Berita Terkini

Ketua DPRD Indramayu Terima Audiensi Mahasiswa, Soroti Revisi UU Cipta Kerja hingga Perlindungan Lahan Pertanian‎

‎ Indramayu, Sergaptarget.com Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, Dra. Hj. Nurhayati, M.Pd.I., didampingi Anggota DPRD dari Daerah P...

Postingan Populer

Senin, 04 Mei 2026

Ratusan Massa FSI Datangi PN Indramayu, Kawal Sidang Pembunuhan Sekeluarga Tuntut Hukuman Maksimal



 
Indramayu, Sergaptarget.com 
Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Solidaritas Indramayu (FSI) menggelar aksi unjuk rasa di Pengadilan Negeri (PN) Indramayu, Senin (4/5/2026).

Aksi ini dilakukan untuk mengawal jalannya persidangan kasus pembunuhan tragis yang menewaskan satu keluarga beranggotakan lima orang.

Massa mulai berkumpul sejak pukul 10.00 WIB di Sport Center Indramayu, kemudian melakukan long march menuju PN Indramayu. Sepanjang perjalanan, mereka membentangkan spanduk dan menyerukan tuntutan agar keadilan ditegakkan bagi para korban.

Dalam orasinya, Koordinator Umum aksi, Bengbeng Sugiono, menegaskan bahwa kehadiran massa merupakan bentuk dukungan moral sekaligus pengawasan terhadap proses peradilan.

“Kami hadir untuk memastikan keadilan benar-benar ditegakkan. Jangan sampai kasus ini dikaburkan oleh opini atau hal-hal di luar substansi persidangan,” tegasnya dari atas mobil komando.

Massa juga menyuarakan penolakan terhadap segala bentuk upaya yang dinilai dapat mengaburkan fakta di persidangan, termasuk narasi yang berkembang di luar ruang sidang.

Enam Tuntutan FSI
Di depan gedung PN Indramayu, perwakilan massa membacakan pernyataan sikap yang memuat enam tuntutan utama:

Menolak segala bentuk dramatisasi yang dapat mengalihkan fokus perkara.
Mendesak integritas lembaga peradilan tetap terjaga dari kepentingan pihak tertentu.

Menghentikan penyebaran hoaks dan penggiringan opini yang menyesatkan publik.
Menyampaikan duka dan solidaritas untuk lima korban pembunuhan.
Menuntut proses hukum yang terbuka, adil, dan transparan.

Mendesak aparat penegak hukum menjatuhkan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku.

Aksi berlangsung tertib meski sempat menyebabkan pengalihan arus lalu lintas di sekitar PN Indramayu. Massa berharap majelis hakim tetap objektif dan tidak terpengaruh tekanan dari pihak mana pun.

FSI menyatakan komitmennya untuk terus mengawal setiap tahapan persidangan hingga putusan akhir dijatuhkan.

“Kami akan terus mengawal kasus ini sampai vonis dijatuhkan. Kami percaya hukum masih berpihak pada keadilan,” pungkas Bengbeng.
Perwakilan massa aksi juga diterima oleh pihak PN Indramayu untuk melakukan audiensi di dalam kantor.

(Nana. S)

Kalapas Pasir Pangarayan Hadiri Upacara Hardiknas Tingkat Kabupaten Rokan Hulu



Pasir Pengaraian - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan turut menghadiri Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 tingkat Kabupaten Rokan Hulu yang diselenggarakan di halaman Kantor Bupati, Senin (4/5/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu ini berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi terkait, tenaga pendidik, serta tamu lainnya. Kehadiran Kepala Lapas Pasir Pangarayan merupakan bagian dari komitmen untuk terus bersinergi dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan pemerintahan daerah. 

Dalam momentum peringatan Hardiknas ini, Lapas Pasir Pangarayan menegaskan dukungannya terhadap peningkatan kualitas pendidikan, termasuk melalui program pembinaan di dalam lapas. Saat ini, Lapas Pasir Pangarayan tengah menyelenggarakan program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C bagi warga binaan sebagai upaya memberikan kesempatan memperoleh pendidikan yang layak.

Kepala Lapas Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembinaan. “Melalui pendidikan, diharapkan warga binaan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal untuk kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Partisipasi dalam kegiatan Hardiknas ini juga menjadi wujud sinergi Lapas Pasir Pangarayan dengan pemerintah daerah dan Forkopimda dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan.

Dengan semangat Hari Pendidikan Nasional, Lapas Pasir Pangarayan terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi warga binaan.

Minggu, 03 Mei 2026

Tingkatkan SDM Masyarakatnya, Desa Krasak Buka Program Reang Belajar, Cegah Anak Tidak Sekolah





Indramayu,  Sergaptarget.com Desa Krasak Kecamatan Jatibarang, kini tengah menjadi sorotan di Kabupaten Indramayu. Di bawah kepemimpinan Kuwu Khairul Isma Arif, desa ini berhasil menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program inovatif bertajuk "Reang Belajar". 

Inovasi ini lahir sebagai respons terhadap isu Anak Tidak Sekolah (ATS), juga pemberantasan buta huruf. Melalui program ini, Kuwu Arif berperan langsung sebagai "orang tua asuh" bagi warganya yang putus sekolah dan yang belum bisa baca tulis.

Hasilnya pun di luar dugaan. Dalam kurun waktu satu tahun, angka ATS di Kabupaten Indramayu berhasil ditekan hingga 1.200 anak, dengan Desa Krasak sebagai salah satu kontributor utamanya.

Atas dedikasi dan kerja kerasnya itu, Bupati Indramayu Lucky Hakim melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Indramayu, Asep Abdul Mukti memberikan Piagam Penghargaan kepada Khairul Isma Arif sebagai "Inisiator Peduli Pendidikan" pada momentum peringatan upacara Hari Pendidikan Nasional, Sabtu (2/5/26) kemarin.

Seusai upacara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Indramayu, Dr. H. Caridin, menyampaikan apresiasi kepada  Pemerintah Desa Krasak atas kontribusinya dalam mendukung program prioritas Bupati Indramayu, melalui inisiatif "Indramayu Belajar". 

"Disdikbud mengucapkan terima kasih atas kepedulian pemerintah desa dalam mendukung penurunan angka ATS (Angka Tidak Sekolah). Semoga langkah Pemerintah Desa Krasak ini dapat digetoktularkan desa-desa lainnya, menjadi percontohan di Tingkat Kabupaten Indramayu, " katanya.

Caridin mengakui, angka rata-rata lama sekolah di Kabupaten Indramayu masih rendah. Karena itu, pihaknya berusaha sekuat tenaga agar sumber daya manusia Indramayu dapat meningkat, mampu bersaing dengan kabupaten lainnya, sehingga IPM bidang Pendidikan pun ikut naik. 

Sementara itu, ditemui seusai menerima penghargaan, Kuwu Desa Krasak, Khairul Isma Arif tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya. Khairul berterima kasih kepada semua pihak, khususnya masyarakat Desa Krasak yang telah mendukung langkahnya dalam program " Reang Belajar".

Menurutnya program" Reang Belajar" adalah salah satu upaya untuk memberikan harapan kepada anak yang putus sekolah agar tetap bersekolah mengejar cita-citanya, khususnya untuk anak putus sekolah di Desa Krasak 

Kuwu Arif tidak menyangka langkahnya ini diapresiasi oleh banyak pihak. Padahal ide awalnya sederhana, yakni jangan sampai ada anak yang tidak sekolah di desanya.

"Penghargaan ini kami berikan untuk masyarakat Desa Krasak, semoga ke depannya desa kami dapat lebih baik lagi," katanya.

Dihubungi terpisah melalui telepon selulernya, Camat Jatibarang, Mardono, memberikan apresiasi untuk Desa Krasak. Mardono mengungkapkan rasa bangganya atas inisiatif dan banyaknya gagasan inovatif yang lahir dari kepemimpinan Kuwu Khairul Isma Arif.

"Kami selaku pemerintah kecamatan memberikan apresiasi kepada Desa Krasak yang mana sudah turut andil atau aktif dan proaktif. Desa Krasak saat ini sangat proaktif. Harapannya, prestasi ini terus dipertahankan dan didukung oleh seluruh lapisan masyarakat,"  ungkapnya.

Dukungan juga datang dari Sekretaris Daerah (Sekda) serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Indramayu yang berharap agar keberhasilan Desa Krasak dalam menekan angka putus sekolah dapat menjadi role model bagi desa lainnya.

Mereka berharap agar langkah inovatif Kuwu Krasak sebagai orang tua asuh bagi warga yang putus sekolah dapat menginspirasi seluruh desa-desa lainnya, sehingga akan lahir generasi-generasi dengan pendidikan yang mumpuni.

Tak hanya unggul di bidang pendidikan, Desa Krasak juga menunjukkan tajinya di berbagai kompetisi daerah. 

Desa yang juga terkenal akan Mangga Gedong Gincunya ini, tercatat masuk dak 10 besar mini project terbaik Gapura Sapta Pesona (GSP)  2025 dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawabarat sertameraih prestasi dalam lomba desa dan kebersihan tingkat kabupaten. 

Dengan penuh inovasi dan semangat kegotong royongan yang penuh keterbatasan hal ini tidak menjadi penghalang bagi desa Krasak untuk masa depan generasi desa Krasak. 

(Nana. S)

Ribuan Praktisi Ruqyah Se-Indonesia Akan Berkumpul di Wonosobo, Gebrakan Jam'iyyah Ruqyah Aswaja 2026




SEMARANG – Panitia Nasional Jam’iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) mulai memanaskan mesin organisasi menjelang perhelatan akbar nasional. Bertempat di Gedung PWNU Jawa Tengah pada Sabtu (2/5), jajaran pengurus pusat dan wilayah menggelar rapat koordinasi intensif untuk mematangkan persiapan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III dan Silaturahim Nasional (Silatnas) VI yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.
Pertemuan strategis yang berlangsung selama delapan jam ini dihadiri oleh jajaran teras Pengurus Pusat (PP) JRA, Pengurus Wilayah (PW) JRA Jawa Tengah, serta Pengurus Cabang (PC) JRA Wonosobo sebagai tuan rumah. Turut hadir memberikan dukungan, Ketua Lembaga Dakwah (LD) PWNU Jawa Tengah, Dr. KH. Saiful Amar, Lc., M.Si.
Instruksi Khusus Dewan Pembina
Persiapan masif ini merupakan instruksi langsung dari Ketua Dewan Pembina Yayasan JRA, Gus Allama Alauddin Siddiqy, M.Pd.I (Mujiz JRA). Beliau menekankan bahwa sebagai agenda berskala nasional, profesionalitas dan kedalaman persiapan menjadi harga mati.
“Panitia harus memastikan seluruh aspek, terutama kesiapan para pengisi acara, dikurasi sejak dini demi menjamin kualitas setiap sesi di Wonosobo nanti,” tegas Gus Allama dalam arahannya yang menjadi pijakan utama rapat tersebut.
Momentum Konsolidasi Global
Ketua Umum PP JRA, Gus H. Muhammad Subhan, dalam sambutan pembukaannya menginstruksikan panitia untuk segera menggencarkan sosialisasi ke seluruh pelosok negeri.
“Ini adalah momentum besar. Insyaallah, ribuan praktisi dari seluruh Indonesia hingga luar negeri akan hadir. Keberhasilan acara ini adalah cerminan soliditas perencanaan kita,” ujar Gus Subhan.
Gayung bersambut, Dr. KH. Saiful Amar menyatakan komitmen penuh LD PWNU Jawa Tengah dalam mengawal agenda ini. Ia menegaskan posisi strategis JRA sebagai garda depan dakwah di bawah naungan Nahdlatul Ulama.
“JRA adalah entitas tunggal komunitas ruqyah yang tegak lurus pada manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah,” ungkapnya.
Detail Pelaksanaan di Wonosobo
Sesi teknis yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal PP JRA, Gus Akhlis Munazilin, M.T., berhasil merumuskan draf Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan detail operasional setiap divisi.
Berdasarkan hasil kesepakatan, Rakernas III dan Silatnas VI akan dipusatkan di Pondok Pesantren Al Mubaarok, Mudal, Mojotengah, Wonosobo pada:
- 29 Agustus 2026: Pelaksanaan Rakernas III yang akan dihadiri oleh delegasi PW dan Pengurus Cabang Istimewa (PCI) dari berbagai penjuru dunia.
- 30 Agustus 2026: Puncak acara Silatnas VI, ajang silaturahmi akbar yang akan mempertemukan seluruh praktisi JRA dalam satu semangat perjuangan.
Melalui perhelatan ini, Jam’iyyah Ruqyah Aswaja berkomitmen untuk terus memperkuat ukhuwah serta memperluas jangkauan dakwah melalui layanan pengobatan Ruqyah dan Thibbun Nabawi bagi kemaslahatan umat, bangsa, dan negara.

Arifin

Hadiri Peringatan May Day 2026, Kapolresta Cirebon Apresiasi Sinergitas Buruh dalam Menjaga Kondusifitas Kamtibmas



Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Kerjasama (LKS) Tripartit Kabupaten Cirebon. Kegiatan yang mengusung tema "Kolaborasi Bersama Mewujudkan Industri dan Kesejahteraan Pekerja" ini berlangsung khidmat di UPTD Pelatihan Kerja Kabupaten Cirebon, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Minggu (3/5/2026).

​Acara tersebut turut dihadiri oleh Bupati Cirebon Drs. H. Imron Rosyadi M.Ag., jajaran Forkopimda Kabupaten Cirebon, Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., M.H., serta perwakilan dari asosiasi pengusaha (Apindo) dan berbagai serikat pekerja/buruh se-Kabupaten Cirebon.

​Dalam sambutannya, Kapolresta Cirebon menyampaikan ucapan selamat Hari Buruh Internasional kepada seluruh pekerja. Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas jalinan sinergi yang harmonis antara elemen buruh dengan pihak kepolisian.

​"Kami sangat mengapresiasi rekan-rekan buruh yang terus menjaga komunikasi dan sinergi dengan Polresta Cirebon. Berkat kolaborasi yang baik ini, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polresta Cirebon tetap kondusif," ujarnya.

Sebagai bentuk kepedulian nyata, Sie Dokkes Polresta Cirebon membuka gerai pelayanan cek kesehatan gratis bagi para buruh dan masyarakat yang hadir. Pelayanan tersebut meliputi pemeriksaan tensi darah, cek gula darah, pengobatan ringan, serta pembagian vitamin sesuai keluhan medis peserta.

​Selain pelayanan kesehatan, kegiatan tersebut diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu, sosialisasi dari BNN terkait pencegahan narkoba di lingkungan kerja, serta penyerahan Surat Edaran (SE) mengenai perlindungan perempuan di sektor industri.

Suasana perayaan semakin meriah dengan adanya pembagian berbagai hadiah menarik bagi para pekerja. Polresta Cirebon dan panitia menyediakan doorprize utama berupa 1 unit sepeda motor, 3 unit sepeda, serta puluhan hadiah elektronik lainnya sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para buruh dalam pembangunan nasional.

​Bupati Cirebon, Drs. H. Imron Rosyadi, menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk mempererat solidaritas. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berkolaborasi dengan pihak pengusaha dan buruh untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja di Kabupaten Cirebon.

"Tertibnya ​Perayaan May Day 2026 di Kabupaten Cirebon membuktikan bahwa komunikasi yang kuat antara unsur pemerintah, pengusaha, dan pekerja mampu mewujudkan iklim industri yang sehat dan aman," pungkasnya.() Babil 

Wabup Syafaruddin Poti dan Pj Sekda Lepas Keberangkatan 182 JCH Rokan Hulu Menuju Batam



Rokan Hulu– Sebanyak 182 Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Rokan Hulu yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 12 resmi diberangkatkan menuju Bandara Hang Nadim, Batam, melalui Bandara Tuanku Tambusai, Minggu (03/5/2026).


Pemberangkatan dilakukan secara bertahap dalam tiga jadwal penerbangan.
Penerbangan pertama yang membawa 61 JCH asal Kecamatan Bangun Purba, Rambah Samo, dan Rambah Hilir dilepas langsung oleh Wakil Bupati Rokan Hulu, H. Syafaruddin Poti, SH, MM. Dalam prosesi tersebut, Wabup didampingi oleh Ketua GOW Rokan Hulu, Hj. Masni Taher.


Selanjutnya, penerbangan kedua yang membawa 60 JCH diberangkatkan pada pukul 12.45 WIB. Keberangkatan rombongan asal Kecamatan Rambah Hilir, Ujung Batu, Tandun, Kabun, dan Rokan IV Koto  ini dilepas oleh Pj Sekda Rokan Hulu, Drs. H. Yusmar, M.Si, didampingi Ketua DWP, Hj. Yurniziarti.
Adapun penerbangan ketiga mengangkut 61 JCH sisa dari Kloter 12 yang berasal dari Kecamatan Tambusai Utara, Pagaran Tapah, dan Pendalian IV Koto.


Hadir dalam agenda pelepasan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Rokan Hulu, H. Marthillevi Saleh, S.Ag., M.Sy, Wakil Ketua DPRD Rohul Porkot Lubis, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta jajaran Camat di lingkungan Pemkab Rokan Hulu.


Wakil Bupati Syafaruddin Poti dalam arahannya berpesan kepada seluruh jemaah agar senantiasa menjaga kesehatan dan kekompakan selama berada di tanah suci. Ia juga berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk sehingga kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.


Setelah tiba di Bandara Hang Nadim Batam, seluruh jemaah Kloter 12 dijadwalkan akan beristirahat sejenak di asrama haji sebelum melanjutkan perjalanan menuju Jeddah, Arab Saudi 

(Galeri Pemkab Rohul)
***Hobbi Pargaulan***

Seorang Ibu Hamil Menjadi Korban Penipuan Oleh Dua Oknum Yang Mengaku Wartawan





Indramayu, Sergaptarget.com 
Seorang ibu hamil warga Desa Drunten Wetan, Kecamatan Gabus Wetan, Kabupaten Indramayu, menjadi korban penipuan oleh 2 oknum yang mengaku wartawan berkedok jasa menguruskan BPJS.

Korban dimintai uang hingga jutaan rupiah dengan dalih membantu pembuatan BPJS gratis untuk persiapan persalinan.
Korban bernama Nadiya, yang tengah mengandung lima bulan, mengaku didatangi dua orang berinisial R dan W. Keduanya menawarkan bantuan pengurusan BPJS gratis, namun justru meminta sejumlah uang dengan alasan biaya operasional dan administrasi.
Menurut pengakuan korban, awalnya ia diminta membayar Rp1.000.000. Setelah itu, oknum tersebut kembali meminta tambahan Rp800.000 dengan alasan proses dari pusat belum selesai.

Saya didatangi dan ditawari dibuatkan BPJS gratis. Awalnya diminta Rp1 juta, lalu diminta lagi Rp800 ribu. Tapi saya menolak karena BPJS-nya belum jadi,” ujar Nadiya, Sabtu (2/5/2026),
Nadiya juga menyebut, kedua oknum tersebut kerap mendatangi rumah mertuanya hampir setiap hari untuk membujuk agar sisa uang segera dibayarkan.

Sementara itu, pihak Puskesmas Drunten Wetan membantah adanya pungutan biaya dalam proses pengurusan BPJS, khususnya bagi ibu hamil.
Kepala Puskesmas Drunten Wetan melalui KTU Suroto, menegaskan bahwa seluruh layanan pendaftaran BPJS di puskesmas diberikan secara gratis.
“Kami melayani pendaftaran BPJS secara gratis bagi masyarakat, terlebih bagi ibu hamil. Cukup datang ke puskesmas membawa KTP dan KK, langsung kami bantu proses,” tegas Suroto.

Pihak puskesmas juga mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan jasa perantara atau oknum yang mengatasnamakan pengurusan BPJS, karena berpotensi merugikan warga dan mencoreng nama baik institusi.

 Pelayanan kesehatan.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap praktik penipuan berkedok layanan publik. Warga berharap aparat terkait segera menindaklanjuti dugaan tersebut.

(Nana. S)

Respon Cepat Satreskrim Polresta Cirebon Ringkus Pelaku Pencurian dengan Kekerasan di Sumber



​Jajaran Satreskrim Polresta Cirebon berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi di wilayah Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Seorang pelaku berinisial AP (26) alias Bilex berhasil diamankan petugas beserta barang bukti hasil kejahatannya.

​Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan penangkapan AP merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat terkait aksi pencurian dengan kekerasan yang terjadi pada Senin, 26 Januari 2026 lalu.

"Kami berhasil mengamankan tersangka AP pada Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 16.30 WIB di Blok Jambe, Desa Tegalsari, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon. Tersangka diamankan tanpa perlawanan," ujarnya, Minggu (3/5/2026).

Ia mengatakan, peristiwa bermula pada dini hari sekitar pukul 01.00 WIB di perumahan di wilayah Kelurahan Gegunung, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Pelaku masuk ke dalam rumah korban melalui lubang kontrol penampungan air.

​Aksi pelaku sempat dipergoki oleh korban. Namun, pelaku langsung menodongkan senjata tajam dan melakukan kekerasan dengan menindih kepala korban ke atas kasur hingga korban mengalami luka-luka.

Setelah melumpuhkan korban, pelaku menggasak barang berharga berupa dua unit handphone dam uang tunai senilai Rp4.000.000. Sehingga total kerugian yang dialami korban dalam kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp10.000.000.

Berbekal laporan tersebut, Satreskrim Polresta Cirebon melakukan serangkaian penyelidikan mendalam. Setelah melakukan pendalaman data dan keterangan saksi, petugas berhasil mengidentifikasi posisi pelaku kemudian menangkapnya.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti berupa satu unit Handphone milik korban dan lainnya. Saat ini, tersangka beserta barang bukti telah dibawa ke Mapolresta Cirebon untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

​Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 479 Undang-Undang No. 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait pencurian dengan kekerasan.

"​Polresta Cirebon berkomitmen untuk terus memberantas segala bentuk tindak kriminal guna menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Cirebon. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan segera melaporkan jika melihat hal-hal mencurigakan di lingkungan sekitar," pungkasnya.

Polresta Cirebon Gagalkan Peredaran Obat Keras, Puluhan Butir Diamankan


Cirebon - Satuan Reserse Narkoba Polresta Cirebon kembali mengungkap kasus peredaran obat keras tanpa izin. Seorang pria berinisial AS (22) diamankan saat membawa puluhan butir obat keras di wilayah Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, S.H.,S.I.K.,M.H. mengatakan penangkapan dilakukan pada Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIB di pinggir jalan Desa Gumulung Lebak. 

“Petugas mengamankan satu orang tersangka berikut barang bukti obat keras tanpa izin edar,” ujar Imara dalam keterangannya, Minggu (3/5/2026).

Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan 60 tablet Trihexyphenidyl dan 45 tablet Tramadol yang disimpan dalam tas selempang hitam. 

Selain itu, turut diamankan uang hasil penjualan sebesar Rp245 ribu, satu unit handphone, serta sepeda motor yang digunakan tersangka.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tersangka mengaku memperoleh obat keras tersebut dari seseorang berinisial R yang kini masih dalam pengejaran petugas. Obat-obatan itu rencananya akan diedarkan kembali tanpa izin.

“Seluruh barang bukti beserta tersangka sudah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut,” kata Kombes Pol Imara.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 435 dan/atau Pasal 436 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Polisi juga terus melakukan pengembangan untuk menelusuri asal-usul obat keras tersebut.

Masdi Tegaskan Pungutan di Pasar Karangampel Bukan Pungli, Ini Penjelasannya


Uploaded Image

INDRAMAYU- sergaptarget.com Polemik dugaan pungutan liar (pungli) di Pasar Karangampel akhirnya mendapat klarifikasi langsung dari Kepala Pasar, Masdi. Ia menegaskan bahwa pungutan yang selama ini diberlakukan bukanlah pungli, melainkan telah diatur berdasarkan peraturan daerah (Perda) serta kesepakatan bersama para pedagang.

Isu ini mencuat setelah beredarnya informasi mengenai adanya tambahan biaya yang dibebankan kepada pedagang, mulai dari kios, los, hingga pedagang lemprakan, termasuk pemilik toko emas. Kabar tersebut sempat menimbulkan keresahan dan sorotan publik terhadap pengelolaan pasar.

Menanggapi hal itu, Masdi menjelaskan bahwa tambahan pungutan sebesar Rp500 per hari digunakan untuk menunjang operasional pasar, seperti kebersihan, keamanan, dan biaya pemungutan. Ia menilai, biaya tersebut justru bertujuan menjaga kenyamanan seluruh pedagang dan pengunjung.

“Semua sudah melalui kesepakatan. Bahkan untuk toko emas, iuran itu memang sudah ada sejak lama untuk mendukung keamanan tambahan,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).

Menurutnya, rincian retribusi harian di Pasar Karangampel meliputi kios sebesar Rp4.500, los Rp3.600, dan lemprakan Rp2.000 untuk ukuran 1,5 x 1,5 meter. Di luar itu, terdapat tambahan Rp500 untuk operasional. Sementara khusus pedagang toko emas, iuran difokuskan untuk membiayai tiga petugas keamanan malam.

Masdi mengungkapkan, kebutuhan biaya keamanan toko emas mencapai sekitar Rp3,5 juta per bulan. Namun, kontribusi pedagang hanya berkisar Rp1,1 juta hingga Rp1,2 juta, sehingga pihak pengelola pasar masih harus menutup kekurangannya.

Ia juga menegaskan keterbukaannya terhadap evaluasi. Jika pungutan tersebut dianggap memberatkan atau dipersepsikan sebagai pungli, pihaknya siap melakukan musyawarah dengan para pedagang, bahkan tidak menutup kemungkinan untuk menghentikannya.

“Kalau memang ini jadi polemik, kita siap duduk bersama. Bisa saja dihentikan demi kenyamanan bersama,” katanya.

Terkait isu jual beli kios dengan nilai fantastis hingga ratusan juta rupiah, Masdi mengaku tidak mengetahui secara rinci. Ia menyebut praktik tersebut sudah ada sebelum dirinya menjabat sekitar tiga tahun lalu.

Saat ini, Pasar Karangampel dihuni sekitar 700 pedagang aktif, terdiri dari 300 kios, 300 los, dan sekitar 100 pedagang lemprakan. Masdi menambahkan bahwa seluruh retribusi yang dipungut turut berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Indramayu.

Ia juga memastikan telah menjalani pemeriksaan dari Inspektorat dan pihak tindak pidana korupsi (Tipikor), serta memberikan keterangan sesuai kondisi yang terjadi di lapangan.

Dengan klarifikasi ini, Masdi berharap polemik yang berkembang dapat diluruskan dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
(Asep Yana Supriadi)