Berita Terkini

Kondisi Rumah Warga di Kaliwiro Memprihatinkan, Diharapkan Perhatian Pemerintah

Wonosobo, Seorang warga berstatus janda dengan dua anak, Susiam binti Harjosutresno, yang tinggal di Dusun Jatiwera RT 01 RW 06, Kelurahan K...

Postingan Populer

Rabu, 22 April 2026

Setda Wonosobo Resmi Buka TMMD Sengkuyung Tahap II 2026 di Desa Grugu Kaliwiro, Fokus Betonisasi Jalan Pertanian 736 Meter



Wonosobo — Setda Wonosobo, One Andang Wardoyo, secara resmi membuka kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026 di Desa Grugu, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo, pada Rabu (22/4/2026).

Setda yang membacakan amanat , Bupati Afif menekankan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat pembangunan yang berbasis desa. "Hari ini menjadi momentum yang patut kita syukuri bersama, di mana kita kembali menguatkan visi dan langkah nyata yang bermula dari desa," ujarnya.

One Andang menjelaskan, melalui TMMD Sengkuyung Tahap II 2026 dengan tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, pihaknya ingin menyatukan tenaga dan semangat seluruh elemen masyarakat guna menghadirkan pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya. Menurutnya, desa yang kuat akan menjadi pendorong utama kemajuan daerah dengan memanfaatkan segala potensi yang dimiliki.

Kegiatan TMMD kali ini difokuskan di Desa Grugu sebagai wujud nyata semangat tersebut. Setda menegaskan bahwa akses infrastruktur yang memadai merupakan kunci utama untuk menggerakkan roda ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat."Untuk itu, TMMD kali ini menitikberatkan pada pembangunan rabat beton jalan menuju lahan pertanian sepanjang 736 meter dengan lebar 3 meter. Hal ini guna memastikan mobilitas warga dan distribusi hasil bumi menjadi lebih lancar," paparnya.

Setda optimistis, dengan jalur pertanian yang lebih baik, produktivitas warga akan meningkat dan roda ekonomi desa dapat bergerak lebih cepat. "Di sinilah kita ingin memastikan bahwa pembangunan benar-benar berdampak pada kehidupan masyarakat, termasuk mendukung terwujudnya Desa Grugu yang lebih tangguh dan mandiri," tambahnya.

Lebih lanjut, One Andang menyampaikan bahwa TMMD tidak hanya sekadar agenda pembangunan fisik, melainkan juga ruang untuk menumbuhkan semangat gotong royong dan kebersamaan sebagai bentuk bhakti terhadap ibu pertiwi. Kehadiran TNI dalam program ini diharapkan mampu mempercepat akselerasi pembangunan di daerah. 

Ia mengajak seluruh pihak untuk memaknai TMMD tahun ini sebagai pemantik semangat kemitraan harmonis antara Pemerintah Kabupaten Wonosobo, TNI, pemerintah desa, dan masyarakat. "Saya harap, kerja sama yang tulus dari semua pihak akan membuat hasil yang kita upayakan benar-benar membawa manfaat jangka panjang," katanya.

Setda juga berharap kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan kontribusi nyata dalam mengatasi berbagai tantangan di Wonosobo, demi meningkatkan harkat hidup masyarakat di seluruh penjuru daerah.Selaras dengan itu, Bupati menginstruksikan Camat Kaliwiro dan Kepala Desa Grugu untuk mengawal serta mendampingi seluruh proses pelaksanaan TMMD. 

Ia meminta agar partisipasi aktif masyarakat didorong, sehingga pembangunan fisik maupun non-fisik, mulai dari sosialisasi hingga pelayanan, dapat berjalan lancar, tepat waktu, dan memberikan manfaat optimal.Kepada seluruh warga Desa Grugu, Setda menitipkan hasil pembangunan tersebut. "Jalan rabat beton yang telah kita bangun bersama ini hendaknya dijaga dan dirawat dengan penuh tanggung jawab. Saya mengajak seluruh warga untuk menumbuhkan rasa memiliki yang kuat, karena jalan ini adalah aset bersama untuk kemajuan pertanian kita," imbuhnya.

Sebelum menutup sambutan, Setda menyampaikan terima kasih kepada TNI, Polri, perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta seluruh masyarakat dan pihak terkait atas kontribusi mereka dalam mempersiapkan pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026.

"Semoga pelaksanaan program ini nantinya dapat memberikan dampak positif, yang membuka peluang bagi kemajuan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Grugu, dalam mewujudkan Kabupaten Wonosobo yang Sejahtera, Adil, dan Makmur," pungkasnya.


(Yudhi)
Pendim0707
Uploaded Image

Selasa, 21 April 2026

Lapas Pasir Pangarayan Hadirkan Kemandirian Warga Binaan Melalui Budidaya Jamur Tiram



Pasir Pengaraian - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kegiatan pembinaan kemandirian berupa budidaya jamur tiram, yang dinilai memiliki nilai ekonomi serta peluang usaha yang menjanjikan.

Kegiatan budidaya jamur tiram ini dilaksanakan sebagai bagian dari program pembinaan keterampilan kerja bagi warga binaan. Dalam pelaksanaannya, para Warga Binaan diberikan pengetahuan mulai dari proses pembuatan media tanam (baglog), perawatan, hingga panen jamur tiram yang berkualitas.

Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba melalui Kasubsi Giatja, Andi Sarhairi, menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan setelah mereka kembali ke masyarakat. 

“Melalui kegiatan ini, kami berharap warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh bekal keterampilan yang berguna untuk kehidupan mandiri ke depannya,” ujarnya.

Jamur tiram yang dibudidayakan memiliki potensi pasar yang cukup luas, terutama karena saat ini menjadi bahan makanan yang populer dan diminati masyarakat. Salah satu olahan yang tengah tren adalah jamur crepes, selain berbagai olahan lainnya seperti tumis jamur, crispy jamur, hingga bahan campuran dalam menu kekinian.

Selain sebagai sarana pembinaan, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi warga binaan. Dengan keterampilan yang dimiliki, mereka diharapkan dapat membuka peluang usaha secara mandiri setelah bebas nanti.

Kegiatan pembinaan kemandirian ini juga sejalan dengan upaya pemasyarakatan dalam mewujudkan warga binaan yang produktif serta berdaya saing. Lapas Pasir Pangarayan terus berupaya menghadirkan program-program pembinaan yang inovatif dan bermanfaat, guna mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan ke tengah masyarakat.

Dengan adanya program budidaya jamur tiram ini, Lapas Pasir Pangarayan menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang tidak hanya aman dan tertib, tetapi juga produktif dan memberikan nilai tambah bagi warga binaan.

Kasi Binadik dan Giatja Lapas Pasir Pangarayan Berikan Pengarahan Perdana, Tekankan Penguatan Tupoksi Jajaran



Pasir Pengaraian - Pasca dilantiknya pejabat baru sebagai Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik dan Giatja) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan, Andi Rahman, langsung menggelar kegiatan pengarahan kepada seluruh jajaran di bawah bidang tersebut. Kegiatan berlangsung di Aula Lapas Pasir Pangarayan pada Rabu (22/4/2026).

Pengarahan ini diikuti oleh seluruh petugas yang berada di bawah naungan Seksi Binadik dan Giatja, yang meliputi subbagian Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan (Bimkemas), Kegiatan Kerja, serta Perawatan yang mencakup layanan klinik dan dapur.

Dalam arahannya, Kasi Binadik dan Giatja yang baru menekankan pentingnya penguatan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) di masing-masing lini. Ia mengajak seluruh jajaran untuk terus mempertahankan kinerja yang telah berjalan dengan baik, sekaligus melakukan evaluasi terhadap hal-hal yang masih perlu ditingkatkan.

“Hal-hal yang sudah baik agar terus dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya. Sementara itu, untuk kendala atau kekurangan yang ada, mari kita cari solusi bersama melalui komunikasi dan koordinasi yang efektif,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran semakin meningkatkan sinergi antar subseksi guna mendukung optimalisasi pembinaan warga binaan serta pelaksanaan kegiatan kerja yang produktif dan berkelanjutan. Setiap jajaran diharapkan mampu menjalankan perannya secara maksimal sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang diemban.

Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun koordinasi yang solid di bawah kepemimpinan Kasi Binadik dan Giatja yang baru, sekaligus sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan di Lapas Pasir Pangarayan.

Dengan adanya pengarahan ini, diharapkan seluruh jajaran dapat semakin memahami peran dan tanggung jawab masing-masing, serta mampu berkontribusi secara optimal dalam mewujudkan pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan.

Desa Sudimampir Lor Kec. Balongan Gelar Acara Adat Mapag Sri 2026



Indramayu, Sergaptarget.com Dalam rangka menyambut musim panen pertama, pemerintah desa (Pemdes) Sudimampir Lor menggelar acara adat Mapag Sri sebagai bentuk rasa syukur kepada  Yang Maha kuasa Allah Swt atas hasil panen yang melimpah. 

Acara berlangsung dengan penuh khidmat diikuti oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, Babinsa Sudimampir Lor, Bhabinkamtibmas Polsek Balongan, unsur Forkopimpcam Balongan serta para petani bertempat di aula  kantor balai desa Sudimampir Lor, Kecamatan Balongan, kabupaten Indramayu   Selasa (21/04/2026).

Mapag Sri sendiri  merupakan adat yang masih dilaksanakan secara turun temurun dulaksanakan dan dijaga, sebagai simbol penghormatan terhadap yang maha kuasa dengan hasil   panen  melimpah.

Kuwu desa Sudimampir lor Ade Nanto menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai ungkapan rasa syukur, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan warga.

“Melalui Mapag Sri, kita berharap hasil panen tahun ini membawa berkah bagi seluruh masyarakat dan para petani,” ujarnya.

Selain doa bersama, kegiatan juga diisi dengan berbagai rangkaian acara adat dan diisi dengan pergelaran wayang kulit karya budaya dari desa cipaat kecamatan Bongas. Wargapun tampak antusias mengikuti tradisi yang telah turun-temurun tersebut

Dengan digelarnya Mapag Sri, diharapkan semangat gotong royong dan pelestarian budaya lokal terus terjaga di tengah perkembangan zaman ujar Ade Nanto. 

(Nana.  S)

Merah Putih Berkibar di Sepanjang Jalan Urut Sewu, Kobarkan Api Cinta Tanah Air Warga


Boyolali – Nuansa merah putih menyelimuti Desa Urut Sewu, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, saat warga dengan penuh semangat mengibarkan Bendera Merah Putih di sepanjang jalan desa, Selasa (21/04/2026). Deretan bendera yang berkibar tertiup angin menghadirkan pemandangan yang menggugah rasa haru sekaligus kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud nyata kecintaan masyarakat terhadap tanah air. Dengan penuh kebersamaan, warga dari berbagai kalangan turun langsung, bergotong royong memasang bendera sebagai simbol penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan.

Semangat nasionalisme begitu terasa dalam setiap langkah warga. Momen ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai perjuangan, persatuan, dan kesatuan harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus. Di tengah arus modernisasi, kegiatan sederhana ini justru menjadi penguat jati diri bangsa.

Babinsa Koramil 05/Ampel Kodim 0724/Boyolali, Serka Purnomo, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan teritorial yang bertujuan menanamkan nilai-nilai patriotisme. Ia berharap melalui kegiatan ini, rasa cinta tanah air masyarakat semakin tumbuh dan menjadi benteng dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Warga pun menyambut kegiatan ini dengan penuh antusias. Kebersamaan yang terjalin dalam pengibaran bendera menjadi bukti kuat bahwa semangat Merah Putih masih berkobar di hati masyarakat. Diharapkan, semangat ini terus hidup dan menjadi energi positif dalam menjaga persatuan serta membangun bangsa ke arah yang lebih maju.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Lapas Pasir Pangarayan Gelar Donor Darah di PMI Rokan Hulu, Wujud Kepedulian dalam HBP ke-62


Pasir Pengaraian – Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan melaksanakan kegiatan donor darah yang bertempat di kantor Palang Merah Indonesia Kabupaten Rokan Hulu, Selasa (21/4/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pegawai Lapas Pasir Pangarayan serta peserta magang nasional yang turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama dan kontribusi nyata kepada masyarakat. Donor darah ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan sosial dalam menyemarakkan peringatan HBP ke-62.

Kepala Lapas Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba melalui Kasi Binadik dan Giatja, Andi Rahman, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk perayaan seremonial, tetapi juga sebagai wujud implementasi nilai kemanusiaan yang menjadi bagian dari tugas pemasyarakatan.

“Melalui kegiatan donor darah ini, kami ingin menumbuhkan semangat kepedulian dan solidaritas, baik di lingkungan pegawai maupun peserta magang. Setetes darah yang didonorkan sangat berarti bagi yang membutuhkan,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan tetap memperhatikan prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan adanya kegiatan ini, Lapas Pasir Pangarayan berharap dapat terus berkontribusi positif bagi masyarakat serta memperkuat citra pemasyarakatan yang humanis, peduli, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

***Friska dan Hobbi***
Uploaded Image

Senin, 20 April 2026

Gunakan Bahan Kimia Baru,Perumdam TDA Dianggap Boros Anggaran






Indramayu, Sergaprarget.com Pekan lalu publik di Indramayu digegerkan adanya Pansus DPRD Kabupaten Indramayu yang menyoroti  penggunaan anggaran  Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Darma Ayu(Perumdam TDA) Indramayu.

Pansus  menyoroti adanya pemborosan  anggaran karena menggunakan bahan kimia baru. Hal itu membuat beberapa media mencoba menginvestigasi ke cabang-cabang Perumdam TDA tentang kebenaran  apa yang disampaikan Pansus 
pada Senin(20/4/2026)  media mendatangi Perumdam TDA cabang pelayanan Jatibarang di jalan Letnan Joni desa Jatibarang Baru dan diterima langsung oleh kepala cabang pelayanan,Sutoni SH, didampingi Supervisor Produksi,Ade Setiawan.

Ketika ditanya tentang penggunaan kimia baru dan anggarannya,baik Sutoni maupun Ade Setiawan menjawab  Perumdam TDA cabang Jatibarang tidak menggunakan bahan kimia baru.

,kami masih menggunakan bahan kimia yang lama,terang Ade.

Bahkan  awak media pun diajak ke lokasi produksi air bersih untuk melihat hal yang sebenarnya.

Setelah di Jatibarang di lanjut ke lokasi Instalasi Pengolahan Air(IPA)300 Lobener, awak dan ditemui langsung kepala IPA 300,Adi Indrayadi.

Adi membeberkan bahwa penggunaan kimia baru hanya ada di dua IPA, yaitu IPA Sliyeg dan IPA Salamdarma.

“Kimia baru jenis PAC sudah diujicobakan di IPA Sliyeg dan hasilnya bagus, sedangkan di IPA Salamdarma sedang diujicobakan dan hasilnya juga bagus mampu bekerja pada NTU yang tinggi,” jelasnya.

Lanjut Adi mengatakan bahwa penggunaan kimia baru tersebut sudah melalui uji laboratorium yang ketat dan hasilnya cukup baik.

Dari investigasi tentang penggunaan kimia baru yang dilakukan  Perumdam TDA, khususnya di IPA Sliyeg tersebut adalah hal yang wajar karena  perusahaan memerlukan biaya yang standar.

(Nana. S)

POLRESTA CIREBON SIKAT HABIS DUET PENGEDAR OKA DI SUSUKAN

​Polresta Cirebon berhasil membongkar jaringan gelap peredaran obat keras ilegal (O.K) yang beroperasi di wilayah Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon. ​Minggu siang (19/04/2026) yang seharusnya tenang, berubah menjadi mimpi buruk bagi duet maut pengedar berinisial TW  (31) dan H  (28).

Keduanya tak berkutik saat petugas melakukan penyergapan kilat di sebuah rumah di Perumahan Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon. ​Operasi tersebut tampaknya bukan sekadar penangkapan biasa.

Pasalnya, polisi berhasil membongkar taktik licin tersangka yang mencoba menyamarkan ribuan butir OK di dalam kardus bekas minuman Nata de coco guna mengelabui petugas. Namun, ketajaman insting personel di lapangan berhasil mengendus keberadaan barang haram tersebut.
​Dalam penggeledahan yang berlangsung dramatis, petugas menemukan "Kardus Maut" tersebut dan berhasil mengamankan barang bukti berupa ​979 Butir Tramadol, ​48 Butir Hexymer,​Uang Tunai Rp 4.409.000 yang diduga hasil penjualan OK, ​2 Unit Handphone, hingga lainnya.

​Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., menyatakan bahwa penangkapan kedua tersangka tersebut menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang mencoba bermain api dengan narkoba maupun OK di wilayah hukum Cirebon.

​"Kami tidak akan membiarkan sedikitpun di Wilayah Cirebon menjadi ladang bisnis bagi para pengedar OK ilegal. Kami akan terus mengejar hulu dari jaringan ini, termasuk DPO berinisial R, yang diduga merupakan pemasok OK kepada kedua tersangka," tegasnya.

​Kedua tersangka kini mendekam di balik jeruji besi Mapolresta Cirebon untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka dijerat Pasal 435 dan  Pasal 436 UU RI No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, yang telah diperkuat dengan UU RI No. 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

"​Polresta Cirebon mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan proaktif melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan terkait narkoba dan obat keras ilegal melalui layanan Call Center 110. Mari kita jaga Cirebon dari ancaman bahaya obat terlarang," pungkasnya.

((Babil))

POLRESTA CIREBON SIKAT HABIS DUET PENGEDAR OKA DI SUSUKAN

​Polresta Cirebon berhasil membongkar jaringan gelap peredaran obat keras ilegal (O.K) yang beroperasi di wilayah Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon. ​Minggu siang (19/04/2026) yang seharusnya tenang, berubah menjadi mimpi buruk bagi duet maut pengedar berinisial TW  (31) dan H  (28).

Keduanya tak berkutik saat petugas melakukan penyergapan kilat di sebuah rumah di Perumahan Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon. ​Operasi tersebut tampaknya bukan sekadar penangkapan biasa.

Pasalnya, polisi berhasil membongkar taktik licin tersangka yang mencoba menyamarkan ribuan butir OK di dalam kardus bekas minuman Nata de coco guna mengelabui petugas. Namun, ketajaman insting personel di lapangan berhasil mengendus keberadaan barang haram tersebut.
​Dalam penggeledahan yang berlangsung dramatis, petugas menemukan "Kardus Maut" tersebut dan berhasil mengamankan barang bukti berupa ​979 Butir Tramadol, ​48 Butir Hexymer,​Uang Tunai Rp 4.409.000 yang diduga hasil penjualan OK, ​2 Unit Handphone, hingga lainnya.

​Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., menyatakan bahwa penangkapan kedua tersangka tersebut menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang mencoba bermain api dengan narkoba maupun OK di wilayah hukum Cirebon.

​"Kami tidak akan membiarkan sedikitpun di Wilayah Cirebon menjadi ladang bisnis bagi para pengedar OK ilegal. Kami akan terus mengejar hulu dari jaringan ini, termasuk DPO berinisial R, yang diduga merupakan pemasok OK kepada kedua tersangka," tegasnya.

​Kedua tersangka kini mendekam di balik jeruji besi Mapolresta Cirebon untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka dijerat Pasal 435 dan  Pasal 436 UU RI No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, yang telah diperkuat dengan UU RI No. 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

"​Polresta Cirebon mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan proaktif melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan terkait narkoba dan obat keras ilegal melalui layanan Call Center 110. Mari kita jaga Cirebon dari ancaman bahaya obat terlarang," pungkasnya. ((EDI BABIL))

Harga Beras Dan Gula Berpotensi Naik Akibat Melambungnya Harga Bahan Baku Plastik




Indramayu, Sergaptarget.com 
Kenaikan harga plastik diprediksi akan mengoreksi harga jual pangan pokok. Rinciannya, potensi kenaikan harga beras sekitar Rp 350 per kilogram dan gula sekitar Rp 150 per kilogram Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) memberikan peringatan  terkait kenaikan harga beras dan gula di tingkat konsumen. Penyebab  kenaikan ini bukan karena kelangkaan stok pangan, melainkan akibat melambungnya harga bahan baku plastik global yang berimbas pada biaya kemasan.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa menjelaskan, gejolak geopolitik dunia mulai merambat ke sektor pangan melalui gangguan rantai pasok plastik. Pelaku usaha yang menggunakan kemasan karung, khususnya untuk komoditas beras dan gula, kini mulai merasakan dampaknya.

Berdasarkan hasil diskusi dengan para pelaku usaha, kenaikan harga plastik diprediksi akan mengoreksi harga jual pangan pokok. Rinciannya, potensi kenaikan harga beras sekitar Rp 350 per kilogram, dan potensi kenaikan gula sekitar Rp 150 per kilogram.
 Agar tidak memicu inflasi lebih lanjut di tingkat konsumen,” ujar Ketut dalam keterangan resminya, Minggu (19/4/2026).

Ia menyebut, meskipun angka kenaikan per kilonya terlihat kecil, namun akumulasi biaya tersebut sangat terasa bagi masyarakat luas.

Penyebabnya Harga Beras dan Gula Berpotensi Naik
Sementara itu, Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengungkapkan, lonjakan harga ini berakar dari konflik di Timur Tengah yang mengganggu pasokan nafta.  nafta adalah komponen utama petrokimia yang diolah dari minyak bumi untuk memproduksi plastik dan bahan kimia lainnya.

Untuk mengatasi ketergantungan pada Timur Tengah, pemerintah Indonesia  mengambil langkah strategis dengan mencari sumber alternatif. Saat ini, proses pengiriman bahan baku plastik sedang berjalan dari beberapa negara, antara lain India, Afrika, dan Amerika Serikat (AS).

Selain melakukan diversifikasi negara asal impor, pemerintah juga mulai menjajaki penggunaan LPG sebagai alternatif pengganti nafta. Untuk menjaga keberlangsungan industri plastik dalam negeri, pemerintah tengah mempertimbangkan sumber pasokan baru dari kawasan Eurasia, termasuk Rusia.

Bapanas berkomitmen untuk memperkuat koordinasi lintas kementerian guna mencarikan solusi jangka panjang terkait stabilitas harga plastik  Dengan harapan rantai pasok global membaik, beban biaya kemasan plastik dapat segera menurun. Sehingga harga produk pangan pokok seperti beras dan gula tetap terjangkau bagi masyarakat.

(Nana. S)