda Kabupaten Boyolali atas sinergi yang telah terjalin sehingga acara groundbreaking serta pembangunan jembatan dapat dimulai secara serentak di 60 titik di wilayah Jawa Tengah.

Program Jembatan Perintis Garuda sendiri merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang dilaksanakan oleh TNI Angkatan Darat sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di daerah dengan akses terbatas.

"Melalui program ini, TNI hadir untuk membantu membuka keterisolasian wilayah dan mempermudah akses antar desa," tegas Pangdam.

Selain kegiatan pembangunan jembatan, pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pengobatan massal dan pemberian tali asih kepada masyarakat. Sebanyak 200 warga menerima layanan kesehatan gratis serta bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat setempat.

Ia juga berharap pembangunan jembatan di Boyolali dapat terus berlanjut ke titik-titik lain yang membutuhkan, mengingat program ini menjadi prioritas nasional dalam pemerataan pembangunan infrastruktur.
Pembangunan Jembatan Garuda ini merupakan bagian dari karya bakti TNI bersama masyarakat. 

Diharapkan, keberadaannya nanti mampu dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang aktivitas warga dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Secara simbolis, pada pukul 15.00 WIB, pembangunan Jembatan Garuda di Desa Bolo dinyatakan resmi dimulai.

Sementara itu, Wakil Bupati Boyolali, Dwi Fajar Nirwana, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan keamanan dan kesejahteraan masyarakat.
"Jembatan ini sangat penting, terutama untuk keselamatan anak-anak sekolah serta sebagai penggerak roda perekonomian masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan, di Kabupaten Boyolali direncanakan akan dibangun lima jembatan sebagai bagian dari program tersebut. Pemerintah daerah pun menyampaikan apresiasi tinggi kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo, atas perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur di daerah.
Dengan dimulainya pembangunan ini, masyarakat Desa Bolo kini menaruh harapan besar agar jembatan segera rampung dan dapat digunakan, membuka akses yang lebih mudah, aman, dan layak bagi generasi mendatang.

Penulis : Arda 72

Wabup Syafaruddin Poti Buka Musrenbang RKPD Tahun 2027, Fokus pada Ekonomi Kerakyatan


Rokan hulu – Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) secara resmi menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Acara yang mengusung tema "Pemantapan Ekonomi Kerakyatan dan Penguatan Sektor Unggulan Daerah" ini berlangsung di Convention Hall Islamic Center Rokan Hulu, Selasa (31/03/2026).



​Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Rokan Hulu, H. Syafaruddin Poti, SH, MM, yang ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya proses perencanaan pembangunan daerah untuk tahun 2027.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua III DPRD Provinsi Riau H. Budiman Lubis, SH, Anggota DPRD Rohul Romi Juliandra, SE, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal (BPS, BPN, BPJS), serta tokoh masyarakat dan organisasi wanita se-Kabupaten Rokan Hulu.

​Dalam sambutannya, Wakil Bupati menekankan pentingnya sinkronisasi antara usulan masyarakat dengan program prioritas daerah. Beliau berharap melalui Musrenbang ini, lahir program-program yang mampu menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya dalam memperkuat ekonomi.

​"Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memantapkan ekonomi kerakyatan melalui optimalisasi sektor-sektor unggulan yang ada di Rokan Hulu, agar kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara merata," ujar Wabup.

​Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Kepala Bappeda Provinsi Riau yang diwakili oleh Perencana Ahli Madya, Bapak Dr. Ir. Feradis, MP, yang memberikan pemaparan mengenai tema dan prioritas pembangunan Provinsi Riau tahun 2027 guna penyelarasan program provinsi dan kabupaten.

Ketua Panitia Penyelenggara sekaligus Plt. Kepala Bapperida Rohul, H. Simel Meri, SE, M.Si, memaparkan rincian usulan yang telah dihimpun untuk tahun anggaran 2027, di antaranya:
- Pagu Anggaran Utama: Mencakup 143 program, 282 kegiatan, dan 1.159 sub-kegiatan dengan total pagu anggaran sebesar Rp1,9 triliun.
- Musrenbang Desa & Kecamatan: Terdiri dari total 574 usulan.
- Aspirasi Masyarakat (Pokir): Menampung sebanyak 2.145 usulan melalui Pokok Pikiran DPRD.
- Bantuan Sosial & Hibah: Mencatat sebanyak 129 usulan.

Selain usulan daerah, dipaparkan juga rencana pembangunan melalui skema anggaran luar daerah yakni:
APBD Provinsi Riau Dialokasikan pada 13 perangkat daerah dengan total pagu anggaran sebesar Rp583.186.188.200.
APBN/Dana Alokasi Khusus (DAK) Dialokasikan pada 18 kementerian/lembaga dengan pagu sebesar Rp1.435.904.000.000.

"Semoga pembangunan Kabupaten Rokan Hulu ke depan lebih terarah, terpadu, sinergis, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat," ujar Simel Meri dalam laporannya.

Rangkaian acara juga diisi dengan diskusi panel dan tanya jawab, yang diakhiri dengan penandatanganan berita acara hasil kesepakatan Musrenbang RKPD sebagai landasan penyusunan rencana kerja yang lebih konkret (MCDiskominfo/AD).

Menyusuri Tepian Sungai Rokan, Polsek Ujungbatu Hadirkan Harapan Lewat Program JALUR untuk Warga Terpencil


ROKAN HULU — Di tengah keterbatasan akses dan tantangan geografis di wilayah tepian Sungai Rokan, jajaran Polsek Ujungbatu menunjukkan kepedulian nyata kepada masyarakat melalui kegiatan imbangan Program JALUR (Jelajah Riau Untuk Rakyat), Selasa (31/3/2026).



Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Ujungbatu, KOMPOL Yusup Purba, S.H., M.H., bersama sejumlah personel. Mereka menyambangi warga di RT 01 RW 08 Dusun IV Pulau Mas, Desa Ngaso, Kecamatan Ujungbatu, Kabupaten Rokan Hulu—sebuah kawasan yang berada di pinggiran Sungai Rokan dan masih menghadapi berbagai keterbatasan.

Dalam kegiatan tersebut, polisi tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pengayom masyarakat. Bantuan sosial disalurkan langsung kepada warga yang membutuhkan, sekaligus dilakukan bakti kesehatan sebagai bentuk pelayanan terpadu kepada masyarakat.

Salah satu warga penerima manfaat, Adi Candra, menerima paket bantuan berisi kebutuhan pokok seperti beras 5 kilogram, telur ayam, gula pasir, dan minyak goreng. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga, terutama bagi mereka yang menggantungkan hidup dari hasil sungai seperti mencari ikan dan mengambil pasir.

Program JALUR sendiri merupakan inisiatif unggulan Kapolda Riau yang melibatkan berbagai satuan kerja, mulai dari Ditpolairud, Ditbinmas, hingga Biddokkes dan Bidhumas, guna menghadirkan pelayanan terpadu di daerah terpencil. Pendekatan yang digunakan mengedepankan prinsip Presisi serta kolaborasi lintas sektor.

Melalui kegiatan imbangan ini, Polres Rokan Hulu bersama Polsek Ujungbatu berupaya memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang selama ini sulit dijangkau.

Selain itu, kondisi sosial masyarakat setempat juga menjadi perhatian. Sebagian besar warga merupakan masyarakat tempatan dengan tingkat pendidikan yang relatif rendah, serta tinggal di wilayah yang rawan banjir saat musim penghujan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam upaya peningkatan kesejahteraan.

Kehadiran Polri melalui program ini diharapkan tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga menumbuhkan rasa aman, kepercayaan, serta kedekatan emosional antara masyarakat dan aparat kepolisian.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 10.45 WIB dalam keadaan aman dan kondusif, meninggalkan kesan hangat bagi warga yang merasakan langsung sentuhan kepedulian dari aparat kepolisian. *(Humas Polres Rohul)*

Dandim Wonosobo Letakkan Batu Pertama Jembatan Garuda Tahap III dan IV di Watumalang



Wonosobo - Komandan Kodim 0707/Wonosobo, Letkol Inf Yoyok Suyitno S.Sos, melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Garuda Tahap III dan IV di Desa Wonoroto, Kecamatan Watumalang, Selasa (31/3/2026).

Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya kelanjutan pembangunan infrastruktur yang diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas serta mendukung perekonomian masyarakat setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim menyampaikan harapannya agar proses pembangunan dapat berjalan lancar tanpa hambatan.

"Semoga dengan dimulainya pembangunan ini, seluruh tahapan dapat berjalan dengan lancar dan sukses, sehingga hasilnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara semua pihak, baik pemerintah daerah, aparat terkait, maupun masyarakat dalam mendukung kelancaran pembangunan.

Pembangunan Jembatan Garuda ini merupakan bagian dari upaya pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan, khususnya dalam membuka akses antarwilayah yang selama ini masih terbatas.

Dengan adanya jembatan tersebut, diharapkan mobilitas warga semakin mudah, distribusi hasil pertanian lebih lancar, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Desa Wonoroto dan sekitarnya.

(Yudhi)
Pendim0707

Sinergi Forkopimda, Kalapas Pasir Pangarayan Hadiri Pembukaan Musrenbang RKPD Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2027


Pasir Pengaraian - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba, menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2027 yang diselenggarakan di Hall Islamic Center Pasir Pangarayan, Selasa (31/03).



Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Rokan Hulu, H. Syafarudin Poti dan dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, forum, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Kehadiran Kalapas Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba dalam kegiatan ini merupakan bentuk partisipasi aktif dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam memperkuat koordinasi antarinstansi.

Kalapas menyampaikan bahwa keterlibatan Lapas dalam kegiatan perencanaan pembangunan daerah merupakan bagian dari upaya mendukung sinergi yang baik antara instansi vertikal dan pemerintah daerah.

"Kami mendukung setiap program pemerintah daerah yang selaras dengan tugas dan fungsi pemasyarakatan, serta terus berupaya menjaga koordinasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan," ujar Kalapas.

Melalui kehadiran dalam kegiatan Musrenbang RKPD Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2027 ini, Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan menunjukkan komitmen untuk terus mendukung program pembangunan daerah serta memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Diharapkan sinergi yang terjalin dapat memberikan kontribusi positif dalam peningkatan kualitas pelayanan publik dan pelaksanaan tugas pemasyarakatan yang selaras dengan kebijakan pemerintah daerah.

Lapas Pasir Pangarayan Ikuti Sosialisasi Pembangunan dan Evaluasi Zona Integritas Tahun 2026


Pasir Pengaraian - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan mengikuti kegiatan Sosialisasi Pembangunan dan Evaluasi Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan secara virtual, Selasa (31/03/2026).



Kegiatan yang dilaksanakan melalui Zoom Meeting ini diikuti oleh jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan dan Imigrasi di seluruh Indonesia. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait mekanisme pembangunan serta evaluasi Zona Integritas di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta menerima paparan mengenai dasar hukum, mekanisme pengusulan, serta tahapan evaluasi pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM. Selain itu, juga disampaikan kalender kerja pelaksanaan evaluasi tahun 2026 serta beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dalam proses pembangunan Zona Integritas.

Lapas Pasir Pangarayan mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari upaya memahami dan menyesuaikan pelaksanaan pembangunan Zona Integritas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menanggapi kegiatan tersebut, Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba, melalui Kepala Subbagian Tata Usaha, Suharno, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini memberikan gambaran terkait tahapan dan mekanisme pembangunan Zona Integritas yang perlu dipahami oleh seluruh jajaran.

"Melalui kegiatan ini, kami mendapatkan pemahaman mengenai proses pembangunan dan evaluasi Zona Integritas sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini menjadi referensi bagi kami dalam pelaksanaan tugas di satuan kerja," ujar Suharno.

Ia juga menambahkan bahwa Lapas Pasir Pangarayan akan terus mengikuti arahan dan ketentuan yang telah ditetapkan dalam rangka mendukung pelaksanaan pembangunan Zona Integritas di lingkungan kerja.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan sosialisasi ini, diharapkan jajaran Lapas Pasir Pangarayan dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif terkait proses pembangunan dan evaluasi Zona Integritas di lingkungan kerja masing-masing.

Rumah Samin Warga Desa Pamayahan Indramayu Roboh Diterjang Angin Kencang Ditinjau Wakil Ketua DPRD






Indramayu, Sergaptarget.com Musibah rumah roboh menimpa seorang warga bernama Samin di RT 13 RW 04 Desa Pamayahan, Kecamatan Lohbener, Kalian Indramayu.

Rumah yang ditempatinya dilaporkan ambruk setelah diterjang angin kencang, ditambah kondisi bangunan yang sudah lapuk.

Wakil Ketua DPRD Indramayu dari Fraksi PKB, Amroni, langsung mendatangi lokasi kejadian sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak.

Dalam kunjungannya, ia juga memberikan bantuan secara pribadi guna meringankan beban korban.

"Alhamdulillah di sela-sela kegiatan DPRD, saya bisa menyempatkan diri melihat kondisi rumah Pak Samin. Informasi yang saya terima, rumah tersebut roboh karena angin dan memang kondisinya sudah reot," ujar Amroni saat meninjau lokasi, Selasa (31/03/2026).

Ia mengungkapkan, kondisi rumah Samin sangat memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera. Karena itu, dirinya mengajak berbagai pihak untuk turut membantu.

"Saya sudah perintahkan teman-teman anggota Fraksi PKB, khususnya yang berada di komisi terkait, agar bisa memfasilitasi bantuan melalui mitra kerja maupun pihak lain yang dapat membantu masyarakat tidak mampu seperti Pak Samin," katanya.

Amroni berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi awal bagi Samin untuk kembali bangkit dan menjalani kehidupan secara normal.

Selain itu, ia juga meminta pemerintah daerah melalui dinas atau badan terkait agar segera turun tangan membantu perbaikan rumah tersebut.

"Saya minta pemerintah daerah, dinas maupun badan terkait, bisa membantu merenovasi atau memperbaiki rumah Pak Samin agar kembali layak huni," ujarnya.

Sementara, Anggota Komisi II DPRD Indramayu, Amri Amrullah, turut menyoroti kondisi tersebut.

Ia menyatakan pihaknya telah bergerak cepat dengan melakukan koordinasi bersama instansi terkait guna memastikan bantuan segera tersalurkan.

"Dengan kondisi ini, kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Baznas agar bisa segera memberikan bantuan kepada Pak Samin," ujar Amri.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga sosial sangat penting untuk mempercepat penanganan warga terdampak musibah, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu.

Ia berharap langkah koordinasi tersebut dapat segera ditindaklanjuti dengan bantuan nyata, baik berupa kebutuhan darurat maupun perbaikan rumah agar korban dapat kembali menempati hunian yang layak.

"Kami ingin memastikan Pak Samin mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat, sehingga bisa segera bangkit dari musibah ini," tandasnya. 

(Nana.  S)

Groundbreaking Jembatan Gantung Garuda Di Wilayah Kodim Wonogiri Akan Menghubungkan Dua Desa Satu Kelurahan

Wonogiri - Komitmen percepatan pembangunan infrastruktur kembali ditegaskan melalui kegiatan groundbreaking Jembatan Garuda di wilayah Kodim 0728/Wonogiri. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (31/3/2026) bertempat di Desa Jendi, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri.

Prosesi peresmian awal pembangunan tersebut digelar secara video conference (vidcon) bersama Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin yang diikuti oleh jajaran TNI, pemerintah daerah, serta unsur masyarakat setempat.

Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan, Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno, Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo yang diwakili Kabagops Kompol Agus serta unsur pemerintahan kecamatan dan kelurahan, tokoh masyarakat, hingga warga masyarakat setempat.

Pangdam mengucapkan terima kasih dan sekaligus apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan serta kontribusi nyata demi terwujudnya pembangunan Jembatan Garuda ini. Semoga niat tulus dan kerja keras saudara sekalian dicatat sebagai amal ibadah serta mendapatkan ridho dari Allah SWT.

Prosesi acara Ground Breaking ini adalah merupakan representasi kehadiran pemerintah kepada masyarakat dalam mengupayakan ketersediaan sarana infrastruktur jalur penghubung antar desa atau titik lokasi terisolir menuju ke desa lainnya serta akses untuk menuju ke sekolah, kantor pemerintahan dan fasilitas publik.

Program ini juga merupakan salah satu Program Strategis pemerintah dalam mengupayakan solusi cepat guna mengatasi kesulitan yang dihadapi rakyat selain dari program-program kebijakan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat yang sudah dijalankan selama ini. Oleh karena itu, diawali dari kegiatan hari ini, mari bersama-sama kita bersatu dan bekerjasama dalam mewujudkan pembangunan Jembatan Garuda di wilayah masing-masing.

Kemudian dalam kesempatan ini, hadir seluruh Komandan Korem dan Komandan Kodim yang nantinya akan terlibat langsung bersama-sama dengan warga masyarakat di wilayahnya dalam pengerjaan Jembatan Garuda di wilayahnya masing-masing. Sebanyak 60 unit Jembatan Garuda, akan dibangun di 60 titik lokasi di wilayah Kodam IV/Diponegoro. Pembangunan yang akan dilaksanakan nantinya, meliputi : 49 titik jembatan gantung dan 11 titik jembatan beton, keseluruhan pembangunan ini sekali lagi adalah sebagai wujud kehadiran pemerintah dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat.

Pangdam juga menyampaikan bahwa pada periode pertama dan kedua, Kodam IV/Diponegoro bersama-sama dengan masyarakat, telah berhasil merealisasikan dan meresmikan 48 unit Jembatan Garuda yang tersebar di wilayah Provinsi Jawa Tengah dan DIY. Kegiatan launching 200 unit Jembatan Garuda yang tersebar di wilayah Indonesia dilaksanakan secara serentak dipimpin Bapak Kepala Staf Angkatan Darat dan dihadiri Presiden Republik Indonesa, Bapak H. Prabowo Subianto.

Pangdam berharap semoga proses pembangunan Jembatan Garuda ini dapat berjalan dengan aman, cepat dan lancar serta nantinya akan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.

Sementara itu, Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan menyampaikan bahwa Program Jembatan Garuda merupakan kebijakan strategis pemerintah dalam mendorong kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur.

"Jembatan gantung garuda yang akan dibangun ini akan dirasakan manfaatnya oleh warga dari tiga Desa yakni Desa Nungkulan,Desa Jendi dan Kelurahan Gemawang," Imbuh Dandim.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi bersama TNI dalam mempercepat pelaksanaan pembangunan tersebut.

"Kualitas dan ketepatan waktu menjadi hal utama agar manfaat pembangunan ini dapat segera dirasakan masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut nantinya diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Desa Nungkulan dan sekitarnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, juga dilaksanakan penyerahan bantuan sosial berupa paket sembako kepada warga dari tiga desa di sekitar titik pemangunan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar.

Groundbreaking Jembatan Garuda ini mencerminkan komitmen kuat TNI AD melalui Kodim 0728/Wonogiri dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di daerah. Selain meningkatkan konektivitas, program ini juga dinilai strategis dalam memperkuat stabilitas sosial serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sinergitas antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat pun menjadi faktor kunci keberhasilan program, sekaligus meminimalisir potensi hambatan sosial dalam pelaksanaannya di lapangan.

Penulis : Arda 72

Senin, 30 Maret 2026

Pastikan Pembangunan Sesuai Rencana, Babinsa Sangkrah Kawal Proyek Pembangunan KDKMP

Surakarta - Sertu Eko Personel Babinsa (Bintara Pembina Desa) Kelurahan Sangkrah Koramil 05 Pasar Kliwon kodim Surakarta terus menunjukkan dedikasinya aktif dalam mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah binaan. 

Selasa,(31/3/2026). Babinsa turun langsung mengawal yaitu mendampingi dan memantau proyek pembangunan fisik  gedung Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kelurahan Sangkrah Kecamatan Pasar Kliwon.

"Dalam kesempatan ini kami membaur bersama warga dan pekerja konstruksi untuk memastikan tahapan pembangunan berjalan sesuai dengan rencana dan tepat waktu."ujarnya.

" Kehadiran kami di lokasi proyek pembangunan fisik gedung Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan semangat gotong royong bagi warga."tegasnya.

*Pengawalan yang kami lakukan  ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap Program Pemerintah dan Kemanunggalan TNI dengan Rakyat dalam mempercepat pembangunan fasilitas ekonomi desa yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat."imbuhnya.

"Proyek pembangunan fisik gedung Koperasi Desa ini sangat penting bagi kesejahteraan warga Desa masyarakat Gunturharjo. Melalui koperasi ini, diharapkan ekonomi kerakyatan dapat berputar dengan lebih baik. Sebagai Babinsa, sudah menjadi kewajiban saya untuk mengawal dan membantu setiap program pembangunan di desa ini agar berjalan lancar," ujar Babinsa.

Penulis : Arda 72