Berita Terkini

Manager Commrel dan CSR Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan Raih Tanda Kehormatan Satyalancana Dari Presiden RI

Indramayu, Sergaptarget.com Prestasi gemilang diraih Cecep Supriyatna, salah seorang Perwira Kilang Pertamina Balongan yang saat...

Postingan Populer

Kamis, 15 Mei 2025

Polresta Cirebon Laksanakan Panen Jagung Ketahanan Pangan





Polresta Cirebon melaksanakan Kegiatan Panen Jagung Ketahanan Pangan Polresta Cirebon, Kamis (15/5/2025). Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Cilukrak Kec. Palimanan Kab. Cirebon.



Kapolresta Cirebon KOMBES POL SUMARNI, S.I.K.,S.H.,M.H., mengatakan, Panen Jagung yang 4 bulan lalu ditanam bersama di lahan seluas 1 hektar tersebut bekerjasama dengan Kuwu Cilukrak, Kuwu Balerante, KNPI Kab. Cirebon, Petani milenial, DPP pertanian, dan ibu-ibu KWT.



"Alhamdulillah kurang lebih sekitar 1 Ton kita peroleh. Kita tetap semangat untuk melakukan kegiatan penanaman berikutnya untuk ketahanan pangan di Wilayah Hukum Polresta Cirebon," katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolresta Cirebon bersama-sama berbagai elemen memanen Jagung Ketahanan Pangan Polresta Cirebon di lahan tersebut. Bahkan, kegiatan diakhiri dengan pemberian paket sembako kepada para kelompok tani dari Kapolresta Cirebon

"Adapun tujuan utama panen jagung ini adalah untuk meningkatkan ketahanan pangan, mencapai swasembada pangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani serta untuk mendukung program nasional dalam rangka meningkatkan produksi jagung dan memperpendek rantai distribusi," pungkasnya. ((BABIL))

Semangat 45 Abdul Hamid Dalam Memimpin Acara Pembacaan Zikir Ratibul Haddad di Rumah Dewan Bambang Mujiarto




Cirebon, SERGAP TARGET  -  Kegiatan rutin pembacaan zikir Ratibul Haddad di Rumah Dewan Bambang Mujiarto, Desa Orimalang, Kecamatan Jamblang, Cirebon, merupakan contoh kegiatan keagamaan yang positif dan bermanfaat bagi jamaah, masyarakat dan Pembacaan zikir dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran spiritual dan mempererat hubungan dengan Allah SWT.





Dengan dipimpin oleh Sekjen DPP Amppar Cirebon, Abdul Hamid, kegiatan ini juga dapat menjadi kesempatan untuk
Meningkatkan kesadaran spiritual jamaah dan Masyarakat dapat meningkatkan kesadaran spiritual dan memperdalam iman melalui pembacaan zikir.


Mempererat hubungan sosial Kegiatan ini dapat mempererat hubungan sosial antara jamaah, masyarakat dan meningkatkan rasa kebersamaan.


Membangun komunitas yang harmonis Kegiatan keagamaan seperti ini dapat membantu membangun komunitas yang harmonis dan damai.


Semangat 45 Abdul Hamid dalam memimpin acara pembacaan zikir Ratibul Haddad di Rumah Dewan Bambang Mujiarto, Desa Orimalang, Kecamatan Jamblang, Cirebon, patut diapresiasi. Kehadiran Ketua Umum DPP Amppar Cirebon, Maulana, Ketua Korwil Barat, Hartono, dan jajaran Anggota Ampar Cirebon, menunjukkan dukungan dan komitmen mereka terhadap kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.

Dengan kehadiran tokoh-tokoh penting ini, acara ini dapat menjadi lebih berkesan dan bermakna bagi masyarakat. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat. ((BABIL))

Pelantikan Dan Pengambilan Sumpah 16 RT Dan 7 RW Sei Kuning Kecamatan Rambah Samo Resmi Dilantik Kades Abdul Halik


Rambah Samo-Pelantikan Dan Pengambilan Sumpah 16 RT Dan 7 RW Sei Kuning Kecamatan Rambah Samo Resmi Dilantik Periode 2025-2030 Kamis (15/5/2025 )

Dalam Acara tersebut ,Hadir camat rambah Samo bapak H Amri S.Sos MM Kapolsek Rambah Samo mewakili Kamtibmas Aipda Bertua Pajar Pangaribuan SH. Danramil Rambah Samo mewakili Babinsa Serka Basridul ,kades Abdul Halik Beserta perangkat nya Kadus 1 Kadus 2 dan kadus 3 dan beberapa tokoh masyarakat dan tokoh adat masyarakat serta Ninik mamak .

Dalam acara tersebut di awali pembacaan Doa dan Pembacaan Ayat Suci Alquran kemudian menyanyikan Lagu Indonesia Raya oleh seluruh hadirin.

Nama RT Dan RW yang akan di Lantik dan diambil janji sumpah itu yakni :
1.Maria Marta br         
Simamora Ketua RT 01          
RW 01 Dusun 1
2.Sihi Susanti Situngkir Ketua RT 02 RW 01 Dusun 1
3.Okta Massar Ketua RT 03 RW 02 Dusun1
4.jepri ketua RT 04 RW 02 Dusun 1
5.Sahrin Ketua RT 05 RW 03 Dusun 2
6.Julkipli Ketua RT 06 RW 03 Dusun 2
7.Radi Supardi Ketua RT 07 RW 04 Dusun 2
8.Sutriadi Ketua RT 08 RW 04 Dusun 2
9.Nina Hassa Ketua RT 09 RW 05 Dusun 3
10.wira Ardiansyah Ketua RT 10 RW 05 Dusun 3
11.Eria Petriati Ketua RT 11 RW 06 Dusun 3
12.Asri Sinaga Ketua RT 12 RW 06 Dusun 3
13.Berta br Limbong Ketua RT 13 RW 07 Dusun 3
14.Soho Sihotang Ketua RT 14 RW 07 Dusun 3
15.A Budiono Ketua RT 15 RW 07 Dusun 3 
16.Gusri Hariadi Ketua RT 16 RW 07 Dusun 3 
Dan Berikut RW yang Dilantik 
17.Jupetra Sirait RW 01 Dusun 1 
18.Jul Ependi RW 02 Dusun 1
19.Repi RW 3 Dusun 2
20.Ermatik RW 04 Dusun 2
21.Suriawan RW 05 Dusun 3
22.Ridwan Haloho RW 06 Dusun 3 
23.M Alak sah RW 07 Dusun 3

Selanjut nya Kades Abdul Halik melanjutkan acara pelantikan dan pembacaan sumpah kepada seluruh RT dan RW yang terpilih secara serentak.
Setelah selesai kades Abdul halik melanjutkan Acara Penanda Tanganan atau menanda tangani Acara Berita pelantikan semua nya secara satu persatu dan kemudian menyerahkan SK secara simbolis .

Di waktu berikut nya acara sambutan dan sekaligus pesan dan arahan kades Abdul Halik mengatakan di desa kita sebelum nya ada 12 RT dan 6 RW dan sekarang sudah menjadi 16 RT dan 7 RW dimana penambahan ini agar desa kita lebih baik lagi karena banyak yang bekerja sama "Abdul Halik menerangkan.
Apalagi kedepan nya kita akan menghadapi kemarau supaya RT dan RW ikut serta untuk memperbaiki Pam Simas kita kita kita juga ke depan nya"ujar kades 
Begitu juga bapak camat rambah sama bapak H Amri S.Sos MM mengatakan marilah kita bekerja baik lagi RT dan RW saling membantu cek tamu yang datang ,orang pindah bahkan anak yang lahir dan yang meninggal agar setiap bulanya di buat laporan termasuk PT yang ada di daerah desa kita seperti PT.SKA dan PT. SAI :ujar Camat Amri .
Setelah acara selesai seluruh hadirin dan perangkat desa melakukan Poto bersama dan acara sampai selesai aman dan kondusif 
***Hobbi Pargaulan***

Ketua PKK Rohul Imbau Kaum Perempuan Ikuti IVA test Gratis Di Puskesmas agar Dapat Deteksi Dini Kanker Serviks



Ujung batu - Dalam Rangka hari kesatuan gerak PKK (HKG) ke 53 Tahun 2025 Ketua TP PKK Rokan Hulu dr. Yeni Dwi Putri Anton Meninjau pelaksanaan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim (serviks) dengan inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) tes yang mengangkat tema " Bergerak Bersama PKK mewujudkan Asta cita menuju Indonesia emas" di Puskesmas Ujung batu, Kamis (15/05/2025).

Hadir dalam kegiatan, Plt. Kapus Ujung batu Hj. Desy Marlina, M.Km, Camat Ujung batu H. Rio Pratama, S.STP, M.Si, Ketua TP. PKK Ujung Batu Rezita Mulyani Rio, S.IP, Kapolsek Ujung Batu Robbi Hidayat , kadis DPPKB Bambang Triono, Plt. Kadis Kesehatan, Pengurus TP PKK kabupaten Rokan Hulu serta ibu ibu peserta IVA tes. 

Ketua TP PKK Rokan Hulu dr. Yeni Dwi Putri menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Puskesmas Puskesmas di Rokan Hulu yang telah ikut berpartisipasi pada acara HKG di tahun ini dan terkhusus untuk Puskesmas ujung batu yang telah mengakomodir kegiatan pada hari ini.
Dirinya menyebutkan Kanker serviks merupakan salah satu kanker yang berisiko menyebabkan kematian kedua terbesar setelah kanker payudara.

"Ibu ibu yang menjadi peserta hari ini dapat menyampaikan kepada teman teman nya di lingkungan masing masing tentang manfaat deteksi dini kanker Serviks dan bahaya dari kanker serviks" jelasnya. 

Ketua TP PKK dr. Yeni menjelaskan bahwa Kita dapat mencegah kanker serviks ini salah satunya melakukan pemeriksaan secara berkala Dengan IVA tes, menerapkan Pola hidup sehat dan vaksin Human Papillomavirus (HPV) .

"Tindakan pencegahan dapat dilakukan Dengan IVA tes saat ini sudah menjadi program kesehatan Nasional di puskesmas puskesmas, dan para ibu ibu dapat melakukan pemeriksaan secara berkala sebagai deteksi dini kanker serviks" ujarnya.
 
Yeni menambahkan Sejak tahun 2015 pemeriksaan berkala deteksi dini kanker Serviks dengan IVA tes sudah di lakukan di puskesmas secara gratis, dan mendapat respon positif dari masyarakat, namun sosialisasi mengenai hal ini perlu ditingkatkan lagi. 

"Dalam hal ini PKK Rokan Hulu memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung program pemerintah dibidang kesehatan, karena cek kesehatan secara dini adalah Investasi kesehatan untuk masa depan" tutupnya.
 
usai pembukaan acara, dr. Yeni beserta Rombongan meninjau pelaksanaan IVA tes, dan dr. Yeni juga memberikan bingkisan kepada ibu ibu yang sudah berpartisipasi 

***Hobbi Pargaulan***

PONPES AL MUTTAQIN GANDENG DENSUS 88 DAN PEMDA CIREBON DEKLARASIKAN PENOLAKAN PAHAM RADIKALISME DAN TERORISME





CIREBON, Jawa Barat – Dalam rangka memperkuat wawasan kebangsaan dan menangkal paham radikal, Pondok Pesantren Al Muttaqin Kondangsari, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, menggandeng Densus 88 Anti Teror Polri dan Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon menggelar Sosialisasi Kebangsaan bertema "Harmoni Islam dan Kebangsaan dalam Bingkai Persatuan", Kamis (15/5/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh para pengasuh dari tiga pondok pesantren di Cirebon, yaitu Ponpes Al Muttaqin, Ponpes As Sobirin, dan Ponpes Nurul Hadid, serta puluhan santri dengan total peserta mencapai 150 orang.

Kanit Subdit Kontra Radikal Densus 88 AT Polri, Kompol Ridjoko Suseno, SH, MH, menyampaikan bahwa pesantren memiliki peran strategis sebagai benteng ideologi dalam menjaga keutuhan NKRI. Hal ini dikuatkan oleh sambutan Kepala Kesbangpol Kabupaten Cirebon, Hj. Ita Rohpitasari, M.Si, yang menegaskan pentingnya Pancasila sebagai dasar negara dalam mencapai keadilan dan kemakmuran bangsa.

Menambah kekuatan narasi pencegahan terorisme, Densus 88 menghadirkan Iwan Setiawan, penyintas tragedi Bom Kedubes Australia 2004 di Jakarta. Dalam kesaksiannya, ia mengingatkan bahwa terorisme meninggalkan luka mendalam tidak hanya bagi korban, namun juga bagi masyarakat secara luas.

Dalam sesi edukasi, Ipda Ahmadal Mustaqim, SH dari Densus 88 menjelaskan sejarah terorisme di Indonesia, perkembangan paham radikal, dan pentingnya deteksi dini. Ia menekankan bahwa para kiai, ustadz, dan santri harus menjadi agen pencegahan di tengah masyarakat.

Perwakilan dari Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, H. Ahmad Kholik, menegaskan pentingnya pemantapan ideologi Pancasila bagi para pendidik di lingkungan pesantren. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila adalah fondasi untuk membangun masyarakat yang damai dan berkeadilan.

Tak kalah menarik, Ustadz Yusuf Suty, mantan anggota Jamaah Islamiyah, turut berbagi pengalaman dan mengajak seluruh peserta untuk menerima perbedaan sebagai keniscayaan serta dasar dalam membangun masyarakat yang inklusif dan harmonis.

Acara ini ditutup dengan pembacaan deklarasi bersama oleh tiga pondok pesantren yang berbunyi:

"Kami Pondok Pesantren Al Muttaqin, Pondok Pesantren As Sobirin dan Pondok Pesantren Nurul Hadid yang Berideologi Pancasila, Menolak Keras Masuknya Paham Intoleran, Radikalisme, Ekstremisme dan Terorisme. NKRI Harga Mati!"

Penutupan dilakukan oleh Ustadz Yusuf Sutisna, Pembina Ponpes Al Muttaqin, yang menyampaikan komitmen pesantren dalam mendidik santri yang religius sekaligus nasionalis. Ia juga mengapresiasi perhatian Densus 88 dan Pemkab Cirebon dalam memperkuat semangat kebangsaan di kalangan pesantren.

Sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam meningkatkan pemahaman bahaya radikalisme serta memperkuat peran pesantren sebagai garda terdepan penjaga persatuan bangsa. ((BABIL


))

Rabu, 14 Mei 2025

TIM BLACK ROSE POLSEK TANDUN HENTIKAN PELARIAN PELAKU PENGANIAYAAN



TANDUN – Seorang ibu rumah tangga bernama Mikela Br. Pandiangan melaporkan kasus dugaan penganiayaan terhadap suaminya, Donri Sinaga, ke Polsek Tandun pada Jumat malam, 09 Mei 2025, sekira pukul 19.30 WIB. Laporan tersebut tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP/B/36/V/2025/RIAU/Res.Rohul/Sek.Tandun.

Menurut keterangan pelapor, insiden terjadi pada Jumat pagi sekira pukul 10.45 WIB di Km 06 RT 001 RW 001, Desa Koto Tandun, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Pelaku penganiayaan diduga adalah Boy Martukpa Pakpahan bersama seorang rekannya, Jiba Pakpahan.

Pelapor mengungkapkan bahwa dirinya mendapat kabar dari saksi bernama Elencia Pesta Br. Sinaga bahwa suaminya dikeroyok di depan sebuah bengkel sepeda motor. Saat Mikela tiba di lokasi, ia mendapati suaminya dalam kondisi babak belur dan segera membawanya ke Polsek Tandun untuk melapor, sebelum akhirnya Donri Sinaga dirawat inap di RS Awal Bros Ujung Batu akibat luka serius di bagian wajah.

Penangkapan Pelaku oleh Tim Black Rose Polsek Tandun
Kapolsek Tandun, IPTU Lof Lasri Nosa, S.H, pada Rabu 14 Mei 2025, pukul 11.00 WIB, mendapat informasi keberadaan pelaku di wilayah Simpang Gelombang, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak. Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolsek memerintahkan Kanit Reskrim IPDA Andy Nopri Akbar, S.H untuk menyelidikinya.

Setelah keberadaan pelaku terkonfirmasi, Tim Black Rose Polsek Tandun langsung bergerak cepat. Dipimpin langsung oleh Kapolsek IPTU Lof Lasri Nosa, S.H dan Kanit Reskrim IPDA Andy Nopri Akbar, S.H, tim berhasil mengamankan pelaku Boy Martukpa Pakpahan sekira pukul 17.00 WIB di depan warung milik Boru Sianturi di Desa Gelombang, Kecamatan Kandis.

Saat ini, pelaku telah dibawa ke Polsek Tandun untuk menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Republik Indonesia.

Kapolsek Tandun menyatakan bahwa pihaknya akan terus bertindak tegas dalam menangani tindak pidana, termasuk kasus penganiayaan yang meresahkan masyarakat. Penangkapan ini juga menunjukkan kesigapan aparat dalam menanggapi laporan warga.
***Hobbi Pargaulan***

Bintahwil Dengan Pelaku UMKM, Babinsa Joyontakan Berikan Motivasi Kepada Pedagang Sembako

Surakarta - Dalam rangka melaksanakan Pembinaan Teritorial (Binter) di wilayah binaan, Babinsa Jayontakan Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta Serka Sudiyono datangi dan Motivasi Bapak Sutrisno pelaku UMKM yang keseharian berjualan Sembako di sepanjang Jln. Bonang Joyontakan Serengan Kota Surakarta, Rabu 14 Mei 2025 Pukul 09.00 Wib. 

Bintahwil ini merupakan salah satu tujuan Babinsa untuk menciptakan dan menjalin keakraban, keharmonisan serta kekompakan sekaligus memotivasi dengan pelaku UMKM pedagang Bahan pokok lebih semangat mencari rejeki untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, dan lebih pentingnya menjalin silahturahmi dengan warga binaannya, sehingga bisa lebih dekat dan mengetahui langsung setiap keluhan warga binaannya,dan mempermudah Babinsa mendapatkan informasi situasi yang berkembang di wilayah binaannya.

Melalui kegiatan ini merupakan interaksi secara langsung dengan masyarakat terutama dengan warga binaan dan aparat pemerintah di wilayah. Hal inilah yang dilakukan untuk menjalin rasa keakraban serta kebersamaan yang baik dengan masyarakat di wilayah binaan. Di samping itu juga Kegiatan merupakan cerminan kemanunggalan TNI Rakyat, khususnya Babinsa kepada masyarakat di wilayah binaanya,"

Penulis : Arda 72

Polresta Cirebon Ungkap Penipuan Rp 50 Juta oleh Polisi Gadungan Asal Ciperna





CIREBON – Seorang pria berinisial SL (35), warga Desa Ciperna, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, harus berurusan dengan hukum setelah terbukti melakukan penipuan dengan mengaku sebagai anggota kepolisian. Tak tanggung-tanggung, SL berhasil menipu seorang wanita hingga meraup uang sebesar Rp50 juta, yang kemudian diduga digunakannya untuk menikah dengan wanita lain.

Korban dalam kasus ini adalah DS, perempuan asal Desa Purwawinangun, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon. Berdasarkan keterangan yang disampaikan Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, S.I.K., S.H., M.H., peristiwa penipuan itu bermula pada bulan Juli 2022.

"Pelaku mengaku sebagai anggota Polri yang bertugas di satuan Polair. Ia menggunakan identitas palsu tersebut untuk mendekati korban dan menjalin hubungan asmara," ujar Kapolresta saat konferensi pers yang digelar pada Rabu, 14 Mei 2025.

Modus pelaku terbilang licik. Setelah berhasil mendapatkan kepercayaan korban, SL berjanji akan menikahi DS. Dengan dalih mempersiapkan biaya pernikahan, pelaku membujuk korban untuk menabung bersama. Korban yang percaya sepenuhnya pada pelaku pun mulai menyisihkan uang secara rutin dan menyetorkannya kepada SL.

"Korban mulai menabung sejak 25 Agustus 2022 hingga 11 September 2023. Total dana yang diserahkan ke pelaku mencapai Rp50 juta," jelas Kombes Pol Sumarni.

Tidak hanya menyimpan uang, pelaku juga meminta korban untuk mentransfer seluruh dana ke rekening atas nama pelaku. Setelah uang berada di tangannya, SL mulai menghindar dari korban. Alih-alih menikahi DS, pelaku justru menikah dengan wanita lain tanpa sepengetahuan korban.

Merasa telah ditipu dan dikhianati, korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Berdasarkan laporan dan hasil penyelidikan, SL berhasil diamankan berikut sejumlah barang bukti yang menguatkan tindak pidana yang dilakukannya.

"Barang bukti yang berhasil kami amankan di antaranya tiga bendel rekening koran dan satu buah buku tabungan yang menunjukkan aliran dana dari korban ke rekening pelaku," ungkap Kapolresta.

SL kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Ia dijerat dengan Pasal 378 jo 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penipuan dan Penggelapan, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

"Uang tersebut belum dikembalikan kepada korban, dan proses hukum terhadap pelaku masih terus berjalan," tegas Kombes Pol Sumarni.

Kapolresta Cirebon juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap individu yang mengaku - ngaku sebagai anggota kepolisian atau aparat negara lainnya. "Jika ada yang mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwajib agar tidak menjadi korban penipuan," imbuhnya.

Pihaknya juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Cirebon, untuk bersama-sama untuk mencegah terjadinya aksi kriminalitas dan gangguan kamtibmas lainnya di Wilayah Hukum Polresta Cirebon.

"Kami meminta peran aktif dari masyarakat Kabupaten Cirebon untuk segera melaporkan apabila melihat atau mengetahui tindak kejahatan melalui layanan Call Center 110 Polresta Cirebon atau hubungi Pelayanan Informasi dan pengaduan Polresta Cirebon di nomor WA 08112497497.

Polresta Cirebon Ungkap Kasus Peredaran Uang Palsu, Satu Pelaku Diamankan





Cirebon – Kepolisian Resor Kota Cirebon ( Polresta Cirebon ) berhasil mengungkap kasus peredaran uang palsu yang melibatkan seorang pria berinisial S (29), warga Desa Bodesari, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. Pelaku ditangkap setelah kedapatan menyimpan dan membelanjakan uang palsu di wilayah tempat tinggalnya.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol. Sumarni, S.I.K., S.H., M.H., dalam konferensi pers pada Rabu (14/5/2025) mengungkapkan, penangkapan dilakukan setelah pihak kepolisian menerima laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan yang dilakukan pelaku.

"Tersangka menyimpan secara fisik uang palsu dan membelanjakannya di masyarakat. Kejadian berlangsung pada Senin, 5 Mei 2025, di teras rumahnya di Desa Bodesari," jelas Kombes Pol Sumarni.

Dari hasil penggeledahan, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 50 lembar uang palsu dengan total nominal Rp2.950.000. Rinciannya terdiri dari 41 lembar pecahan Rp50.000 dan 9 lembar pecahan Rp100.000. Uang tersebut diketahui telah dibelanjakan oleh pelaku di sejumlah warung untuk keperluan pribadi.

Kapolresta menambahkan, pelaku mengaku memperoleh uang palsu tersebut dari pihak lain yang hingga kini masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Polisi saat ini tengah mendalami kemungkinan adanya jaringan atau sindikat yang lebih besar di balik peredaran uang palsu ini.

Atas perbuatannya, S dijerat dengan Pasal 26 ayat (2) jo Pasal 36 ayat (2) dan/atau Pasal 26 ayat (3) jo Pasal 36 ayat (3) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, serta atau Pasal 245 KUHP. Ia terancam hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun dan/atau denda hingga Rp50 miliar.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap peredaran uang palsu dan segera melapor apabila menemukan adanya transaksi mencurigakan.

"Kami meminta peran aktif dari masyarakat Kabupaten Cirebon untuk segera melaporkan apabila melihat atau mengetahui tindak kejahatan melalui layanan Call Center 110 Polresta Cirebon atau hubungi Pelayanan Informasi dan pengaduan Polresta Cirebon di nomor WA 08112497497.

Polresta Cirebon Amankan Pelaku Pembunuhan Ayah Kandung karena Uang Rp50 Ribu





CIREBON – Tragedi memilukan mengguncang warga Kabupaten Cirebon. Seorang pria berinisial NR (28), warga Kecamatan Losari, ditangkap Polresta Cirebon setelah terbukti membunuh ayah kandungnya sendiri. Ironisnya, motif pembunuhan tersebut hanya dipicu persoalan uang Rp50 ribu.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, S.I.K., S.H., M.H., mengungkapkan kasus ini dalam konferensi pers di Mapolresta, Rabu (14/5/2025). Menurutnya, insiden terjadi pada Minggu dini hari, 24 Maret 2025, di sebuah bengkel tambal ban di Jalan Raya Pantura, Kecamatan Gebang, tempat korban biasa beristirahat dan tinggal sementara.

"Pelaku datang dini hari dalam kondisi emosi, membangunkan korban yang sedang tidur dan meminta uang Rp50 ribu. Setelah ditolak, pelaku langsung memukul kepala korban menggunakan palu besi hingga korban tewas di tempat," jelas Kombes Pol. Sumarni.

Hasil olah TKP menunjukkan korban mengalami luka parah di bagian kepala akibat pukulan benda tumpul. Sementara pelaku, yang sempat melarikan diri, akhirnya diamankan kurang dari 48 jam usai kejadian berkat penyelidikan intensif tim Reskrim Polresta Cirebon.

Kepada penyidik, NR mengaku sakit hati. Bukan hanya karena ditolak saat meminta uang, tapi karena merasa dihina oleh ayahnya sendiri. "Saya minta uang cuma lima puluh ribu, tapi malah diludahi dan dimaki. Emosi saya meledak," ungkap NR dalam kondisi tertunduk.

Dalam kasus ini, Polresta Cirebon mengamankan beberapa barang bukti, di antaranya satu buah palu besi, pakaian korban, serta kemeja pelaku yang masih berlumur darah. Dari bukti-bukti tersebut, NR dinyatakan memenuhi unsur pidana berat.

"Pelaku dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana mati," kata Kombes Sumarni.

Kapolresta Cirebon menegaskan, kasus ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat tentang pentingnya komunikasi dan manajemen emosi dalam keluarga. Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak segan mengakses bantuan, baik dari lembaga sosial maupun aparat, saat menghadapi tekanan dalam rumah tangga.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih terbuka dan tanggap dalam menyelesaikan konflik keluarga. Jangan sampai perbedaan kecil berujung pada tragedi yang tidak hanya menghancurkan satu nyawa, tapi juga kehidupan seluruh keluarga," tutup Sumarni.